cover
Contact Name
Fadhlan Muchlas Abrori
Contact Email
fadhlan1991@gmail.com
Phone
+6281944925268
Journal Mail Official
fadhlan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amal Lama no. 1 Pantai Amal Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Borneo Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
ISSN : 27156826     EISSN : 27146073     DOI : 10.52222/bjbe
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE), Jurnal Pendidikan Biologi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. BJBE merupakan media publikasi ilmiah seperti gagasan, Kajian, dan hasil penelitian yang berkualitas terkait Biologi dan Pendidikan Biologi yang mempunyai tujuan pendidikan nasional. Cakupan kajian perkembangan ilmu Biologi dan pembelajaran biologi dari penelitian serta aplikasinya dalam dimasa yang akan datang. Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Terbit 2 kali setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): Oktober" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) PADA MATERI ANATOMI TUMBUHAN FAMILI SOLANACEAE Parada Agus; Endik Deni Nugroho; Darius Rupa; Zulfadli Zulfadli
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.627 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2329

Abstract

AbstrakPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  struktur  anatomi  tumbuhan famili  Solanaceae  serta  menghasilkan  produk  berupa  lembar  kegiatan  siswa (LKS) yang layak digunakan. Jenis penelitian yaitu Research and Development (RD) menggunakan  model  pengembangan  Borg   Gall  (1983)  yang hanya dilakukan sampai tahap kelima. Hasil penelitianan atomi menunjukkan bahwa jaringan penyususn akar, batang, dan daun tumbuhan  famili Solanaceae (P. angulata, C. annuum, S. melongena, S. torvum, dan S. lycopersicum) relatif sama. Akar tersusun atas jaringan epidermis, korteks, dan jaringan vaskular. Batang tersusun dari jaringan epidermis, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut. Namun, pada batangC. Annuum terdapat trikoma multi seriata. Pada batang S. torvum,S. melongena dan S. lycopersicum terdapat sel idioblas, trikoma stellata, dan trikoma kapitata. Daun tersusun dari jaringan epidermis, palisade, dan bunga karang. Pada daun P. angulata terdapat stomata, sel idioblas yang berisi kristal druss dan trikoma kapitata. Pada daun C. annuum terdapat stomata, sel idioblas yang berisi Kristal drus, trikoma multiseriata dan trikoma multiseluler. Pada daun S. melongena  dan  S.  torvum  terdapat  trikoma  stellata  dan  trikoma  kapitata. Sedangkan daun S. lycopersicum terdapat stomata, trikoma kapitata, dan trikoma uniseriata. Hasil penelitian berupa pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS) mendapatkan nilai validasi dari ahli media dengan  persentase 91,76% (sangat layak) dan ahli materi 72,22% (layak) serta persentase dari uji respon guru sebesar 80% (menarik) dan siswa sebesar 82,32% (sangat menarik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa lembar kegiatan siswa (LKS) struktur dan fungsi jaringan tumbuhan famili Solanaceae layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA kelas XI IPA.Kata Kunci: Anatomi, Solanaceae, Lembar Kegiatan Siswa (LKS).AbstractThis study aims to determine the anatomical structure of the Solanaceae family of plants and produce a product in students' worksheets. The type of research, namely Research and Development (RD) using the Borg Gall (1983) development model, was only carried out until the fifth stage. The results of the atomic study showed that the tissues that made up the roots, stems, and leaves of the Solanaceae family (P. angulata, C. annuum, S. melongena, S. torvum, and S. lycopersicum) were relatively the same. Roots are composed of epidermal tissue, cortex, and  vascular tissue.  The stem is composed of epidermal tissue, ground tissue, reinforcing  tissue,   and   transport    tissue.   However,  in stem  C. Annuum has multi seriata. On stems of S. torvum, S. melongena, and S. lycopersicum contained idioblast cells, stellate trichomes, and capitate trichomes. Leaves are composed of epidermal tissue, palisade, and sponges. In the leaves of P. angulata, there are stomata, idioblast cells containing druss crystals, and trichomes capitata.  On the leaves of C. annuum, there are stomata, idioblast cells containing drus crystals, multiseriata trichomes, and multicellular trichomes.  The leaves of S. melongena and S. torvum contained stellate trichomes and capitata trichomes. In contrast, the leaves of S. lycopersicum contained stomata, trichome capitata, and uniseriata trichomes. The results of the study in the form of the development of student activity sheets (LKS) received validation scores from media experts with a percentage of 91.76% (very feasible) and material experts 72.22% (adequate), and the percentage of teacher response tests was 80% (interesting) and students by 82.32% (very interesting). So, it can be concluded that the student activity sheet (LKS) of the structure and function of the plant tissue of the Solanaceae family is feasible to be used as a learning resource for high school students in class XI science.Keywords: Anatomy, Solanacea, Students’ Worksheets
KETERAMPILAN MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI KEGIATAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) DITINJAU DARI ASPEK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Fitri Wijarini
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.815 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2337

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan mengajar mahasiswa pendidikan Biologi ditinjau dari aspek penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek penggunaan media memiliki skor rata-rata tertinggi sebesar 82%, sedangkan rata-rata terendah terdapat pada aspek kesesuaian penggunaan media dengan ketersediaan sarana dan prasarana sebesar 70,5%.Kata Kunci: Keterampilan Mengajar, Penggunaan MediaAbstractThe purpose of this study was to determine the teaching skills of Biology education students in terms of the aspect of using learning media. This research is quantitative descriptive. The results showed that the aspect of media use had the highest average score of 82%, while the lowest average was found in the aspect of conformity with the use of media with the availability of facilities and infrastructure of 70.5%.Keywords: Teaching Skills, Using Learning Media
PENYUSUNAN BOOKLET HASIL PENELITIAN ETNOZOOLOGI DI PASAR KLIWON KALIBENING BANJARNEGARA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI KELAS X MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Sefki Andriliyani; Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro; Purwanto Purwanto
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.381 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2428

Abstract

AbstrakPemanfaatan lingkungan diperlukan sebagai sumber belajar bagi peserta didik.Namun kenyatannya sumber belajar di lingkungan belum banyak dimanfaatkan oleh sekolah karena mengalami beberapa kendala.Perlu adanya suatu inovasi untuk mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Lingkungan Pasar Kliwon Kalibening berada dilokasi yang berdekatan dengan sekolah, memiliki keanekaragaman hewan yang diperjualbelikan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan booklet keanekaragaman hewan di Pasar Kliwon Kalibening Banjarnegara sebagai sumber belajar pada materi keanekaragaman hayati kelas X.Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan  kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pedagang, pengelola pasar,pengunjung pasar, ahli sejarah di Pasar Kliwon Kalibening,serta guru dan siswa di SMA Muhammadiyah Kalibening. Objek penelitian ini adalah hewan.Teknik pengumpulan data  berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan menggunakan instrumen pedoman wawancara, lembar observasi dan daftar dokumen.Teknik analisis data penelitian secara deskriptif. Penelitian dan penyusunan dimulai dari tahap mencari potensi dan masalah disekolah maupun lingkungan pasar, pengumpulan data penelitian di Pasar Kliwon Kalibening, dan sampai pada tahap penyusunan produk booklet materi keanekaragaman hayati hewan di Pasar Kliwon Kalibening. Hasil penelitian menemukan total 31 spesies,dengan pemanfaatan hewan yang dilakukan masyarakat Kalibening secara langsung meliputi sebagai konsumsi, , adat tradisi .Pemanfaatan tidak langsung untuk peliharaan,perlombaan, makna/filosofi. Serta produk Booklet yang  memenuhi komponen penyusunan booklet dan berpotensi sebagai sumber belajar biologi kelas X pada materi keanekaragaman hayati.Kata kunciEtnozoologi, Sumber belajar, Booklet AbstractUtilization of the environment is needed as a source of learning for students. However, schools have not widely used learning resources because they have experienced several obstacles. Innovation is needed to develop learning resources according to learning objectives. Pasar Kliwon Kalibening Banjarnegara is a market that is located close to the school has a variety of traded animals that can be used as environmental-based learning resources. This study aimed to produce a booklet of animal diversity in Pasar Kliwon Kalibening Banjarnegara as a learning resource for Grade X in biodiversity content. This type of research is descriptive, with a qualitative approach. The subjects of this research are traders, market managers, market visitors, historians at Pasar Kliwon Kalibening, teachers and students at SMA Muhammadiyah Kalibening. The object of this research is animals. Data collection techniques are interviews, observations, documentation and use interview guide instruments, observation sheets and a list of documents. Descriptive research data analysis techniques. Research and preparation start from finding potentials and problems in schools and the market environment, collecting research data at the Kliwon Kalibening Market, and reaching the stage of compiling a booklet product for animal biodiversity at the Kliwon Kalibening Market. The study results found a total of 31 species, with the use of animals by the Kalibening community directly including consumption traditional customs. Indirect use for pets, competitions, meaning/philosophy. The booklet as a product in this research fulfills the components of booklet preparation. Moreover, the booklet can be a source for learning biology class X on biodiversity material. KeywordsEthnozoology, Learning resources, Booklet
STUDI ETNOZOOLOGI SEJARAH PENGGUNAAN PATUNG KUDA (Equus caballus) SEBAGAI IKON KOTA KUNINGAN, JAWA BARAT Agnita Prihandini; Muhimatul Umami
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.244 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2123

Abstract

AbstrakKota Kuningan yang terletak di kaki timur Gunung Ciremai ini memang identik dengan hewan Kuda, yang hingga kini dijadikan sebagai ikon dan lambang Pemerintah Kabupaten Kuningan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal apa saja yang melatarbelakangi penggunaan patung kuda sebagai Ikon Kota Kuningan serta untuk mengetahui makna dan filosofi adagium mengenai kuda yang konon melambangkan masyarakat Kuningan. Penulis mencoba melakukan suatu riset yang dikemas dalam suatu studi etnozoologi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, serta diperkuat dengan studi literatur. Kemudian, hasil yang didapatkan dilanjutkan dengan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresmian patung kuda sebagai ikon kota kuningan dilatarbelakangi oleh aksi heroik Kuda bersejarah dengan nama si Windu dan Sang Empunya yakni Pengeran Adipati Ewangga yang sangat berperan dalam sejarah berdirinya kota ini. Pengkajian dari perspektif etnozoologi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kesadaran masyarakat Kuningan akan pentingnya menghargai jasa para pahlawan tanah airnya, lebih dari itu, agar meningkatkan solidaritas masyarakat untuk tetap melestarikan Kuda (Equus caballus) di Kabupaten Kuningan dengan manajemen pemeliharaan yang baik, sebab hingga kini populasinya kian menurun. Kata kunciEtnozoologi, Sejarah, Ikon Kota, Equus caballus AbstractKuningan, which is located at the eastern foot of Mount Ciremai, is indeed synonymous with horses. So far, the horse has been used as an icon and symbol of the Kuningan Regency Government. Therefore, this study aims to find out behind the use of the horse statue as an icon of Kuningan. Besides, this study aims to find out the meaning and adage philosophy about the horse as a symbol of the Kuningan community. The author tried to do research that is packaged in an ethnozoological study. The method used in this study is a qualitative approach through observation, interviews and strengthened by literature studies. Then, the results obtained were continued with descriptive data analysis. The results showed that the horse statue as an icon was inspired by the heroic action of the historic horse "Windu" and its owner. The owner is Pangeran Adipati Ewangga, who played a crucial role in the founding of this city. This study from an ethnozoological perspective expected to increase the Kuningan Community's awareness about the importance of appreciating the services of the heroes of their homeland. More than that, to increase community solidarity to continue preserving the Horse (Equus caballus) in Kuningan Regency with good maintenance management, the population has been decreasing.Kata kunciEtnozoologi, Sejarah, Ikon Kota, Equus caballus
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENGURAI SULFIDA DARI LUMPUR MANGROVE HUTAN LINDUNG ANGKE KAPUK Lestari, Eni; Darnaedi, Dedy; Ragamustari, Safendrri Komara
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.424 KB) | DOI: 10.52222/bjbe.v3i2.2429

Abstract

AbstrakMangrove memiliki biodiversitas mikroorganisme salah satunya bakteri.Bakteri  dari lumpur mangrove ini mempunyai kinerja penurunan hidrogen sulfida, karena lumpur mangrove memiliki kandungan hidrogen sulfida didalamnya yang memungkinkan adanya aktifitas penguraian oleh bakteri aerobik. Isolasi dilakukan menggunakan medium Thiosulfat Mineral Medium. Isolat yang tumbuh dilakukan dengan pengamatan makroskopis. Isolat terpilih akandilakukan pengamatan mikroskopik, uji katalase dan uji motilitas. Isolat juga akan diuji kinerja penurunan sulfida. Isolat dengan kinerja penurunan sulfida terbaik akan dilanjutkan untuk uji sekuensing 16S rRNA. Hasil sekuensing menunjukkan isolat dari lumpur mangrove yang memiliki kinerja penurunan sulfida terbaik dengan nilai 30,58% adalah bakteri spesies Bacillus aryabhattaiKata kunci : mangrove, sulfida,bakteri, aerobik, BacillusAbstractMangroves have a biodiversity of microorganisms, one of which is bacteria. The bacteria from this mangrove mud has the performance of reducing hydrogen sulfide because the mangrove mud contains hydrogen sulfide, which allows for aerobic bacteria to decompose. Isolation was carried out using Thiosulfate Mineral Medium. Moreover, the growing isolates were carried out by macroscopic observation. Selected isolates will be subjected to microscopic observation, catalase test and motility test. The isolates will also be tested for their sulfide reduction performance. The isolates with the best sulfide reduction performance will be continued for 16S rRNA sequencing assays. The sequencing results showed that isolates from mangrove mud that had the best sulfide reduction performance with a value of 30.58% were bacteria species Bacillus aryabhattai. Keywords: mangrove, sulfide, bacteria, aerobic, Bacillus
KEANEKARAGAMAN SERANGGA DIURNAL DAN NOCTURNAL PADA HUTAN TAMAN KEHATI SAPEN NUSANTARA DI KABUPATEN PASURUAN Endik Deni Nugroho; Dwi Anggorowati Rahayu; Roisatul Ainiyah; Amang Fathurrohman; Zainul Ahwan; Muhammad Dayat; Mulyono Wibisono; Fafit Rahmat Aji; Kasiman Kasiman; Khoirul Anam
Borneo Journal Of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.512 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2124

Abstract

AbstrakKeberadaan serangga dapat dijadikan sebagai indikator keseimbangan ekosistem. Spesies serangga diurnal dan nokturnal juga terdapat di Hutan Sapen. Hal ini dikarenakan serangga tersebut mendapatkan persediaan makanan dan lingkungan yang mendukung untuk hidup. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur keanekaragaman, dan kemerataan serangga diurnal dan nokturnal pada Hutan Taman Kehati Sapen Nusantara.  Pengumpulan spesimen dapat dilakukan secara teknik jelajah, yaitu terjun langsung ke lapangan dalam pengamatan dan pengambilan sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu serangga yang aktif pada pagi sampai sore (serangga diurnal), dan serangga yang aktif pada malam hari (serangga nokturnal). Metode yang digunakan dalam pengamatan dan pengkoleksian serangga yaitu teknik tangkap langsung (direct sweeping) dan teknik jebakan (Trapping). Analisis data melalui identifikasi sampel, indeks Keanekaragamn (H’) dan Indeks Kemerataan (E). Hasil penelitian total temuan serangga malam dan serangga diurnal yaitu 344 individu, yang terdiri dari 8 ordo, 16 famili dan 35 spesies serangga terbanyak yaitu pada ordo Lepidoptera dan Ordo Orthoptera. Indeks Keanekaragaman (H’) pada serangga diurnal sebesar 2,363 dan serangga nokturnal sebesar 2,410 yang menunjukan bahwa nilai masing-masing serangga berkategori keanekaragaman sedang. Sedangkan Indeks kemerataan serangga diurnal sebesar 0,8 dan serangga nokturnal sebesar 0,9 yang menunjukan bahwa nilai masing masing serangga tersebut berkategori tinggi.Kata kunciSerangga Diurnal, Serangga Nokturnal, Keanekaragaman, Kemerataan, Hutan Sapen AbstractThe presence of insects can be used as an indicator of the balance of the ecosystem. Diurnal and nocturnal insect species are also found in the Sapen Forest. The abundance of insects is due to food supplies and a supportive environment to live in. This study was conducted to measure the diversity and even distribution of diurnal and nocturnal insects in the Sapen Nusantara Conservation Forest. Specimen collection was carried out through the roaming technique, going directly to the field for observation and sampling. The samples taken in this study were active from morning to evening (diurnal insects) and active at night (nocturnal insects). The methods used in observing and collecting insects are direct sweeping and trapping. Data analysis consists of sample identification, the diversity index (H') and Evenness Index (E). The results of the study total findings of nocturnal insects and diurnal insects were 344 individuals, consisting of 8 orders, 16 families and 35 species. Most insects are in the order Lepidoptera and Order Orthoptera. The Diversity Index (H') for diurnal insects is 2,363, and nocturnal insects are 2,410, which shows that the value of each insect is categorized as moderate diversity. While the evenness index of diurnal insects was 0.8 and nocturnal insects was 0.9, which showed that the value of each insect was in the high category.Keywords: Sapen Forest, Diurnal Insects, Nocturnal Insects, Diversity, Evenness
PENERAPAN MODEL PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI SMP NEGERI 10 TARAKAN Abdul Wahab; Zulfadli Zulfadli; Vlorensius Vlorensius
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.229 KB) | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model PAKEM Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, Tes Hasil Belajar, dan Lembar Kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII Di SMP Negeri 10 Tarakan. Pada siklus I 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I dengan skor 71% dengan kategori baik, siklus II dengan skor 74% masuk kedalam kategori baik dan hasil aktivitas siswa siklus I memperoleh persentase 64% untuk pertemuan 1 dengan kategori cukup dan pada pertemuan kedua memperoleh persentase 76% dengan kategori baik, siklus II pada pertemuan I memperoleh persentase 80% dan pertemuan kedua memperoleh persentase 84% masuk dalam berkategori sangat baik.Kata Kunci : Model Pembelajaran PAKEM, Hasil Belajar IPA  This study aims to improve science learning outcomes by applying the PAKEM model to improve learning outcomes at SMP Negeri 10 Tarakan. This type of research is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of two meetings, with stages: planning, action, observation, and reflection. The instruments used in this study are teacher activity observation sheets, student activities, learning outcomes tests, and student worksheets. The results showed that the PAKEM learning model could improve science learning outcomes for seventh-grade students at SMP Negeri 10 Tarakan. In the first cycle, 50% and the second cycle increased by 79%. The classical student scores obtained have reached the completeness indicator, namely 75%. The results of observations of teacher teaching activities in cycle I with a score of 71% with a good category, cycle II with a score of 74% fall into the good category and the results of student activity in cycle I get a percentage of 64% for meeting 1 with a good category and at the second meeting a percentage of 76% with good category, cycle II at the first meeting obtained a percentage of 80% and the second meeting obtained a percentage of 84% included in the very good category.Keywords: PAKEM Learning Model, Science learning outcomes 
PENGEMBANGAN MAJALAH BIOPEDIA BERDASARKAN PENELITIAN STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN BELALANG (ORDO ORTHOPTERA) DI HUTAN PENELITIAN UNVERSITAS BORNEO TARAKAN Nurshakila Nurshakila; Nursia Nursia; Fatmawati Fatmawati
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2536

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pada produk majalah biopedia sebagai sumber belajar bagi siswa SMA pada materi invertebrata kelas insekta. Jenis penelitian ini adalah Research and Developmen (RD) dengan desain penelitian model Borg and Gall (1983). Adapun langkah- langkah model Borg and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini yaitu dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk majalah mendapatkan nilai validasi dari ahli media dengan rata-rata 95% (sangat layak), ahli materi dengan rata-rata 92% (sangat layak), ahli bahasa dengan rata-rata 97,5% (sangat layak) dan ahli praktisi dengan rata-rata 94% (sangat layak). Penelitian uji coba produk dilakukan dengan uji coba terbatas dan jumlah sampel sebanyak 12 siswa kelas X di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan, hasil yang diperoleh rata-rata 89% (sangat layak). Dari hasil validasi dan uji coba produk respon siswa di peroleh nilai rata-rata 92,5%. Sehingga majalah biopedia yang berjudul “keanekaragaman hayati belalang orthoptera di hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan” sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa. Kata kunciHutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan, Ordo orthoptera, Majalah AbstractThis study aims to determine the feasibility of the product of the biopedia magazine as a learning resource for high school students in the invertebrate class of insects. This type of research is Research and Development (RD) with a research design model of Borg and Gall (1983). The steps of the Borg and Gall (1983) model used in this research are starting from research and initial data collection, planning, initial product development, product testing and product revision. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative approaches. The results of magazine product development get validation scores from media experts with an average of 95% (very decent), material experts with an average of 92% (very decent), linguists with an average of 97.5% (very decent) and experts practitioners with an average of 94% (very decent). The product trial research was conducted with a limited trial and the number of samples was 12 students of class X at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan, the results obtained were an average of 89% (very feasible). From the results of the validation and testing of student response products, an average value of 92.5% was obtained. So the biopedia magazine entitled "Biodiversity of Orthoptera grasshoppers in the research forest of the University of Borneo Tarakan" is very suitable to be used as a source of student learning. KeywordsResearch Forest, University of Borneo Tarakan, Order of Orthoptera, Magazine
PENGENALAN ISU SOSIAL SAINS MATERI ZAT ADITIF PADA SISWA MELALUI KOMIK DIGITAL BERBASIS PLATFORM INSTAGRAM Nurlia Haerunisa; Fadhlan Muchlas Abrori; Fitri Wijarini
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/bjbe.v3i2.2537

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Komik Digital berbasis Platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan untuk siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan metode DBR (Design Based Research ) model Reeves . Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan yang berjumlah 29 siswa. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penilaian ahli media, ahli materi, angket repon guru dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komik digital berbasis platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan berdasarkan penilaian ahli media meperoleh hasil rata-rata skor sesbesar 80 % ( Kategori Layak ), penilaain ahli materi memperoleh hasil rata-rata skor sebesar 82,5 % ( Kategori Sangat Layak), respon ngket guru memperoleh hasil rata-rata 89 % ( kategori sangat layak ) , respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala kecil 88,9 % ( kategori sangat layak ), dan respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala besar memperoleh rata-rata skor sebesar 95,3 % (kategori sangat layak).Kata kunciKomik Digital, Isu Sosial Sains, Platform Instagram, Zat Aditif

Page 1 of 1 | Total Record : 9