cover
Contact Name
Muhammad Rifqi
Contact Email
muhammaddamm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
humannarratives.unindra@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Jl. Nangka No. 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Human Narratives
ISSN : 27984575     EISSN : 27461130     DOI : https://doi.org/10.30998/hn.v2i1.580
Core Subject : Humanities, Social,
Human Narratives focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research reports, conceptual ideas, studies, theories, using qualitative approach in the field of Linguistics, Philosophy, Sociology, Anthropology, Religion Studies, History, and other related fields of Humanities.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives" : 5 Documents clear
Tak Lagi Hadir, Belum Pula Pergi: Sebuah Refleksi Atas Hidup/Mati dan Ruang-Antara Nirasma, Muhammad R.
Human Narratives Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/hnr.v6i1.1683

Abstract

Salah satu warisan pemikiran Robert Hertz adalah konsepnya tentang periode peralihan, yaitu keadaan transisi yang dialami oleh orang yang meninggal dalam perjalanan mereka dari dunia ini ke alam baka. Selain aspek temporal yang ditunjukkan oleh istilah tersebut, konsep ini juga menyiratkan adanya ruang antara, karena kematian dan ritual kematian selalu mengubah tempat biasa di mana peristiwa itu terjadi menjadi ruang dengan karakter yang sangat berbeda dari keadaan awalnya. Namun, elaborasi Hertz mengenai aspek ruang ini sangat terbatas, atau bahkan hampir tidak ada. Dengan merefleksikan beberapa ritual kematian yang terkenal serta catatan etnografi terkait, artikel ini berupaya mengeksplorasi kemungkinan konseptualisasi ruang antara, sembari menghindari reduksionisme yang menyederhanakan ruang menjadi sekadar jaringan makna atau wadah kosong belaka. Artikel ini berargumen bahwa reduksionisme semacam itu justru menghambat upaya untuk memahami ruang perantara dari sudut pandang emik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang dapat mempertahankan integritas ruang. Sebagai langkah awal dalam membangun pendekatan semacam itu, artikel ini menawarkan kajian singkat terhadap potensi teori kesatuan ruang dari Lefebvre sebagai solusi yang memungkinkan.
Konsep Ruang dan Waktu Menurut Pandangan Immanuel Kant Lake, Hendrikus Johanes
Human Narratives Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/hnr.v6i1.1910

Abstract

Ruang dan waktu merupakan permasalahan fundamental dalam ilmu kosmologi yang terus ditelaah secara mendalam. Pertanyaan mengenai keberadaan ruang dan waktu, sifatnya yang tetap atau berubah, serta hakikatnya yang sesungguhnya menjadi perdebatan di kalangan filsuf. Konsep ruang dan waktu dalam ilmu pengetahuan sering kali tampak membingungkan karena setiap filsuf memiliki perspektif yang berbeda. McTaggart berpendapat bahwa waktu tidak bersifat hakiki karena setiap peristiwa terbagi menjadi masa lalu, masa kini, dan masa depan, sehingga memunculkan permasalahan filosofis. Untuk menjawab persoalan ini, Immanuel Kant mempertahankan pandangannya bahwa ruang dan waktu merupakan kategori akal, yaitu bentuk murni dari pengamatan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review), yang bertujuan menganalisis konsep ruang dan waktu dalam pemikiran Kant berdasarkan sumber-sumber akademik yang relevan. Data diperoleh dari buku-buku filsafat, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang membahas teori Kant mengenai ruang dan waktu. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dalam perspektif Kant, ruang dan waktu tidak bersifat objektif, melainkan merupakan konstruksi a priori yang memungkinkan pengalaman manusia terjadi.
Peristiwa Sejarah dalam Memahami Konsep Ruang dan Waktu Aristoteles Hane, Antonius Ronaldo
Human Narratives Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/hnr.v6i1.1913

Abstract

Kajian mengenai kosmologi tidak terlepas dari konsep ruang dan waktu, yang merupakan aspek fundamental dalam pemahaman alam semesta. Gagasan tentang ruang dan waktu telah menjadi topik perdebatan yang terus berkembang di kalangan filsuf dan ilmuwan. Setiap pemikir memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendeskripsikan konsep ini. Ruang dalam konteks tertentu dipahami sebagai suatu wadah yang di dalamnya berlangsung berbagai peristiwa, sementara waktu dipandang sebagai keberlanjutan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, dengan realitas yang aktual adalah waktu yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, pemikiran Aristoteles digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan konsep ruang dan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep ruang dan waktu dalam perspektif Aristoteles serta relevansinya dalam memahami peristiwa sejarah
Menelaah Persepsi A Priori Ruang dan Waktu Menurut Immanuel Kant Seran, Darmasius Aron
Human Narratives Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/hnr.v6i1.2701

Abstract

Konsep ruang dan waktu merupakan abstraksi dari alam yang dapat diindera oleh manusia dan menjadi cara manusia memahami dunia. Dalam sejarah, ruang dan waktu dikenal sebagai dimensi spasial dan temporal. Dimensi spasial mengacu pada tempat terjadinya berbagai peristiwa dalam perjalanan waktu, sedangkan dimensi temporal mencerminkan keberlanjutan waktu yang berjalan secara kontinu. Menurut Immanuel Kant, ruang dan waktu bukan entitas objektif yang dapat diindera, melainkan konstruksi subjektif dari akal manusia. Keduanya berfungsi sebagai struktur mendasar yang memungkinkan manusia mengamati dan memahami dunia. Kant berpendapat bahwa konsep ruang dan waktu bersifat a priori, yaitu sudah ada dalam akal manusia sebelum pengalaman empiris terjadi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji bagaimana persepsi a priori terhadap ruang dan waktu dalam pemikiran Kant membentuk dasar bagi epistemologi dan filsafat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ruang dan waktu dalam perspektif Kant tidak hanya bersifat transendental, tetapi juga menjadi syarat fundamental bagi pengalaman manusia dalam memahami realitas. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman manusia tentang dunia tidak terlepas dari struktur kognitif yang telah ada sebelum adanya pengalaman empiris.
Konsep Androgini dalam Peleburan Horizon Feminin dan Maskulin pada Film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho Kurniasih, Puri; Sunarto, Bambang; Christomy, Tommy
Human Narratives Vol 6, No 1 (2024): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/hnr.v6i1.1716

Abstract

Fokus kajian penelitian ini adalah konsep feminin dan maskulin sesuai dengan tema yang diangkat pada film Kucumbu Tubuh Indahku Karya Garin Nugroho. Kucumbu Tubuh Indahku adalah salah satu film cerita panjang yang rilis pada 18 April 2019. Film ini dianggap sebagai film yang mempromosikan LGBT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan horizon baru mengenai konsep feminin dan maskulin yang selama ini dianggap oposisi biner pada stigma di masyarakat, seolah perempuan harus feminin dan laki-laki harus maskulin, padahal bisa jadi konsep feminin dan maskulin itu bukan hanya soal jenis kelamin. Perempuan yang maskulin dan laki-laki yang feminin seringkali langsung dianggap penyimpangan orientasi seksual yang digolongkan pada LGBT. Penelitian ini menggunakan metode fusi horizon atau yang lebih dikenal dengan peleburan horizon-horizon Gadamer untuk menganalisis konsep feminin dan maskulin. Hasil kajian adalah berupa konsep androgini yang didapatkan dari hasil peleburan horizon feminin dan maskulin pada film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai bentuk esensi dan eksistensi dari tubuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 5