cover
Contact Name
Azwar Anwar
Contact Email
azwaranwar99@gmail.com
Phone
+6285250104307
Journal Mail Official
meta@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan, Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
MATHEMATIC EDUCATION AND APLICATION JOURNAL (META)
ISSN : 26844740     EISSN : 2686018X     DOI : https://doi.org/10.35334/meta.v3i2.2396
Core Subject : Education,
1. Belajar dan Pembelajaran Matematika 2. Pengajaran Matematika 3. Pengembangan Kurikulum Matematika 4. Pendidikan Guru Matematika 5. Teknologi Pendidikan Matematika
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
PENGARUH MODEL TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Ferryansyah Ferryansyah; Indra Gormaks Pauba
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.667 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2077

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to clarify first to see the influence of the model (IOC and Conventional) on mathematics learning outcomes. Second, look at the influence of motivation (high and low) on students' mathematics learning outcomes. Third, look at the effect of interaction with the model (IOC and Conventional) and student motivation on students' mathematics learning outcomes. The activity was carried out at SMPN 5 Tarakan in the even semester of 2019-2020. The study used a quasi-experiment with 2x2 factorial. The population is class IX students of SMPN 5 Tarakan. Samples were taken by simple random sampling. Class IX-1 is the experimental class and class IX-7 is the control class. Data were collected using a description test and questionnaire questions for motivation to learn mathematics. Descriptive methods include the mean and standard deviation. Inference method by analyzing the variance of two factors. The analysis at the 5% significance level shows that the model (IOC and Conventional) has a p-value of 0.036, which means that it affects students' mathematics learning outcomes. Motivation to learn mathematics has an effect on student learning outcomes at a p-value of 0.000. And there was no effect of mutual interaction between the model and motivation on the mathematics learning outcomes of students in class IX of SMPN 5 Tarakan with a p-value of 0.222.Keywords: Inside Outside Circle (IOC), Student’s Learning Achievement, Student’s Learning Motivation.AbstrakTujuan penelitian adalah memperjelas pertama melihat adanya pengaruh model (IOC dan Konvensional) terhadap hasil belajar matematika. Kedua, melihat adanya pengaruh motivasi (tinggi dan rendah) pada hasil belajar matematika siswa. Ketiga, melihat adanya pengaruh interaksi bersama model (IOC dan Konvensional) dan motivasi siswa pada hasil belajar matematika siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 5 Tarakan pada semester genap 2019-2020. Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan faktorial 2x2. Populasi adalah siswa kelas IX SMPN 5 Tarakan. Sampel diambil dengan cara simple random sampling. Kelas IX-1 adalah kelas eksperimen dan kelas IX-7 adalah kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian dan pertanyaan angket untuk motivasi belajar matematika. Metode deskriptif meliputi mean dan standar deviasi. Metode inferensi dengan menganalisis varians dua faktor. Analisis pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa model (IOC dan Konvensional) memiliki p-value 0,036 yang artinya berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Motivasi belajar matematika berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada p-value 0,000. Dan tidak ditemukan adanya pengaruh interaksi bersama antara model dan motivasi pada hasil belajar matematika siswa di kelas IX SMPN 5 Tarakan dengan p-value 0,222.
PEMBELAJARAN KALKULUS DIFFERENSIAL MENGGUNAKAN MODUL DENGAN PENDEKATAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION Harmini Triana
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.121 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2078

Abstract

AbstractModules are one form of teaching material that can help students learn independently. For students to receive materials well, it is necessary to create a learning atmosphere by the characteristics of students. Differentiated instruction approach is a learning approach by giving different instructions according to the features of  the learner. This research aims to test the effectiveness of learning methods with a differentiated instruction approach compared to differentiated instruction-based modules.  This research is a pseudo-experimental study with 92 students of the Informatics Engineering study program of Darussalam Gontor University. Modules are one form of teaching material that can help students learn independently. For students to receive materials well, it is necessary to create a learning atmosphere by the characteristics of students. This research began by giving treatment in learning as many as six meetings on Derivative materials The data analysis in this study uses One-way ANOVA. Before data analysis, the prerequisite of research is a test of  normality and  homogeneity. The results of the analysis prerequisites are obtained that the data is distributed normally and homogeneously. The results concluded that there were significant differences between students who were taught using differentiated instruction approaches, differentiated instruction-based modules, and direct methods.Keywords:Calculus, differentiated instruction, learning module.AbstrakModul  adalah  salah  satu bentuk bahan ajar yang dapat membantu mahasiswa belajar mandiri . Agar mahasiswa mampu menerima materi dengan baik perlu diciptakan suasana belajar yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa.  Pendekatan differentiated instruction  merupakan pendekatan pembelajaran dengan memberikan instruksi yang berbeda sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas  metode pembelajaran dengan pendekatan differentiated instruction dibandingkan modul berbasis differentiated instruction.  Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan  subjek sebanyak 92 mahasiswa program studi Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan memberikan perlakuan berupa pembelajaran sebanyak 6 pertemuan pada materi Turunan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah One-way ANOVA. Sebelum analisis data prasyarat analisis yang dilakukan adalah uji normalitas dan homogenitas. Hasil prasyarat analisis diperoleh bahwa  data  berdistribusi  normal dan  homogen. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar  mahasiswa yang diajar  menggunakan pendekatan differentiated instruction, modul berbasis differentiated instruction, dan metode langsung.Kata kunci: Kalkulus, differentiated instruction, modul pembelajaran
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WINGEOM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Muinah Muinah; Badawi Badawi; Ara Octa Ariyantika
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.625 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2074

Abstract

AbstractUnderstanding the concept is the main thing in learning mathematics. If mathematical concepts can be understood well, then the principles in mathematics can be applied. This study aims to determine whether there is an effect of using Wingeom media on students' understanding of mathematical concepts on cube and block material. This research uses Quasi Experimental Design method. The population in this study were 32 students. The instrument used in this research is a descriptive test, which consists of 8 items for the pretest and posttest, which are given after the treatment has calculated the level of difficulty, discriminating power, and instrument reliability. Based on the results of the t test by looking at the students' posttest results, the results obtained tcount = 11.240 and by using a significant level of 5% it is known that ttable = 2,042, this indicates that there is an effect of using Wingeom media on understanding mathematical concepts in cube and block material. Keywords: Wingeom Media, and Understanding Mathematical ConceptsAbstrakPemahaman konsep menjadi hal utama dalam mempelajari matematika. Jika konsep matematika dapat dipahami dengan baik, maka prinsip yang ada pada matematika dapat diterapkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh  penggunaan media Wingeom terhadap pemahaman konsep matematis siswa pada materi kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam pelitian ini adalah tes soal uraian, yang terdiri dari 8 butir soal untuk pretest dan posttest, yang diberikan setelah perlakuan yang telah dihitung tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas instrumen. Berdasarkan hasil uji t dengan melihat hasil posttest  peserta didik diperoleh hasil thitung = 11,240 dan dengan menggunakan taraf signifikan 5% diketahui ttabel= 2,042 hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pengaruh  penggunaan media Wingeom terhadap pemahaman konsep matematis pada materi kubus dan balok. Kata Kunci : Media Wingeom, dan Pemahaman Konsep Matematis
PENGEMBANGAN BUKU AJAR TRIGONOMETRI BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA R Nurmala
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.828 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2075

Abstract

AbstractThis research is a research and development which aims to produce a product in the form of a trigonometric textbook based on Contextual Teaching and Learning for Mathematics Education students. The development of teaching materials in this research refers to the Thiagarajan Model. This model consists of 4 stages of development,namely Define, Design, Develop, and Disseminates. The data analysis technique used is product feasibility test analysis and product practicality test analysis. The result of the research is that the product produced in the form of trigonometric textbooks based on Contextual Teaching and Learning is feasible and practical for use for mathematics education students. This is based on the data analysis of the experts, namely the material experts, respectively, obtained a percentage of 81% with proper criteria and 84% with very feasible criteria, each presentation expert obtained 92% with very feasible criteria and 89% with very feasible criteria. Based on the results of data analysis on student responses to large-scale trials, it was found that 79% stated that trigonometric textbook based on Contextual Teaching and Learning were very good and the remaining 21% stated that Contextual Teaching and Learning-based trigonometric textbooks were good.Keywords: Development, textbook, Contextual Teaching and LearningAbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk yaitu buku teks trigonometri berbasis Contextual Teaching and Learning yang layak dan praktis untuk mahasiswa di jurusan Pendidikan Matematika. Pengembangan produk mengacu pada model Model Thiagarajan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminates. Analisis yang digunakan yaitu uji kelayakan dan analisis uji kepraktisan penggunaan produk. Berdasar pada analisis data para ahli materi diperoleh skor 81% berada pada kategori layak dan 84% berada pada kategori sangat layak. Pada ahli presentasi memperoleh 92% dengan kategori sangat layak dan 89% dengan kategori layak. Adapun data respon siswa terhadap uji coba skala besar diketahui bahwa 79% menyatakan bahwa buku teks trigonometri berbasis Contextual Teaching and Learning berada pada kategori sangat baik dan 21% menyatakan buku teks trigonometri berbasis Contextual Teaching and Learning bagus.Kata Kunci: Pengembangan, buku ajar, pembelajaran kontekstual
KARAKTERISTIK METAKOGNISI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Syaiful Huda; Dina Agustin; Fatimatul Khikmiyah
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.464 KB) | DOI: 10.35334/meta.v3i1.2076

Abstract

AbstractSomeone in solving problems, needs to manage his mind well by utilizing the knowledge he already has, controlling and reflecting on the process and results of his own thinking. Then, what he thinks can help him in solving the problem. This awareness of the thought process is known as metacognition. However, in today's learning system, educators evaluate the achievement of learning outcomes by only emphasizing the goals of cognition without showing the cognitive process, more specifically on metacognitive knowledge and skills. Apart from that, in solving problems students also need characteristics. This research is an exploratory type of research. This study aims to describe the metacognitive characteristics of students in solving problems in terms of the personality types of these students. Of the six personality types, there are dominant personality types, namely social personalities who are taken as research subjects with high, medium, and low levels of metacognitive ability. Characteristics of high and low level metacognition in social personality types have differences that are seen in awareness to identify information that is known and asked. At high levels, social personality types recognize the need for identification so that they are able to plan actions appropriately, but in contrast to low-level metacognition.Keywords: Problem Solving, Metacognition, personality type.AbstrakSeseorang dalam melakukan pemecahan masalah, perlu mengelola pikirannya secara baik dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki, mengontrol dan merefleksi proses serta hasil berpikirnya sendiri. Kemudian, apa yang dipikirkan dapat membantunya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kesadaran terhadap proses berpikirnya ini disebut sebagai metakognisi. Namun dalam sistem pembelajaran masa kini, pendidik melakukan evaluasi pencapaian terhadap hasil belajar dengan hanya memberikan penekanan kepada tujuan kognisi dengan tanpa memperlihatkan proses kognisinya, lebih khusus pada pengetahuan dan keterampilan metakognisi. Selain dari pada itu, dalam memecahkan permasalahan peserta didik juga memerlukan adanya karakteristik. Penelitian ini merupakan penelitian yang berjenis eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik metakognisi peserta didik dalam memecahkan masalah ditinjau dari tipe kepribadian peserta didik tersebut. Dari enam tipe kepribadian tersebut terdapat tipe kepribadian dominan yaitu kepribadian sosial yang diambil sebagai subjek penelitian dengan tingkat kemampuan metakognisi tinggi, sedang, dan rendah. Karakteristik metakognisi tingkat tinggi dan rendah pada tipe kepribadian social memiliki perbedaan yang terlihat pada kesadaran untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanya. Pada tingkat tinggi, tipe kepribadian social menyadari perlunya identifikasi sehingga mampu merencanakan tindakan secara tepat, namun berkebalikan dengan metakognisis tingkat rendah.Kata kunci: Pemecahan Masalah, Metakognisi, Tipe Kepribadian

Page 1 of 1 | Total Record : 5