cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2018)" : 28 Documents clear
Using Audiobook to Teach Reading Comprehension Narrative Text for Tenth Graders of Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMembaca telah menjadi kemampuan yang penting untuk pelajar untuk pelajari dalam pelajaran bahasa inggris. Namun, banyak kesulitan yang dialami oleh siswa untuk belajar membaca bahasa inggris, terutama pemahaman membaca. Oleh karena itu, penggunaan media dibutuhkan untuk membantu siswa dan juga guru dalam belajar mengajar pemahaman membaca di kelas. Media berbentuk audio seperti audiobook dapat membantu siswa yang mengalami kesulian dalam memahami teks seperti teks narratif. Demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara penggunaan media audiobok sebagai alat bantu siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca teks naratif, bagaimana cara pengimplementasian media ini didalam kelas, dan bagaimana respons siswa setelah menggunakan audiobook. Penelitian ini menggunakan guru dan siswa kelas 10 untuk subjek penelitian dalam pengimplementasian audiobook untuk reading comprehension narrative teks. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualititatif untuk mendapatkan hasil dari sebuah penelitian, dimana peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap subjek. Kemudian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pengimplementasian audiobook sangat mudah diterapkan dalam kelas. Kemudian, hasil dari kerja siswa menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa dapat memahami konteks dalam text ketika menggunakan audiobok dan mendapatkan score yang baik. Sedangkan dalam hasil wawancara hampir seluruh siswa menunjukkan kenyamanan dan kemudahan setelah menggunakan audiobook untuk reading comprehension narrative text.Kata kunci: Pemahaman Membaca, Teks Naratif, Audiobook AbstractReading has been an important skill for foreign language students to learn in English language. However, many difficulties that experienced by foreign students to learn to read English, especially reading comprehension. Therefore, media is needed to support students and teacher in teaching and learning reading comprehension in the classroom. Audio media can help students who experience difficulties in understanding texts such as audiobooks. In this case, this study was conducted to find out how the implementation of audiobok media as a tool to help students in understanding in reading a text, how to implement this media in the classroom and how the students’ responses after using audiobook. Researchers of this research focus on narrative text as material in the use of audiobooks. Furthermore, this study uses teachers and students at tenth grades for research subjects in the implementation of audiobooks for reading comprehension in narrative texts. This study uses descriptive-qualitative to get the results of a study, where researchers conduct observations and interviews with the subject. Then, the results of this study indicate that in the process of implementing audiobooks it is very easy to implement in the classroom. Then, the results of student work show that almost all students can understand the context in the text when using audiobook and get a good score. Whereas, in the interview results almost all students showed comfort in using audiobooks and was able to comprehend more narrative text.Key words: Reading comprehension, Narrative text, Audiobook.
Investigating The Implementation of Indirect Teacher Talk Category by The Subject Teacher in Teaching English for Specific Purposes
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUmumnya, para guru menggunakan kategori “pemberian informasi” sebagai salah satu jenis “pembicaraan guru langsung” untuk menarik minat siswa dalam belajar. Karena dinyatakan sebelumnya bahwa kategori “pembicaraan guru tidak langsung” seperti penerimaan perasaan, mengajukan pertanyaan, penerimaan dan / atau penggunaan ide-ide siswa, dan pujian / dorongan dapat mendorong siswa untuk berbicara, maka peneliti mencoba untuk menyelidiki penerapan penggunaan kategori pembicaraan guru tidak langsung terutama oleh guru mata pelajaran dalam mengajar ESP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejauh mana guru mata pelajaran menggunakan kategori pembicaraan guru tidak langsung secara efektif dalam mengajar ESP. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati aktivitas selama proses belajar mengajar. Artinya subjek penelitian adalah guru konten / mata pelajaran / spesialis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data seperti komunikasi verbal dan non verbal dengan menggunakan catatan lapangan. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan beberapa langkah seperti pengenalan-penyusunan dan penafsiran-pernyataan. Selain itu, penelitian telah menunjukkan beberapa hasil bahwa penerimaan perasaan dapat secara efektif digunakan oleh guru mata pelajaran untuk melibatkan dan memungkinkan siswa untuk berbicara satu sama lain. Yang kedua, pujian atau dorongan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan sosial di mana itu mempengaruhi persepsi teman-teman sekelas terhadap kemampuan individual. Selain itu, menerima/menggunakan ide-ide siswa dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan motivasi dan tujuan belajar siswa. Selebihnya, mengajukan pertanyaan juga memberikan latihan mandiri bagi para siswa.Kata Kunci: Pembicaraan Guru, Kategori Pembicaraan Guru Tidak Langsung, Guru Mata Pelajaran, Bahasa Inggris Untuk Tujuan Spesifik (ESP)AbstractGenerally, teachers use “giving information” category of “direct teacher talk” to arrause the students’ interest in learning. Since it was stated that “indirect teacher talk” category such as acceptence of feeling, asking questions, acceptence and/or the use of students’ ideas, and praise/encouragement could promote the students to speak, then the researcher tried to investigate the implementation of using indirect teacher talk category especially by the subject teacher in teaching ESP. The objective of this study is to describe the extent of the subject teacher uses indirect teacher talk categories effectively in teaching ESP. In this study, the researcher observed the activity during teaching learning process. It means that the subject of the research was a content/subject/specialist teacher. This study is a descriptive qualitative study. The researcher collected the data like verbal and non verbal communication by using field note. To analyze the data, the researcher used some steps such as familiarizing-organizing and interpreting-representing. Moreover, the study had shown some results that acceptence of feeling can be effectively used by the subject teacher to engage and enable the students to talk to one another. The second, praise or encouragement also has a significant effect on social development in which it affects classmates’ perception of individual students’ ability. Additionally, accept and/the use students’ ideas can be effectively used to improve the students’ motivation and learning goal. Moreover, asking questions also provides independent practice for the students.Keywords: Teacher Talk, Indirect Teacher Talk Category, Subject Teacher, ESP
The Effect of Using Outline Technique to Improve Students’ Ability in Writing Descriptive
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBahasa inggris mempunyai 4 skill dan mereka dibagi menjadi 2 bagian skill yaitu penerima dan memproduksi skill. Menulis adalah salah satu produksi skill. Ada banyak tekhnik untuk meningkatkan penulisan siswa. Salah satunya ialah outline untuk membantu progres yang sudah digunakan mereka di kelas. Maka dari itu, penelitian ini di teliti untuk menginvestigasi penggunaan outline untuk mengembangkan komponen penulisan seperti konten dan organisasi didalam teks deskriptif. Penelitian tindakan dipilih sebagai desain penelitian. Ini terfokus di penulisan hasil kerja siswa dari segi konten dan organisasi dan kegunaan outline. Satu kelas sebagai partisipasi karena kelas tersebut adalah kelas yang mempunyai permasalahan. Tes pertama dan kedua digunakan untuk pengumpulan data siswa. Setelah menemukan hasil tes pertama, outline langsung diberikan ke siswa. Hasil dari tes pertama dan kedua terdapat perbedaan yang siknifikan dimana tes kedua memilik nilai lebih tinggi dari pada hasil tes pertama. Ini juga ditemukan bahwa outline membantu dalam penulisan siswa terutama dari segi konten dan organisasi hasil tulisan siswa. Maka dari itu, berdasarkan permasalahan di bab pertama bahwa tulisan siswa renda. Ada banyak alasan seperti mereka tidak mengetahui bagaimana mengorganisasi ide-ide mereka, bagaimana menyalin ide mereka ke dalam tulisan. Permasalah-permasalahan sudah terselesaikan menggunakan outline. Itu bisa dilihat dari hasil tulisan deskripsi siswa dan juga bias dilihat dari peningkatan hasil tulian mereka dari segi konten dan organisasi tulisan.Kata kunci: Outline, Menulis, Teks DeskriptifAbstractEnglish has four skills and they are divided into two parts, receptive and productive skills. Writing is one of productive skills in English. There are many techniques to improve writing ability. One of them is outline technique to recall the progress that had been done through the class. Outline is a plan before writing a paper or an essay that can be used for students in the writing class. Therefore, this study is conducted to investigate the use of outline is effective to improve students’ writing component such as content and organization in descriptive text. Action research is chosen as the research design. The focus limited into students writing component especially content and organization and the use of outline. One class was a participant since that class which had a problem. Pre-test and post-test were used to collect the data students’ writing. After the result of pre-test had been scored, outline was given directly. And then, they start to do the post-test. The results found that there is significance changes between pre-test and post-test where post-test has higher score that the pre-test. It is also found that outline helps their writing especially in the content and organization of the students’ essay writing. Therefore, according to the problems in chapter 1 that are students’ writing were low. There are many reasons such as they do not know how to organize their ideas, how to transfer their thought into a writing. Those problems have been solved by using outline. It can be seen from result of their writing descriptive and it can be looked from the improvement of their writing in term of content and organization.Keywords: Outline, Writing, Descriptive text
An Analysis of Students’ Error in Writing Interpersonal Text in The Eighth Graders of SMPN 2 Lamongan
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk menemukan error yang terjadi di teks interpersonalnya siswa dan juga penyebab yang mendasari terjadinya error. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dalam mengumpulkan data yang menjawab pertanyaan penelitian. Dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa masih memiliki masalah serius dalam menulis teks interpersonal dalam kasus struktur gramatikal. Empat jenis kesalahan yang terlibat, yaitu omission, addition, mis-formation, dan mis-ordering. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa sering melakukan mis-formation. Selain itu, penyebab kesalahan yang dilakukan juga diperoleh dari tiga faktor yang mendasari kesalahan ini yaitu carelessness, first language interference, dan translation. Maka, itu dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi dalam rancangan teks interpersonal siswa adalah mis-formation. Sementara itu, carelessness menjadi faktor yang sering dilakukan oleh siswa ketika melakukan error.Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Kesalahan Siswa, Menulis, Naskah, Teks Interpersonal AbstractIn this study, the researcher aims to find out the errors occurred in the students’ interpersonal text and also the causes which underlie the errors committed. This study used qualitative research in collecting the data answering the research questions. And the result of this study shows that the students still have a serious problem in writing an interpersonal text in the case of grammatical structure. Four types of error were involved, those were omission, addition, mis-formation, and mis-ordering. The result shows that students high frequently committed mis-formation. Moreover, the causes of errors committed were also obtained from three factors which underlie these errors which are carelessness, first language interference, and translation. Furthermore, it can be concluded that the most frequent error in the students’ interpersonal text drafts is mis-formation. While, carelessness becomes the most frequent caused by the students when committing errors. Keywords: Error Analysis, Students’ Error, Writing, Draft, Interpersonal text.
Students’ Perception about English Song and The Correlation Between Frequency of Listening to English Song and Students’ Performance in Listening Class
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah opsi pada sumber pengajaran baik untuk dosen dan mahasiswa. pertanyaan dari penelitian ini adalah Bagaimana persepsi para mahasiswa terhadap bagaimana lagu berbahasa Inggris membantu mereka dalam belajar Bahasa Inggris? Dan apakah ada korelasi antara frekuensi mendengarkan lagu berbahasa Inggris dengan kemampuan mereka di kelas listening? Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode survey research dengan bantuan dua instrumen, kuesioner dan catatan dosen. Para peserta untuk penelitian adalah 48 siswa dari dua kelas listening for daily content. Berdasarkan temuan penelitian, sebagian besar siswa menganggap bahwa lagu berbahasa Inggris membantu mereka untuk mencapai kemampuan yang baik di kelas. ini bisa dilihat dari tanggapan para peserta yang menjawab kuesioner. Juga, ada korelasi yang signifikan antara frekuensi mendengarkan lagu berbahasa Inggris dengan kemampuan siswa di kelas. para siswa yang sering mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris dan menggunakannya sebagai media untuk belajar memiliki skor yang lebih baik.Kata Kunci: lagu berbahasa inggris, sumber belajar AbstractThe aim of the research was to add options on teaching sources for both lecturers and students. the question of the research was What is the students’ perception towards how English song help them in acquiring English? And Is there any correlation between the frequency of listening to English song with their performance in listening class? In order to answer those research questions, the researcher using survey research with help of two instruments, questionnaire and lecturer’s checklist. The participants for the research were 48 students of two listening for daily content classes. Based on the research findings, most of students regard that English song help them to achieve good performance in the class. this could be seen from the responds of the participants answering the questionnaire. Also, there is a significant correlation between the frequency of listening to English songs with students’ performance in the class. the students with who often listen to English songs and use it as media for learning have better score.Keywords: English songs, learning source
The Implementation of Portfolio Assessment Measuring Students’ Ability to Write Descriptive Text for Seventh Graders of Junior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan portfolio assessment dalam megukur kemampuan menulis siswa. Assessment ini dianggap sebagai assessment yang paling tepat untuk mengukur kemampuan menulis karena terdiri dari sekumpulan pekerjaan siswa yang berisi progress atau perkembangan siswa dalam beberapa waktu. Peneliti ingin mengetahui tentang penerapan portfolio assessment yang diterapkan oleh guru bahasa inggris sudah sesuai dengan procedure yang benar. Oleh karena itu, peneliti berfokus terhadap rumusan masalah dari penelitian ini yang merupakan tahap-tahap portfolio assessment itu sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang melibatkan guru bahasa inggris dari salah satu SMP Negeri di Jawa Timur sebagai subject penelitian. Data penelitian di dapatkan melalui observasi di kelas selama tiga kali pertemuan dan wawancara kepada guru untuk mendapatkan informasi tambahan. Data yang didapatkan berupa hasil dari observasi non partisipatory dimana peneliti mencatat semua aktivitas guru yang dilakukan didalam kelas saat mengajar. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa guru sudah menerapkan portfolio assessment sesuai dengan tahapan yang benar. Siswa juga berhasil meningkatkan pencapaian kemampuan menulis mereka menjadi lebih baik pada setiap pertemuan. Meskipun demikian, masih ada beberapa penerapan yang kurang tepat sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya hasil siswa. Guru memiliki kelemahan dalam setiap tahapan dari portfolio assessment.Keywords: Portfolio penilaian, kemampuan menulis, teks deskriptif. Abstract This study aimed to describe the implementation of portfolio assessment in assessing the students writing skill. It is the most appropriate assessment to measure students’ writing because it is a collection of students’ works which contain of their progress and development in period of time. The researcher wants to know whether the English teacher has applied appropriate procedure of portfolio assessment. Therefore, she focuses on the study problems which are the stages of portfolio assessment itself. This is a qualitative descriptive research that involved an English teacher from one of Junior High School in East Java as the subject of the research. The study data was collected from the observation in the class along during three meetings and from the interview with the teacher to get further information. The data was the result of non-participatory observation where the researcher took notes of all the activities done in the class. From this study, it can be seen that the teacher has applied the portfolio assessment based on the stages. The students could improve their writing skill and they got better achievement in every meeting. Nevertheless, there were still some inappropriate implementation that influenced the students’ product. It can be seen from the whole activities that the teacher has weaknesses in every stage. He cannot do it completely perfect.Key words: Portfolio assessment, writing skill, descriptive text.
The Effect of English Language Anxiety on Speaking Performance of English Department Students
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak ahli yang menyatakan bahwa kegelisahan dalam mempelajari bahasa asing, dapat berdampak buruk pada kemampuan berbicara siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Secara umum, kegelisahan berbahasa asing dipertimbangkan sebagai efek buruk dalam pembelajaran suatu bahasa. Namun, secara berlawanan, banyak ahli yang mendapati bahwa kegelisahan berbahasa asing dapat meningkatkan motivasi siswa untuk menjadi lebih baik selama proses belajar mengajar. Sebelumnya, penelitian di bidang kegelisahan berbahasa asing telah dilaksanakan untuk mengetahui efek kegelisahan berbahasa asing pada siswa di kelas academic speaking. Dalam penelitian ini, sebanyak dua puluh tiga siswa (5 laki-laki & 18 perempuan) kelas academic speaking A berpartisipasi dalam penelitian ini. Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) digunakan untuk mengukur tingkat kegelisahan siswa. Kemudian, nilai dari FLCAS dikorelasikan dengan nilai ujian akhir sebagai representasi kemampuan berbahasa siswa. Dalam penelitian saat ini, data menunjukkan interelasi yang positif antara kegelisahan dengan kemampuan siswa. Meskipun demikian, beberapa hal lainnya perlu dilibatkan dalam penelitian ini untuk menjembatani perbedaan hasil penelitian antara penelitian saat ini dengan penelitian sebelumnya, yang secara umum mengindikasikan bahwa tingkat kegelisahan siswa menghasilkan korelasi negatif dengan nilai ujian akhir siswa. Kata Kunci: kegelisahan berbahasa asing, kemampuan berbicara, motivasi siswa. Abstract Many scholars consider that foreign language anxiety has notoriously inverted students speaking performance due to the learning of a target language. Foreign language anxiety has been majorly considered as debilitative factor due to language learning. On the other hand, however, some scholars have found that foreign language anxiety increased students motivation to perform well due to the language learning process. In advance, a research in the foreign language area was conducted to reveal the effect of foreign language anxiety among students of academic speaking course at English Department of Universitas Negeri Surabaya. To date, twenty three students (5 male & 18 females) enrolled in academic speaking course A was participated in the study. The Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) was administered to measure students anxiety level. The scores derived from the FLCAS were correlated with the students final speaking grades. The computation indicated positive interrelation between students anxiety and speaking grade. Nevertheless, some other issue need to be taken into account to explain the discrepancy research finding between the present study and previous study in which majorly indicated negative correlation among students anxiety level with their final grades. Keywords: foreign language anxiety, speaking performance, students’ motivation
The Implementation of Grammar Chant as A Part of Teaching Speaking to Fifth Grader in Banyuwangi
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penerapan grammar chant yang dilakukan pada siswa kelas 5 di salah satu sekolah dasar di Banyuwangi. Penelitian ini akan mengamati bagaimana guru melatih penekanan dan irama, bagaimana guru mereview kosakata, dan bagaimana guru mereview tata bahasa. Dalam hal ini, observasi digunakan untuk mendapatkan data. Dimana sumber data adalah kegiatan verbal dan non-verbal dari guru dan murid. Kemudian, data di analisis menggunakan metode deskriptif kualiatif. Hal ini untuk menangkap semua fenomena yang terjadi ketika observasi dilaksanakan terkait dengan penerapan grammar chant. Semua pertanyaan dianalisis dengan tahapan dari Ary et al (2010). Lebih lanjut, wawancara juga digunakan untuk menjawab fenomena yang terjadi selama observasi sehingga tidak hanya pertanyaan penelitiannya saja tetapi juga fenomena-fenomena lain bisa dianalisa dan dijawab pada penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa penerapan grammar chant telah di terapkan dengan sesuai berdasarkan teori yang ada meskipun ada fenomena dimana tahapan-tahapan diselesaikan tidak berurutan dan menggunakan materi yang sama selama tiga pertemuan. Menurut teori, tahapan kedua adalah mereview kosakata dan tahapan ketiga adalah mereview tata bahasa, tetapi ketika observasi tahapan kedua justru mereview tata bahasa dan dan tahapan ketiga mereview kosakata yang berarti bahwa ada perubahan antara tahapan kedua dengan ketiga. Ini tidak masalah, karena fenomena itu tidak mempengaruhi murid atau guru selama penerapan grammar chant dan juga menggunakan materi yang sama selama tiga pertemuan lebih efektif untuk siswa, karena ini akan teringat pada pikiran mereka dalam jangka waktu yang lama dan tidak ada efek buruk karena hal itu. Kata Kunci: grammar chant, kemampuan berbicara, siswa usia dini Abstract This research aims to explore the implementation of grammar chant conducted to the fifth grade students at one of elementary school in Banyuwangi. This research observed how the teacher taught stress and rhythm, how the teacher taught vocabulary, and how the teacher taught grammar focus. In this case, the field observation was implemented to get the data. The source of data was verbal and non-verbal activities from the teacher and students. Then, the data was analyzed by using descriptive qualtitative method. It was to catch all phenomena happened when the observation was done related to the grammar chant implementation. All of the questions were analyzed by using steps of Ary et al (2010). Furthermore, interview also used to answer the phenomena happened during the observation so that not only the questions, but also other phenomena can be analyzed and answered in this research. The result showed that grammar chant implementation has been implemented properly based on the theory of Graham (1978) even though some steps are not finished in order and the teacher used same material for three meetings. According to the theory of Graham (1978), the second step is to review vocabulary and the third step is to review grammar focus, but during observation the second step is to review grammar focus and the third step is to review vocabulary which means that there is an alteration between the second and the third step. It does not matter, because it does not influence the students or teacher during grammar chant implementation and also using the same material for three meetings is more effective for the students, because it can memorize in their mind for long time and there is no negative effect multiple times of it. Keywords: Grammar chant, Speaking skill, Young learners.

Page 3 of 3 | Total Record : 28