cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 20 Documents clear
Grammatical Error Analysis of Speaking for Eight Grade Students of SMPN 1 Benjeng Gresik
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Error tidak dapat dipisahkan dari pelajar terutama ketika mereka berbicara. Error terjadi ketika pelajar tidak tahu aturan bahasa yang benar dan dilakukan berulang kali. Error membuat pelajar tidak bisa menghasilkan ucapan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan error yang dilakukan oleh pelajar dengan menganalisis jenis error tata bahasa. Desain penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis error yang dibuat oleh siswa ketika berbicara. Data dikumpulkan dari dialog siswa yang berisi jenis error tata bahasa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan catatan lapangan observasi dan rekaman video sebagai instrumen. Peneliti menganalisis data dengan mengidentifikasi, menggambarkan dan mengelompokkan, menjelaskan, dan mengevaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dalam error penghilangan, siswa melakukan penghilangan kata kerja bantu, deleksikal, sufiks –s untuk orang ketiga tunggal, dan sufiks –s untuk kata benda jamak, sumber error ini adalah transfer antar bahasa. Berikutnya adalah error penambahan, siswa melakukan error dalam menambahkan progressive –ing, final ¬s untuk orang ketiga tunggal, dan suffix –er untuk kata kerja yang tidak perlu. Peneliti mengkategorikan error ini sebagai transfer intralingual. Terakhir, siswa melakukan error salah formasi dalam menggunakan kata bantu be daripada kata bantu do. peneliti mengategorikan sumber error ini sebagai transfer intralingual. Kata Kunci: kesalahan gramatika, analisa kesalahan, analisa berbicara. Abstract Errors cannot be separated from the learner especially when they are speaking. Errors occur when the learner does not know the correct rule of language and commit repeatedly. These errors make the learner could not produce good utterances. This study aimed to minimize the errors made by the learner by analyzing the types of grammatical errors. The research design of this study is qualitative which aimed to describe and analyze the errors made by students in speaking. The data were gathered from the students’ dialogues that contain types of grammatical errors. In this research, the researcher used observation field note and videotaped recording as instruments. The researcher analyzed the data by identity, describe and classify, explain, and evaluate. Based on the results of the research, it was found that in errors of omission, the students committed omission of the auxiliary, delexical verb, the suffix –s for third-person singular, and the suffix –s for a plural noun, the source of this error is interlingual transfer. Next is errors of addition, in these types of errors, the students committed errors in adding progressive –ing, finals for third-person singular, and the suffix –er in verb which unnecessary. The researcher categorized this error as an intralingual transfer. Lastly, the student committed errors of misformation in using auxiliary be instead of auxiliary do. Because of the student knew the structure but he used the wrong auxiliary, the researcher categorized the source of this error as an intralingual transfer. Keywords: grammatical error, error analysis, analysis of speaking
Teacher’s Techniques in Building Self-Confidence in Speaking Classroom
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Belajar bahasa Inggris menyebabkan beberapa masalah dan kesulitan terhadap siswa terutama dalam hal berbicara. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penampilan berbicara siswa seperti kegugupan, kecemasan dan kurangnya kepercayaan diri. Sehingga, penting bagi para guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk memotivasi siswa untuk berbicara. Para guru memiliki tanggung jawab besar untuk memotivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan teknik yang menarik. Selain itu, teknik guru sangat penting bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan teknik mengajar yang digunakan oleh guru dalam membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara di ruang kelas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru di Omah Mandari Course yang menerapkan teknik yang menarik dalam mengajar berbicara di ruang kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar catatan penelitian, perekam audio, perekam video, dan panduan wawancara dalam rangka untuk menjawab pertanyaan penelitian. Prosedur analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah menuliskan semua data, mengatur data, pengkodean data, dan menyajikan data. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan lima teknik dalam membangun kepercayaan diri siswa; pembelajaran luar ruangan, studi kontekstual, diskusi, presentasi, dan mini debat. Penggunaan dari teknik tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Selain itu, juga memotivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris karena guru memberi mereka penguatan positif dan menggunakan teknik yang menarik selama proses belajar. Sebagai kesimpulan, teknik yang digunakan oleh guru Omah Inggris dapat diterapkan oleh guru bahasa Inggris untuk mengajar siswa SMP hingga SMA. Selain itu, guru perlu mengetahui karakter dan kemampuan siswa agar dapat menggunakan teknik yang tepat di dalam kelas. Ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara. Kata Kunci: kemampuan berbicara, teknik guru, kepercayaan diri Abstract Learning English may create some problems and difficulties toward some students especially in speaking skill. There are several factors that influence student speaking performance such as nervousness, anxiety and lack of self-confidence. As a result, it is important for the teachers to create a fun and enjoyable atmosphere so that the students have a better motivation to speak up. The teachers have a big responsibility to motivate the students in speaking English by using interesting techniques. Furthermore, teacher’s techniques are essential for the students to accomplish the learning objectives. The aim of this study is to describe the techniques used by the teacher in building self-confidence in speaking classroom. The researcher uses descriptive qualitative research in this study. The subject of this study is a teacher in Omah Inggris Course who implement some techniques in speaking classroom. The instruments used in this study are field notes, audio recorder, video recorder, and interview guideline in order to answer the research questions. The procedure of the data analysis used by the researcher is transcribing all the data, organizing the data, coding the data, and representing the data. The result of this study shows that the teacher uses five techniques in building students’ self-confidence; outdoor learning, contextual study, discussions, presentations, and mini-debate. The used of these techniques could improve students’ self-confidence in speaking English. Besides, it also motivates the students to learn English since the teacher gives them positive reinforcement and uses interesting techniques during the learning process. In conclusion, the techniques used by Omah Inggris teacher can be applied by the English teacher to junior high to senior high students in speaking skill. In addition, the teachers need to know students’ character and ability in order to use appropriate techniques in the classroom. It can help the students to improve their self-confidence and speaking skill. Keywords: speaking skill, teacher’s techniques, self-confidence
Reinforcement in Speaking Class to Motivate Students
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu keterampilan bahasa yang diharapkan dapat dikuasai siswa adalah kemampuan berbicara. Namun, ada beberapa siswa yang mungkin gagal dalam menguasai keterampilan berbicara karena siswa kurang termotivasi. Oleh karena itu, penguatan diperlukan untuk menjadi alat yang memotivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini digunakan dalam bentuk penelitian kualitatif sebagai desain penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Studi ini juga termasuk studi kasus yang menggunakan wawancara, observasi dan dokumen sebagai instrumen utama. Pengamatan dirancang untuk mencari tahu bagaimana guru memperkuat siswa mereka untuk memotivasi mereka dalam kelas berbicara. Di sisi lain, wawancara dirancang untuk mengetahui persepsi siswa tentang penguatan motivasi yang diberikan oleh guru di kelas berbicara. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dan metode analisis data oleh Ary (2010) untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis penguatan yang diberikan oleh guru di kelas berbicara yaitu penguatan positif dan negatif. Berdasarkan hasil pengamatan, sebagian besar guru memberikan penguatan positif kepada siswa. Selanjutnya, temuan menunjukkan bahwa siswa merasa termotivasi dan dihargai di kelas berbicara ketika diberi penguatan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa penguatan berperan penting terutama di kelas berbicara. Dengan memberikan penguatan kepada siswa, itu dapat membuat siswa merasa termotivasi dan membuat siswa melakukan yang terbaik dalam kegiatan kelas. Kata kunci: berbicara, motivasi, penguatan Abstract One of the language skills that students are expected to master is speaking. However, there are some students that might fail in mastering speaking because the students are less motivated. Hence, reinforcement is needed to be the tool that motivates the students to speak English. This study used in the form of qualitative research as the research design in order to answer the research questions. This study also belonged to a case study which used interview, observation, and documents as the main instruments. The observation was designed to find out how the teacher reinforces their students in order to motivate them in speaking class. On the other hand, the interview was designed to find out students perceptions of motivational reinforcement given by the teacher in speaking class. In this study, the researcher used a semi-structured interview and data analysis method by Ary (2010) to analyze the data. The results of the study showed that there were two types of reinforcement given by the teacher in the speaking class namely positive and negative reinforcement. Based on the observation result, the teacher mostly gave positive reinforcement to the students. Furthermore, the findings showed that students felt motivated and appreciated in speaking class when given reinforcement. Therefore, based on the result of the study, the researcher concludes that reinforcement plays an important role, especially in speaking class. By giving reinforcement to the students it can make the students feel motivated and make students do their best in a classroom activity. Keywords: speaking, motivation, reinforcement
The Implementation of Metacognitive Strategies in Reading Narrative Text for the Tenth Graders of Senior High School
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membaca adalah salah satu keterampilan yang penting untuk diajarkan dalam kelas bahasa asing. Membaca merupakan salah satu keterampilan bahasa yang utama untuk mendapatkan informasi apa pun. Namun, dalam praktik nyata pembelajaran bahasa, tidak semua peserta didik menyadari pentingnya membaca. Strategi metakognitif adalah salah satu strategi membaca yang efektif bagi siswa untuk menjadi pembaca yang efektif. Ada beberapa jenis strategi metakognitif yang diterapkan siswa dalam pemahaman membaca. Penelitian ini dilakukan pada sepuluh siswa berprestasi kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan studi kasus sebagai desain penelitian untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang penggunaan strategi metakognitif. Wawancara, observasi melalui sesi think-aloud, dan learning log diterapkan untuk mengetahui jenis strategi metakognitif dan bagaimana mereka menggunakannya. Berdasarkan data yang didapat, siswa menerapkan enam jenis strategi metakognitif. Mereka memiliki beberapa perbedaan dan persamaan cara dalam menggunakan strategi metakognitif. Kesimpulannya, siswa menerapkan beberapa jenis strategi metakognitif. Dalam penerapannya mereka memiliki persamaan dan perbedaan cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang teks. Kata kunci: Membaca, Strategi Metakognitif, Jenis Strategi Metakognitif. Abstract Reading is one of the important skill to be taught in a foreign language setting. It also one of the major language skill to gain any information. However, in real practice of language learning, not all learners have been realized the importance of reading. Metacognitive strategies are one of the effective reading strategies for students to be effective readers. There are some kinds of metacognitive strategies that students applied in reading comprehension. This study was conducted to the ten high achiever students of tenth graders. A case study was the research design of this research to get the information in depth about the use of metacognitive strategies. Interview, observation through think-aloud sessions, and learning log were applied to know the kinds of metacognitive strategies and how they use it. According to the data, the students implemented six kinds of metacognitive strategies. They had some differences and similarities in ways of using metacognitive strategies. In conclusion, the students applied some kinds of metacognitive strategies that have similarities dan differences way to get a better understanding of the text. Keywords: Reading, Metacognitive Strategies, Kinds of Metacognitive Strategies.
The Analysis of The Authenticity of Writing Task in ‘ Buku Bahasa Inggris untuk Siswa SMA/SMK/MA Kelas 11’
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan materi otentik di Buku siswa memberikan manfaat dan keuntungan lebih yakni menambahkan nilai keotentikan pada konten. Keotentikan dalam penelitian ini dimaknai sebagai kualitas konten buku dalam menyediakan ‘task’ bagi siswa yang menyerupai konteks yang sebenarnya dalam bahasa target, baik yang dibuat, diadopsi, atau diadaptasi. Materi otentik sangat penting bagi siswa karena terdapat aspek budaya dan latar belakang yang memberikan siswa gambaran bagaimana bahasa target digunakan dalam konteks yang sebenarnya sehingga siswa juga akan lebih termotivasi karena bahasa target yang dipelajari didalam kelas benar-benar bisa diaplikasikan di kehidupan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1)Keotentikan ‘writing task’ berdasarkan genre dari ‘writing task’ dan (2) Keotentikan writing task berdasarkan practice-nya di Buku Bahasa Inggris Kelas untuk siswa SMA/SMK/MA Kelas 11. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Data didapatkan melalui teknik observasi writing task dan kemudian di analisis menggunakan kategorisasi writing task menurut Raimes (1983). Hal ini dilakukan untuk menghindari keambiguan dalam menentukan apakah suatu task termasuk kedalam keterampilan menulis atau ketermapilan yang lain. Kemudian data yang sudah dikumpulkan dianalisis keotentikannya berdasarkan dua features, yakni genre dan practice. Hasil penilitian menunjukkan bahwa writing task di BI otentik karena meliputi genre yang beragam dengan tujuan dan sasaran yang spesifik. Selain itu writing task di BI juga mengandung keotentikan karena menginstruksikan siswa untuk (1)menunjukkan atau menciptakan respond (performing respond),(2)memberikan situasi yang menyerupai kehidupan nyata (providing real life), mengaplikasikan materi pokok yang sudah ditetapkan (Applying knowledge), (3) Fleksibel terhadap siswa (Students-structured), dan pembuktian langsung (Direct Evidence). Sehingga berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan writing task di BI otentik baik dari segi genre maupun practice dari writing tasks. Kata Kunci: keotentikan, analisis, writing task, genre writing task, practice writing task Abstract The existence of authentic materials in the students’ textbook make the textbook have more benefit, which is providing authenticity in this case. Authenticity is the quality of material/content of authentic materials which has been adapted or adopted in students’ textbook in designing task or text resembling real life. Authentic materials are important because they contain cultural aspects and show the learner how native speakers use the target language in every aspect of their lives. The aim of this research is to find out the authenticity of writing the task in Buku Bahasa Inggris Kelas untuk siswa SMA/SMK/MA Kelas 11 in terms of (1) the genre of the writing tasks (2) the practice of the writing task. The approach of this study is Qualitative. The data is gathered through observing and analyzing the tasks using the categorization of writing task proposed by Raimes (1983). This is done to avoid the ambiguity if a task belongs to writing skills or any other skill. Furthermore, the data gathered is found out its authenticity in terms of the genre and the practice of the writing task as the features of authenticity. The result shows that in term of the genre, the writing tasks provide variously genres with various specific purposes and speech community. In terms of the practice, the writing task providing authenticity by asking students to perform respond, providing students with a real context in L2, asking students to apply the knowledge they’ve learned, giving students flexibility in doing the task, and providing questions that are cognitively demanding to students. Therefore, the writing tasks in the textbook are authentic in terms of the practice and the genre of the writing tasks. Keywords: authenticity, analysis, writing task, the genre of writing task, the practice of writing task
The Use of English Song as the Media to Teach Listening to Tenth Graders in SMA 1 Jombang
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam mengajar bahasa Inggris ada empat keterampilan yang harus dikuasai, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Jenis keterampilan yang harus dipelajari dimulai dari mendengarkan. Keterampilan mendengarkan perlu dikuasai agar dapat berkomunikasi. Mendengarkan terdaftar sebagai dua keterampilan yang paling dibutuhkan dalam komunikasi, bersama dengan berbicara. Di Kurikulum 2013, mendengarkan lagu adalah komponen wajib dan dinyatakan dalam kurikulum dan menjadi bahan yang harus diajarkan. Dalam hal ini, peran guru diperlukan untuk membantu siswa dalam mengajar mendengarkan. Lagu bisa dianggap sebagai media. Lagu membuat siswa dapat belajar keterampilan mendengarkan. Selain itu, para siswa lebih terbiasa dengan lagu. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati penggunaan lagu sebagai media dalam mengajar mendengarkan siswa kelas sepuluh dengan menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan beberapa instrumen seperti daftar observasi, pekerjaan siswa dan kuesioner. Berdasarkan hasil, penggunaan lagu sebagai media dalam mengajar mendengarkan siswa kelas sepuluh berhasil. Dapat dilihat bahwa para siswa menikmati kegiatan mendengarkan mereka. Mereka menanggapi pelajaran dengan positif dan antusias dan terlibat dengan mudah dalam seluruh proses pembelajaran. Selain itu, penerapan penggunaan lagu sebagai media dalam mengajar menyimak dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Hampir semua siswa mengatakan bahwa mereka tertarik dan termotivasi dalam belajar mendengarkan lagu ketika melakukan tugas, daripada cara konvensional belajar mendengarkan di kelas. Selain itu, mengajar mendengarkan melalui lagu juga bermanfaat untuk kemampuan mendengarkan siswa. Ini dapat diidentifikasi dalam karya siswa. Peneliti menemukan bahwa siswa lebih mudah menemukan konten dan konteks lagu saat mendengarkan. Apalagi para siswa lebih bersemangat di kelas. Ini bisa dilihat ketika banyak siswa menjadi sangat baik hingga sangat baik untuk pekerjaan mereka. Lebih lanjut, peneliti mengamati bahwa siswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan informasi spesifik tentang makna dan nilai moral dari lagu tersebut, tetapi jawabannya cukup sesuai dengan trek dan melangkah lebih jauh dari makna sebenarnya dari lagu tersebut. Penafsiran siswa tentang lagu dijelaskan dengan baik dan kedalamannya bagus tetapi siswa ini tidak dapat menjelaskan lagu dengan benar. Kata kunci: Lagu Bahasa Inggris, Pembelajaran Mendengarkan Abstract In teaching English there are four skills that should be mastered, those are listening, speaking, reading and writing. The sort of skills to be learned is started from listening. Listening skill needs to be mastered in order to be able to communicate. Listening is listed as the two most required skill in communication, together with speaking. In 2013 Curriculum, listening to the song is an obligatory component and stated in curriculum and become materials that should be taught. In this case, the role of the teacher is needed to assist students in teaching listening. Songs can be regarded as the media. Song makes students able to learn a listening skill. In addition, the students are more familiar with the song. In this study, the researcher observed the use of song as the media in teaching listening to tenth graders by using qualitative research. The researcher used some instruments such as observation checklist, students’ work, and questionnaire. Based on the result, the use of song as the media in teaching listening to tenth graders was successful. It can be seen that the students enjoyed their listening activity. They responded positively and enthusiastically to the lesson and engaged easily in the whole learning process. In addition, the implementation of the use of song as the media in teaching listening could improve the students listening skills. Almost all students said that they were interested and motivated in learning to listen to the song when doing the assignment, rather than the conventional way of learning to listen in the classroom. Besides, teaching listening through songs is also beneficial for the students’ listening ability. This could be identified in the students’ works. The researcher found that the students were easier to find the content and context of the songs while listening. Moreover, students are more excited in the classroom. This could be seen when a lot of the students got excellent to very good for their works. Furthermore, the researcher observed that the students could identify and explain the specific information about the meaning and moral value from the song, but the answers were quite of the track and went further from the real meaning of the song. The student’s interpretation of the song is well explained and the depth was good but this student was not able to explain the song correctly.Keywords: English Song, Teaching Listening
Speaking Difficulties Experienced by Freshmen Students in University and Their Strategies to Overcome The Difficulties
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan berbicara adalah salah satu aspek penting dalam belajar bahasa Inggris. Berbicara adalah kegiatan umum tetapi juga merupakan kegiatan yang sangat kompleks untuk dipertimbangkan dalam mengajar EFL. Namun masih ada beberapa kesulitan yang terjadi selama pengajaran dan pembelajaran berbicara bahasa Inggris. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian yang berhubungan dengan kesulitan berbicara siswa di berbagai tingkat pendidikan, tetapi hanya ada beberapa yang melakukan penelitian yang berhubungan dengan kesulitan berbicara siswa di tingkat perguruan tinggi, terutama untuk mahasiswa baru. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan berbicara yang dialami oleh mahasiswa baru di universitas, kondisi ketika kesulitan terjadi dan strategi yang digunakan oleh mahasiswa baru untuk mengatasi kesulitan mereka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain kualitatif sebagai desain penelitian utama dan menggunakan pendekatan Studi Interpretatif Dasar. Subjek penelitian adalah siswa di kelas Speaking for Daily Context di Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Field Notes, Interview, dan Audio Recorder. Peneliti menggunakan prosedur analisis data yaitu Familiarizing dan Organizing, Coding dan Reducing, Interpreting dan Representing. Ini menunjukkan bahwa siswa, mahasiswa baru, pengalaman berbicara seperti gangguan tata bahasa, gangguan leksikal, gangguan fonologis, gugup, dan partisipasi yang rendah atau tidak merata. Selanjutnya kesulitan sering terjadi selama kegiatan presentasi dan percakapan spontan. Dengan demikian strategi yang digunakan oleh siswa untuk mengatasi kesulitan berbicara mereka adalah latihan tata bahasa, banyak mendengarkan, memahami isi, membaca keras-keras, dan kelompok yang berbahasa Inggris. Kesimpulannya ada beberapa kesulitan berbicara yang masih dialami oleh fershmen di universitas. Kata Kunci: Kesulitan Berbicara Abstract Speaking is one of the important aspects of learning English. Speaking is common activities but is also a highly complex activity to be considered in teaching EFL. However, there are still some difficulties happen during the teaching and learning English speaking. Some researcher has conducted research dealing with the students speaking difficulties in various level of education, but there are still a few who do research dealing with students speaking difficulties in college level, especially for freshmen. Thus this study aimed to find out the kind of speaking difficulties experienced by freshmen in university, the condition when the difficulties happen and the strategy used by the freshmen to overcome their speaking difficulties. In this study, the researcher uses qualitative design as the main research design and using Basic Interpretative Study approach. The subject of the study is the students of speaking for daily context class in the English Department in State Univesity of Surabaya. The instrument used in this study are field notes, interviews, and audio-recording. The researcher uses a procedure of data analysis are familiarizing and organizing, coding and reducing, interpreting and representing. It shows that the students, the freshmen, experience speaking such as grammatical interference, lexical interference, phonological interference, nervous, and low or uneven participation. Furthermore, difficulties often happen during presentation activities and spontaneous conversation. Thus the strategy used by the students in order to overcome their speaking difficulties are grammar exercising, listen a lot, contents understanding, read aloud, and English-speaking group. In conclusions, there are some speaking difficulties that still experienced by the freshmen in university. Keywords: speaking difficulties.
The Implementation of TPACK in Teaching Writing Recount Text in a Senior High school Level
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak TPACK adalah kerangka kerja terbaru yang digunakan untuk mengintegrasikan pedagogi, konten, dan teknologi di kelas. Kerangka kerja ini mencoba mengidentifikasi sifat pengetahuan yang dibutuhkan oleh guru untuk menggunakan teknologi saat mengajar. Namun, ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa siswa belajar lebih baik dari buku daripada layar. Oleh karena itu, penelitian ini menjelaskan dan fokus pada penerapan TPACK dalam mengajar menulis Teks Recount. Kesenjangan dapat diatasi jika guru dapat mengatur teknologi dan aspek lainnya dengan baik. Peneliti melakukan penelitian ini dalam studi kualitatif dasar dan instrumennya adalah field notes, students’ task dan semi structured interview untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini berlangsung di Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di kota Surabaya. Subjek penelitian adalah satu guru dan 32 siswa di satu ruang kelas dan penelitian dilakukan dalam tiga pertemuan. Pada awal dan akhir penelitian ini, peneliti mewawancarai guru tentang penerapan TPACK saat mengajar Teks Recount. Dari penelitian, menunjukkan bahwa siswa lebih memahami tentang subjek jika guru menggunakan teknologi saat mengajar. Guru yang mengajar dengan menerapkan TPACK akan membuat siswa lebih aktif dan lebih memahami tentang mata pelajaran yang akan diajarkan, apalagi guru memberikan kinerja terbaik dengan menerapkan teknologi saat mengajar. Peneliti juga menyimpulkan bahwa sebagian besar masalah yang dihadapi oleh guru adalah Technology Content Knowledge (TCK). Kata Kunci: TPACK, teknologi, menulis, teks recount. Abstract TPACK is a recent framework that is used to integrate pedagogy, content, and technology in the classroom. This framework attempts to identify the nature of knowledge required by teachers for using technology while teaching. However, there are some research revealed that students learn better from books rather than screens. Therefore, this study explained and focused on the EFL teacher’s implementation of TPACK in teaching writing Recount Text. The gaps can be overcome if the teacher organize the technology and other aspects well. The researcher conducted this study in basic qualitative study and the instrument were field notes, students’ task and semi structured interview to answer research questions. This study took place in a Senior High School which located in the capital city of Surabaya. The subjects were one teacher and 32 students in one classroom and the study conducted in three meetings. In the beginning and the end of this study the researcher interviewed the teacher about the implementation of TPACK while teaching Recount Text. From the study, it shows that the students more understand about the subject if the teacher use technology while teaching. Teacher who teaches by implementing TPACK would make the students more active and understand more about the subject to be taught, moreover the teacher gives the best performance by implementing technology while teaching. The researcher also concluded that most problem faced by the teacher was Technological Content Knowledge (TCK). Keywords: TPACK, technology, writing, recount text.
The Implementation of Lesson Study in English Language Teaching in MAN 1 Mojokerto
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di sekolah-sekolah Indonesia, Bahasa Inggris menjadi salah satu mata pelajaran paling penting untuk diajarkan di dua tingkat kelas, khususnya di sekolah menengah atas. Sayangnya, mempelajari bahasa Inggris merupakan hal yang tidak mudah karena bahasa Inggris tidak digunakan sebagai bahasa utama dalam komunikasi siswa sehari-hari. Para siswa tentunhya memiliki kemampuan berbeda dalam menguasai bahasa. Dengan demikian, kualitas guru dalam mengajar harus dijaga dengan baik. Lesson study dikenal luas sebagai salah satu teknik terbaik dalam melanjutkan pengembangan profesionalitas guru. Lesson study menawarkan guru strategi untuk menemukan proses belajar-mengajar yang baik melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, observasi, dan refleksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan lesson study dalam pengajaran bahasa Inggris untuk siswa kelas sebelas dan apa tanggapan guru terhadap implementasinya. Subjek penelitian ini adalah semua guru Bahasa Inggris yang bergabung dalam lesson study. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif sebagai metode pengumpulan data. Sementara itu, teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah catatan lapangan dan panduan wawancara. Berdasarkan data, hasil menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua tahap dalam pelajaran pelajaran meskipun tidak sistematis. Selain itu, dari hasil wawancara, dapat diketahui bahwa lesson study bermanfaat bagi guru untuk membantu praktik mengajar mereka di kelas. Kata kunci: lesson study, pengembangan profesionalitas guru, proses belajar mengajar, pengajaran Bahasa Inggris Abstract In Indonesian’s schools, English becomes one of the most important subjects to be taught in two grades level, particularly in senior high school. Unfortunately, learning English is a challenge as English not primarily spoken by Indonesian’s students in their daily communication. The students might have different abilities in mastering the language. By this case, teachers’ quality in teaching must be well maintained. Lesson study is widely known as one of the best technique in continuing professional development. It offers a teacher a strategy to find a good teaching-learning process through three stages namely planning stages, do stages, and see stages. Accordingly, this study aimed to know how the implementation of lesson study in English language teaching for eleventh graders and what are the teachers’ response towards its implementation. The subjects of this study were all of the English teachers joining lesson study. This study using qualitative design as a method for collecting the data. Meanwhile, the data collection techniques were observation and interview. Therefore, the instruments used to collect the data were field notes and interview guide. Based on the data, the result showed that the teachers implemented all the stages in lesson study, even though it is not systematically. Besides, from the interview result, it showed that lesson study is helpful for the teachers to assist their teaching practices in the classroom. Keywords: lesson study, teacher professional development, teaching and learning process, English language teaching
Content Analysis of English Department Students’ Paragraph Writing
RETAIN Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk membuat essai, mahasiswa harus menguasai cara untuk mengembangkan sebuah paragraf. Tetapi, beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil bahwa tidak semua mahasiswa sadar terhadap aturan-aturan kepenulisan paragraf yang harus di ikuti. Berkaitan dengan masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mahasiswa membuat susunan kalimat serta melihat keterkaitan topik yang di bahas dengan cara menganalisis kalimat per kalimat melalui penyusunan topik, kalimat pendukung, dan kalimat penutup di paragraf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain content analysis. Instrumen pertama yang di gunakan yaitu peneliti dimana pada penelitian kualitatif peneliti bertindak sebagai instrumen utama (Ary et al, 2010). Instrumen yang kedua yaitu menggunakan semi-structured interview untuk membuat data menjadi lebih valid. Data diperoleh dari tulisan mahasiswa di kelas paragraph writing. Penemuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih mempunyai masalah yang serius saat menulis paragraf. Mereka membuat anak kalimat yang berdiri sendiri yang sejatinya anak kalimat selalu membutuhkan induk kalimat. Beberapa masalah juga ditemukan pada ketidaksadaran mahasiswa tentang aturan-aturan dalam membuat kalimat. Ide kalimat, kalimat pendukung, dan kalimat penutup tidak saling terkait satu sama lain sehingga membuat paragraf tidak menjadi satu kesatuan yang utuh. Kata Kunci : Paragraph Writing, Sentence Structure, Unity, Content Analysis. Abstract To make a good essay writing, the students should master in developing a good paragraph. However, several studies show that many L1 students do not aware of the rules of paragraph writing. Dealing with this problem, this study aims to describe the students’ construction of the sentence structure, topic, supporting, and concluding sentence to know the unity of the paragraph writing. This study is qualitative research with content analysis design. The first research instrument is the researcher because in qualitative research, the researcher acts as the main instrument (Ary et al. 2010). The second instrument is a semi-structured interview to make valid data. The data is taken from students’ paragraph writing. The findings of the study show that the students still faced a serious problem in paragraph writing. They failed in making a dependent clause which stands on its own. Some problems are also found that the students do not aware of the rules of paragraph writing. How to make a topic sentence, supporting sentence, and concluding sentence is irrelevant one another which makes the paragraph leads not to unity. Keywords: Paragraph Writing, Sentence Structure, Unity, Content Analysis.

Page 2 of 2 | Total Record : 20