cover
Contact Name
Salmahaminati
Contact Email
salmahaminati@uii.ac.id
Phone
+6285641761731
Journal Mail Official
miqdam.musawwa@uii.ac.id
Editorial Address
Department of ChemistryFaculty of Mathematics and Natural ScienceUniversitas Islam IndonesiaProf. Dr. H. Zanzawi Soejoeti Building, Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta, 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJCR (Indonesian Journal of Chemical Research)
ISSN : 23549610     EISSN : 26145081     DOI : 10.20885
IJCR is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Chemistry field with related topics, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The types of articles published in this journal include research articles, review articles and short communication. This journal covers some topics include: Inorganic Chemistry Physical Chemistry Computational Chemistry Biochemistry Analytical Chemistry Organic Chemistry Food and Medicinal Chemistry Environmental Chemistry Material Chemistry
Articles 10 Documents
Search results for , issue "VOLUME 1, ISSUE 2, 2014" : 10 Documents clear
Degradationof Laundrywastewater By Electrolysis Method Using Carbon Electrode Teguh Imam Handoko; Riyanto Riyanto; Tatang Shabur Julianto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.743 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art8

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang degradasi limbah laundri dengan metode elektrolisis menggunakan elektroda karbon. Limbah laundri sangat berbahaya bagi lingkunan. Limbah laundri yang sebelumnya sering dibuang ke badan air dan mencemari lingkungan dimasukkan ke dalam gelas beker yang sudah diberikan pengaduk magnetik. Elektroda karbon kemudian dipasang sedemikian rupa sehingga kedua elektroda saling berdekatan. Kemudian elektroda dihubungkan dengan sumber arus dirrect current. Dalam penelitian ini dilakukan variasi tegangan dan waktu yaitu pada tegangan5-20 volt dan 1-5 jam. Katoda dihubungkan dengan kutub positif, sedangkan anoda dihubungkan dengan kutub negatif. Pada katoda dan anoda luas yang tercelup ke dalam larutan sedalam 4 cm dengan luas permukaan 9,4 cm2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus dan waktu sangat berpengaruh terhadap presentase degradasi limbah laundri. Presentase degradasi limbah laundri yang didapatkan dengan hasil baik yaitu sebesar 50,98 % pada saat elektrolisis dengan potensi 20 volt dengan waktu elektrolisis 5 jam.
Analisis Senyawa Berbahaya Dalam Parfum Dengan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa Berdasarkan Material Safety Data Sheet (Msds) Filasavita Prasasti Iswara; Dwiarso Rubiyanto; Tatang Shabur Julianto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.265 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art3

Abstract

This study was conducted to determine the harmful compounds in perfumes by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Perfume samples (A, B, C) obtained from the supermarket and the refill perfume fragrance that is almost the same. Methodology is the determination of specific gravity and refractive index. Chemical analysis performed using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Based on the results obtained three samples of data that have perfume composition profiles of the same constituent that is solvent, fixative agents, and perfuming agents. Compounds that are solvent are methanol, ethanol. Compounds that are fixative agent is 1,2-Butanediol, 3 ethoxy-1-propanol, limonene, dipropylene glycol, 2-(2-hydroxypropoxy)-1-propanol, 3,3’-oxybis-2-butanol. The compound is a substance which is dihydrojasmonat methyl fragrance, alpha-hexyl cinnamaldehyde. Dihydrojasmonat methyl is a compound that becomes the deciding factor perfume that smells like jasmine.
Karakterisasi Dan Modifikasi Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sawit Dengan Asam Nitrat Untuk Menjerap Logam Besi Dan Tembaga Dalam Minyak Nilam Retno Harti; Allwar Allwar; Noor Fitri
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.728 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art9

Abstract

Modification of activated carbon has been conducted using nitric acid (HNO3). Characterization unmodified and modified activated carbon follow type I of nitrogen adsorption isotherm showed microporous material. Langmuir surface area of 253,6 m2/g to 491,6 m2/g. Identification of fungtional groups by fourier transform infrared spectrometer and Boehm titration. An increasing oxygen group on phenol of 0,0399 meq/g to 0,1987 meq/g showed acid character. Unmodified and modified activated carbon by nitric acid used as an adsorbent. The activated carbon to adsorp metal applied Fe and Cu in Patchouli oil. The metal testing by flame - atomic absorption spectrophotometer. Maximum capacity of Fe sorption in unmodified activated carbon is 9,01 ppm/g and modified activated carbon is 12,16 ppm/g Maximum capacity of Cu sorption in unmodified activated carbon is 2,25 ppm/g and modified activated carbon is 2,85 ppm/g.
Pemekatan Sitronelal Dalam Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus L.) Dengan Fraksinasi Distilasi Dan Identifikasi Menggunakan KG-SM Marlia Ferdayanti; Hardjono Sastrohamidjojo; Riyanto Riyanto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.152 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art4

Abstract

Telah dilakukan pemekatan sitronelal dalam minyak sereh wangi (Cymbopogon Nardus L.) dengan fraksinasi distilasi dan identifikasi menggunakan kromatografi gasspektrometri massa. Dalam penelitian ini digunakan metode fraksinasi distilasi menggunakan minyak sereh wangi sebagai sampel dengan volume 250 ml, dan difraksinasi melalui tiga tahapan fraksinasi selama 2 jam pada tekanan 3 mmHg. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan KG-SM. Hasil analisis KG-SM menunjukkan adanya senyawa sitronelal terbesar dihasilkan pada fraksi ke-1 yaitu sebesar 25,38 % dengan temperatur fraksinasi sebesar 48-55.5°C diperoleh minyak sebanyak 76 mL, indeks bias 1,4450, putaran optik (-1°), bobot jenis 0,857 gr/mL.
Peningkatan Kualitas Minyak Nilam Melalui Proses Adsorpsi Menggunakan Adsorben Γ-Alumina Dengan Sistem Flow Nur Fitria Nella Wati
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.555 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art10

Abstract

Use of research studies have been carried γ - alumina as an adsorbent in improving the quality of patchouli oil carried through the adsorption process flow system. Quality improvement based on analysis of patchouli oil quality parameters in accordance with SNI 06-2385-2006 about patchouli oil. These parameters include color, specific gravity, refractive index, acid value, the metal content of iron (Fe) and patchouli alcohol levels. Fe concentration measurements carried out using AAS instrument, and patchouli alcohol content measurement using GC instrument. Variations in the use of γ - alumina adsorbents include weight variation is 5, 10, 15, 20 grams and variation of flow rate is 5 and 10 drops/min. Percent increase of patchouli alcohol occurred in the use of alumina as an adsorbent as much as 10 grams with a flow rate of 10 drops / min, increase of 27.6775 %. Moreover, it has the smallest Fe metal content is 11.2201 mg / kg. Colour, specific gravity, refractive index, and levels of metals Fe after adsorption have met the quality standard patchouli oil.
Pengaruh Temperatur Terhadap Isomerisasi Senyawa 3-Carene Menjadi 4-Carene Dengan Katalis Natrium-O-Klorotoluen Nurul Anisa; Tatang Shabur Julianto; Dwiarso Rubiyanto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.165 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art5

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur reaksi pada konversi 3 carene menjadi 4-carene menggunakan katalis basa organik yaitu natrium-o klorotoluen. Proses konversi ini dilakukan dengan metode isomerisasi dengan variasi temperatur reaksi 149 oC, 160 oC , dan 178 oC. Campuran yang digunakan adalah 3-carene dan xylene, natrium dan o-klorotoluen dengan perbandingan 1:1 yang direfluks pada temperatur 149 oC, 160 oC , dan 178 oC selama 12 jam. Produk reaksi selanjutnya dianalisis menggunakan instrumen GC-MS. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur optimum konversi 3-carene menjadi 4 carene pada temperatur reaksi 178oC dengan jumlah 4-carene sebesar 49,8%
Formulasi Sabun Cair Berbahan Aktif Minyak Kemangi Sebagai Antibakteri Dan Pengujian Terhadap Staphylococcus Aureus Rahmi Muthmainnah; Dwiarso Rubiyanto; Tatang Shabur Julianto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.236 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art6

Abstract

Penyakit kulit saat ini masih menjadi salah satu masalah bagi masyarakat Indonesia. Salah satu penyakit kulit yang meresahkan yaitu penyakit bisul. Penyakit ini disebabkan karena infeksi dari bakteri gram positif Staphylococcus Aureus. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang paling banyak menyerang manusia yang hidup sebagai saprofit dalam membran pencernaan dan kulit manusia. Salah satu antibakteri yang saat ini telah banyak diteliti yaitu sifat antibakteri dari minyak atsiri daun kemangi. Minyak atsiri daun kemangi memiliki daya aktivitas antibakteri yang cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak kemangi dalam sabun mandi cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Penambahan minyak kemangi sebesar 0,25 mL kedalam sabun mandi cair 10 mL menunjukkan aktivitas yang baik yaitu dengan rata-rata diameter hambat 7,8 mm. Aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh minyak kemangi 0,75 mL dalam sabun mandi cair 10 mL, yaitu dengan rata-rata diameter hambat 9,8 mm. Namun, formulasi sabun cair yang paling diminati oleh responden adalah sabun minyak kemangi 5%, yaitu 0,5 mL minyak kemangi ditambahkan kedalam 10 mL sabun cair dengan diameter hambat 8,3 mm.
Pengujian Kualitas Dan Komposisi Kimia Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Setelah Penyimpanan Syarifatuz Zaimah
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.491 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art1

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menguji kualitas dan komposisi kimia minyak nilam (Pogostemon cablin benth) yang telah disimpan selama tiga bulan. Minyak nilam yang dimaksud diperoleh sebelumnya dari proses distilasi uap dengan menggunakan variasi pH air penyuling yaitu pH 7, 9, 10 dan 12. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisis sifat fisika sampel yaitu berat jenis, indeks bias dan sifat kimia yaitu bilangan asam, bilangan ester, Fe serta komponen kimianya dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika minyak nilam setelah penyimpanan tiga bulan tidak mengalami perubahan untuk setiap variasi pH air penyuling. Sementara hasil uji sifat kimia terhadap angka asam untuk pH 7, 9, 10 dan 12 adalah 0,00460; 0,00488; 0,00354 dan 0,01160; angka ester: 0,01027; 0,00736; 0,00672 dan 0,01376; dan kandungan Fe: 4,6389 mg/L; 4,0806 mg/L; 3,1374 mg/L dan 6,4271 mg/L. Analisis komposisi kimia menunjukkan adanya senyawa-senyawa yang sama pada setiap variasi pH air penyuling sebelum dan setelah penyimpanan minyak nilam yaitu: transkaryofilena, α-patchoulena, α-guaiena, δ-guaiena, β-elemena, seycellena, patchoulena dan β-karyofilena. Namun secara kuantitatif mengalami perubahan. Sementara itu senyawa utama minyak nilam yaitu patchouli alcohol tidak dijumpai.
Isomerisasi Senyawa 3-Carene Menjadi 4- Carenemenggunakan Katalis Naohklorotoluena Sita Dwi Fatmawati; Tatang Shabur Julianto; Dwiarso Rubiyanto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.524 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art7

Abstract

Telah dilakukan isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene dengan katalis NaOHklorotoluena. Katalis NaOH-klorotoluena dibuat dengan cara mereaksikan NaOH dan oklorotoluena. Hasil isomerisasi menunjukkan bahwa NaOH-klorotoluena tidak dapat menjadi katalis pada isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene. Namun, hasil reaksi dari NaOH dan o-klorotoluena diasumsikan membentuk senyawa fenol yang dapat mengkonversi 3-carene menjadi β-pinene. Persentase senyawa β-pinene yang dihasilkan sebesar 0,72%.
Studi Perlakuan Reaksi Isomerisasi 3-Carene Menjadi 4-Carene Menggunakan Katalis Natrium-O-Klorotoluena Baiq Nisfi Hidayati; Tatang Shabur Julianto; Dwiarso Rubiyanto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR) VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.735 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art2

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang isomerisasi 3-carene menjadi 4-carenemenggunakan katalis natrium-o-klorotoluena dengan perlakuan yang berbeda dariperlakuan sebelumnya yaitu dilakukan pembuatan katalis natrium-o-klorotoluena dandirefluks pada temperatur 250 oC selama 12 jam. Selanjutnya ditambahkan 3-carene dandi refluks kembali pada temperatur 170 oHasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan perlakuan yang berbeda(katalis dan reaktan tidak dicampur) dari perlakuan sebelumnya (katalis dan reaktandicampur) tidak dapat terbentuk katalis natrium-o-klorotoulena terhadap isomerisasi 3-carene menjadi 4-carene. Hal ini disebabkan karena tidak terbentuknya katalis natrium-oklorotoluena dan proses isomerisasinya tidak bereaksi sempurna sehingga tidak diperolehsenyawa 4-carene melainkan diperoleh senyawa 3-carene, β-pinene dan pelarut

Page 1 of 1 | Total Record : 10