cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2018)" : 28 Documents clear
Self-Assessment in English Writing Classroom
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilaian diri adalah sebuah kemampuan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar individu. Semakin sering siswa melakukan penilaian diri terhadap perkembangan belajarnya, maka siswa akan semakin mengetahui perkembangan belajarnya untuk meningkatkan perkembangan belajarnya. Akan tetapi, di Indonesia, guru cenderung fokus ke hasil akhir siswa daripada kemajuan belajar siswa dalam belajar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana guru mengaplikasikan penilaian diri siswa dalam belajar menulis Bahasa Inggris di sekolah menengah atas dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penilaian diri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian di kumpulkan dengan menggunakan checklis observasi dan wawancara. Lalu, penelitian ini di laksanakan di sekolah menegah atas di Bojonegoro, salah satu sekolah menengah atas di Indonesia. Untuk observasi, peserta di tunjuk oleh guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut, yang mana melibatkan satu kelas, terdiri dari 26 siswa. Untuk wawancara, 12 dari 26 siswa dipilih guru Bahasa Inggris untuk mewakili diwawancara. Data penelitian di analisis dengan langkah-langkah cara; mengorganisasikan dan mempersiapkan data, mengkoding dan mengurangi data, menerjemahkan dan memaparkan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengaplikasikan penilaian diri siswa dalam tiga langkah, menulis garis besar tulisan yang akan ditulis, melakukan penilaian diri, merevisi hasil tulisan. Selain itu, setelah melakukan penilian diri, siswa mempunyai respon positif terhadap penilain diri. Oleh karena itu, penemuan kedua menidentifikasikan bahwa siswa dibantu untuk meningkatkan efikasi (Kepercayaan diri untuk menulis) dan regulasi diri (kesadaran, mengatur waktu belajar), dan keikutsertaaan, dengan melakukan penilaian diri. Kata kunci : Penilaian diri, menulis Bahasa Inggris, Pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, efikasi diri, regulasi siswa.AbstractSelf-assessment is an ability to collect information about individuals progress of learning. The more frequently students doing self-assessment toward their learning, the more they knowing their progress in order to promote their learning and make improvement. However, In Indonesia, teachers tend focus on students’ final results than students progress of learning. Therefore, the aims of this study are to describe how the teacher applies students self-assessment in English writing classroom in senior high school and what students responses on self-assessment. This present study was qualitative research. The data were collected through observation and interview. It was conducted in a senior high school in Bojonegoro, Indonesia. For the observation, the participants were chosen by an English teacher’s recommendation in that school, which involved one classroom, consisting of 26 students. For the interview, 12 students were chosen based on the English teacher’s recommendation. The data were analyzed through these steps; organizing and preparing, coding and reducing, interpreting and representing. The results of this study showed that the teacher applied students self-assessment in three steps; outlining, doing self-assessment, and revising. Moreover, after doing self-assessment, students responses were positive toward self-assessment. Therefore, the second finding showed that students were helped to increase their writing self-efficacy (students’ confidence and belief of their ability) self-regulation (awareness of study, management time, autonomous) and engagement by doing self-assessment. Keywords: Self-assessment in English writing skill, EFL learners, students’ responses, self-efficacy, self-regulation.
The Effect of Reading Habit on Students’ Writing Performance
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas kebiasaan membaca dari siswa kelas sepuluh dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Gresik dan untuk mengetahui apakah kebiasaan membaca mempengaruhi kinerja menulis mereka atau tidak. Penelitian ini menggunakan kuantitatif ex post-facto sebagai metodologi penelitian dikarenakan variabel independen yang sudah terjadi hingga sekarang dan hasilnya akan diwujudkan dalam bentuk angka. Subjek dari penelitian ini adalah 57 siswa dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Gresik yang akan dikategorikan menjadi tiga grup berdasarkan tingkat kebiasaan membaca mereka; siswa dengan tingkat membaca yang baik, sedang, dan buruk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan tes menulis. Kuesioner diberikan untuk mengukur kualitas kebiasaan membaca mereka dan tes menulis diberikan untuk menemukan efek kebiasaan membaca terhadap kinerja menulis. Berdasarkan hasil data yang didapat, kualitas kebiasaan membaca dari siswa adalah sedang. Sementara itu, Analisis Varians digunakan dalam menganalisis tes dan hasilnya mengindikasikan adanya perbedaan diantara semua grup. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui grup mana yang mempunyai perbedaan yang signifikan dan hasilnya menunjukkan bahwa grup dengan tingkat membaca buruk mempunyai hasil yang sangat berbeda diantara semua grup. Selain itu, komponen menulis yang sebagian besar terpengaruhi oleh membaca terhadap kinerja menulis adalah konten.Kata kunci: Membaca, Kebiasaan Membaca, dan Menulis.AbstractThe aim of this study is to describe the reading habit quality of tenth grade students of a Senior High School in Gresik and to find out whether or not there is a significant difference among students who have different reading habit. This research used a quantitative ex-post facto as the research methodology since the independent variable has happened and the result would be in the form of number. The subjects of this research were 57 students of a Senior High School in Gresik which were categorized into three groups based on their reading habit; students with good, moderate, and poor reading level group. The instruments used in this research were questionnaire and writing test. The questionnaire was administered to measure the quality of their reading level and the writing test was used to find out the effect of reading habit on writing performance. Based on the result, the quality of students’ reading habit was moderate. Meanwhile, the Analysis of Variance (Anova) test were administered on analysing the writing test and the result indicated a difference among groups. The Least Significant Difference (LSD) test was also administered in order to know which group was significanlty different and the result showed that the poor reading level was highly different among groups. Moreover, the writing components that was mostly influenced by reading to writing performance was the content.Keywords: Reading, Reading Habit, and Writing.
14020084081
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi metakognitif dalam hal pembelajaranketerpusatan digunakan oleh siswa sekolah menengah kejuruan selama proses pembelajaran dan kinerjaberbicara mereka. Dalam hal ini strategi metakognitif didasarkan pada teori Oxford (1990) yang telahdisebutkan. Selain itu, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan rubrik penilaian. Penelitianini dilakukan secara kualitatif yang digambarkan dalam bentuk kata. Peneliti melibatkan sepuluh siswajurusan perhotelan sebagai subjek penelitian sejak penelitian kualitatif deskriptif dan penggunaan strategiini harus dianalisis secara pribadi atau analisis mendalam. Sebagai kesimpulan, hasil pertamamenunjukkan bahwa siswa sebagian besar menggunakan strategi pembelajaran keterpusatan dalamstrategi metakognitif dalam berbagai cara untuk mengatasi kesulitan mereka selama belajar danmenyampaikan proses presentasi di kelas dan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Parasiswa juga menggunakan strategi dengan sengaja dan tidak sengaja dengan berbagai cara yangkemungkinan hampir sama. Para siswa menerapkan tiga poin utama dalam memusatkan pembelajaranuntuk mengatasi kesulitan mereka dalam memahami materi dan menyampaikan presentasi agar lebihterorganisir, memahami, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris. Halini menunjukkan bahwa pembelajaran keterpusatan sedang diperlukan dan telah diterapkan oleh siswaselama proses belajar mengajar dan menyampaikan presentasi. Di sisi lain, ada dua siswa yang tidakmenggunakan strategi juga dan mereka mendapat hasil yang kurang dari kinerja mereka. Oleh karena itu,strategi metakognitif dalam hal pembelajaran yang berpusat membantu siswa untuk meningkatkankepercayaan diri dan pengetahuan mereka. Sedangkan hasil kedua menunjukkan bahwa sebagian besarpenampilan berbicara siswa baik selama belajar dan menyampaikan presentasi karena menerapkanstrategi pembelajaran yang berpusat. Sebagian besar dari mereka telah memenuhi kriteria penilaianberbicara yang baik. Singkatnya, strategi pemusatan pembelajaran dalam strategi metakognitif dapatmembantu mereka meningkatkan kemampuan berbicara mereka dalam menyampaikan presentasi.Kata kunci: Metakognitif, pengetahuan sebelumnya, menunda berbicara untuk mendengarkan,penampilan berbicara.AbstractThis study conducted to know how metacognitive strategies in terms of centering learning were used bythe students of vocational high school during learning process and their speaking performance. The datawere collected through observation, interview and speaking rubric. This study was conductedqualitatively which is described in the form of word. The researcher involved ten students of hospitalitymayor as the subject of the study since descriptive qualitative research and the use of this strategy shouldbe analyzed personally or in-depth analysis. In conclusion, the first result showed that the students mostlyused the strategy of centering learning in metacognitive strategies in various ways to overcome theirdifficulties during learning and delivering the presentation processes in the classroom and to accomplishthe task given by the teacher. The students applied three main points in centering learning to overcometheir difficulties in understanding the materials and delivering the presentation to be more organized, tocomprehend, and to enhance their confidence in speaking English. It showed that centering learning arebeing necessary and had been applied by the students during teaching learning process and delivering thepresentation. In other side, there are two students which were not used the strategies as well and they gotless result of their performance. Therefore, metacognitive strategies in terms of centering learning helpthe students to enhance their self-confidence and knowledge. While the second result showed that most ofstudents’ speaking performance were good during learning and delivering the presentation since applyingcentering learning strategies. Most of them had fulfilled the criteria of good speaking performance.Keywords: Metacognitive strategies, prior knowledge, delaying speech production to listen, speakingperformance.
Analyzing Language Features of Recount Text Written by Ma Hidayatu Umam Students
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMenulis menjadi salah satu keterampilan dasar dalam menguasai bahasa. Untuk pelajar bahasa Inggris, mereka harusmenghasilkan kalimat dalam urutan tertentu dan terhubung bersama dengan cara tertentu. Berdasarkan KompetensiDasar Sekolah Menengah Atas, ada satu teks yang harus dipelajari oleh siswa SMA; itu adalah teks recount. Untukmenulis komposisi yang baik, para siswa harus mematuhi aturan-aturan teks, yaitu struktur generik dan unsur kebahsaanyang dimiliki oleh teks recount. Penelitian ini mengungkapkan hasil tulisan siswa dari teks recount untuk mengetahuikomposisi tulisan mereka dan untuk mengetahui bagaimana mereka menggunakan fitur linguistik teks recount, karenasetiap siswa memiliki caranya sendiri dalam mengekspresikan ide-idenya secara tertulis. Oleh karena itu, objekpenelitian ini berhubungan dengan produk tulisan siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif sebagai desainpenelitian. Data yang dikumpulkan berasal dari 8 tulisan teks recount yang ditulis oleh siswa kelas sepuluh dandianalisis menggunakan Harmer dan Heaton et al (1988) tabel analisis yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Temuanmenunjukkan bahwa 5 dari 8 siswa mampu menulis teks dengan gaya mereka sendiri dan mereka dapat membuat tulisanyang baik serta dapat dibaca. Misalnya, dalam struktur generik, mereka mempresentasikan kemampuan yang sama sertaunsur kebahasaan yang beragam. Temuan ini juga menunjukkan bahwa 8 siswa memiliki gaya penulisan mereka sendiri.Meskipun demikian, semua siswa baik dalam menerapkan komposisi teks recount meskipun mereka masih harus belajarlebih banyak karena mereka melakukan beberapa kesalahan pada rentang dan akurasi gramatikal.Kata kunci: menulis, analisis teks, teks recount, unsur kebahasaanAbstractWriting becomes the basic one of skills in mastering language. For English learners, they have to producesentences in a specific order and connected together in particular ways. Based on Basic Competence of SeniorHigh School, there is one text that should be learned by senior high school students; it is recount text. To writea good composition, the students must obey the rules of the text, namely generic structure and languagefeatures that the recount text has. This study reveals the students’ writing product of recount text in order toknow their writing composition and to know how they use linguistic features of recount text, because everystudent has his/her own way in expressing his/her ideas in writing. Therefore, the object of this study come incontact with the students’ writing product. This study used qualitative research as the research design. Thecollected data were from 8 recount text writing of the tenth graders and analyzed using Harmer and Heaton etal (1988) analysis table that had been modified by the researcher. The finding showed that 5 of 8 students wereable to write the text with their own style and their writing product turned out nicely. For example, in genericstructure, they presented similar ability. The finding also showed that 8 students have their own styles inwriting. Nonetheless, all of the students were good in applying the composition of recount text although theystill have to learn more because of they did some errors on grammatical range and accuracy.Keywords: writing, text analysis, recount text, language features.
The Use of Self-Assessment in Teaching Writing Report Text to the Eleventh Grader of SMAN 1 Taman Sidoarjo
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah siswa dalam penulisan adalah siswa masih bingung dalam memutuskan apa yang harus ditulis dan bagaimana menulis karena siswa tidak tahu kriteria penulisan dan komponen penulisan. Teknik yang tepat adalah menggunakan Self Assessment atau penilaiana diri karena self assessment sesuai untuk memecahkan masalah ini. Dengan self assessment, siswa membangun kesadaran pada tulisan mereka dan meningkatkan kemapuan keteramp[ilan menulis mereka, kemampuan metacognitif mereka, tanggung jawab pekerjaan siswa, berpikir kritis pemecahan masalah. Penilitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penggunaan self assessment, tugas menulis siswa selama penggunaan self assessment dan respon siswa melalui self assessment. Peneliti juga menggunakan metode kualitatif sebagai desain penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan self assessment diimplementasikan sejalan dengan mengikuti siklus dirumuskan oleh H.McMillan dan Hearn (2008). Guru dapat membantudan mengelola siswa menggunakan self assessment dengan baik. Maka proses pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. Para siswa dapat menghasilkan tugas yang baik. Disamping itu, penggunaan penilaian diri membantu siswa mengetahui kelemahan merek dan keslahan mereka. Namun guru juga memberikan umpan balik kepada siswa sambil mengikuti target kriteria dan hasil tulisan siswa.Kata Kunci: Self assessment, teks laporan, pembelajran menulis AbstractStudents’ problems of writing are students still confused in deciding what to write and how to write because students do not know the criteria of writing and the components of writing. The appropriate technique is using self assessment because self assessment is suitable to solve this problem. While self assess, students build student’s awareness on their writing, students also train their self to self assess on their writing and improve their writing skill ability, metacognitive skill, responsibility of students’ work, critical thinking and sense of mathematic problem – solving. This study was conducted to describe the use of self assessment, the students’ writing task during the use of self assessment and students’ responses through self assessment. The researcher used qualitative method as a research design. The result showed that the use of self assessment implemented in line with following the cycled process by H. McMillan and Hearn (2008). The teacher could help and managed the students using self assessment well then the learning process could do as expected. The students could product the good task and the use of self assessment helps the students know their weakness and their mistakes. The students also could realize their mistakes and correct their mistakes by them self. And then, the students not repeat their mistakes.However the teacher also gave the feedback to students while following the criteria targets and students’ writing product.Keywords: Self assessment, report text, teaching writing
Developing WIND Media to Facilitate Students in Writing Short Descriptive Text
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWriting is one of complex skills should be master by students. The problems face by students could make them difficult to master it. However, students assume that writing is difficult, boring, and exhausting activity. This condition will make ineffective learning. Other problem is the students are difficult to generate and to develop the ideas which make them feel difficult to start their writing project. Thus, the teacher needs a new way to ease the students learning. Suitable media which can help students to write easily should be made. The purpose of this study is to develop media named “Wheel Instruction and Cards” or “WIND” media. This media aims to facilitate students in writing descriptive text. This study is using modified R&D model from Dick and Carey. This study will explain the process of developing media and also include the students’ responses toward the implementation of the media.Keywords: writing, media, WIND, descriptive textAbstrakMenulis adalah salah satu keterampilan yang sulit yang harus dikuasai siswa. Siswa beranggapan bahwa menulis adalah aktivitas yang sulit, membosankan dan melelahkan. Kondisi ini dapat membuat pembelajaran tidak efektif. Permasalahan lain yang dihadapi siswa adalah mereka kesulitan untuk menghasilkan dan mengembangkan ide yang akan membuat mereka mereasa kesulitan untuk memulai aktivitas menulis. Maka dari itu, guru membutuhkan cara baru untuk mempermudah siswa dalam belajar. Salah satu cara adalah dengan menggunakan media yang sesuai dengan level siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media bernama “Wheel Instruction and Cards” atau “WIND”. Tujuan dari pembuatan media ini adalah untuk mefasilitasi siswa dalam menulis teks deskriptif. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi berdasarkan teori Dick dan Carey. Penelitian ini akan menjelaskan proses pengembangan media dan termasuk juga respon siswa terkait penerapan media.Kata Kunci: menulis, media, WIND, teks deskriptif
Developing C.O.C (Congklak, Onet & Crossword Puzzle) Game to Motivate Students in Enriching English’ Vocabulary
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Vocabulary is one of the important factors in learning foreign language such as English. Based on widely observation, most of Indonesian students are having difficulty in understanding English vocabulary which leads to the difficulty to acquire foreign language. One way to solve the problem is by using a medium in the form of a game. A game called C.O.C is developed under R&D design into an effective medium. R&D design is a research design that used in creating a new product and evaluating the product through some experiments. This method included some stages such as material and expert validation, also field evaluation. The field evaluation is held at one of Junior High Schools in Surabaya. The seventh grade of this school become the participant in the research. The aim is to find out either the game is work or not and could it motivates student in enriching English’ vocabulary. Based on this research, it is showed that the use of C.O.C game could motivate students in enriching vocabulary. Key words : Vocabulary, Motivation, Medium, R&D Abstrak Kosa kata adalah salah satu faktor yang penting dalam belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris. Berdasarkan hasil obervasi secara luas, mayoritas siswa di Indonesia memiliki kesulitan dalam memahami kosa kata yang menghambat mereka dalam menguasai bahasa asing. Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan media berbentuk permainan. Sebuah permainan dengan nama C.O.C telah dikembangkan menjadi media yang efektif dengan menggunakan rancangan penelitian R&D. R&D adalah rancangan penelitian yang digunakan untuk menciptakan produk baru dan mengevaluasi produk tersebut melalui beberapa percobaan. Rancangan penelitian ini mencantumkan beberapa tahapan seperti validasi materi dan media, serta evaluasi lapangan. Evaluasi lapangan di laksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Surabaya. Kelas 7 dari sekolah ini di pilih sebagai peserta dalam penelitian. Tujuannya untuk mengetahui apakah permainan yang telah dikembangkan dapat di jalankan atau tidak dan apakah dapat memotivasi siswa dalam memperkaya kosa kata bahasa Inggris mereka. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan permainan C.O.C dapat memotivasi siswa dalam memperkaya kosa kata Bahasa Inggris. Kata Kunci: Kosa Kata, Motivation, Media, R&D.
The Effect of Journalist Questions on Students’ Writing Recount Text
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to find out the effect of journalist questions on students’ ability in writing recount text. This research was carried out on experimental and control groups. The participants were the tenth graders of SMKN 1 Jombang. A pre-test was given to both groups before the treatment to find out the writing performance of the participants. During the study, experimental group was taught through journalist questions meanwhile control group was taught through conventional method. An independent samples t-test was used to know whether there was a significant difference or not between experimental and control groups. The results gotten from the post-test showed that there was a significant difference between those two groups which signifies that journalist questions had a significant effect on tenth graders’ ability in writing recount text. The participants in experimental groups were also demonstrated questionnaire to elicit their opinion about the effectiveness of using journalist questions in writing recount text. The result showed that the tenth graders have a positive response towards the use of journalist questions in writing recount text.Key words : Journalist Question, writing, recount text.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertanyaan jurnalistik terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kontrol. Para siswa adalah siswa kelas X di SMKN 1 Jombang. Sebelum melakukan treatmen, pre-tes diberikan kepada kedua kelompok untuk menyelidiki kinerja menulis dari peserta didik. Sepanjang penelitian, kelompok eksperimen diajarkan melalui pertanyaan jurnalistik sedangkan kelompok kontrol diajarkan melalui metode konvensional. Sebuah uji t-test sampel independen diterapkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan secara statistik atau tidak antara kedua kelompok. Hasil yang diperoleh dari post-tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, yang menandakan bahwa pertanyaan jurnalistik memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Setelah treatmen, kelompok eksperimen juga menunjukkan kuesioner untuk mendapatkan pendapat merekaa tentang efektivitas menggunakan pertanyaan jurnalistik dalam menulis teks recount. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X memiliki respon positif terhadap penggunaan pertanyaan jurnalistik dalam menulis teks recount.Kata Kunci: Petranyaan jurnalistik, menulis, teks recount
Wash-Back of English National Examination on Teaching Learning Process
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di indonesia, sudah dikenal bahwa ujian nasioanal (UN) adalah salah satu persyaratan untuk kelulusan sebagai tes yang berpengarauh pada masa depan, UN mengakibatkan berubahanya proses pembelajaran di kelas ketika mempersiapkan nya. Washback terjadi khususnya pada proses pembelajaran ketika mempersiapkan menghadapi ujian nasional. Washback dapat memberi pengaruh negative dan juga positif. Bagaimanapun, kedua dampat tersebut tergantung pada keadaan di sekitar ketika pembejaran sedang berlangsung. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan observasi tentang bagaimana washback terjadi dan apa dampak negativ dan positi nya terhadap pembeajaran dikelas, guru dan juga murid murid nya. Dalam tujuan ini, satu kelas sebagai partisipan dan 5 diantaranya di jadikan sample data wawancara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Data diperoleh kelas superior dari kelas 12 sekolah menengah atas di SMAN 3 Tuban dan seorang guru bahasa Inggris. Ada lima siswa yang dipilih untuk menjadi sampel penelitian. Peneliti menggunakan dua instrumen untuk mendapatkan data. Itu adalah observasi dan wawancara. Untuk pengamatan, peneliti melakukan observasi catatan lapangan sebagai non-partisipatif. Peneliti mengamati belajar mengajar di belakang kelas tanpa mengambil bagian dari mengajar lebih lama. Kemudian, peneliti menggunakan wawancara semi-struktural sebagai instrumen kedua. Wawancara semacam ini dipilih karena pertanyaan tertulis menjadi substansi wawancara. Studi ini mendukung pengajaran dan pembelajaran terutama untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Para guru dan juga siswa sekolah menengah akan menyadari ujian nasional. Lebih lanjut, penelitian ini membuat siswa lebih siap saat menghadapi UN. Kemudian untuk para guru, mereka akan tahu cara mengajar ujian nasional tanpa memberikan dampak negatif bagi guru dan siswa. Yang terakhir, bagi peneliti masa depan yang tertarik untuk melakukan cuci tangan sebagai topik penelitian, penelitian ini akan menginspirasi mereka.Kata Kunci: dampak, ujian nasional, persiapanAbstractIn Indonesia, it establishes National Examination (NE) as one of the requirement for electing students graduation from the secondary school. As the high-stake test, National Examination gives wash-back. Wash-back happens especially in teaching learning while preparing national examination. The wash-back can impact to both teacher and also students. Besides, wash-back can be positive or even negative. However, both positive and negative wash-back depends on the natural surroundings of teaching learning in the class. Those, the researcher interests to do the observation about how is wash-back of teaching English test and what are the positive and negative impact of both teacher and even students. To this aims, one class participated in this research while 5 of them taking an interviewed. This study is a qualitative research. The method used is descriptive research method. The data was obtained a superior class of twelve grade of senior high school in SMAN 3 Tuban and an English teacher. There were five students selected to become a sample of the study. The researcher used two instruments to get the data. Those were observation and interview. To answer the first research question, observation became the instrument. Then, for the second and third questions the researcher used interview. For the observation, researcher practiced field note observation as the non-participatory. Researcher observed teaching learning in behind of the class without taking part of teaching any longer. Then, researcher used semi-structure interview as the second instrument. This kind of interview was chosen because of the written questions were became the substance of interview. This study support teaching and learning especially for preparing National Examination. The teachers and also the secondary students will be aware of national examination. Further, this study makes the students more prepare while facing NE. Then for the teachers, they will know how to teach national examination without giving negative impact to both teachers and the students. The last, for the future researchers who interest to conduct wash-back as the topic of research, this research will inspire them. Keywords: wash-back, national examination, preparation, impact
Self-Regulated Learning in Reading of Eleventh Graders in SMA Negeri 1 Manyar Gresik
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki bagaimana siswa menerapkan strategi mereka dalam pembelajaran self-regulated mereka terhadap reading mereka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena ini berfokus pada laporan pengalaman atau data yang tidak dapat diungkapkan secara memadai didalam angka. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mendeskripsikan individu atau setting, kemudian menganalisa data, membuat interpretasi, kemudian menarik kesimpulan tentang hasilnya. Keenam peserta dipilih dalam penelitian ini, mereka diminta untuk menulis jurnal pembelajaran (learning journal) untuk mendapatkan pengalaman tentang pembelajaran mereka didalam reading. Kemudian, setelah memenuhi jurnal pembelajaran (learning journal), mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan didalam wawancara untuk mendapatkan informasi secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa semua peserta menerapkan berbagai strategi dalam SRL (self-regulated learning) di reading. Para peserta menetapkan tujuan pembelajaran mereka dan memutuskan untuk memilih strategi yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka. Strategi-strategi yang mereka gunakan saat mereka belajar, yaitu, strategi langsung dan tidak langsung yang termasuk ke dalam memori, kognitif, kompensasi, metakognitif, afektif dan strategi sosial. Selain itu, para peserta selalu membuat kemajuan yang tepat menuju strategi mereka yang mereka pilih dalam reading karena mereka dapat menyesuaikan strategi mereka menjadi yang lebih baik dan terus menggunakan strategi tersebut. Namun, jika para peserta tidak membuat kemajuan yang sesuai ke arah strategi mereka, mereka akan meninggalkannya dan mencoba untuk menemukan strategi yang tepat yang tepat untuk mereka dan juga menentukan masalahnya. Kata Kunci: Reading, self-regulated, learning strategyAbstractThis study was conducted to investigate how do students applied their strategies in their self-regulated learning toward their reading. This research belongs qualitative research since this focuses on reports of experience or on data which cannot be adequately expressed in number. In qualitative research, the researcher described an individual or setting, then analyzed the data, made interpretation, then drew the conclusion about the result. The six participants were chosen in this study, they were asked to write learning journal in order to get experience about their learning in reading. Then, after fulfilling learning journal, they were asked several questions in the interviews to get information in depth. The result shows that all of participants applied various strategies in their SRL (self-regulated learning) toward their reading. The participants set their learning goals and decide to select suitable strategies to achieve their learning goals. Those strategies that they used while they are studying, namely, direct and indirect strategies which belong to memory, cognitive, compensation, metacognitive, affective and social strategy. Furthermore, the participants always making appropriate progress toward their strategies that they choose in reading because they can adjust their strategies into the better one and continue using those strategies. However, if the participants do not make appropriate progress toward their strategies they would leave it and try to find right strategies that suitable for them and they also determine the problem lies.Keywords: Reading, self-regulated, learning strategy

Page 1 of 3 | Total Record : 28