cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: April 2015" : 71 Documents clear
Sumber bahan organik untuk perbaikan tanah alluvial sebagai media tanam cabai merah dapat menggunakan bokashi Pueraria javanica. Penggunaan tanaman Pueraria javanica sebagai bokashi karena tanaman ini memiliki unsur nitrogen yang tinggi, sebab tanaman ini RAJIMIN RAJIMIN; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9037

Abstract

Air adalah sumber daya alam yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia dalam aktivitas manusia itu sendiri. Kegiatan kehidupan manusia menggunakan air baik untuk kebutuhan minum, mandi dan rumah tangga. Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia tersebut bersumber dari air sungai, air tanah dan air hujan. Masyarakat di desa Sungai paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara memanfaatkan air sungai sebagai sumber air baku untuk PDAM sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika, kimia dan biologi air sungai sebagai air baku untuk PDAM di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.Pengukuran kualitas air sebagai sumber air baku untuk PDAM yaitu pengukuran karakteristik fisik, pengukuran karakteristik kimia dan karakteristik biologi air. Karakteristik fisik air meliputi debit aliran, temperatur, residu terlarut dan residu tersuspensi, sedangkan karakteristik kimia air meliputi pH, nitrat, kadmium, besi, sianida, fluorida, nitrit, dan belerang sedangkan karakteristik biologi meliputi fecal coliform.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara layak sebagai sumber air baku untuk PDAM. Beberapa parameter yang kandungannya melebihi batas kriteria air kelas I, diantaranya rendahnya pH diolah dengan penambahan kapur, tingginya kandungan besi dapat dikurangi dengan pemberian alumunium sulfat, dan tingginya Fecal Coliform dapat dihilangkan dengan penambahan kaporit atau kalsium hipoklorit.
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) ENSABAL PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Paula Rosita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.935 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi karakteristik Sub DAS Ensabal pada DAS Kapuas Kabupaten Sanggau. Sub DAS Ensabal terletak di Kabupaten Sanggau, yang memiliki luas wilayah 11.430 km². Secara geografis Sub DAS Ensabal terletak antara 0°8’48,62  0°15’ 3,39” LU dan 110°14’33,11” 110°23’33,8” BT. Pengamatan penelitian dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Pengamatan di lapangan dilakukan  untuk mengamati dan mengambil sampel air yang dilakukan selama 7 hari di bagian hulu dan hilir Sub DAS Ensabal yang terletak di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pengamatan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dilakukan untuk menganalisis sampel air. Hasil analisismenunjukkan Sub DAS Ensabal memiliki pola dentritikdan bentuk DAS memanjang seperti bulu burung di lapangan. Kerapatan drainase Sub DAS Ensabal adalah 0,13km/km2, termasuk kategori rendah. Profil Melitang Sungai pada Sub Das Ensabal berbentuk segitiga pada bagian hulu dan berbentuk parabola bagian hilir. Sub Das Ensabal memiliki 2 orde dan nilai indeks tingkat percabangan sungai (Rb) yaitu 1,33. Dari Hasil Pengamatan di lapangan, luas penampang rata-rata Sub DAS Ensabal di bagian hulu adalah 16,57 m2 dan di bagian hilir adalah 36,12m2. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH dengan rata-rata 6,58 di bagian hulu dan 6,07 di bagian hilir, temperatur air dengan rata-rata 28,80C di bagian hulu dan 28,60C di bagian hilir, dan kecerahan dengan rata-rata 61,71 cm di bagian hulu dan 53,86 cm di bagian hilir. Debit aliran rata-rata yaitu 1,78m3/detik di bagian hulu dan 4,95 m3/detik di bagian hilir. Hasil analisis di laboratorium menunjukkankonsentrasi sedimen (TSS) dengan rata-rata 7 mg/l di bagian hulu dan 12 mg/l di bagian hilir. Debit sedimen rata-rata 1,10 ton/hari di bagian hulu dan 6,12 ton/hari di bagian hilir.   Kata Kunci : Karakteristik,DAS, Ensabal, Kapuas
KAJIAN AKTIVITAS MIKROORGANISME TANAH PADA BEBERAPA CARA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Takdir Wicaksono; Saeri Sagiman; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9763

Abstract

Mikroorganisme melakukan berbagai aktivitas yang saling berinteraksi dengan faktor biotik maupun faktor abiotik (lingkungan) perannya dalam tanah sangat besar terutama dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara dan dalam bentuk gas seperti CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besarnya aktivitas mikroorganisme tanah pada beberapa cara penggunaan lahan, yakni : kebun rambutan, kebun durian, kebun langsat, kebun pisang dan padi ladang. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan seri pengenceran, pembuatan media NA dan MA, pembuatan seri pengenceran, isolasi, identifikasi dan menghitung aktivitas mikroorganisme tanah (Respirasi). Berdasarkan hasil analisis menunjukan rataan tertinggi aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2terdapat pada penggunaan lahan kebun pisang yaitu:36,34 CO2/100gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan kebun pisang juga tinggi, yaitu jumlah bakteri 8,33 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 23 x 104cfu/gram tanah. Sedangkan rataanterendah aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2 terdapat pada penggunaan lahan padi ladang yaitu: 21,39 CO2/100 gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan padi ladang sangat rendah, yaitu jumlah bakteri 1,66 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 2,33 x 104cfu/gram tanah. Tinggi rendahnya aktivitas mikroorganisme tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti: bahan organik tanah, reaksi tanah (pH), kadar air tanah dan cara penggunaan lahan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KEDELAI PADA MEDIA TANAH GAMBUT Juliani Juliani; Nurjani Nurjani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8657

Abstract

Varietassangatberperanpentingdalamkualitasdankuantitasproduksitanamankedelai.Dimanasetiapvarietasmempunyaikemampuanadaptasi yang berbedaterhadaplingkunganpertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai pada media tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, dimulai pada bulan November 2013 sampai April 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 6 varietas yaitu Burangrang, Dering, Gema, Ijen, Kaba, dan Sinabung. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya ada 96 tanaman. Variabel penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, jumlah bintil akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi pertanaman, berat biji pertanamn dan berat 100 biji. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh nyata pada tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, dan berat 100 biji. Sedangkan pengaruh tidak nyata terdapat pada jumlah bintil akar, berat kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, jumlah cabang produktif, berat biji pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan varietas burangrang lebih baik dibandingkan varietas lainnya untuk variabel tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, jumlah bintil akar, berat kering tanaman dan berat 100 biji. Varietas sinabung lebih baik dibandingkan varietas lainnya untuk variabel jumlah cabang produktif, jumlah polong isi pertanaman dan berat biji pertanaman.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata LINN.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium sp. PADA BIBIT TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) muthmainah tussholikah; Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.10192

Abstract

Sebagian kecil petani sayuran di daerah Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat memanfaatkan campuran daun ketepeng cina, air, dan deterjen sebagai pestisida nabati untuk mencegah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak daun ketepeng cina terhadap jamur Fusarium sp. pada media PDA dan mengendalikan penyakit layu fusarium pada bibit tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan 0%,10%,30%,50%,70%,90% dan tiga ulangan. Variabel pengamatan secara in vitro meliputi daya hambat pertumbuhan miselium, dan jumlah konidia Fusarium sp.  Parameter secara in vivo meliputi insiden serangan (%), intensitas serangan, tinggi, berat kering, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak daun ketepeng cina dengan pelarut aquades tidak efektif menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. secara in vitro dan in vivo pada bibit tomat.   Kata kunci   : bibit tomat, ekstrak daun ketepeng cina, Fusarium sp.
STUDI KARAKTERISTIK SUB-SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB-SUB DAS) DI KABUPATEN BENGKAYANG Tharigas, Angela Maria; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimana DAS merupakan suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung air hujan kemudian disalurkan ke laut melalui sungai utama. Sub-Sub DAS Lumar  memiliki pola drainase yang berbentuk dendritik dan bentuk  drainasenya memanjang atau seperti bulu burung serta profil melintang sungai berbentuk parabola. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari karakteristik Sub-Sub DAS Lumar di Kabupaten Bengkayang. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH hilir (Outlet) rata-ratanya adalah 5,26 sedangkan pada pH hulu (Inlet) rata-ratanya adalah 4,72, untuk nilai temperatur 27,06 0C yaitu rata-rata dari hilir (Outlet) sungai dan temperatur 26,96 0C yaitu rata-rata dari hulu (Inlet), untuk nilai kecerahan daerah hilir (Outlet) sungai yaitu 236 cm dan rata-rata kecerahan daerah hulu (Inlet) sungai yaitu 230 cm, untuk nilai kecepatan hilir sungai kecepatan rata-ratanya 0,1342 m/detik dan daerah hulu sungai kecepatan rata-ratanya 0,1258 m/detik. Dan hasil pengamatan di lapangan nilai luas penampang sungai reratanya untuk daerah hilir 23,919 m2 dan hulu 15,34 m2 . Nilai IKD Sub-Sub DAS Lumar 1,073 km/km2, sedangkan nilai indeks tingkat percabangan pada Sub-Sub DAS Lumar 0,87.  Debit aliran pada Sub-Sub DAS Lumar bagian hilir rata-ratanya 3,21 m3/detik, sedangkan rata-rata untuk bagian hulu 1,93 m3/detik, sedangkan debit sedimen untuk daerah hilir 2,17 ton/hari merupakan nilai tertinggi pada hilir sungai dan terendah pada hilir sungai 0,64 ton/hari, sedangkan untuk daerah hulu sungai 0,82 ton/hari merupakan nilai tertinggi dan 0,14 ton/hari merupakan nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran TSS terkecil sebesar 1 mg/liter, sedangkan nilai TSS yang terbesar sebesar 8 mg/liter. Kata Kunci : Sub-Sub DAS Lumar, Karakteristik.
Pengaruh Kompos Limbah Kecambah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Putih Pada Tanah Aluvial Arif Pramono; Rini Susana; Patriani Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9702

Abstract

Penggunaan bahan organik sebagai alternatif dalam peningkatan produktivitas tanah aluvial ditujukan terutama untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan adalah kompos limbah kecambah. Limbah dari sisa olahan pabrik kecambah memiliki manfaat bagi tanah untuk penambahan bahan organik serta nutrisi tanah dengan melakukan pengolahan limbah tersebut menjadi kompos.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dosis terbaik kompos limbah kecambah terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL)terdiri dari 6 taraf perlakuan, 4 kali ulangan dan 3 sampel tanaman pada setiap ulangan, sehingga jumlah unit pengamatan 72 tanaman. Media tanam berupa tanah aluvial ditambah dengan kompos limbah kecambah dengan berbagai dosis perlakuan yaitu k0 (tanpa penambahan kompos limbah kecambah), k1 (83,32 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 6,9% bahan organik), k2 (274,43 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 9,08% bahan organik), k3 (465,54g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 11,13% bahan organik), k4 (656,64g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 13,06% bahan organik), k5 (847,75 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 14,89% bahan organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah kecambah dengan dosis perlakuan 13,06% bahan organik menunjukkan hasil terbaik pada variabel luas daun, bobot kering, bobot segar bagian atas tanaman dan volume akar tanaman.     Kata kunci : Aluvial, Kompos, Sawi Putih.
BIOAKTIVITAS EKSTRAK BIJI KEBEN Barringtonia asiatica TERHADAP RAYAP TANAH Coptotermes curvignathus Holmgren Mirna Suhar; Edy Syahputra; Harnani Husni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9625

Abstract

Insektisida botani merupakan insektisida yang sumber bahannya berasal dari tumbuhan yang memenuhi syarat digunakan untuk mengendalikan serangga hama. Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas insektisida botani ekstrak biji keben B. asiatica terhadap mortalitas dan penghambat makan terhadap rayap C. curvignathus. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada penghambat pakan. Pemberian pakan perlakuan selama 21 hari. Pengamatan mortalitas serangga dilakukan setiap hari setelah perlakuan hingga 21` hari setelah perlakuan. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit.. Pengujian antifeedant dilakukan dengan metode pilihan dan tanpa pilihan.  Ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75.  Luas kertas yang dikonsumsi rayap dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan makan serangga.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak biji B. asiatica memiliki aktivitas insektisida yang kuat terhadap rayap C. curvignathus dengan LC50 sebesar 0,17%. Aktivitas penghambatan makan ekstrak biji B. asiatica tersebut pada selang konsentrasi 0,05%-0,56% sebesar 47,77%-82,99%.
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN PHONSKA TERHADAP POPULASI MIKROBIA PELARUT FOSFAT PADA TANAH ULTISOL YANG DITANAMI TANAMAN CABAI RAWIT A. Ulipiana S Angreni; Ismahan Umran; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.356 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8703

Abstract

Rendahnya unsur hara pada tanah ultisol seperti halnya unsur hara mikro dan makro dikerenakan tanah jenis  ini  didominasi  oksida  Al  dan  Fe serta  daya ikat P yang tinggi sehingga menyebabkan unsur P tidak  tersedia  dalam  tanah.  Pupuk  P  yang diberikan  akan  terfiksasi dan segera  membentuk  senyawa  yang sukar  larut dengan  ion-ion  Al  dan  Fe  dan  terikat oleh  oksida-oksida  Al  dan  Fe  sehingga  unsur  P menjadi  sukar  tersedia  bagi  tanaman, (Wulandari, 2001). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penambahan bahan organik dari luar menggunakan pupuk kotoran ayam yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan aktifitas mikrobia tanah, dengan adanya mikroba pelarut fosfat yang dapat menghasilkan asam organik sehingga kelarutan Al dapat diturunkan karena adanya pengikatan oleh asam organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam dan phonska terhadap populasi mikrobia pelarut fosfat (MPF) pada tanah ultisol yang ditanami tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini adalah metode MPN, berdasarkan hasil jumlah populasi yang di peroleh, adapun hasil penelitan ini ditemukan jumlah populasi MPF dari sample tanah tersebut diketahui pada pengunaan pupuk cair dan phonska lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk padat dan phonska, sehingga berdasarkan hasil tersebut bahwa pada pengunan pupuk cair dan phonska lebih baik.
KAJIAN KUALITAS AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS PADA SUB DAS SEKAYOK KABUPATEN BENGKAYANG Selly Asadi Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.4639

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Penelitian di laksanakan untuk mengamati dan mengambil sampel air yang berjumlah 9 sampel. Penelitian dilakukan pada tiga titik yaitu bagian Hulu, Tengah dan Hilir Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Pengukuran di lapangan meliputi temperatur, kecerahan dan debit aliran, sedangkan pengukuran di laboratorium meliputi pengamatan Total Suspended Solid (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), pH Air, Merkuri (Hg). . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air akibat penambangan emas di Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada kualitas air sungai untuk para meter yang berhubungan dengan uji kualitas air kelas satu. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan rata-rata suhu air sub DAS Sekayok pada titik I sebesar 26,4 0C, titik II sebesar 30 0C dan titik III sebesar 26,10C. Rata-rata debit aliran sub DAS Sekayok pada titik I sebesar 0,33 m3/detik, titik II sebesar 0,09 m3/detik dan titik III sebesar 0,14 m3/detik. Untuk nilai rata-rata kecerahan air pada titik I sebesar 48,5 cm, titik II sebesar 18,3 cm dan titik III rata-rata kecerahan air sebesar 17,3 cm. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Penggolongan Kriteria Kualitas Air Kelas I, Standar Nilai rata-rata Total Padatan Tersuspensi sebesar 50 mg/l. Standar Nilai rata-rata Oksigen Terlarut sebesar 6 mg/l. Untuk Standar Nilai rata-rata COD sebesar 10 mg/l. Standar Nilai rata-rata pH Air sebesar 6-9 mg/l. Standar Nilai rata-rata BOD sebesar 10 mg/l dan Standar Nilai rata-rata Merkuri sebesar 0,001 mg/l. Kata kunci : Kualitas Air Dan Penambangan Emas