Cermin Dunia Kedokteran
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles
2,961 Documents
Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi COVID-19
Virly Isella;
I Kadek Suarca;
Nena Mawar Sari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i11.153
Saat ini seluruh dunia sedang menghadapi pandemi COVID-19, tidak terkecuali Indonesia. Berbagai kebijakan telah dijalankan sebagai upaya untuk menekan pertambahan kasus COVID-19. Kebijakan ini membawa perubahan signifikan pada rutinitas sehari-sehari. Pada anak, perubahan tiba-tiba ini dapat sulit dimengerti meskipun anak cenderung tanggap terhadap perubahan situasi. Perubahan rutinitas dan situasi yang sulit ini dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental anak. Risiko ini makin besar pada anak terinfeksi COVID-19, dan anak dengan riwayat gangguan mental. Gangguan kesehatan mental selama situasi pandemi antara lain perubahan emosi dan perilaku, depresi, ansietas, dan peningkatan screen time. Tinjauan pustaka ini disertai tiga ilustrasi kasus hasil wawancara terhadap tiga remaja di Bali, sebagai gambaran situasi kesehatan mental anak selama pandemi COVID-19. World are now still in the COVID-19 pandemic situation, including Indonesia. Some policies were made as an effort to suppress this increment. These policies bringsignificant changes to daily routine activities. For some children, this sudden change is hard to be understood even though they tend to be responsive to changes. The risk of mental health disruption are higher in children with COVID-19, and those who have history of mental health problems. Some mental health problems during this pandemic are emotional and behavioral change, depression, anxiety, and increase of screen time. This literature review includes case illustrations of three adolescents in Bali as a portrayal of children’s mental health during this COVID-19 pandemic situation.
Penggunaan Steroid Sistemik pada Henoch Schonlein Purpura
Masyalia Hasna Taqiyyah
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i11.154
Steroid umum digunakan pada HSP mengingat efek antiinflamasinya. Namun, di lain pihak beberapa kasus HSP dapat sembuh sendiri hanya dengan terapi simtomatik ataupun suportif. Penelitian terkini menunjukkan bahwa steroid hanya bermanfaat pada beberapa kasus HSP. Penggunaan steroid harus dipertimbangkan berdasarkan indikasi dan tidak untuk setiap kasus HSP. Steroids are commonly used in all cases of HSP because of its anti-inflammatory effect. However, some HSP cases are self-limiting and only necessitate symptomatic or supportive therapy. Recent research has shown that steroids are beneficial in only a few cases of HSP. Steroid should be used as indicated and considered in every case of HSP.
Pemeriksaan Serologi untuk Diagnosis Sifilis
Ambar Aliwardani;
Putti Fatiharani;
Fiska Rosita;
Endra Yustin Ellistasari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i11.155
Sifilis merupakan infeksi kronis bakteri T. pallidum subspesies pallidum dengan manifestasi klinis dapat menyerupai penyakit kulit lain. Diagnosis sifilis dari anamnesis dan pemeriksaan fisik harus selalu didukung oleh temuan laboratorium. Pemeriksaan serologi untuk deteksi antibodi terdiri dari pemeriksaan non-treponema untuk skrining dan evaluasi pengobatan serta pemeriksaan treponema untuk konfirmasi diagnosis. Klinisi hendaknya memahami pemeriksaan serologi agar dapat memilih pemeriksaan yang tepat sesuai klinis dan menentukan terapi. Syphilis is a chronic infectious disease caused by the bacteria T. pallidum subspecies pallidum with clinical manifestations resembling other skin diseases. Diagnosis should always be supported by appropriate laboratory findings. Serological examination to detect antibodies consists of non-treponema examination for treatment screening and evaluation and treponema examination for diagnosis confirmation. Clinicians should be able to choose the appropriate examinations for diagnosis and therapy.
Trombosis pada Pasien COVID-19
Christine Tan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i12.156
Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) memiliki spektrum klinis yang luas. Salah satu gejala berat penyakit ini dan menunjukkan prognosis buruk adalah trombosis. Risiko tinggi trombosis pada COVID-19 ditunjukkan dari peningkatan D-dimer yang merupakan perubahan paling signifikan parameter koagulasi, yang menandakan produksi trombin dan aktivasi fibrinolisis. Namun, D-dimer adalah reaktan fase akut nonspesifik dan dapat meningkat karena penyebab dan inflamasi lain. Identifikasi risiko dini dan tanda trombosis pada pasien COVID-19 dapat mencegah kejadian trombotik dan gagal organ lainnya, memandu tenaga kesehatan pada strategi intervensi awal, dan fokus pada kelompok pasien yang berisiko prognosis buruk. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) has a broad clinical spectrum. Thrombosis may herald severe symptom and indicates a poor prognosis. Risk of thrombosis in COVID-19 is indicated by increased D-dimer, which is the most significant change in coagulation parameters, indicating thrombin production and fibrinolysis activation. However, D-dimers are nonspecific acute-phase reactants and may increase due to other causes and inflammation. Identifying early risks and signs of thrombosis in COVID-19 patients to prevent thrombotic events and other organ failure, may guide health professionals on early intervention strategies, and to focus on groups of patients at risk of poor prognosis.
Antidiabetik Oral Kombinasi Penghambat DPP-4 dan Penghambat SGLT-2
Johan Indra Lukito
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i12.157
Dalam tatalaksana diabetes melitus tipe 2, terapi kombinasi dua obat antidiabetik disarankan jika dengan monoterapi gagal mencapai target kontrol glikemik. Pemilihan jenis obat antidiabetik tergantung kondisi pasien dan profil obat. Kombinasi obat antidiabetik oral golongan penghambat DPP-4 (dipeptidyl peptidase-4) dan penghambat SGLT-2 (sodium-glucose cotransporter type 2) dapat menjadi salah satu pilihan. Combination of two antidiabetic drugs is recommended in the management of type 2 diabetes mellitus if monotherapy fails to achieve glycemic control targets. Choice of antidiabetic drugs depends on the patient's condition and drugs’ profile. Combination of oral antidiabetic drugs DPP-4 (dipeptidyl peptidase-4) class and SGLT-2 (sodium-glucose cotransporter type 2) inhibitors can be an option.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Usia Menarche dengan Pola Siklus Menstruasi Siswi SMA di Pontianak
Monica Meilany Gultom;
Agus Fitriangga;
Muhammad In’am Ilmiawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i12.159
Latar Belakang: Pola siklus menstruasi disebut normal apabila tidak kurang dari 21 hari serta tidak melebihi 35 hari. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara indeks massa tubuh dan usia menarche terhadap panjangnya siklus menstruasi pada siswi SMA di Pontianak. Metode: Penelitian analitik observasional cross-sectional. Variabel bebas penelitian adalah indeks massa tubuh dan usia menarche, variabel terikat adalah panjangnya siklus menstruasi. Total sampel penelitian 40 orang. Hasil: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dan panjangnya siklus menstruasi (uji Fisher’s Exactp = 0,02). Tidak terdapat hubungan antara usia menarche dan panjangnya siklus menstruasi (uji Chi-Square p = 0,305). Simpulan: Indeks massa tubuh berhubungan dengan panjangnya siklus menstruasi siswi. Background: Menstrual cycle pattern is normal if not less than 21 days and not exceed 35 days. Objective: To evaluate the relationship between bodies mass index and age of menarche on the menstrual cycle among female senior high school students in Pontianak. Method: Observational analytic study with cross-sectional design. The independent variables were body mass index and age of menarche, the dependent variable was menstrual cycle. Total sample were 40 students. Results: There is a relation between body mass index and the menstrual cycle (Fisher’s Exact test p = 0,02). No relation between age of menarche and the menstrual cycle (Chi-Square test p = 0,305). Conclusion: Body mass index has a relation toward the menstrual cycle among female senior high school students in Pontianak.
Peran Larutan Maltodekstrin dalam Konsep ERAS
Dedyanto Henky Saputra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 1 (2020): Bedah
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i1.160
Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah konsep yang makin banyak digunakan dalam prosedur bedah karena memberikan berbagai manfaat. Loading karbohidrat menjadi salah satu bagian dari ERAS. Berbagai penelitian menunjukkan hasil positif loading karbohidrat terutama dalam menurunkan resistensi insulin yang dapat mengganggu metabolisme pasien pasca-operasi. Cairan maltodekstrin adalah salah satu komponen yang paling sering direkomendasikan untuk loading karbohidrat. Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) is a concept that is increasingly being used in surgical procedures because of its benefits. Carbohydrate loading becomes one part of ERAS. Various studies have shown positive results from carbohydrates loading, especially in reducing insulin resistance which can disrupt post-operative patient metabolism. Maltodextrin is one of the most frequently recommended components in carbohydrate loading.
Peranan Gizi bagi Olahragawan
Martinova Sari Panggabean
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 1 (2020): Bedah
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i1.162
Asupan gizi yang baik dalam berolahraga merupakan salah satu faktor untuk mendukung pencapaian prestasi yang optimal. Kebutuhan gizi olahragawan berbeda dari kebutuhan gizi orang yang bukan olahragawan. Zat gizi yang dibutuhkan atlet terdiri dari zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro merupakan penghasil energi untuk aktivitas baik selama latihan, dekat masa pertandingan, dan selama masa pertandingan. Implementasi strategi gizi olahraga yang baik dapat membantu atlet mencapai performa terbaik. Good nutrition in sports is one of the supporting factors for optimal achievement. Nutritional needs between athletes and non-athletes is different. Nutrition needed by athletes consists of macronutrients and micronutrients. Macronutrients are energy producers, needed for activities during training and competition. Good nutritional strategies may help athletes maximize their performance.
Penanganan Nyeri Multimodal Post Total Hip dan Knee Arthroplasty
Irvan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 1 (2020): Bedah
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i1.163
Penanganan post total hip & knee arthroplasty yang baik akan meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain edukasi dan rehabilitasi yang baik, penanganan nyeri termasuk fundamental pada post total joint arthroplasty. Penanganan nyeri dapat menggunakan anestesi epidural, obat analgesik dengan metode multimodal, dan injeksi periartikular. Artikel ini membahas prinsip penanganan nyeri multimodal post total hip & knee arthroplasty. Good post-operative management after total hip & knee arthroplasty will improve patient’s quality of life. In addition to education and rehabilitation, pain management is fundamental in post total joint arthroplasty. Pain management includes epidural anesthesia, multimodal analgesic drugs, and periarticular injection. This review is on multimodal pain management in total hip & knee arthroplasty
Pencegahan dan Tatalaksana Jaringan Parut Abnormal
Medisa Primasari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 2 (2020): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i2.164
Jaringan parut merupakan hasil proses alami penyembuhan luka pada seluruh jaringan atau organ, termasuk pada kulit manusia. Kondisi tertentu dapat menyebabkan terbentuknya parut abnormal yang mengganggu penampilan, bahkan fungsi. Secara umum parut abnormal dibagi menjadi parut hipertrofik dan keloid. Penilaian risiko, teknik operasi yang baik, serta tindakan preventif penting untuk mencegah pembentukan parut abnormal . Scarring is the result of a natural process of wound healing in all tissues or organs, including human skin. Certain conditions will lead to abnormal scar formation, causing dissatisfaction in appearance even in function. In general, abnormal scar is divided into hypertrophic scar and keloid. Risk assessment, good operation technique, and preventive therapy are important to prevent abnormal scar formation.