cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2011): Juni" : 5 Documents clear
TIPOLOGI DAN PELESTARIAN RUMAH JENGKI PEKAJANGAN PEKALONGAN (HERITAGE IN ARCHITECTURE HISTORIAL BUILDING CONSERVATION) Ardiyan Adhi Wibowo
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1632

Abstract

Arsitektur Jengki merupakan karya arsitektur orisinil oleh arsitek Indonesia. Karya arsitektur ini melanda Indonesia sekitar tahun 1950 -1960an. Penampilannya yang unik menjadikannya berbeda dengan arsitektur kolonial Belanda sebelumnya. Kehadirannya merupakan jawaban langsung terhadap tantangan yang dihadirkan dan diwarnai dengan semangat zaman di masa lampau. Ciri dominan arsitektur jengki adalah penggunaan atap pelana dan pemanfaatan beton pada berbagai elemen struktur. Bangunan seperti overhange dan kolom dengan variasi bentuk yang dinamis. Fasad bangunan hampir selalu tampil dengan tekstur kasar dan variatif dengan komposisi tidak simetris. Pekalongan merupakan daerah yang berpotensi pada kesenian batik, pada era tahun 1950-1960an banyak para pedagang batik yang gemar dan memiliki rumah dengan gaya arsitektur jengki, khususnya di daerah Pekajangan. Pekajangan merupakan salah satu daerah yang kaya akan rumah berarsitektur jengki, namun bentuk arsitetur rumah di kawasan daerah ini cenderung tidak berbentuk atap tumpang pelana, melainkan hanya satu atap pelana dan beton. Perubahan gaya bentuk atap ini banyak dipengaruhi oleh kepemilikan rumah yang akhirnya berdampak membudaya pada masyarakat untuk menirunya. Kehadiran atap pelana yang berbeda dengan rumah tinggal pada umumnya, yaitu memiliki perbedaan tinggi atap. Biasanya kemiringan atap yang terbentuk tidak kurang dari 35 derajat. Penggunaan atap pelana tersebut menghasilkan sebuah tembok depan yang cukup lebar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tampak depan bangunan. Tembok depan yang dikenal dengan gewel ini yang kemudian menjadi sarana kreativitas arsitek. Pengolahan tampak depan bangunan juga diperkuat dengan kehadiran dinding yang berkesan miring dansebuah portico, yaitu bangunan beratap di depan pintu masuk. Ciri lain yang kerap dijumpai pada arsitektur jengki adalah digunakannya karawang atau rooster. Sebenarnya fungsi utama dari karawang adalah sebagai anginan. Lancarnya sirkulasi di dalam setiap ruang pada rumah tinggal merupakan fungsi yang utama. Namun, pada arsitektur jengki fungsi ini berlanjut dengan hadirnya kreativitas. Penggunaan karawang tidak lagi dipahami sebagai sebuah fungsi, tetapi juga merupakan bagian dari wahana untuk menghadirkan estetika baru.
ANALISA KONDISI FISIK KAMPUNG DAN ARAH PENGEMBANGAN KOTA (STUDI KASUS KAMPUNG BETENGSARI KABUPATEN WONOSOBO) Hermawan Hermawan; Mad Arifin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1633

Abstract

Kondisi fisik kampung sebagai bagian dari Perkotaan akan membentuk arah bagi pengembangan sebuah kota ke pinggiran kota. Arah pengembangan suatu kota perlu ditelaah agar keberadaan kampung bisa menjadi pemicu berkembangnya suatu kota. Penelitian ini mengidentifikasi kondisi fisik kampong dan menganalisis kondisi kampung ke arah pengembangan kota. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan deskriptif dengan pembahasan berdasarkan pada teori yang ada. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Kampung Betengsari mampu untuk menjadi arah pengembangan Kota dengan adanya kelengkapan utilitas yang ada.
ANALISIS FASILITAS DAN PERILAKU PENGUNJUNG KAWASAN KOTA WONOSOBO Achmad Suherman
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1634

Abstract

Pejalan kaki membutuhkan sebuah ruang pada jalan yang dibentuk secara fisik agar dapat melakukan aktivitas. Aktivitas ini diharapkan aman dan terlindung dari unsur lain dari jalan itu sendiri, yaitu kendaraan bermotor cukup jelas bahwa jalur pejalan kaki sebagai ruang transisi ini bukanlah sekedar sebuah jalur pejalan kaki ditepi jalan, meski lengkap dengan utilitasnya, yang tidak mendukung langsung aktivitas secara langsung, melainkan sebagai wujud fisik. Atau dengan kata lain jalur pejalan kaki harus memenuhi kriteria fisik sebuah jalur pejalan kaki atau trotoar. Penelitian ini menganalisis kawasan pusat kota Wonosobo dari sisi fasilitas dan perilaku pejalan kaki. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis perilaku person centre mapping dan place centre mapping. Hasil penelitian menunjukkan adanya area-area yang diminati oleh pengunjung dan area yang tidak diminati oleh pengunjung.
REGIONALISME DALAM KAITANNYA DENGAN JATI DIRI ARSITEKTUR DI ERA GLOBALISASI Adi Prananto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1635

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dengan semakin majunya pemikiran, membuat manusia menciptakan alat-alat yang dapat membantunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat ini komunikasi antar manusia dapat dilaksanakan dengan begitu mudahnya walau dalam jarak yang jauh sekalipun. Dunia telah memasuki era globalisasi, dimana berita dari daerah tertentu walaupun jaraknya jauh dapat diketahui oleh manusia dibelahan bumi yang lainnya.
MANAJEMEN RISIKO DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN Anita Nofiana
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 8 No 1 (2011): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v8i1.1636

Abstract

Setelah risiko–risiko yang mungkin terjadi diidentifikasi dan dianalisa, kontraktor akan mulai memformulasikan strategi penanganan risiko yang tepat. Strategi ini didasarkan kepada sifat dan dampak potensial/ konsekuensi dari risiko itu sendiri. Adapun tujuan dari strategi ini adalah untuk memindahkan dampak potensial risiko sebanyak mungkin dan meningkatkan kontrol terhadap risiko. Ada lima strategi alternatif untuk menangani risiko, yaitu : 1) Menghindari risiko, 2) Mencegah risiko dan mengurangi kerugian, 3) Meretensi risiko, 4) Mentransfer risiko, 5) Asuransi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5