cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2016): jan-april" : 5 Documents clear
THE USE OF GRAPHIC THINKING ORGANIZER TO TEACH READING OF A REPORT TEXT IN SMAN 1 TANAH GROGOT
RETAIN Vol 1 No 1 (2016): jan-april
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membacaadalahsalahsatuketerampilanbahasa yang penting. Melaluimembaca, seseorangdapatmeningkatkanpengalaman, mengembangkankonsepbaru, danmemecahkanmasalah-masalahnya. Membacaketerampilan yang diperlukanuntukmemastikanperkembanganpertumbuhanpribadidanuntukmengadopsiperubahan di dunia, namunpentingnyamembacabelumdisadariolehsebagianbesarwarganegara Indonesia. Kebiasaan guru membacabahan ajar yang hanyaberfokuspadapengucapandankosa kata yang tidakmembantusiswauntukmemahamiteksdenganbaik. . Guru harusmembimbingsiswadalam proses membacadalamrangkauntukmembuatmerekalebihmudahuntukmemahamiteks. Salah satucarauntukmembimbingsiswadalam proses membacajugamemotivasimerekadalambelajarbahasaInggrisadalahdenganmenggunakanGraphic Thinking Organizerdalammengajarmembaca, terutamamengajarlaporanmembaca. Graphic Thinking Organizeradalahtampilan visual yang digunakanuntukmengaturinformasi yang diperolehdariteks yang dapatmembantusiswauntukbelajardanmemahamiinformasidenganmudah. Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkualitatif. Subyekpenelitianiniadalahsiswakelas XI SMAN 1 Tanah Grogot. Instrumen yang digunakanuntukmendapatkan data yang catatanlapangan, transkrip audio atau video, wawancaragarispanduandanhasiltugasmembacasiswa.Adatigapoin yang bisadilihatdalamhasilpenelitianini. Pertama, pelaksanaanGraphic Thinking Organizersebagaistrategiuntukmengajarmembacalaporanteksberjalandenganbaik. Kedua, siswahasiltugasmembacamenunjukkanbahwasiswakemampuanmembacacukupbaik. Ketiga, siswamenunjukkanresponpositifterhadappelaksanaanGraphic Thinking Organizer. Kesimpulannya, Graphic Thinking Organizerdapatdigunakanuntukmengajarkanmembacalaporanteksuntuksiswakelassebelas. Hal inibergunauntukmembantusiswadalammembacalaporanteks. Keywords: Graphic Thinking Organizer, Membaca,Teks Report, Responsiswa Abstract Reading is one of the important language skills. Through reading, one can enhance his experience, develop new concept, and solve his problems. Reading skill is needed to ensure the development of personal growth and to adopt the change in the world, yet the importance of reading has not been realized by most of Indonesian citizen.The teacher’s habit of teaching reading which only focuses on the pronunciation and the vocabulary does not help students to comprehend the text well. . The teacher should guide the students in the process of reading in order to make them easier to comprehend the text. One of the ways to guide the students in the process of reading also motivate them in learning English is by using graphic thinking organizer in teaching reading, especially teaching reading report. Graphic Thinking Organizer is a visual display used to arrange information gained from a text which can help the students to learn and understands the information effortlessly. This research is a descriptive qualitative research. The subjects of this research are the eleventh graders of SMAN 1 Tanah Grogot. The instruments used to gain the data are field note, audio or video transcript, interview guide lines and students’ reading task result.There are three points that can be seen in the result of this research. First, the implementation of graphic thinking organizer as a strategy to teach reading report text run well. Second, the students’ reading task result showed that the students’ reading ability was good enough. Third, the students showed a positive response toward the implementation of graphic thinking organizer. In conclusion, graphic thinking organizer can be used to teach reading report text for the eleventh graders. It is useful to help the students in reading report text. Keywords: Graphic Thinking Organizer, reading, report text, students’ response
THE USE OF TEENS REACT VIDEO TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY
RETAIN Vol 1 No 1 (2016): jan-april
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skripsi ini membahas tentang perbedaan antara kemampuan berbicara murid yang diajar dengan menggunakan “teens react” video dengan yang tidak. Skripsi ini ditulis untuk menjawab pertanyaan: Apakah ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berbicara murid yang diajar dengan menggunakan “teens react” video dengan yang tidak? Bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat penting di dunia. Ada tiga kegunaan bahasa inggris, yaitu Bahasa Inggris sebagai bahasa asli, Bahsa Inggris sebagai bahasa kedua, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Di Indonesia sendiri, para guru masih mendominasi kelas berbicara Bahasa Inggris. Ini menjadikan murid tidak punya kesempatan untuk mengembangkan ide dan pemikiran mereka dalam bebrbicara maupun menulis. Berdasarkan fakta itu, video adalah salah satu media yang penting digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya adalah “teens react” video yang dapat digunakan untuk belajar karena didalamnya terdapat topik-topik yang menarik sesuai usia murid. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti menggunakan kelompok populasi acak. Ada empat data yang diperlukan; pre-test, post-test, standar deviasi, dan skor berbicara siswa. Untuk menganalisa validasi, peneliti membandingkan antara jenis tes dangan rencana pelaksanaan pembelajaran. Untuk menganalisa reliabilitas, peneliti membandingkannya dari dua penguji. Dari analisa yang diperoleh, hasilnya menunjukkan bahwa di akhir post-test; (1) mempunyai validasi yang tinggi karena diambil berdasarkan RPP, (2) mempunyai kelayakan reliabilitas karena terdapat perbedaan yang signifikan, (3) mempunyai tingkat kesulitan yang rendah karena digunakan untuk murid SMP dan peneliti menggunakan topik yang sesuai untuk murid SMP. Kata Kunci: kemampuan berbicara, mengajar berbicara, video, teens react video Abstract This thesis discusses about the significant difference of students’ ability in speaking that taught using teens react video and who have not. This thesis is conducted to answer the following research questions: Is there any significant difference in speaking ability between the students who have been taught speaking using “teens react” video and those who have not? English is one of the most important languages in the world. There are three uses of English, English as a native, as a second, and as a foreign language. In indonesia, the teachers still dominate the classroom. It makes the students unable to explore their ideas both in speaking and writing. In fact, video is a media that can be utilized in teaching and learning process. Teens react video is one of appropriate video because it has an interesting topic to discuss. This research under the quantitative approach and the sample of which was taken using cluster random sampling. There were four data needed; pre-test, post-test, standard deviation, and students’ scores in speaking. To analyze the content validity, the researcher compared the test items with the curriculum content. The researcher tried to compare the scores from two raters to analyze the reliability. The result showed that the post-test; (1) has high content validity because the test covers from the teacher’s curriculum content, (2) has moderate reliability because it has significant difference, (3) has low level for index of difficulty. Keyword: speaking ability, teaching speaking, video, teens react video
A DESCRIPTIVE STUDY OF REPEATED DRILL EXERCISE IMPLEMENTATION AS A MEANS TO MEMORIZE THE VERB FORMATION
RETAIN Vol 1 No 1 (2016): jan-april
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran Bahasa, baik pertama atau kedua, dianggap sebagai pola pembiasaan (Xiangui, 2005). Seorang memahami tentang suatu bahasa adalah dikarenakan mereka menggunakannya sebagai tindakan pembiasaan. Sebagaimmana Masyarakat Indonesia mengerti dengan baik bahasa Indonesia karena Masyarakat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi setiap hari. Sementara Bahasa Inggris, di mana merupakan bahasa asing di Indonesia, menjadi bahasa yang sulit dipelajari oleh sebagian orang karena minimnya pembiasaan penggunaan bahasa ini. Beberapa pelajar Indonesia mengalami kesulitan untuk menerapkan bahasa untuk berkomunikasi satu sama lain. Penelitian ini dijelaskan tentang pelaksanaan mengulangi latihan “Drilling” untuk membantu siswa meminimalkan kesulitan belajar mereka dalam hal bahasa Inggris penguasaan kata kerja. Latihan “Drilling” berulang ini bertujuan untuk menjadi cara yang baik untuk membentuk pembelajaran bahasa Inggris menjadi kegiatan rutin. Selain itu, tujuan dari penelitian ini juga untuk mempelajari respon mahasiswa terhadap pelaksanaan “Drilling”.Pelaksanaan “Drilling” dalam penelitian ini meniru cara Pesantren - Pesantren Islam Indonesia yang menerapkan latihan “Drilling” dalam mempelajari transformasi kata kerja bahasa Arab (Shorof). Chatibul Umam (1980) di Sapri (2008), menyatakan bahwa keberhasilan Belajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Islam modern dan setiap jenis lain dari lembaga adalah penggunaan “Drilling” dalam mempelajarinya.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah X-1 siswa kelas X SMA N 1 Kediri. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi catatan lapangan dan wawancara. Observasi Catatan lapangan digunakan untuk mempelajari kondisi kelas saat latihan “Drilling” dilaksanakan. Wawancara dalam penelitian ini diberikan kepada para siswa dan guru bahasa Inggris untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat diselesaikan melalui observasi kelas. Data diperoleh dari catatan lapangan dan wawancara menunjukkan bahwa latihan “Drilling” membantu siswa mengembangkan penguasaan bahasa Inggris verba mereka. Namun, dari analisis yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa pelaksanaan latihan “Drilling” dalam penelitian ini memiliki kedua kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya adalah bahwa ia bekerja untuk membuat siswa memahami dan menguasai kata kerja. Sementara kelemahannya adalah, itu tidak efektif dalam hal alokasi waktu dan sedikit tidak efektif dalam hal yang tepat untuk target.Kata kunci: Drill, Latihan Drill, Pengulangan Drill, Pengusaan Kata Kerja, Kata Kerja Bahasa InggrisAbstractLanguage learning, first or second, is considered to be habit formation (Xiangui, 2005). People understand to a certain language is due to they use it as a habitual action. Indonesian people understand well to Indonesian language because the Indonesian uses Bahasa for communicating every day. While learning English, which is beyond the language that is used for daily communication, some Indonesian learners experienced difficulties to apply the language for communicating to one another. This study described about the implementation of repeated drill exercise to assist the students minimizes their learning difficulties in terms of English verb mastery. This repeated drill exercise was aimed to be a good way of forming the English learning into a habitual activity. Additionally, the purpose of this research is also to study the students’ responses toward the drill implementation. The drill implementation in this research imitated the way Indonesian Islamic boarding house implements the drill exercise in studying Arabic verb transformation (Shorof). Chatibul Umam (1980) in Sapri (2008), stated that the successful of Arabic Learning in the modern Islamic boarding houses and any other kinds of institutes is the use of drilling in studying it. This study used descriptive qualitative research. The sample of this study was the X-1 tenth graders of SMA N 1 Kediri. While the instruments used in this study were observation field note and interview. Observation field note was used to study the classroom condition while the drill exercise was implemented. The interview in this study was given to both students and the English teacher to get any information that couldn’t be covered through classroom observation. The data gained from the field note and interview showed that the drill exercise help the students develop their English verb mastery. However, from the analysis done by the researcher, it was found that the drill exercise implementation in this study have both strength andRetain Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015, 1-8weakness. The strength is that it works to make the students understand and master verb. While the weaknesses are, it was ineffective in terms of time allocation and a bit ineffective in terms of right to target.Key words: Drill, Drill Exercise, Repeated Drill, Verb Mastery, English Verb
THE IMPLEMENTATION OF RECIPROCAL TEACHING STRATEGY TO SUPPORT READING COMPREHENSION IN TEACHING READING RECOUNT TEXT FOR EIGHT GRADERS AT SMP NEGERI 2 SIDOARJO
RETAIN Vol 1 No 1 (2016): jan-april
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategy Reciprocal Teaching Strategy dalam mendukung pemaham membaca pada pengajaran membaca yang diterapkan oleh guru di SMP Negeri 2 Sidoarjo, hasil pekerjaan siswa setelah penerapan strategi reciprocal teaching, dan respon siswa setelah penerapan teknik tersebut. Reciprocal Teaching Strategy diambil dari teori Palinscar and Brown (1984) dia mengatakan bahwa Reciprocal Teaching Strategy adalah strategi yang cocok untuk pengajaran membaca, dimana strategy tersebut siswa harus bekerja dalam satu kelompok diskusi yang beranggotakan 4 siswa. Data-data dikumpulkan melalui pengamatan ketika menerapkan strategi reciprocal teaching, pekerjaan siswa, dan kuesioner. Dengan melakukan pengamatan, peneliti memperoleh aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama penerapan strategi reciprocal teaching, dengan menganalisis pekerjaan siswa peneliti memperoleh bagaimana kemampuan membaca siswa setelah menggunakan strategi reciprocal teaching dan dengan melalui kuesioner peneliti memperoleh respon siswa stelah penerapan strategi reciprocal teaching. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana hasil dari data-data tersebut akan didiskripsikan menggunakan kata-kata sesuai dengan realita yang ada di kelas. Hasil dari observasi di kelas menunjukkan bahwa guru dan siswa mengikuti langkah-langkah teknik Reciprocal Teaching Strategy dengan baik meskipun terdapat perbedaan sedikit dengan teori yang ada. Selain itu, dari data pekerjaan siswa dapat dilihat bahwa strategi ini membantu siswa dalam memahami teks karena banyak siswa yang dapat melengkapi tahapan dari reciprocal teaching strategy dengan pehaman mereka mengenai teks yag di bantu dengan 4 tahapan pada reciprocal teaching strategy, ini meliputi predicting, questioning, clarifying, and summarizes, dan mereka juga dapat membuat rangkuman dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Dan hasil dari respon siswa banyak siswa yang setuju bahwa strategi ini membantu mereka dalam memahami teks jadi lebih baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi reciprocal teaching dapat diterapkan untuk pengajaran membaca karena membantu siswa dalam membaca. Terdapat beberapa siswa VIII-10 di SMP Negeri 2 Sidoarjo yang setuju bahwa mereka senang dan strategi tersebut membantu mereka. Stategi reciprocal teaching dapat membnatu siswa dalam memahami teks. Kata Kunci: Reciprocal Teaching, memebaca, dan memahami. Abstract This study was conducted to know how The Implementation of Reciprocal Teaching Strategy to Support Reading Comprehension in Teaching Reading Recount Text For Eight Graders at SMP Negeri 2 Sidoarjo, the implementation of reciprocal teaching strategy, students’ task, and the students’ responses after the implementation of Reciprocal Teaching Strategy. Reciprocal Teaching Strategy was taken from Palinscar and Brown (1984), he stated that Reciprocal Teaching Strategy is a strategy to teach reading which is the students work together in group discussion, one group consists of 4 students. The data was collected through observation, students’ task, and questionnaire. By conducting the observation the researcher gains the teacher’ and the students’ activity during the implementation of Reciprocal Teaching Strategy, by analyzing the students’ task the researcher gains the students’ reading ability after the implementation of reciprocal teaching strategy, and by distributing questionnaire the researcher gains the students’ responses after using Reciprocal Teaching Strategy. This study used descriptive qualitative research method which is from the data the result will be described using words based on the fact in class. The observation result showed that the teacher and the students followed the procedure of Reciprocal Teaching Strategy very well, although there is a slight difference with the existing theory. Moreover, from the students’ task data showed that this strategy helps the students to understanding the text well because there were many students can answered for the states of reciprocal teaching strategy by their comprehension about the text by this stages correctly, and they can wrote summary by using their own words. From the students’ responses, it showed that there were many students who agreed Reciprocal Teaching Strategy helped them to understand the text well. In conclusion, Reciprocal Teaching Strategy can be implemented to support reading comprehension because it helped the students in reading. There were many students of viii-10 in SMP Negeri 2 Sidoarjo agreed that they were happy and it can help them.
ERROR ANALYSIS OF CONJUNCTION USAGE IN STUDENTS’ WRITTEN RECOUNT TEXT
RETAIN Vol 1 No 1 (2016): jan-april
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu penggunaan kata penghubung di dalam tugas menulis milik murid-murid kelas sepuluh sekolah menengah atas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan kesalahan di dalam penggunaan kata penghubung, menganalisanya dengan cara mengkategorikan kesalahan-kesalahan tersebut sesuai dengan teori Surface Strategy Taxonomy yang diajukan oleh Dulay, dan juga mengkategorikan penyebab kesalahan dengan menggunakan teori yang diajukan oleh Richard. Dasar penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menemukan bahwa diantara empat tipe-tipe kesalahan yang diajukan oleh Dulay, ada dua tipe kesalahan yang muncul di dalam tugas menulis milik murid-murid tersebut, tipe kesalahan itu sebagai berikut; Errors of Omission dan Errors of Addition. Tipe kesalahan Omission (Pemotongan/Penghilangan) merupakan tipe kesalahan yang paling banyak muncul di dalam data, lalu diikuti dengan jenis tipe kesalahan Addition (Penambahan/Pengimbuhan). Kesalahan-kesalahan ini merupakan hasil dari menganalisis kata penghubung yang digunakan dalam komposisi menulis. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah menemukan penyebab kesalahan. Menggunakan teori tentang penyebab kesalahan yang diajukan oleh Richard, yang sudah dijelaskan di paragraf atas, peneliti mendapatkan data bahwa ada tiga penyebab kesalahan, mereka adalah; Incomplete Application of Rules, Ignorance of Rules Restriction, dan Over-generalization. Kesalahan bertipe pemotongan/penghilangan yang ditemukan di dalam data, kemungkinan besar disebabkan oleh Incomplete Application of Rules. Lalu berikutnya, kesalahan bertipe penambahan terjadi karena Ignorance of Rules Restriction dan juga Over-generalization. Selebihnya, semua tipe kesalahan dan penyebabnya sengaja disajikan oleh peneliti untuk seluruh guru Bahasa Inggris agar lebih memperhatikan dan waspada terhadap bagian sederhana dari Bahasa Inggris di dalam tugas menulis murid-murid mereka ataupun di dalam materi pengajaran mereka sendiri. Kata Kunci: Kata Penghubung, Menulis teks Recount, Analisis Kesalahan, Sekolah Menengah Atas. Abstract This research is conducted to find out the conjunction usage within the students’ writing assignments of tenth graders of senior highschool. The main aim of this research is to find the errors of conjunction usage, anlayze it by putting them into categories of errors proposed by Dulay in Surface Strategy Taxonomy theory, and also categorizing the causes of errors using the theory proposed by Richard. The base of this research is using descriptive qualitative as research design. The researcher found out that among four types of errors proposed by Dulay, there are two types of errors which found in the students’ writing assignments, they are; Errors of Omission and Errors of Addition. The error of omission is the most types of errors which occurred within the students’ writing assignments and then followed by the error of addition. These errors are the result of analyzing conjunction usage in students’ writing composition.The next step taken by the researcher in order to maximize the analyzation of conjunction usage is finding out the cause of errors. Using the theory of possible cause of errors proposed by Richard, which already stated in the paragraph above, the researcher found out that there are three causes of errors, which are; Incomplete Application of Rules, Ignorance of Rules Restriction, and Over-generalization. The errors of Omission found out in the data, is most likely caused by the Incomplete Application of Rules. Next is error of addition, is caused by the Ignorance of Rules Restriction and also Over-generalization. Moreover, all of those types and causes of errors were presented by the researcher for all those English teachers to be more aware about simple part of English Language within their students’ assignments or their teaching materials. Key Words: Conjunction, Recount text writing, Error Analysis, Senior Highschool

Page 1 of 1 | Total Record : 5