cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2019)" : 20 Documents clear
The Implementation of Problem-based Learning in Teaching Speaking of Hortatory Exposition Text
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Problem-based learning adalah metode yang berfokus pada pembelajaran kooperatif siswa dalam memecahkan masalah. Karena metode ini pertama kali digunakan dalam pengajaran sains, tahapannya berbeda dengan pengajaran bahasa karena bahasa biasanya digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan penelitian deskriptif untuk menggambarkan implementasi dan tantangan implementasi pembelajaran berbasis masalah. Subjek Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Subjek penelitian ini adalah guru kelas XI SMA Negeri 1 Sidoarjo. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, catatan lapangan dan wawancara. Selain itu, data disusun dan dibiasakan, dikodekan dan direduksi dan ditafsirkan serta direpresentasikan untuk mengembangkan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam mengajar berbicara adalah memperkenalkan masalah dan bahasa yang dibutuhkan, mengelompokkan siswa dan menyediakan sumber daya, mengamati dan mendukung siswa, menindaklanjuti pekerjaan siswa dan menilai kemajuan kegiatan pemecahan masalah . Selanjutnya, tantangannya adalah mengadaptasi metode, menentukan masalah, kekurangan sumber daya, tidak pantas untuk diterapkan di semua tingkat pendidikan dan mengendalikan kelas. Secara keseluruhan, guru telah sepenuhnya melakukan langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah dan menemukan lima tantangan dalam mengajar berbicara. Dengan demikian, peneliti menyarankan kepada guru bahasa Inggris untuk lebih mempertimbangkan dalam langkah-langkah dalam menerapkan metode tersebut dan kepada peneliti selanjutnya untuk menyaring langkah-langkah yang sesuai dan menyelesaikan masalah. Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, Berbicara, Teks Eksposisi Hortatory Abstract Problem-based learning is a method focused on the students’ cooperative learning in solving a problem. Since this method is firstly used in teaching science, the stages must be different from the teaching language since language is normally used as a tool when learning. This study uses qualitative design and descriptive research to describe the implementation and challenges of Problem-based learning implementation. The setting is in SMA Negeri 1 Sidoarjo. The subject of this study is a teacher of eleventh graders of SMA Negeri 1 Sidoarjo. The research instruments are observation sheets, field notes, and interview. Moreover, the data are organized and familiarized, coded and reduced and interpreted and represented to develop the result. The result shows that the steps in implementing Problem-based learning in teaching speaking are introducing the problem and language needed, grouping the students and providing resources, observing and supporting the students, following up the students work and assessing the progress of the problem-solving activity. Furthermore, the challenges are adapting the method, determining the problems, lack of resources, inappropriate to be implemented in all level of education and controlling the class. Overall, the teacher had completely done the steps of Problem-based learning and found five challenges in teaching speaking. Thus, the researcher suggests to the English teacher to be more considerate in the steps in implementing that method and to the further researcher to filter the suitable steps and solve the problem. Keywords: Problem-based learning, Speaking, Hortatory Exposition Text
Song as an Authentic Material to Support Students’ Critical Thinking in Senior High school
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, berpikir kritis telah menjadi fokus terbesar karena berpikir kritis adalah kemampuan terpenting yang harus dikuasai oleh murid yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Tidak mudah bagi guru untuk mendorong siswa untuk berpikir kritis. Guru harus menemukan teknik dan stumulasi yang baik untuk memancing siswa berpikir kritis. Rencana pembelajarn yang dipersiapkan dengan baik dan materi yang sesuai juga dibutuhkan untuk menunjang siswa berpikir kritis. Salah satu materi yang sesuai yang dapat digunakan untuk menunjang siswa berpikir kritis adalah lagu. Sejak menyadari bahwa lagu sangat mempengaruhi kehidupan manusia, banyak guru berusaha untuk menggunakannya sebagai media belajar. Lagu sering digunakan oleh guru Bahasa Inggris sebagai media untuk mengajar kemampuan mendengarkan di kelas. Akan tetapi, di kurikulum 2013, lagu telah menjadi salah satu KD karena ditemukan bahwa lagu memiliki banyak manfaat untuk murid yang mempelajari Bahasa Inggris. Selain itu, lagu dapat menjadi materi otentik untuk mendukung kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini diaplikasikan pada murid kelas sepuluh SMA dan dideskripsikan secara kualitatif. Peneliti memperoleh data dengan mengadakan observasi, memberi soal pada murid dan melakukan interview. Peneliti juga menggunakan catatan lapangan, hasil kerja siswa, dan interview sebagain instrumen. Menurut data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Akan tetapi, guru tidak menggunakan strategi untuk mengadakan berpikir kritis secara lengkap sehingga murid tidak mampu untuk berpikir kritis dengan maksimal. Walaupun murid mendapat nilai minimal menurut rubrik berpikir kritis, mereka mendapat nilai yang lebih tinggi menurut rubrik kemampuan menulis. Namun, sebagian besar murid mengatakan bahwa mempelajari lagu sebagai material otentik sangat menyenangkan. Mereka juga mengatakan bahwa lagu dapat menjadi alternatif untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Kata kunci: Lagu, Materi Otentik, Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Abstract Nowadays, critical thinking becomes the biggest point to focus on because it is one of the most important skills that has to be mastered by the students who learn English as a second language. It is not easy for teachers to encourage students to think critically. Teachers have to find good techniques and stimulation to stimulate students’ critical thinking. Well-prepared lesson plan and a suitable material are also needed to support their critical thinking. One of the suitable materials that can be used to support students’ critical thinking is a song. Since realizing that song really affected people’s lives, many teachers tried using it as a learning media. Song was frequently used by English teacher as a media to teach a listening skill in class. However, in curriculum 2013, the song became one of the basic competences because it was found that song has many benefits for students who learn English. Besides, song can be an authentic material to support students’ critical thinking. This study was applied to the tenth graders of Senior High School and described using qualitative design. The researcher collected the data by conducting an observation, giving the students tasks, and doing an interview. The researcher also used field notes, students’ work results, and interview as the instruments. Based on the data, it could be seen that the teaching and learning activity was running well. However, the teacher did not use the strategies to conduct critical thinking completely so that the students could not use their critical thinking maximally. Although the students got standard scores based on critical thinking rubric, they got better scores according to writing rubric. Nevertheless, most of the students said that learning song as a material was fun and enjoyable. They also said that song can be a suitable way to help them master English skills. Key terms: Song, Authentic Material, Students’ Critical Thinking
The Effect of Using Mind Mapping in Comprehending Narrative Reading Text
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Mind Map dapat menjadi media yang efektif untuk mengajar Bahasa Inggris dalam membaca teks naratif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sidoarjo. Subjek penelitian adalah 66 siswa Teknik Audio Video kelas 10 tahun akademik 2018/2019. Metode dalam penelitian ini adalah semi - Eksperimental. Penelitian dilakukan dalam dua kelas, mereka adalah kelas kontrol dan kelas eksperimental. Data dikumpulkan melalui tes yaitu pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mind mapping efektif digunakan dalam pembelajaran membaca teks naratif. Skor yang diperoleh dari kelas eksperimen (9,55) lebih tinggi dari kelas kontrol (5,15). Dari hasil perhitungan statistik, diperoleh bahwa nilai t-observasi (to) adalah 1,852 dan derajat kebebasan (df) adalah 64. Dalam tabel signifikansi 5%, nilai derajat signifikansi adalah 1,669. Membandingkan nilai-nilai itu, hasilnya adalah 1,852> 1,669 yang berarti skor t-observasi (untuk) lebih tinggi dari skor t-tabel (tt). Dengan kata lain, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis Null (Ho) ditolak. Oleh karena itu, mengajar pemahaman membaca teks naratif dengan menggunakan teknik pemetaan pikiran adalah efektif. Kata Kunci: Mengajar Reading, Teks Narrative, Mind Map Abstract The main objective of this study is to find out whether Mind Map can be effective as a medium for teaching English in reading narrative texts. This research was conducted at the Vocational High School of 1 Sidoarjo. The research subjects were 66 students of the 10th grade Audio Video Engineering academic year 201819. The method in this study is semi-experimental. The research was conducted in two classes, they were the control class and the experimental class. Data was collected through tests namely pre-test and post-test. The results showed that mind mapping techniques are effectively used in learning to read narrative texts. Scores obtained from the experimental class (9.55) are higher than the control class (5.15). From the results of statistical calculations, it is obtained that the value of t-observation (to) is 1.852 and the degree of freedom (df) is 64. In the 5% significance table, the value of the degree of significance is 1.669. Comparing the values, the result is 1.852> 1.669 which means the t-observation score (for) is higher than the t-table (tt) score. In other words, the Alternative Hypothesis (Ha) is accepted and the Null Hypothesis (Ho) is rejected. Therefore, teaching an understanding of narrative text reading using mind mapping techniques is effective. Key Terms: Teaching Reading, Narrative Text, Mind Map
Slips of the Ear Experienced by the English Department Students
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kesalahan dengar atau persepsi mahasiswa jurusan bahasa inggris di Surabaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena salah dengar atau persepsi mahasiswa terhadap monolog yang berisi narasi dari penutur asli bahasa Inggris. Dalam pelaksanaan penelitian ini diggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan 23 mahasiswa jurusan bahasa Inggris dari kelas dan tingkatan yang sama sebagai peserta penelitian dan yang telah diinstruksikan untuk menuliskan apa yang mereka dengar dari sebuah rekaman monolog. Dari penilitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa kesalahan dengar yang dituliskan oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Surabaya. Kesalahan dengar tersebut digolongkan dalam beberapa kategori yang berdasarkan teori dari Bond (2005). Bond mengklasifikasikan 15 kesalahan dengar yang di dikelompokkan dalam 5 tingkatan pengetahuan yang berbeda: tingkatan pengetahuan fonetik; pengetahuan fonologis; pengetahuan penetahuan leksikal; pengetahuan sintaktis; pragmatik dan semantik. Dari hasil penelitian, ditemukan berbagai kesalahan yang berada di tiga tingkatan pengetahan yaitu, pengetahuan fonetik, fonologis, dan leksikal. Dan hanya ditemukan tujuh dari 15 macam kesalahan dengar yang dikemukakan oleh Bond (2005). Kata Kunci: Salah dengar, pengetahuan fonetik, pengetahuan fonologis, pengetahuan leksikal. Abstract The aim of this study was to find out the phenomenon of slips of the ear or student misperception of a monologue narrated by a native English speaker. In conducting this research, a qualitative descriptive method was used with twenty-three students majoring in English Education State University of Surabaya from the same class and level as research participants. They were instructed to write down what they have heard from the monologue recording. After the research was completed, several slips of the ear have been found which produced and written by the participants. These data are classified into several categories based on Bond’s theory of slips of the ear (2005). He classifies fifteen errors which are grouped into five different levels of knowledge, those are phonetic knowledge; phonological knowledge; lexical knowledge; syntactic knowledge; pragmatics and semantics. The result of the study indicates that various errors were found in three different levels of knowledge: phonetic, phonological, and lexical knowledge. In addition, only seven out of the 15 kinds of error by Bond were found. Keywords: Slips of the ear, phonetic knowledge, phonological knowledge, lexical knowledge
The Implementation of Writing Conference in Teaching Essay Writing to the English Department Students in the University
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Writing conference adalah metode dalam pengajaran menulis yang dapat membantu siswa untuk memiliki perkembangan yang lebih baik dalam menulis, sayangnya, studi tentang konferensi menulis di Indonesia sangat terbatas. Dengan demikian, dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian tentang pelaksanaan writing conference sebagai salah satu metode dalam pengajaran ketrampilan menulis. Selanjutnya, subject dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris yang termasuk dalam kelas writing essay dan juga guru kelas. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen penelitian dari penelitian ini adalah checklist observasi, pertanyaan wawancara tidak terstruktur, catatan lapangan, dan kuesioner terbuka. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi di kelas, mendistribusikan kuesioner kepada siswa dan melakukan wawancara dengan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan writing conference dalam mata kuliah menulis esai dan untuk menggambarkan bagaimana siswa menanggapi pelaksanaan Writing Conference dalam mata kuliah menulis esai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika guru melaksanakan konferensi menulis, guru memiliki kegiatan urutan yaitu kegiatan sebelum writing conference, saat writing conference dan setelah writing conference. Beberapa elemen Writing Conference juga dibahas dalam penelitian ini. Terkait dengan tanggapan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa puas dengan pelaksanaan writing conference. Mereka merasakan manfaat writing conference, seperti, meningkatkan motivasi, keterampilan menulis, dan berpikir kritis. Meski begitu, beberapa siswa juga mengalami beberapa kesulitan selama writing conference, seperti umpan balik yang rumit dari guru, tekanan untuk memenuhi harapan guru, dan umpan balik yang kurang jelas. Kata kunci: Writing Conference, Respon Siswa, Keterampilan Menulis Abstract Writing conference is a method in teaching writing that can help the students to have better development in writing, unfortunately, study about writing conference in Indonesia is very limited. Thus, in this study, the researcher conducts research about the implementation of writing conference as one of the methods in teaching writing. Furthermore, the subjects ware English Department students of the university who belong to an essay writing class and also the teacher of the class. The design of the study was a qualitative study. The research instruments of this research are observation checklist, unstructured interview’s questions, field note, and open-ended questionnaire. To collect the data, the researcher was conducting observation in the class, distributing the questionnaire to the students and conducting an interview with the teacher. The aims of this research are to describe the implementation of a writing conference in an essay writing course and to describe how the students responses to the implementation of a writing conference in an essay writing course. The result of this study showed that when the teacher was implementing the writing conference, the teacher had a sequence activity includes pre-writing conference, while-writing conference, and post-writing conference. Some elements of the writing conference are discussed in this study. Related to the students respond, the result shows that most of the students satisfied with the implementation of the writing conference. They felt the benefit of the writing conference, such as, increasing their motivation, writing skill, and critical thinking. Even so, some students also experienced some difficulties during writing conferences, such as complicated feedback from the teacher, pressure to fulfill teacher expectation, and unclear feedback. Keywords: Writing Conference, Students’ Response, Writing Skill
An Analysis of Students’ Content and Organization in Writing Descriptive Text
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada beberapa poin yang harus dipertimbangkan oleh penulis dalam menyusun teks atau esai. Poin tersebut adalah konten, organisasi, kosa kata, penggunaan bahasa dan mekanika. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis teks tulisan yang dihasilkan oleh mahasiswa semester 3 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program penulisan deskriptif. Subjek penelitian ini berfokus pada siswa berprestasi tinggi yang dengan syarat mereka memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) >3.50 dan memperoleh nilai A atau A- di kelas program menulis sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan teks penulisan deskriptif siswa dalam hal konten dan organisasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti menganalisis dan menjelaskan teks penulisan deskriptif mahasiswa dalam hal konten dan organisasi. Selanjutnya, peneliti sebagai instrumen utama menggunakan adaptasi rubrik penulisan dari Brown (2004) untuk megeksplorasi data tulisan mahasiswa. Hasil penulisan deskriptif mahasiswa tergolong baik. Dari hasil temuan, menunjukkan bahwa siswa berprestasi tinggi dapat menyusun teks penulisan deskriptif dalam hal konten dan organisasi dengan baik. Kata Kunci: Siswa Berprestasi Tinggi, Teks Deskriptif, Konten, Organisasi. Abstract There are several points that should be considered by the writer in composing text or essay. They are content, organization, vocabulary, language use, and mechanics. In this study, the researcher analyzed writing text produced by the students of the 3rd semester in the English Education Department. The subject of this study is the students’ descriptive writing program. The subject of the study is focused on the high achievers students which have >3.50 Grade Point Average (GPA) and eliminates them by the writing result in the previous class, Paragraph Writing, it should be A or A- score. The objective of this study is to explain the students’ descriptive writing text in terms of content and organization. This study was designed as a qualitative study. The researcher analyzed and described the students’ descriptive writing text in terms of content and organization. Furthermore, the researcher set as the key instrument to explore the data by using adaptation rubric of descriptive writing from Brown (2004). The result of the students’ descriptive writing was good. The findings showed that the high achievers students could compose the descriptive writing text in terms of content and organization well. Keywords: High Achievers Students, Descriptive Text, Content, Organization
Listening Comprehension Strategies Used by EFL Students in State University of Surabaya
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman mendengarkan adalah keahlihan reseptif yang menuntut siswa untuk mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan dengan mendengarkannya. Beberapa murid yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing masih mempunyai kesulitan dalam memahami tekanan, intonasi, tata bahasa, kecepatan berbicara, dll. Dengan adanya kesulitan tersebut, siswa harus menemukan strategi mendengarkan yang sesuai agar lebih efektif dalam mendengarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa sering strategi mendengarkan metakognitif digunakan oeh mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya, seberapa strategi mendengarkan kognitif digunakan oleh mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya dan seberapa sering strategi mendengarkan sosial dan afektif digunakan oleh mahasiswa Univeristas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dan penelitian survei untuk menemukan hasilnya. Subyek penelitian ini adalah 46 mahasiswa dari kelas mendengrkan akademik A dan B. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner strategi mendengarkan yaitu metakognitif, kognitif dan sosial afektif. Dari hasil penelitian, strategi mendengarkan metakognitif sangat sering digunakan oleh mahasiwa Universitas Negeri Surabaya dengan nilai rata-rata yaitu 3,73. Strategi mendegarkan metakognitif yang sering digunakan adalah mengarahkan perhatian (rata-rata= 4.60), perhatian selektif (rata-rata= 4.34) dan bersantai (rata-rata= 4.08). strategi mendengarkan kedua yang sering digunakan oleh mahasiswa Univesitas Negeri Surabaya adalah strategi menengarkan kognitif dengan nilai rata-rata= 3.66. Strategi kognitif yang sering digunakan adalah pengalaman diri sendiri (nilai rata-rata= 4.21), mendengarkan kata kunci(nilai rata-rata= 4.10) dan mencatat (nilai rata-rata= 4.08). Yang terakhir, strategi mendengarkan sosial afektif sering digunakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan nilai rata-rata= 3.55. Ada mendengarkan orang lain dengan nilai rata-rata= 4.10 dan menyemangati diri sendiri dengan nilai rata-rata= 3.78. Kata Kunci: Pemahaman Mendengarkan, Strategi Mendengarkan, Strategi Mendengarkan Metakognitif, Strategi Mendengarkan Kognitif dan Strategi Mendengarkan Sosial Afektif. Abstract Listening comprehension is receptive skills which require students to understand and make sense of spoken language by hearing it. Some EFL students still have difficulties in dealing with stress, intonation, grammar, speed of sound, etc. By looking at the problems, EFL students have to find out listening strategies that appropriate to make listening effectively. The aims of this study are to know how much metacognitive listening strategies used by EFL students in the State University of Surabaya, how much cognitive listening strategies used by EFL students in State University of Surabaya and how much socio-affective listening strategies used by EFL students in State University of Surabaya. This research used quantitative design and survey research to find out the result. The subjects of this research were 46 students of academic listening class A and B. The instrument used in this research was listening strategies questionnaire; metacognitive listening strategies, cognitive listening strategies, and socio-affective strategies. Based on the result, listening strategies that frequently used by EFL students were metacognitive listening strategies by looking at the mean value (M= 3.73). It consists of directed attention (M= 4.60), selective attention (M= 4.34) and relaxing (M= 4.08). The second listening strategies that frequently used by EFL students was cognitive listening strategies which had M= 3.66. It consists of personal experience (M= 4.21), listening keyword (M= 4.10) and taking note (M= 4.08). Last, socio-affective listening strategies were frequently used by EFL students which had M= 3.55. There were listening to someone else which had M 4.10 and self-encouragement M= 3.78. Keywords: Listening Comprehension, Listening Strategies, Metacognitive Listening Strategies, Cognitive Listening Strategies , and Socio-affective strategies.
Error Analysis of Ten Grader Students’ Writing
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menulis adalah suatu cara yang dapat digunakan siswa untuk melatih kemampuan mereka dalam membuat kalimat berbahasa Inggris. Menulis juga dapat dijadikan aktivitas yang dapat dilakukan untuk menuangkan ide, opini dan perasaan siswa yang berbentuk tulisan. Maka dari itu, siswa perlu menguasai beberapa aspek dalam menulis, seperti: pemilihan kata, mekanisme tulisan dan penggunaan bahasa untuk membuat text yang bagus. Tetapi, masih banyak siswa yang membuat kesalahan dalam memilih kata dan menyusunnya dalam bentuk kalimat berbahasa inggris. Hal ini sangat penting untuk dipahami agar dapat mengetahui dan menghindari berbagai jenis kesalahan dalam tulisan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu guru mengenal dan mengetahui jenis-jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam tulisan mereka dan membantu siswa untuk mengurangi kesalahan penulisan dalam menuliskan ide atau kalimat berbahasa inggris. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tulisan siswa sebagai objek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari siswa kelas 10 yang berjumlah 36 siswa di SMA NEGERI 11, Manukan-Sidoarjo. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah kualitatif yang di analisis dengan menggunakan tabel klasifikasi hasil dari identifikasi, deskripsi, penjelasan dan koreksi pada lembar tulisan siswa. Berdasarkan dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan bahwa ada empat jenis kesalahan yang ada dalam tulisan siswa yaitu: kesalahan penambahan huruf/kata (Addition), penggunaan kata (Misinformation), pengurangan huruf/kata (Omission), kesalahan arti atau penempatan kata (Ordering) dan kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah kesalahan penambahan huruf/kata (Addition) dan penggunaan kata (Misinformation). Kata Kunci: Menulis, Kesalahan, Analisis Kesalahan Abstract Writing is a way to practice the students’ ability to produce any sentence in a Foreign Language. It can be used as an activity to help the students express the ideas, opinions, and feelings in a written form. Therefore, the students need to master several aspects of writing, like: grammar, mechanism, and language used for writing a good text. Yet, there were some students who still made errors in choosing and composing the words into a sentence in English. It is very important to understand in order to know and avoid errors in writing. This study purposed to help the teacher identify the types of error that the students made in their writing and assist the students to reduce the errors in writing any ideas or sentences in English. In this case, the researcher used students’ writing task as the object of this study. The data of this study taken from ten graders which contain 36 students in the Eleven Senior High School, Manukan-Sidoarjo. The method of this study used qualitative study which has been analyzed by using a classification table of identification, description, explanation, and correction from the students’ writing task. Based on the result of this study, the researcher found that there were four types of error which still found in students’ writing, such as addition, misinformation, omission, ordering and the most common errors which still exist in students’ task were Addition and Misinformation. Keywords: Writing, Error, Error Analysis.
The Implementation of Guessing Games Speaking Learning Descriptive to Seventh Grader SMP AL Azhar Menganti
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan berbicara dianggap sebagai keterampilan yang paling penting untuk dikuasai dalam belajar bahasa Inggris. Namun, sebagian besar siswa mengalami kesulitan untuk memahami bahasa Inggris itu sendiri. Hal ini dikarenakan bahasa Inggris dipelajari sebagai bahasa asing di mana siswa perlu menyesuaikan bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Oleh sebab itu, guru memerlukan cara alternatif untuk mengajar berbicara dengan mudah dan efektif. Guessing game dikenal sebagai game terbaik untuk memotivasi pembelajaran siswa di kelas. Game ini membantu para siswa untuk memiliki pembelajaran yang menyenangkan dan memiliki lebih banyak keberanian untuk berbicara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi guessing game dalam mengajar teks deskriptif berbicara dan respon siswa terhadap penggunaan guessing game dalam proses pembelajaran mereka. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-GGT di SMP Al-Azhar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah deskriptif kualitatif menggunakan teknik observasi dan kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah checklist observasi, catatan lapangan, dan kuesioner. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan permainan menebak dalam mengajar berbicara teks deskriptif berjalan dengan mudah dan sukses. Selain itu, dari kuesioner, semua siswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan permainan menebak. Para siswa merasa nyaman dan lebih menikmati proses belajar. Kata Kunci: Guessing game, Berbicara, Teks Descriptive. Abstract Speaking considers as the most essential skill to be mastered in learning the English language. However, students mostly have difficulties to understand its language. This is due to English is learned as a foreign language in which students need to adjust the native language in their daily life. By this case, teacher need an alternative way to teach speaking easily and effectively. Guessing game known to be the best game to motivate students’ learning in the classroom. It helps the students to have fun learning and have more courage to speak. Therefore, this study was conducted in order to know the implementation of guessing game in teaching speaking descriptive text and the students’ responses towards the use of guessing games in their learning process. The subject of this study was students of VII-GGT in SMP Al- Azhar. The method used to collect the data was descriptive qualitative using observation and questionnaires as the technique. The instruments were observation checklist, field notes, and a questionnaire. The findings showed that the implementation of guessing game in teaching speaking descriptive text went easily and successfully. Moreover, from the questionnaires, all of the students showed positive responses to the use of the guessing game. The students feel comfortable and enjoy the learning process more. Keywords: Guessing game, Speaking, Descriptive Text.
Principles Underlying Successful EFL Learners’ Oral Fluency
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan untuk menguasai kefasihan lisan bahasa Inggris melalui Pengajaran Bahasa Inggris telah menjadi perhatian besar di bidang pendidikan, terutama di era modern ini. Hal itu tidak hanya akan mempertahankan suasana komunikatif di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, tetapi juga akan mempromosikan kehidupan profesional peserta didik di masa yang akan datang. Oleh karena itu, guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing diharapkan mampu menyediakan cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kefasihan lisan peserta didik dalam bahasa internasional tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap keberhasilan besar peserta didik Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing sangat dipengaruhi oleh seperangkat akidah yang membimbing tindakan mereka. Sementara prinsip-prinsip yang melandasi akidah peserta didik dalam pembelajaran bahasa lebih mengontrol tindakan mereka, para peneliti terdahulu tidak menawarkan diskusi mengenai hal tersebut secara mendalam. Sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan dan menyajikan jawaban yang lebih komprehensif, penelitian ini dilakukan. Peneliti bekerja sama dengan dua siswa sekolah menengah atas tingkat akhir di Indonesia dengan bahasa Inggris lisan paling fasih di antara peserta didik lain menurut guru bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kajian dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang mendalam perihal prinsip-prinsip yang digunakan oleh dua pelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing yang sukses untuk membimbing mereka dalam kefasihan lisan mereka, alasan mereka dalam mengandalkan prinsip-prinsip tersebut, dan cara prinsip-prinsip tersebut membantu mereka dalam mencapai tujuan mereka. Temuan menunjukkan bahwa kedua peserta didik mempunyai prinsip-prinsip yang pasti yang berkontribusi pada perkembangan kefasihan lisan mereka.Kata kunci: prinsip, pelajar sukses, pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, pengajaran bahasa Inggris, kecakapan lisan, kefasihan lisan Abstract The ability to master English oral fluency through the English Language Teaching (ELT) has become a huge concern in the field of education, notably in this modern era. Not only will it maintain a communicative atmosphere in EFL classrooms, but it also will promote learners’ professional matters hereafter. Therefore, teachers of English as a Foreign Language (EFL) are expected to provide students more efficacious ways that might boost their oral fluency in that international language. Some previous studies revealed that every massive triumph and success of EFL learners is immensely sustained by a set of beliefs guiding their deeds. Whereas the principles underlying learners’ beliefs in language learning happen to be more control over the actions they execute, former researchers do not profoundly offer such discussions. As a means to fill the gap and provide more comprehensive answers, this study is conducted. The researcher works with two final-year high school students in Indonesia whose spoken English is considered the most fluent among their friends by their EFL teachers. Employing qualitative approach, investigations are done through in-depth partially-structured interviews on the principles used by two successful EFL learners to guide them in their oral fluency, their reasons in relying on those principles, and the ways those principles help them in achieving their goals. The findings show that both learners hold definite principles that contribute to the developments of their oral fluency. Keywords: principles, successful learners, English as a Foreign Language learning, English Language Teaching, speaking skill, oral fluency

Page 1 of 2 | Total Record : 20