cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2018)" : 28 Documents clear
The Teacher’s Activities in Correcting Students’ Error and Mistake in the Composition Class
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Murid sering melakukan kesalahan berupa error dan mistake untuk memahami bahasa yang dipelajari. Sebagai reaksi terhadap error dan mistake yang ditemukan di tulisan siswa, guru harus mengetahui tentang itu dan melakukan tindakan. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan aktifitas guru dalam mengidentifikasi, mendiskusikan, dan memperbaiki kesalahan siswa yang berupa error dan mistake di kelas menulis. Penelitian ini merupakan penelitianikualitatifideskriptif. Subyekipenelitianiini adalah seorang guru di sekolah menengah atas di sebuah kota. Peneliti mengumpulkan data dengan caraaobservasi daniwawancara. Dataidari penelitian ini adalah tindakan guru baik verbal dan nonverbal pada proses belajar mengajar dan kata, frasa, dan kalimat yang diucapkan guru pada saat proses wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktifitas-aktifitas guru mengajar di kelas dalam mengoreksi error dan mistake yang murid lakukan dan ucapan guru ketika wawancara. Berdasarkanahasiladari penelitian, terbukti bahwa guru melakukan beberapa aktifitas dalam mengidentifikasi kesalahan siswa dengan melakukan kegiatan seperti membaca tulisan siswa, memberikan catatan di error dan mistake yang ditemukan, dan mengelompokkan kesalahan umum yang ditemukan berdasarkan lima komponen writing. Selanjutnya, dalam mendiskusikan kesalahan siswa, guru melakukan aktifitas seperti membahas tentang error dan mistake, memberikan penjelasan, meminta murid untuk mengoreksi kesalahan mereka sendiri dan kesalahan temannya, mereformulasi beberapa kalimat siswa, menulis dipapan, memberikan petunjuk, dan membandingkan beberapa tulisan siswa. Terakhir, dalam memperbaiki kesalahan yang dilakukan siswa, aktifitas yang dilakukan guru adalah memberikan koreksi secara langsung dan metalinguistik, melakukan reformulasi, menjelaskan secara langsung jawaban yang benar dari kesalahan yang dibuat, dan meminta siswa untuk mengoreksi tulisan mereka sendiri. Dari hasil penelitian, terbukti bahwa guru mengambil tindakan dalam mengoreksi kesalahan yang berupa error dan mistake di tulisan siswa. Keywords: Aktifitas guru, error, mistake, tulisan siswa. Abstract The students often make error or mistake in mastering the target language. In correcting error and mistake that are found on the students’ composition, the teacher needs to know about it and take an action. Thus, this study was conducted to describe the teacher’s activities in identifying, discussing, and revising the students’ error and mistake in the composition class. This research was descriptiveiqualitativearesearch. Themsubject of the study was a Senior High School English Teacher in a city. The researcher collected the data through observation and semi-structured interview. The data of the study are the teacher’s verbal and nonverbal behavior in teaching learning activity and teacher’s words, phrases, and sentences that the she utter during the interview. Theasourceiofidata of this study were the teacher’s activities in the classroom and the teacher’s oral statements during the interview. The result showed that the teacher’s activities in identifying the students’ error and mistake were reading the students’ composition, marking and giving notes on the error and mistake, and classifying the common error and mistake based on five components of writing. Next, in discussing the error and mistake, the teacher’s activities included talking about error and mistake, giving explanation, asking the students to domself-correction and peerwcorrection, reformulating the students’ sentences, writing on the white board, giving clues, and comparing the students’ composition. The teacher also reviewed some material that they have discussed. The last, in revising the students’ error and mistake, the activities done by the teacher were giving direct and metalinguistic feedback on the error and mistake, doing reformulation, explaining directly the correct form of the error and mistake, and asking the writer to correct their own fault. From the result of the study, it was proven that the teacher took some action in correcting error and mistake on the students’ composition. Key words: teacher’s activities, error, mistake, composition
Teaching Reading Announcement Text Using Mind Mapping for Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemahaman membaca menjadi keterampilan penting di era globalisasi. Sayangnya, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami bacaan, terutama untuk memahami teks. Adewole (2001) menjelaskan bahwa siswa perlu membaca, menghargai dan mengeksplorasi beberapa teks sehingga mereka dapat menjadi pembaca yang kritis. Dalam memecahkan masalah ini, pengajaran membaca menggunakan teks pengumuman melalui teknik pemetaan pikiran untuk kelas 10 SMA dilakukan oleh peneliti. Beberapa manfaat menggunakan pemetaan pikiran telah diringkas oleh Ingenmann (2008), penggunaan pemetaan pikiran dapat membantu kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan belajar, kreativitas, brainstorming dan menghafal. Penelitian ini menggunakan kualitatif untuk menggambarkan beberapa fenomena yang terjadi selama pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman melalui pemetaan pikiran. Dua pertanyaan penelitian digunakan dalam penelitian ini. Pertanyaan penelitian pertama menggunakan observasi cek lis dan catatan lapangan. Pertanyaan penelitian kedua menggunakan wawancara para siswa. Guru dan murid X MIPA 5 di SMAN 2 Sidoarjo adalah subjek penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman dengan menggunakan pemetaan pikiran untuk kelas 10 SMA. Tidak hanya fokus pada pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman dengan menggunakan mind mapping, tetapi juga difokuskan pada beberapa fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami teks dengan menggunakan pemetaan pikiran. Semua siswa dapat menerapkan pemetaan pikiran dan memahami teks bacaan secara mandiri. Siswa juga berhasil membuat pemetaan pikiran berdasarkan metode yang diajarkan oleh guru. Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa pemetaan pikiran adalah teknik yang efektif untuk mengajarkan kemampuan membaca.Kata kunci: membaca, teks pengumuman, peta konsepAbstrackReading comprehension becomes important skill in globalization era. Unfortunately, most of students get difficulties in reading comprehension, especially for understanding the text. Adewole (2001) explained that students need reading, appreciating and exploring some text so that they can become critical readers. In solving this issues, teaching reading of announcement text by using mind mapping for 10th grade of senior high school was conducted by the researcher. Some of the benefits of using mind mapping have been summarized by Ingenmann (2008), the use of mind mapping can help students abilities in developing learning skills, creativity, brainstorming and memorizing. This study used qualitative to describe some phenomena happened during the implementation of teaching reading of announcement text through mind mapping. Two research questions were used in this study. The first research question used observation checklist and field notes. The second research question used interview of the students. Teacher and X MIPA 5 students of SMAN 2 Sidoarjo were the subject of this study. The aim of this study is to explore the implementation of teaching reading announcement text by using mind mapping for 10th grade of senior high school. Not only focused on the implementation of teaching reading of announcement text by using mind mapping, but also focused on some phenomena happened in teaching learning process. In addition, the result showed that students get easier to understand the text by using mind mapping. All of students can apply mind mapping and understand reading texts independently. Students have also succeeded in making mind mapping based on the methods taught by the teacher. From this explanation, it can be concluded that mind mapping is an effective technique to teach reading comprehension.Keywords : reading, announcement text, mind mapping
The Effectiveness of Metacognitive Strategy in Teaching Listening Comprehension on Descriptive Text on Tenth Grader of Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan perbedaan signifikan setelah implementasi strategi metakognitif dalam mengajar pemahaman mendengarkan pada teks deskriptif. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif pre-eksperimental dan siswa kelas X-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan sebagai subjek penelitian. Try-out, pre-test, dan post-test digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Peneliti menganalisis data dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test skor menggunakan rumus T-test pada SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan setelah mengimplementasikan strategi metakognitif. Hal ini dapat dilihat dari skor pre-test dan post-test, nilai rata-rata pre-test 51,60 dan nilai rata-rata post-test 82,14. Dapat disimpulkan bahwa skor tes meningkat dan penggunaan strategi metakognitif mampu meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa, karena strategi metakognitif dapat membantu proses siswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa mereka untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan mereka.Kata Kunci: Mendengarkan, Teks Deskriptif, Strategi Metakognitif AbstractThe aim of this study is to know the effectiveness and the significant difference of metacognitive strategy in teaching listening comprehension on descriptive text. This study was designed as a pre-experimental quantitative research and the students in class X-B of Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan were determined as the subject of the study. Try-out, pre-test, and post-test were used as an instrument to collect data. The researcher analyzed the data by comparing the results of pre-test and post-test score using T-test formula on SPSS 20. The result of the study showed that there was significance difference after the treatments given. It can be seen from the pre-test and post-test score, pre-test mean value 51.60 and post-test mean value 82.14. It means that the score of the tests had increased. It can be conclude that the use of metacognitive strategy was be able to improve students’ listening comprehension of the students, because Metacognitive strategy can help students’ process in planning, monitoring, and evaluating their language learning in order to improve their listening comprehension.Keywords: Listening, Descriptive Text, Metacognitive Startegy
The Implementation of Dictogloss Technique in Teaching Listening Skill for Tenth Graders in Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMendengarkan adalah salah satu kemampuan yang harus diajarkan di kelas, khususnya pada mata pelajaran bahasa Inggris karena bahasa Inggris adalah sound language. Sayangnya, menguasai kemampuan mendengarkan tidak mudah, apalagi bagi murid-murid yang belajar mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Sehingga, murid-murid harus menggunakan strategi belajar yang tepat atau guru harus mengajar menggunakan teknik yang sesuai. Teknik Dictogloss dapat digunakan untuk mengajar empat kemampuan berbahasa; mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, tapi penelitian ini hanya berfokus pada penerapan teknik Dictogloss untuk mengajar kemampuan mendengarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru menerapkan setiap langkah dari teknik Dictogloss. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA di kota kecil, Jawa Timur, khususnya untuk kelas X MIPA 6 yang terdiri dari 36 siswa. Data penelitian diperoleh dari obesrvasi non partisipasi, dimana peneliti mengobservasi guru yang sedang mengajar kemampuan mendengarkan dalam recount text menggunakan teknik Dictogloss. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik menganalisis data kualitatif menurut Ary, dkk; Organizing and Familiarizing, Coding and Reducing, dan Interpreting and Representing. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan langkah-langkah dari teknik Dictogloss secara urut. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi oleh guru, seperti pemilihan materi atau teks yang akan digunakan dan juga instruksi yang diberikan kepada siswa.Kata Kunci: Dictogloss, kemampuan mendengarkan, teks recountAbstractListening as one of language skills is necessary to be taught in the classroom, particularly in English subject as it is sound language. Unfortunately, mastering listening skill is not as easy as it seems, moreover for the students who are learning English as foreign language. There are many difficulties faced by most students in listening section. Thus, it is either the students should use the proper strategy to learn or the teacher should teach using a suitable technique. Dictogloss comes as one of teaching technique that apparently can be used to by the teacher to teach four language skills; listening, speaking, reading and writing, but this research will focus on Dictogloss to teach listening. This study aimed to describe how the teacher implemented each stage Dictogloss technique in teaching listening. It was conducted in one of public high school in small city of East Java, particularly in class X MIPA 6 with 34 students in total. The data was collected through non participant observation, where the researcher observed the teacher while she taught listening skill in recount text using Dictogloss technique. Then, the data was analyzed in 3 stages based on Ary et.al. technique in analyzing qualitative data; Organizing and Familiarizing, Coding and Reducing, and Interpreting and Representing. The result showed that the teacher implemented each stage of Dictogloss technique respectively. However, there were some points that should be more considered more by the teacher in implementing this technique, for example, the materials that would be used and the instructions she gave to the students.Keywords: Dictogloss, listening skill, recount text
Students’ Reading Ability in Applying Literacy Strategies
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTerdapat beberapa kendala yang terjadi dalam proses belajar dan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah, salah satunya adalah kemampuan membaca siswa yang kurang. Hal tersebut selain berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar dan mengajar di kelas juga berpengaruh terhadap pencapaian siswa dalam mata pelajaran tersebut. Oleh karena itu, peneliti memperkenalkan strategi baru yang sedang populer baru – baru ini, yaitu Strategi Literasi. Strategi Literasi adalah strategi yang bertujuan untuk membantu siswa menginterpretasikan teks dengan mudah yang melibatkan kemampuan membaca, berpikir kritis, menulis, serta kemampuan lain dalam bahasa yaitu mendengarkan dan berbicara sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari – hari. Ada tujuh strategi yang diterapkan yaitu Read-Alouds, Know-Want to know-have Learned (K-W-L Charts), Graphic Organizers, Vocabulary Instruction, Reciprocal Teaching, Structured Notetaking, dan Writing to Learn. Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan proses penerapan Strategi Literasi terhadap siswa kelas sepuluh, dan juga mendeskripsikan hasil pekerjaan siswa kelas sepuluh terhadap pemahaman membaca setelah diterapkannya Strategi Literasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan instrumen field note atau catatan lapangan dan hasil pekerjaan siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Literasi ini di implementasikan dengan baik dan guru dapat menggali ketertarikan, antusias, dan keaktifan siswa pada saat proses belajar dan mengajar. Sehingga siswa memiliki perhatian yang lebih pada teks dan keinginan untuk membaca teks yang telah diberikan. Penerapan Strategi Literasi juga memberikan dampak positif pada kemampuan membaca siswa seperti yang di ungkapkan oleh guru mata pelajaran tersebut bahwa semua siswa dapat menjawab paling tidak 6 pertanyaan dengan benar atau dengan kata lain, siswa dapat melewati batas minimum skor dalam mata pelajaran tersebut yaitu 60. Selanjutnya, berdasarkan analisis dari peneliti, hasilnya menunjukkan bahwa semua siswa mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dengan benar dengan satu atau lebih kesalahan grammatika yang tidak merubah arti dan tidak menimbulkan kesulitan untuk dipahami. Jadi, dapat disimpulkan bawa semua siswa memliki kemampuan membaca yang baik bahkan sangat baik karena jika mereka mampu menjawab pertanyaan, maka mereka memiliki pemahaman pada teks. Kata Kunci: kemampuan membaca, strategi literasi, teks recountAbstractThere are several obstacles that occur in teaching and learning process of English subjects in schools, one of them is students’ poor reading ability. This condition affects in both teaching and learning and teaching process in the classroom and the students’ achievement in these subjects. Therefore, the researcher introduced new strategy that is popular recently, named Literacy Strategies. Literacy Strategies is a strategy that aims to help students interpret texts easily by involving aspects of reading skill, critical thinking, writing, and another language skill namely listening and speaking so they are able to solve problems in daily life. There are seven strategies applied, namely: Read-Alouds, Know-Want to know-have-Learned (K-W-L Charts), Graphic Organizers, Vocabulary Instruction, Reciprocal Teaching, Structured Notetaking, and Writing to Learn. In this study, the researcher described the implementation of Literacy Strategies to the tenth grade students, and the students’ reading ability after applying Literacy Strategies. This study used qualitative method with field note and students’ task as the instruments. The results of this study showed that Literacy Strategies was well implemented and the teacher could gain students’ interest, enthusiast, and activeness in teaching and learning process. So, the students had more attention to the text and desire to read the text that was given by the teacher. The application of the Literacy Strategies itself gave positive effects to the students’ reading ability as stated by the teacher that all of the students could answer at least 6 questions correctly or in another word, they could pass the minimum score of this subject that was 60. Furthermore, based on the researcher analyses, the result was that all of the students could answer most of the questions correctly with one or more minor grammatical errors which did not change the meaning and did not cause the difficulty in understanding. So, it could be summed up that all of the students had good or event excellent reading ability because if they could answer the questions, it meant that they understand the text.Keywords: reading ability, literacy strategies, recount text
The Implementation of Project Based Learning by Making Vlog in Teaching Speaking of Recount Text for Junior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa untuk aktif dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris, di mana diharapkan siswa menghasilkan produk sebagai bukti otentik siswa dalam kegiatan berbicara. Fokus dari penelitian ini adalah untuk melihat proses pembelajaran di kelas dan hasil pembelajaran yang telah diberikan. Selain itu, penelitian ini dirancang untuk menangkap semua fenomena yang berkaitan dengan bagaimana guru menjalankan Project Based Learning di kelas. Untuk pertanyaan penelitian pertama, data diperoleh melalui observasi selama kelas belajar menggunakan catatan lapangan sebagai catatan selama mengajar dan belajar sementara data untuk pertanyaan penelitian kedua diperoleh melalui VLOG atau yang biasa dikenal sebagai Blogging Video yang dibuat oleh siswa. dalam kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa dari ketujuh kelompok tersebut hanya ada satu kelompok yang menunjukkan kemampuan berbicara yang sangat baik dengan pengucapan yang baik. Untuk beberapa kelompok, mereka dapat menggunakan kosakata yang mudah dipahami oleh pemirsa. Sayangnya, ada satu kelompok yang kurang dalam beberapa aspek nilai dan aspek pelafalannya. Dapat disimpulkan bahwa guru dapat menerapkan PBL dengan benar dan benar sehingga dapat memfasilitasi siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, terutama dalam hal berbicara yang dapat dilihat dari hasil video yang dibuat oleh siswa.Kata Kunci: Project Based Learning, Speaking, Teks recount Abstract This research aims to facilitate students to be active in speaking using English, in which it is hoped that the students produce a product as authentic evidence of students in speaking activity. The focus of this research is to see the learning process in the classroom and the results of the learning that has been given. In addition, this research is designed to catch all the phenomena related to how teacher ran Project Based Learning in the class. For the first research question, the data is obtained through observation during the learning class using the field note as a note during teaching and learning while the data for the second research question is obtained through a VLOG or commonly known as Video Blogging made by the students in groups. The result shows that from those seven groups there was only one group taht showed very good speaking skill with good pronunciation. For some groups, they were able to use vocabularies which were easily understood by the viewers. Unfortunately, there was one group that was lacking in some aspects of the value and the aspect of the pronunciation. It can be concluded that teachers can apply PBL properly and correctly so that it can facilitate students to play an active role in the learning process, especially in terms of speaking which can be seen from the results of the videos made by studentsKeywords: Project Based Learning, Speaking, Recount text
Teachers Perception of Learner Autonomy in Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe teachers’ perception about learner autonomy in senior high school. This study was designed as a qualitative research. In doing so, four English teachers in senior high school were interviewed to identify their further general perceptions towards learner autonomy. In this study the researcher used unstructured interview and open ended question to gain the data. The finding has shown that the teachers have a good understanding in learner autonomy principles, a various understanding about the teachers’ practices in offering autonomous learning and a rich understanding in explaining the challenges in helping the learners become more autonomous. Keywords: teachers, perception, learner autonomy Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemahaman guru tentang otonomi pelajar di sekolah menengah atas. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif. Dengan demikian, empat guru bahasa Inggris di sekolah menengah atas diwawancarai untuk mengidentifikasi persepsi umum mereka lebih lanjut terhadap otonomi pelajar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur dan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan data. Temuan ini menunjukkan bahwa para guru memiliki pemahaman yang baik dalam prinsip otonomi pelajar, berbagai pemahaman tentang praktik guru dalam menawarkan pembelajaran otonom dan pemahaman yang kaya dalam menjelaskan tantangan dalam membantu peserta didik menjadi lebih otonom. Kata kunci: guru, persepsi, otonomi pembelajar
The Use of Affective Strategies in a Speaking Class
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAffective Strategies berurusan dengan bagaimana orang atau mahasiswa berbicara dengan kecemasan rendah dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, guru menerapkan affective strategy untuk mengetahui apakah siswa berbicara dengan fasih setelah berlatih affective strategy. Sebagai contoh, deep breathing, listening to music, and laughing guru dilatih siswa untuk menerapkan strategi ini. Setelah menerapkan pernapasan, mendengarkan musik, dan tertawa guru memberikan topik untuk membahas bersama-sama. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif, instrumen untuk studi ini adalah peneliti dirinya. Sebaliknya, peneliti harus memiliki keterampilan observasi yang baik dan kesadaran diri bias pribadi dan penghakiman. Selain itu, catatan-catatan lapangan yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai pengajaran dan pembelajaran di kelas ketika berbicara kelas untuk mengetahui affective strategy baik diterapkan guru dan siswa berbicara kegiatan itu sendiri. Namun, studi ini menemukan bahwa guru diterapkan affective strategy sebagai berikut: deep breathing, listening to music, and laughing dalam pengajaran dan pembelajaran, dan telah berbicara kegiatan setelah menerapkan pernapasan. Yang paling sering digunakan oleh siswa tertawa karena itu yang paling kesan dan teknik-teknik yang santai di kelas. itu membuat mereka berbicara aktif di kelas dan mengurangi kecemasan mereka.Kata Kunci: affective strategies, speaking, deep breathing, listening to music and laughing.AbstractAffective strategies deal with how people or student try to speak in the low anxiety and communicate with others. Thus, the teacher applies affective strategies in order to know whether the students speak fluently after practicing the affective strategies. For instance, deep breathing, listening to music and laughing, the teacher trained the students to apply these affective strategies. After applying deep breathing, listening to music, and laughing teacher gave the topic to discuss together. This study was conducted using descriptive qualitative method, the instrument for this study is the observational audio. Instead, the researcher must have a good observational skill and self-awareness of the personal bias and judgment. Furthermore, the field notes were used to collect the information regarding the teaching and learning process in the class while speaking class in order to know the teacher well-applied affective strategies and students speaking activities itself. However, this study found that the teacher applied affective strategies as follows: deep breathing, listening to music, and laughing in the teaching and learning process, and had speaking activities after applying deep breathing. The most used by the students were laughing because it the most impression and relaxed techniques in the class. it made them speak actively in the class and reduced their anxiety.Keywords: affective strategies, speaking, deep breathing, listening to music and laughing.
Students’ Speaking Strategies in Expressing Their Idea in Analytical Exposition Text
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tsui (2011) menemukan bahwa salah satu penyebab keengganan yang sering disebutkan di kelas adalah kurangnya kepercayaan diri siswa dan takut melakukan kesalahan dan ditertawakan. Karena alasan tersebut, peneliti ingin mengamati penggunaan strategi berbicara dalam teks eksposisi analitis menggunakan rubrik strategi berbicara. Strategi berbicara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data adalah teori Dornyei (1995) yang terdiri dari sebelas teori strategi berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berbicara yang digunakan oleh siswa. Peneliti menggambarkan penelitian dalam penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi kelas; dapatkan strategi berbicara siswa yang digunakan oleh siswa saat melakukan pidato mereka, kemudian dalam menganalisis data, peneliti menafsirkannya dengan rubrik strategi berbicara berdasarkan struktur generik teks penjelasan eksposisi. Disimpulkan dari penelitian bahwa menyampaikan pidato membuat mereka gugup. Sementara mereka merasa gugup di panggung, ada banyak strategi berbicara yang digunakan oleh siswa untuk menjaga kinerja mereka dengan baik. Ini membuktikan dari hasil siswa dalam mengatur tesis, mereka kebanyakan menggunakan salah satu strategi berbicara yaitu penggunaan cara non-linguistik. Dalam struktur generik berikutnya, yaitu menyatakan argumen, siswa banyak menggunakan strategi peranti ragu-ragu. Dan yang terakhir, siswa kebanyakan menggunakan strategi penerjemahan harfiah sambil menggambar pengulangan.Kata kunci: Berbicara, Strategi Berbicara, Teks Eksposisi Analitis Abstract Tsui (2011) found out that one of the commonly mentioned causes of reticence in the class is students’ lack of confidence and fear of making mistakes and being laughed at. Due to those reasons, the researcher wants to observe the use of speaking strategy in analytical exposition text using speaking strategy’s rubric. The speaking strategy which is used by the researcher to get the data is the theory of Dornyei (1995) consists of eleven theories of speaking strategies. The objective of the study is to find out the speaking strategies which are used by the students. The researcher describes the study in qualitative research. In collecting the data, the researcher did a classroom observation; get the students’ speaking strategies that are used by the students while performing their speech, then in analyzing the data, the researcher interprets it with the speaking strategy rubric based on the generic structure of analytical exposition text. It is concluded from the research that delivering a speech made them nervous. While they felt nervous in the stage, there were many speaking strategies which are used by students in order to keep their performance well. It proves from the students’ results in organizing thesis, they mostly used one of the speaking strategies that is the use of non – linguistic means. In the next generic structure, that is expressing argument, students mostly used the strategy of hesitation device. And the last, students mostly used the strategy of literal translation while drawing the reiteration.Keywords: Speaking, Speaking Strategy, Analytical Exposition Text
An Analysis of Recount Text Writing Composition of Tenth Grade Senior High School Students
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetika menyusun sebuah karya tulis, ada beberapa elemen yang harus dipenuhi dengan tujuan supaya dapat menghasilkan sebuah esai yang baik. Hal inipun juga berlaku dalam penulisan teks recount. Oleh karena itu, siswa harus memerhatikan seluruh elemen tersebut karena mereka dapat membantu penulis dalam menyusun sebuah teks yang baik dan dapat dimengerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai metode penelitian. Data diambil dari sepuluh teks recount yang disusun oleh siswa kelas sepuluh sekolah menengah atas. Untuk menganalisi teks, rubrik penilaian untuk teks recount digunakan untuk mengidentifikasi elemen-elemen penulisan yang terdapat didalam teks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan menyusun ide-ide didalam isi teks recount yang mereka susun. Hasil lain menunjukkan bahwa beberapa siswa gagal dalam meletakkan penjelasan yang sesuai untuk setiap struktur dalam teks recount. Misalnya, siswa meletakkan event sebagai orientation. Tetapi sebagian lainnya telah mengetahui fungsi dari setiap struktur teks recount. Bagaimanapun kebanyakan dari siswa berhasil menggunakan unsur kebahasaan dengan tepat. Kesimpulannya, pekerjaan siswa masih perlu untuk dikembangkan agar dapat menghasilkan karya tulis yang baik terutama untuk teks recount. Oleh karena itu, guru perlu memberikan perhatian lebih pada kelemahan siswa ketika menulis teks recount. Siswa juga perlu untuk mengembangkan pengetahuan mereka dan lebih banyak berlatih dalam menulis khususnya untuk teks recount.Kata Kunci: elemen-elemen menulis, teks recount, kemampuan menulis AbstractWhile composing a written work, there are some elements that should be fulfilled in order to produce a good essay. This also happens in recount text writing. Hence, the students have to take consideration on those elements because they can lead the writers to compose a good and an understandable text. This study used qualitative research as the research design. The data were taken from ten writings of recount text composed by tenth grader senior high school students. To analyse the texts, scoring rubric for the recount genre was applied to identify the elements of writing of the texts. The finding shows that most students seemed to have problem in developing and organizing ideas in their recount writing in terms of content. Another finding also shows that some students lack in putting the appropriate explanation for each structures of recount text as it should be. For the example, they put an event in the orientation. But some others are already aware of each function of recount text’s generic structure. However, most of them were succeed in applying the language features appropriately. In conclusion, the students’ work still need to be improved in order to produce a good written product especially in recount text. Hence, the teachers need to pay attention more on the students’ weaknesses while writing recount text. The students also require improving their knowledge and having more practices in writing, especially for recount text.Keywords: elements of writing, recount text, writing

Page 2 of 3 | Total Record : 28