cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+62274513092
Journal Mail Official
majora@uny.ac.id
Editorial Address
GPLA FIK UNY Jl. Colombo No. 1, Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA)
ISSN : 08532273     EISSN : 2722337X     DOI : -
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) is a journal published by the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Keolahragaan bianually publishes research on various aspects of the sport sciences, health and well-being, as well as coaching and talent identification and physical education. The Journal also publishes review articles and book reviews.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2021): Maret" : 5 Documents clear
Pengembangan model mata kuliah kepramukaan dan aktivitas luar kelas berbasis seni budaya dan kearifan lokal Willy Ihsan Rizkyanto; Yudanto Yudanto; Jaka Sunardi; Komarudin Komarudin
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 27, No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.948 KB) | DOI: 10.21831/majora.v27i1.39131

Abstract

Penelitian ini bertujuan, melalui kegiatan pengembangan model mata kuliah Kepramukaan dan ALK mahasiswa di dalam Prodi PJKR, para dosen, budayawan, penggiat seni untuk meningkatkan rasa (toleransi) melalui apresiasi, memahami karya diri, teman maupun orang lain dalam menjaga eksistensi terhadap Seni Budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Desain Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development. Tempat penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti yakni di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Colombo No. 1 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Perolehan nilai tertinggi terdapat pada kategori budaya yaitu Topo Bisu Lampah Keraton sejumlah 585. Sedangkan nilai terendah ada pada kegiatan kebudayaan juga yaitu upacara Bekakak yang berada di wilayah Gamping, Kab. Sleman, Yogyakarta sejumlah 414. Rata-rata yang diperoleh dari beberapa hasil perhitungan nilai dari angket tersebut yaitu 539,5.Pembelajaran berbasis Seni, budaya dan Kearifan lokal perlu dilakukan sebagai sarana meningkatkan kompetensi maupun capaian pembelajaran mata Kuliah Kepramukaan dan ALK agarpembelajaran terkesan tidak monoton dari waktu ke waktu  dengan cara melibatkan mahasiswa, para dosen, budayawan, penggiat sendalam menjaga eksistensi terhadap Seni Budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dilakukan di lingkungan kampus FIK UNY.   DEVELOPMENT OF COURSE MODELS AND OUTSIDE CLASS ACTIVITIES BASED ON CULTURAL ARTS AND LOCAL WISDOM AbstractThis research aims, through the development of student scouting and ALK models in the PJKR Study Program, lecturers, cultural observers, and art activists to increase tolerance through appreciation, understanding the work of themselves, friends, and others in maintaining the existence of cultural arts and local wisdom of the surrounding community, especially in the Special Region of Yogyakarta. The research design used in this research is research and development. The place for research and development carried out by researchers in the Faculty of Sports Science, Yogyakarta State University, located at Jalan Colombo No.1 Yogyakarta. This research uses descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative analysis. The highest score was in the cultural category, namely Topo Bisu Lampah Keraton, amounting to 585. While the lowest score was in cultural activities as well, namely the Bekakak ceremony in the Gamping area, Sleman Regency, Yogyakarta with a total of 414. the result of the calculation of the value of the questionnaire is 539.5. Learning based on art, culture and local wisdom needs to be done as a means of increasing competence and learning outcomes in Scouting and ALK courses so that learning does not seem monotonous from time to time by involving students, lecturers, cultural observers, activists in maintaining the existence of cultural arts and local wisdom. The surrounding community, especially in the Special Region of Yogyakarta, can be done in the FIK UNY campus environment.
Pembelajaran pendidikan jasmani yang efektif dan berkualitas Ari Iswanto; Esti Widayati
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 27, No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.302 KB) | DOI: 10.21831/majora.v27i1.34259

Abstract

Belajar adalah mengajar siswa menggunakan prinsip-prinsip pendidikan dan teori-teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pendidikan jasmani merupakan instrumen yang efektif untuk mendidik peserta didik, pendidikan jasmani merupakan komponen kunci untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan menjadi bagian integral dari pembelajaran sepanjang hidup. Pendidikan jasmani merupakan sarana untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan jasmani, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai (sikap, mental-emosional-religius dan sosial), serta pembiasaan untuk menjalani gaya hidup sehat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Tidak ada yang lengkap tanpa kehadiran pendidikan pendidikan jasmani, dan tidak ada pendidikan jasmani yang berkualitas dengan konsep pembelajaran yang memiliki inovasi sangat tinggi dan penuh improvisasi, seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru. Pembelajaran juga membutuhkan guru penjas dalam melaksanakan tugas-tugasnya agar benar-benar efektif sehingga akan menjadi pendidikan yang baik dan berkualitas, terutama pemanfaatan waktu ketika proses pembelajaran berlangsung. Effective and high-quality physical education learning AbstractLearning is teaching students use educational principles and theories of learning are a major determinant of educational success. Physical education is an effective instrument for educating students, physical education is a kay component to achieve quality education and become an integral part of learning throughout life. Physical education is a medium, to encourage the development of motor skills, physical ability, knowledge and reasoning, appreciation of values (attitudes, mental-emotional-religious and social), and habituation to lead healthy lifestyles to stimulate growth and balanced development. Nothing is complete without the presence of the education of physical education, and there is no qualified physical education without learning concepts that have a very high innovation and is full of improvisation, a teacher in carrying out his duties as a teacher. Learning also requires a physical education teacher in implementing the tasks to be truly effective it will be a good education and good quality, especially the use of time when progress learning process.
Hambatan dalam pembelajaran senam di Sekolah Dasar Ranintya Meikahani; Pamuji Sukoco; Farida Mulyaningsih; Ari Iswanto
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 27, No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.199 KB) | DOI: 10.21831/majora.v27i1.39288

Abstract

Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang gerakannya sangat komplek dan memiliki manfaat untuk mengembangkan komponen fisik serta kemampuan gerak, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Pembelajaran senam dalam setiap jenjang pendidikan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan apa saja yang menjadi permasalahan dalam pembelajaran senam di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Populasi penelitian adalah Guru Penjasorkes se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan dalam pembelajaran senam berdasarkan lima aspek, yaitu aspek guru sebesar 16,86%, murid sebesar 42,15%, sarana dan prasarana sebesar 30,39%, kurikulum sebesar 6,53% dan lingkungan sebesar 17,64%. BARRIERS IN GYMNASTICS LEARNINGAbstractsGymnastics is a sport whose movements are very complex and have benefits for developing physical components and mobility, especially for elementary school-aged children. Gymnastics learning at every level of education has different levels of difficulty. This study aims to determine what barriers are the problems in learning gymnastics in elementary schools. The research method used is descriptive quantitative using survey methods with data collection techniques using a questionnaire. The study population was Physical Education Teachers in the Special Region of Yogyakarta. The data analysis technique used descriptive analysis as stated in the percentage. The results of this study indicate that the barriers in gymnastics learning are based on five aspects, namely the teacher aspect of 16.86%, the student's 42.15%, the facilities and infrastructure of 30.39%, the curriculum of 6.53% and the environment of 17. 64%.
Studi meta analisis cedera pada pemain bola basket Siswantoyo Siswantoyo; Japhet Ndayisenga; Kukuh Hardopo Putro
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 27, No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.765 KB) | DOI: 10.21831/majora.v27i1.39563

Abstract

Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengidentifikasi semua cedera muskuloskeletal dan sendi, penyebab umum dan perawatannya untuk mejadi perhatian bagi pelatih bola basket, untuk merawat siswa dan atlet mereka sesuai dengan trauma yang dialami, tetapi juga peringatan untuk pelatih dari berbagai cabang olahraga lain yang banyak menggunakan sendi lutut dan ankle, dan untuk menunjukkan kepada para peneliti sudut pandang yang belum diteliti. Studi meta analisis dengan literature review dari 50 artikel yang diterbitkan di jurnal internasional yang berbeda terkait dengan ilmu olahraga dari Q4 ke atas dengan pengambilan sampel secara acak. Data dianalisis menurut epidemiologi cedera olahraga pada bola basket. Hasil Total, 50 artikel dipilih. Sebanyak 1.8275 cedera yang diamati, sebagian besar terjadi pada tungkai bawah 718 (3,92%) cedera lutut, 12030 (93,18%) cedera pergelangan kaki (ankle) dan 1.094, (5,96%) cedera lainnya. Anak-anak, remaja (atlet), dan lansia lebih sering mengalami cedera kepala dibandingkan dengan usia lainnya. META ANALYSE STUDY OF THE COMMON INJURIES OF BASKETBALL PLAYERS AbstractsThe aims of this literature review was to identify all musculoskeletal and joints injuries, their common causes, and their treatments in order to pay attention to the basketball teachers, to take care for their students and athletes according to the trauma, but also a warning for the coach trainers of the different disciplines that require a lot of knee and ankle joints, and to show to the researchers the angles which are not yet solicit by the research. Meta analyse study with literature review of 50 articles published in different international journal related to sport science from Q4 and above by random sampling. Data were analysed according to the general epidemiology of sports injuries in basketball. Results In total, 50 articles were selected. A total of 18275 injuries were observed, most of them occurred in the lower limbs 718 (3,92%) Knee injuries,12030(93,18%) ankle injuries and 1094, (5,96%) others injuries. Children, adolescents ( athlete), and elders received head injuries more often compared with the other age.
Pengetahuan mengenai asupan cairan dan hidrasi pada atlet tenis lapangan Universitas Negeri Yogyakarta Risti Nurfadhila
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 27, No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.209 KB) | DOI: 10.21831/majora.v27i1.39062

Abstract

Kompetisi tenis lapangan biasanya dilakukan di outdoor dengan cuaca panas. Hal ini dapat menyebabkan atlet tenis lapangan kehilangan banyak cairan tubuh. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai asupan cairan dan hidrasi perlu diketahui dengan baik oleh atlet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mengenai asupan cairan dan hidrasi pada atlet tenis lapangan Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data menggunakan metode survei dengan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet tenis lapangan Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari atlet laki-laki dan perempuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet tenis lapangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakata memiliki pengetahuan yang baik mengenai asupan cairan dan hidrasi dengan persentase sebesar 83,34% dari keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan asupan cairan dan hidrasi atlet tenis lapangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta termasuk pada kategori baik. Pengetahuan mengenai asupan cairan dan hidrasi perlu dioptimalkan kembali supaya seluruh atlet memiliki pengetahuan yang baik.  Fluid replacement and hydration knowledge of Universitas Negeri Yogyakarta tennis athletes AbstractsTennis competitions are usually held outdoors in hot weather. This can cause tennis athletes to lose a lot of body fluids. Therefore, it is necessary to know well about fluid replacement and hydration by athletes. The purpose of this study was to determine knowledge about fluid replacement and hydration in tennis athletes at Yogyakarta State University. This research is quantitative descriptive. Collecting data using a survey method with a questionnaire. Subjects in this study were tennis athletes of the Universitas Negeri Yogyakarta consisting of male and female athletes. The results showed that the student tennis athletes of Universitas Negeri Yogyakarta had good knowledge about fluid replacement and hydration with a proportion of 83.34% of the total research subjects. Based on the results of the study, it can be ignored that the knowledge level of fluid replacement and hydration of tennis athletes is in the good category. Knowledge about fluid replacement and hydration needs to be re-optimized so that all athletes have good knowledge.

Page 1 of 1 | Total Record : 5