cover
Contact Name
Anshar Zulhelmi
Contact Email
anshar.zulhelmi@ar-raniry.ac.id
Phone
+6281311429850
Journal Mail Official
nahdah@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Jl. Ar-Raniry No. 1, Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
An-Nahdah Al-\'Arabiyah
ISSN : -     EISSN : 27747808     DOI : https://doi.org/10.22373/nahdah.v1i1.720
An-Nahdah Al-’Arabiyah a peer-reviewed journal on Arabic Linguistic and literary studies in the world. This journal is published by Department of Arabic Language and Literature, Faculty of Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. which has been registered with an International Standard Serial Number (ISSN) for electronic with the number: E-ISSN: 2774-7808 This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Arabic Linguistic, Arabic Literature, Arabic History, Arabic Islamic Culture, and Philology. an-Nahdah al-’Arabiyah is published 2 times a year, February and August.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021)" : 14 Documents clear
PESAN MORAL DALAM PUISI “LASTU MITSLA AL-NȂSI” KARYA FARUQ JUWAIDAH (Analisis Konten) Sammad Hasibuan; Shofiyah Binti Nasir Ilyas
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1230

Abstract

This study aims to find moral messages contained in the poem “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” by Faruq Juwaidah. This research is a qualitative descriptive study with content analysis. Content analysis in literature is an effort to understand literary works from extrinsic aspects, including; moral messages, educational values, philosophical values, religious values ​​and historical values. The approach in this research is a philosophical and religious approach. Based on the results of research on the poem "Lastu Mitsla Al-Nȃsi" by Faruq Juwaidah, a moral message was found, namely how humans should perceive other humans. The message is summarized in several values, namely (1) humans are created equal, (2) humans live in the same world, (3) humans must see other humans objectively, and (4) fellow humans must love one another. This poetry implies that whether we really behave like humans. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pesan-pesan moral yang terdapat dalam puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Analisis konten dalam sastra adalah upaya pemahaman karya sastra dari aspek ekstrinsik, meliputi; pesan moral, nilai pendidikan, nilai filosofis, nilai religius dan nilai kesejarahan. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dan religius. Berdasarkan hasil penelitian terhadap puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah, ditemukan pesan moral, yaitu bagaimana seharusnya manusia memandang manusia lainnya. Pesan tersebut disarikan dalam beberapa nilai, yaitu (1) manusia diciptakan sama, (2) manusia hidup di dunia yang sama, (3) manusia harus melihat manusia lainnya dengan objektif, dan (4) sesama manusia harus saling mengasihi. Puisi ini secara tidak langsung mempertanyakan bahwa apakah kita sudah benar-benar berperilaku layaknya manusia.
BAHASA DAN GENDER DALAM FILM: ATHIRAH (Sebuah Kajian Sosiolinguistik) Rahma Salbiah; Sumardi
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1231

Abstract

Abstrak Film Athirah adalah film yang berfokus pada peran Athirah sebagai tokoh sentral dengan latar belakang kebudayaan suku bangsa Bugis-Makassar. Penggunaan bahasa dalam film juga menjadi titik fokus dalam kajian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bahasa dan gender yang dituturkan oleh tokoh yang berperan dalam film ini. Menggambarkan faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penggunaan ciri kebahasaan mereka dan menggambarkan representasi gender yang tercermin dalam film. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data sumber penelitian ini adalah film Athirah yang dilihat secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan catat yang dikumpulkan. Hasil penelitian 1) menganalisis karakteristik kebahasaan tokoh utama laki-laki dan perempuan pada film Athirah(2) mendeskripsikan faktor-faktor sosial yang memengaruhi penggunaan karakteristik kebahasaan tersebut; dan (3) mendeskripsikan representasi gender yang tercermin dalam film tersebut tentang karakteristik kebahasaan.
REPRESENTASI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM SYAIR “AHINNU ILA KHUBZI UMMI” KARYA MAHMOUD DARWISH Maulana Ihsan Ahmad
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1232

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos dalam Syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi karya Mahmoud Darwish dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan landasan dokumen utama yaitu syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi. Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa fakta, informasi, bait dan gambaran yang diperoleh peneliti dari sumber penelitian, yaitu syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi karya Mahmoud Darwish. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan metode kulitatif deskriptif untuk mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos pada syair. Sedangkan hasil yang diperoleh bahwa penelitian ini menunjukkan adanya diksi-diksi semitotik yang terkandung dalam syair dan dapat diungkap dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos. Secara makna denotasi, penyair ingin menyampaikan perasaan rindu yang kuat dan cinta yang mendalam terhadap ibu yang telah memberikannya kehidupan. Sehingga apapun akan dilakukannya untuk melindungi dan membahagiakan ibunya. Adapun makna konotasi, penyair merasakan penyesalan yang hebat dalam dirinya karena tidak bisa berjuang dalam mewujudkan harapan tanah airnya. Mitologi yang terkandung dalam syair, penyair ingin menyampaikan bahwa ketika seseorang jauh dari sesuatu yang biasanya ada didekatnya maka keinginan untuk kembali, melindungi dan berjuang untuk kebaikannya akan menjadi lebih besar daripada selalu berada di dekatnya.
SUDUT PANDANG TEMATIK DALAM PUISI “KITA ADALAH PEMILIK SAH REPUBLIK INI” KARYA TAUFIQ ISMAIL DAN “AT-TA’SYIIRAH” KARYA NIZAR QABBANI Akmal Fajri
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1233

Abstract

Abstrak Dalam artikel ini bertujuan mengakat tentang tematik dalam puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan at-Ta’syiirah karya Nizar Qabbani. Dengan melihat unsur tematik dalam puisi tersebut guna melihat perbandigan antara kedua karya sastra tersebut. dengan mengunakan metode deskriptif analitik dan studi kepustakaan dalam memperoleh data serta pendekatan sastra bading. Adapun landasan teori yang digunakan adalah semantik F. De Saussere. Hal ini untuk memudahkan dalam analisis unsur tematik dalam puisi tersebut. juga memudahkan dalam melakukan sastra bading dalam karya puisi Taufiq Ismail dan Nizar Qabbani. Adapun hasil yang didapati bawah tema yang dianggkat dalam kedua puisi tersebut adalah tema nasionalisme dan juga terdapat tanda dan penanda dari sikap nasioanalisme yang digambarkan dalam puisi karya Taufiq Ismail dan Nizar Qabbani.

Page 2 of 2 | Total Record : 14