cover
Contact Name
Lilik Indrawati
Contact Email
jurnalbips@ukdc.ac.id
Phone
+6288217266957
Journal Mail Official
jurnalbips@ukdc.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 201 Surabaya 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BIP'S : Jurnal Bisnis Perspektif
ISSN : 19794932     EISSN : 27152596     DOI : 10.37477/bip
Core Subject : Economy,
BIPs Jurnal Bisnis Perspekti merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi Unika Darma Cendika Surabaya. BIPs Jurnal Bisnis Perspektif sebelumnya bernama Jurnal Darma Cendika Manajemen & Akuntansi, yang ditujukan terutama untuk mempublikasikan pemikiran, gagasan, hasil kajian, dan penelitian dari dosen Fakultas Ekonomi Unika Darma Cendika. BIPs Jurnal Bisnis Perspektif diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan bulan Juli.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2009): Juli" : 6 Documents clear
Analisis Perbedaan Beta Pada Perusahaan Perbankan Dan Perusahaan Manufaktur Anita Permatasari
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.668 KB) | DOI: 10.37477/bip.v1i2.117

Abstract

Pasar modal memiliki peranan penting dalam menunjang perekonomian, sehingga sering kali pasar modal dapat dijumpai di banyak negara. Dengan kondisi pasar saham maupun perekonomian yang selalu berubah-ubah, menyebabkan ketidakpastian bagi investor untuk mendapatkan keuntungan, sehingga hampir semua investasi mengandung risiko. Risiko yang disebabkan disebabkan oleh pergerakan pasar agregat, dimana saham bergerak tergantung dari pergerakan pasar, yang dikenal dengan istilah Beta (β). Beta dapat diuji dengan menggunakan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Pada model Capital Asset Pricing Model, beta diartikan sebagai pengukur volatilitas return suatu sekuritas terhadap return pasar. Oleh karena itu sebelum melakukan investasi investor harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besarnya risiko yang ditanggungnya. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh investor adalah tingkat suku bunga deposito. Mengingat industri perbankan juga sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara dan hampir seluruh transaksi ekonomi selalu berhubungan dengan bank. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis perbedaan risiko-risiko sistematis pada perusahaan perbankan dan perusahaan manufaktur: uji validasi Capital Asset Pricing Model di Indonesia periode 2003 - 2006. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara excess return pasar terhadap excess return individual pada perusahaan perbankan dan perusahaan manufaktur, sedangkan excess suku bunga deposito,baik excess suku bunga deposito 3 bulanan dan excess suku bunga deposito 6 bulanan tidak memiliki pengaruh terhadap access return individual, baik pada perusahaan perbankan maupun pada perusahaan manufaktur. Hasil kedua dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan antara beta excess return pasar, beta excess suku bunga deposito 3 bulanan dan beta excess suku bunga deposito 6 bulanan, baik pada perusahaan perbankan dan perusahaan manufaktur. Selain itu hasil penelitian ini juga menyebutkan Capital Asset Pricing Model pada perusahaan manufaktur lebih valid bila dibandingkan dengan Capital Asset Pricing Model pada perusahaan perbankan.
Manfaat Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Balance Score Card Martinus Sony Erstiawan
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.093 KB) | DOI: 10.37477/bip.v1i2.118

Abstract

Dapat dipastikan bahwa para manager yang mengelola suatu perusahaan apapun produknya baik berupa barang atau jasa bagaimanaprn baik dalam arti kecil, sedang atau besar, pangsa pasar yang bagaimanapun yang sudah dikuasainya, segmen pasar apapur yang menjadi sasarannya, berkeinginan dan bahkan berupaya bersama selunrh jajaran perusahaan agar pengelolaan berlangsung dengan tingkat efuien, efektivitas dan produktivitas sangat diperhatikan. Peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktivitas kerja tercermin pada kinerja semua pihak dalam perusahaan, yaitu para anggota manajemen puncak, para manager satuan bisnis yang ditangani, para manager penanggungjawab bidang fungsional, baik yang masuk kategori tugas pokok maupun tugas penunjang serta para pimpinan penyelenggara kegiatan operasional yang dibantu oleh para karyawan teknis, operasi dan administrative. Disamping itu pimpinan perusahaan perlu mengevaluasi fungsi-fungsi dalam organisasi untuk menentukan apakah perusahaan sudah mencapai tujuan organisasi secara efisien dan untuk mengenali tanda - tanda bahaya (Hamilton, 1986:13). Oleh karena itu organisasi perltr melakukan evaluasi/pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang penting bagi perusahaan. Pengukuran kinerja dapat digunakan untuk menilai keberhasilan organisasi dan dapat digunakan untuk menyusun system imbalan dalam perusahaan. Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Kinerja perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empirik suaiu perusahaan dari berbagai ukuran yang disepakati. Untuk mengetahui kinerja yang dicapai maka dilahirkan penilaian kinerja. Kinerja adalah kemauan kerja yang ditunjukan dengan hasil kerja.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Carrefour Di ITC Mega Grosir Surabaya Thyophoida W.S. Panjaitan; Natanael Natanael
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/bip.v1i2.119

Abstract

Bisnis ritel di Indonesia semakin bertambah banyak. Hal ini akan semakin memperketat persaingan yang terjadi. Dengan banyakrya bisnis ritel maka masyarakat akan semakin banyak memiliki pilihan yang sesuai dengan keinginannya. Kompetisi yang semakin ketat ini memberikan tantangan tersendiri bagi para pebisnis ritel. Mereka akan dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas layanannya dan mengembangkan sarana dan prasarana yang dimilikinya agar dapat lebih memuaskan keinginan pelanggan. Permasalahan yang diajukan adalah apakah variabel dalam kualitas layanan mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kepuasan konsumen pada Carrefour ITC Mega Grosir Surabaya baik secara simultan maupun secara parsial? Dan manakah variabel tersebut yang mempunyai pengaruh dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang bermakna terhadap kepuasan konsumen pada Carrefour ITC Mega Grosir Surabaya baik secara simultan maupun secara parsial. Dan manakah variabel tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan. Berdasarkan masalah yag dirumuskan maka hipotesis yang digunakan adalah untuk mengetahui pengaruh variabel bebas baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap variabel terikat maupun untuk mengetahui variabel bebas yang paling dominan terhadap variabel terikat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Jenis data yang dipakai adalah data kuantitaif dan data kualitatif. Sedangkan sumber data menggunakan data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner, observasi dan kepustakaan. Pengolahan data dengan uji reliabilitas, uji validitas, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t uji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji korelasi. Dan uji validitas untuk dimensi kualitas layanan yaitu tangibles (X1), reliability (X2), responsivenees (X3), assurance (X4), emphaty (Xs) dan kepuasan pelanggan (Y) menunjukkan setiap item-item di kuisioner valid adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri dari Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles secara serentak atau simultan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap kepuasan konsumen ditunjukkan dari hasil Uji F, dengan menggunakan SPSS for Windows versi 11.5 hasil Fhitung 1827,999 lebih besar dibandingkan Ftabel 2,311. Perhitungan secara parsial atau mandiri variabel Reliability mempunyai pengaruh yang dominan ditunjukkan dengan menggunakan Uji t hasilnya Reliability (X1) nilai t hitung=2,013 > t tabel=1,9855, variable Responsivness (X2)t hitung=3,061 > t table= 1,9855, variabel Assurance (X3) t hitung 2,43l > t table = 1,9855, variable Emphaty (X4) t hitung= 2,223 > t table = 1,9855 dan Tangibles (X5) t hitung = 2,043 > t tabel = 1,9855. Dari pengujian model regresi dengan uji t juga diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan adalah variabel reliability, karena mempunyai nilai t hitung sebesar 3,061 > t tabel sebesar 1,9855.
Eksplorasi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Erida Herlina; Linda Sarwanti
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1831.231 KB) | DOI: 10.37477/bip.v1i2.120

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR), is a form of corporete self regulation integrated into a business model. Ideally, CSR policy wouldfunction as a built-in, self-regdating mechanism whereby business would monitor and ensure their adherence to low, ethical standards, and international norms. Business would embrace responsibility for the impact of their activities on the environment, consumers, employees, communities, stakeholders and all other members of the public sphere. Furthermore, business would proactively promote the public interest by encouraging community growth and development, and voluntarily eliminating practices that harm the public sphere, regardless of legality. Essentially, CSR is the deliberate inclusion of public interest into corporate decission making, and the honoring of a triple bottom line: People, Planet, Profit. Some companies use CSR methodologies as a strategic tactic to gain public support for their presence in global markets, helping them sustain a competitive advantage by using their social contributions to provide a subconscious level of advertising. (Fry, Keim, Meiners 1986, 105). This research try to exploing the CSR disclosure in some listed business corporation on Jakarta Stock Exchange by examining the fullfilness CSR items that fit with each companies.
Analisis “3E”' Sumber Daya Auditor Internal Budianto T.
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.406 KB) | DOI: 10.37477/bip.v1i2.121

Abstract

Fungsi auditor internal dalam suatu perusahaan adalah diharapkan dapat memberikan peningkatan kinerja perusahaan sebagai modal penting untuk bersaing. Temuan-temuan auditor internal sangat berguna bagi kepentingan manajemen di dalam melakukan perbaikan-perbaikan di masa mendatang. Internal audit is an assurance function that primarily provides an independent and objective opinion to the organization on the degree to which the internal control environment supports the achievement of the organization's objectives. Dilema yang terjadi berkaitan dengan auditor internal adalah siapa yang lebih baik melakukan pekerjaan auditor internal, pihak dalam perusahaan (inhouse) ataukah pihak dari luar perusahaan (outsource). Adanya pilihan untuk mempertimbangkan penggunaan jasa internal sendiri maupun jasa eksternal terhadap audit internal ini kemungkinan dapat menimbulkan permasalahan baru khususnya untuk penyedia jasa ekstemal dalam menjalankan peranan dan tugasnya apakah dapat dilaksanaakan secara efektif.
Peranan Seleksi Dan Penempatan Tenaga Kerja Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Bagian Produksi Pada PT. Sinarindo Istiningsih Istiningsih
BIP's JURNAL BISNIS PERSPEKTIF Vol 1 No 2 (2009): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.876 KB) | DOI: 10.37477/bip.v1i2.122

Abstract

Pendahuluan Keberhasilan suatu perusahaan tentu tidak terlepas dari peran serta manusia sebagai unsur perilaku dari produktivitas. Disisi lain perkembangan dan kemajuan di bidang teknologi terus berkembang dan tidak bisa dihindari. Hal ini tentu saja banyak perusahaan yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Namun semua itu, manusia tetap menjadi faktor penentu dalam proses keberhasilan suatu perusahaan. Dalam konsep manaiemen, manusia diharapkan memanfaatkan tenaganya secara optimal untuk meningkatkan produktivitas kerja, yang diikuti oleh terciptanya hubungan kerja yang bennutu dan saling membangun. Produktivitas kerja, merupakan harapan dan tujuan dari setiap perusahaan untuk mencapai keuntungan yang lebih maksimal. Oleh karena itu, produktivitas kerja perlu ditingkatkan melalui pelatihan, motivasi dan kesempatan kerja. Tantangan utama bagaimana mengelola sumber daya manusia semaksimal mungkin sehingga tercipta tenaga kerja yang berkualitas

Page 1 of 1 | Total Record : 6