Cermin Dunia Kedokteran
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles
2,961 Documents
The Role of Video Capsule Endoscopy in Overt Gastrointestinal Bleeding
Dedy Gunawanjati Sudrajat;
Florencia Pauliana Wijanarko
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v44i10.717
Overt gastrointestinal (GI) bleeding is defined as visible GI bleeding (melena and hematochezia) and can be categorized further as active versus inactive bleeding. Endoscopy is routinely used to find the cause of bleeding, but small bowel has been largely inaccessible by this conventional endoscopy. Video capsule endoscopy (VCE) is one of methods that can reach the small bowel. We report a 45-year old woman with recurrent hematochezia. She had previous hematochezia 4 years ago, but no definite diagnosis was concluded. We performed esophagogastroduodenoscopy (EGD) and colonoscopy. We found gastritis and colonic diverticulosis, but no site of active bleeding. Video capsule endoscopy showed no source of bleeding in the small bowel.Perdarahan saluran cerna yang nyata (overt) adalah perdarahan saluran cerna yang dapat dilihat mata telanjang (melena atau hematochezia), dapat merupakan perdarahan aktif atau inaktif. Endoskopi rutin digunakan untuk mencari sumber perdarahan saluran cerna, namun usus halus merupakan bagian yang tidak terjangkau. Video kapsul endoskopi adalah salah satu metode yang mampu menjangkau usus halus. Kami melaporkan kasus wanita 45 tahun hematochezia berulang. Riwayat hematochezia sebelumnya 4 tahun yang lalu namun belum didiagnosis. Pada gastroskopi dan kolonoskopi ditemukan gastritis dan divertikel kolon, namun tidak ditemukan perdarahan aktif. Video kapsul endoskopi tidak menemukan sumber perdarahan dari usus halus.
Pencegahan Emergence Agitation Pascaoperasi pada Pasien Anak
Dimas Kusnugroho Bonardo Pardede
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 1 (2020): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i1.336
Emergence agitation (EA) adalah gangguan perilaku pascaoperasi terkait pemulihan anestesi yang sering dijumpai pada pasien anak usia prasekolah. Meskipun hanya sementara, EA tetap berpotensi membahayakan pasien, menambah biaya perawatan dan ketidakpuasan orang tua pasien. Etiologi pasti belum jelas diketahui, diduga multifaktorial. Diagnosis EA dengan skala Pediatric Anesthesia Emergence Delirium (PAED). Manajemen anestesi yang baik melalui intervensi non-farmakologis dan farmakologis yang tepat dapat mencegah EA. Emergence agitation (EA) is an anesthetic recovery-related postoperative negative behaviour, usually in preschool pediatric patients. Although temporary and self-limited, it may increase the risk of self-harm, medical care costs and decrease parent’s satisfaction. The exact cause and underlying mechanism are yet to be determined but several factors may be involved. Diagnosis is by Pediatric Anesthesia Emergence Delirium (PAED) scale. Proper anesthetic management implementing non-pharmacological and pharmacological interventions may prevent EA.
Tinjauan Teknik Penjahitan Laserasi Aurikula
Dogi Gokma Asina Girsang;
Erdo Puncak Sidarta;
Stefanus Nangoi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 12 (2021): General Medicine
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i12.1585
Laserasi aurikula merupakan suatu kondisi trauma. Anatomi aurikula yang kompleks membuat teknik penjahitan juga tidak semudah teknik penjahitan pada luka terbuka biasa; penutupan luka dengan mempertahankan bentuk aurikula adalah aspek utama yang harus selalu diperhatikan.Auricle laceration is a case of trauma. The complex anatomy of auricle made the management of wound closing not as simple as in common open wound; preserving normal auricle shape is the main aspect to be considered in wound closure.
Diagnostik dan Tatalaksana Onikomikosis
Radityo Anugrah
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v43i9.863
Infeksi jamur pada kuku terjadi pada 30% pasien infeksi jamur kulit; dapat disebabkan oleh jamur dermatofita dan non-dermatofita. Diagnosis mikroskopis dan kultur sebaiknya dilakukan sebelum pengobatan. Modalitas pengobatan injeksi jamur pada kuku dapat topikal atau sistemik, sesuai subtipe infeksi jamur, anatomi kuku yang terinfeksi, dan lokasi. Tinjauan ini membahas subtipe, diagnosis, dan pilihan pengobatan infeksi jamur pada kuku.Fungal nail infections occurred in 30% patients with fungal skin infections; may be caused by dermatophyte and non-dermatophyte. Diagnosis should be done by microscopic and culture examination before treatment. Treatment modalities for fungal nail infection can be topical or systemic, tailored to the fungal infection subtypes, the infected nail anatomy, and location. This review discussed subtype, diagnosis, and treatment options of fungal nail infection.
Tatalaksana Diabetes Melitus pada Pasien Geriatri
Agung Prasetyo
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v46i6.464
Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Perawatan pasien lanjut usia dengan diabetes sulit karena heterogenitas status klinis, mental, dan fungsionalnya. Skrining gangguan kognitif dan risiko hipoglikemia direkomendasikan pada pasien lansia. Direkomendasikan simplifikasi rejimen pengobatan dan penggunaan obat dengan efek hipoglikemia minimal.Diabetes mellitus is a group of metabolic disorder with characteristics of hyperglycemia due to abnormalities of insulin secretion, insulin action or both. Treatment of diabetes in geriatrics was complicated because of the heterogeneity of clinical, mental, and functional status. Screening for cognitive disorders and risk of hypoglycemia is recommended in geriatric patients. Simplification of treatment regimens and use of medication with low risk of hypoglycemia are recommended.
Peranan Hormon Ghrelin dalam Fungsi Reproduksi
Cennikon Pakpahan;
Agustinus -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 7 (2020): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i7.602
Ghrelin lebih dikenal sebagai hormon lapar atau hormon yang mengatur siklus kenyang-lapar mahkluk hidup. Fungsi reproduksi ghrelin mencakup aksi hipotalamus-hipofisis-gonad (ovarium dan testis) dan juga hormon reproduksi lain. Selain itu ghrelin juga diketahui memiliki pengaruh pada proses patologis beberapa penyakit pada kehamilan dan infertilitas.Ghrelin is better known as a hunger hormone or a hormone that regulates the cycle of satiety- hunger. The reproductive function of ghrelin includes action to the hypothalamus-pituitary-gonad (ovary and testis) axis and other hormones. Ghrelin is also known to influence the processes of several diseases in pregnancy and infertility.
Lung Abscess: Diagnosis and Treatment
Sherly Lawrensia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i5.1373
Lung abscess is a microbial infection of the lungs that results in pulmonary parenchyma necrosis. Meticulous history taking, physical examination, and prompt diagnostic workup are necessary for establishing the diagnosis. Antibiotics are the cornerstone for lung abscess’ treatment with size less than 6 cm.Abses paru adalah infeksi mikroba pada paru yang menyebabkan nekrosis parenkim paru. Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti, serta pemeriksaan penunjang yang tepat penting untuk diagnosis. Antibiotik merupakan pilihan terapi utama untuk abses paru berukuran kurang dari 6 cm.
Pure Neural Leprosy
Sri Esa Ilona;
Nurrachmat Mulianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 7 (2017): THT
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v44i7.749
Pure neural leprosy (PNL) merupakan tipe lepra yang relatif jarang, hanya mengenai saraf tanpa lesi kulit dan tidak ditemukan basil tahan asam pada apusan kulit. Lepra tipe ini sering salah atau terlambat didiagnosis. Penegakan diagnosis membutuhkan penilaian dermatologis rinci dengan berbagai pemeriksaan pendukung. Tinjauan pustaka ini mengenai pemeriksaan klinis dan laboratorium PNL, yaitu pemeriksaan dermatologis, pemeriksaan apusan kulit dan tes Mitsuda; pemeriksaan neurologis (elektromiografi dan biopsi saraf); tes serologis untuk mendeteksi phenolic glycolipid-1 (PGL-I) dan polymerase chain reaction (PCR); dan pengobatan (kriteria klasifikasi untuk terapi, pemberian steroid, dan kriteria sembuh). Penyakit ini diharapkan dapat dideteksi dan didiagnosis awal sehingga dapat mencegah kecacatan.Pure neural leprosy (PNL) is a relative rare type of leprosy, only nerves involvement without presence of skin lesions and no acid fast bacilli in skin smears. This leprosy type is often misdiagnosed or too late. The diagnosis requires a detailed assessment with various diagnostics. This review includes cutaneous clinical and laboratorial investigations, i.e.dermatological examinations, smears, and Mitsuda’s test; neurological examination (electromyography and nerve biopsy); serological test for the detection of the phenolic glycolipid-1 (PGL-I) and the polymerase chain reaction (PCR); and treatment (classification criteria for specific treatment, steroid treatment, and cure criteria). Early diagnosis will avoid disability.
Politerapi Anti Epilepsi pada Penderita Epilepsi Anak
Jovita Silvia Wijaya;
Johannes H Saing;
Cynthea Prima Destariani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i3.370
Epilepsi merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang menimbulkan berbagai permasalahan antara lain kesulitan belajar, gangguan tumbuh-kembang, dan kualitas hidup anak. Prinsip pengobatan epilepsi dimulai dari monoterapi lini pertama, menggunakan Obat Anti Epilepsi (OAE) sesuai jenis bangkitan. Kegagalan monoterapi berisiko menjadi epilepsi refrakter (intraktabel), sehingga perlu politerapi OAE. Epilepsy causes of morbidity in children, causing various problems such as learning difficulties, growth disorders, and quality of life. Principles of epilepsy treatment is to start with first-line AntiEpileptic Drug (AED) monotherapy according to seizure type. Monotherapy failure is at risk of becoming refractory epilepsy (intractable) necessitating AED polytherapy.
Pendekatan Klinis Binge Eating Disorder
Ivon Lestari Goutama
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v43i12.897
Binge eating disorder adalah klasifikasi gangguan makan terbaru pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) 5, ditandai dengan terbiasanya seseorang untuk makan secara berlebihan atau selalu makan dalam porsi besar tanpa mampu mengontrol ataupun menghentikan kebiasaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan dan meringankan perasaan tertekan, mengatasi kebosanan, atau depresi. Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita terutama di periode usia dewasa muda.Binge eating disorder is the latest classification of eating disorders in the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) 5, characterized by overeating or always eating large meals without the ability to control or to stop the habit; as a means to reduce anxiety and to relieve boredom or depression. Women are more likely to be affected, especially in the period of young adulthood.