cover
Contact Name
Noel Ghota Prima Bayu Surbakti
Contact Email
noelsurbakti1993@gmail.com
Phone
+6285221243925
Journal Mail Official
sttsriwijaya@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Boom Pecah, Desa Pangkalan Benteng, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin (30761), Sumatera Selatan
Location
Kab. banyuasin,
Sumatera selatan
INDONESIA
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 2723326X     EISSN : 27228487     DOI : https://doi.org/10.46974/ms
Mitra Sriwijaya merupakan jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang menjadi wadah publikasi penelitian STT Sriwijaya. Adapun tema-tema yang menjadi scope jurnal ini yakni: kebangsaan, ekologi dan kontekstualisasi. Mitra Sriwijaya menerima penelitian akan tema-tema tersebut yang ditinjau dari bidang: 1. Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Sejarah Gereja 4. Pastoral 5. Pendidikan Agama Kristen 6. Etika Kristen 7. Misiologi dll. Mitra Sriwijaya terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juli dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021" : 5 Documents clear
Relevansi Pendekatan Kultural Linguistik Dengan Pluralitas Agama di Indonesia Eko Kurniawan Wibowo
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.872 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i1.3

Abstract

Abstract: Indonesia is a plural state. Not only ethnicity, race and group, but also plural in religion where religious plurality is also a separate problem. The problem of religious plurality raises many problems that cause friction in life together. The linguistic cultural approach offered by George A. Lindbeck provides an alternative for relations for believers of diverse religion. Lindbeck's offer consistently provides space for the identity of the believer's faith without having to equate with the faith of other religions. Likewise, consistently provide space for appreciation for other religious faiths. Abstrak: Indonesia merupakan Negara yang sangat plural. Tidak hanya suku, ras dan golongan tetapi plural juga dalam agama dimana pluralitas agama juga menjadi persolan tersendiri. Persoalan pluralitas agama tersebut menimbulkan banyak permasalahan yang menimbulkan gesekan dalam kehidupan bersama. Pendekatan kultural linguistik yang ditawarkan George A Lindbeck memberikan alternatif bagi relasi bagi pemeluk agama yang sangat majemuk tersebut. Tawaran Lindbeck tersebut tetap memberikan ruang bagi identitas iman umat, tanpa harus menyamakan iman pribadi dengan iman liyan. Pun, tetap memberikan ruang apresiasi bagi iman agama yang lain.
Healing Ministry Pada Masa Pandemi Covid 19 Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan Pastoral Gereja Yang Mendesak di Indonesia Pada Masa Kini Apolos Dwi Kristantyo
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.473 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i1.7

Abstract

Abstract: This article aims to describe the healing ministry as a form of urgent pastoral care during the Covid 19 pandemic. This search aims to find concepts or forms of healing ministry in the Bible and the thoughts of the scholars about church healing services. That since the beginning of 2020 until now, many people have been exposed to the covid 19 virus, making them sick, difficult and suffering. This situation calls the church to perform healing ministries. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan tentang healing ministry atau pelayanan kesembuhan sebagai salah satu bentuk pelayanan pastoral yang mendesak pada masa pandemi Covid 19. Penelusuran ini bertujuan untuk menemukan konsep atau bentuk-bentuk pelayanan kesembuhan dalam Alkitab dan pemikiran-pemikiran para ahli tentang pelayanan kesembuhan gereja. Bahwa sejak awal tahun 2020 hingga kini, banyak masyarat yang telah terpapar viruis covid 19, sehingga sakit, susah dan menderita. Keadaan yang demikian ini memanggil gereja untuk melakukan pelayanan kesembuhan.
Gaya Kepemimpinan Entrepreneur dalam Gereja Masa Kini Josef Christianto; Michael Dendi Tinggogoy; Sendi Gunarto; Tony Tedjo; Yelmima Kadera
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.409 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i1.25

Abstract

Abstract: Church leaders are one of the main reasons that decide the church will be successful or not. Church leaders nowadays are requested to operate their leadership in such a way to answer every problems that happen on these days. One of the problems faced today is the lack of job opportunities as a result of the ongoing pandemic. The church as a social institution is asked to play an active role in helping to overcome this problem. Therefore we need a leadership style that is able to overcome these problems. In this paper, I will use a qualitative method by reviewing various literature sources to find a leadership style that fits the current context. Entrepreneur leadership style is one of many leadership styles that can be an option to solve any problems that churches are facing nowadays. Entrepreneur leadership style will create many jobs dan surely is going to solve this problems that happen during this pandemic Abstrak: Pemimpin gereja merupakan salah satu alasan utama yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah gereja. Pemimpin gereja masa kini diminta untuk menjalankan kepemimpinannya sedemikian rupa untuk menjawab setiap permasalahan yang ada saat ini. Salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah adalah minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan sebagai dampak dari pandemi yang sedang terjadi. Gereja sebagai salah satu lembaga sosial diminta untuk berperan aktif membantu mengatasi hal tersebut. Oleh sebab itu diperlukan sebuah gaya kepemimpinan yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Dalam tulisan ini penulis akan menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber literature untuk menemukan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan konteks masa kini. Gaya kepemimpinan entrepreneur adalah salah satu gaya kepemimpinan yang dapat dijadikan opsi untuk mengatasi berbagai macam permasalahan dalam gereja pada masa kini. Gaya kepemimpinan entrepreneur akan membuka lapangan pekerjaan baru dan tentu saja akan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi di masa pandemi ini.
Miskin dan Kaya Dalam Injil Lukas dan Teologi Pembebasan Vasika Hananti; Bambang Subandrijo
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.067 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i1.26

Abstract

Abstract: Harvey J. Sindima observed Liberation Theology as it flourished in Latin America, Africa, Asia, and the United States. The social situation in that society has some similarities in Luke's community. According to Philip Francis Esler's research, Luke's theology seeks to answer the social situation in Luke's community, especially regarding the relationship between the rich and the poor. This study aims to review Sindima's review of Liberation Theology based on Philip Francis Esler's thoughts on the relationship between rich and poor in Luke's Gospel. In Sindima's writings, the involvement of the rich has not been found as an effort to minimize the suffering of the poor. In this study, the author uses an analytical method. The result is that the good news for the poor in Liberation Theology is in line with the good news in Luke's Gospel. Moreover, in Luke's Gospel the liberation of the poor is not only the responsibility of the poor themselves as in the Theology of Liberation in Sindima's description, but also the responsibility of the rich as part of a sharing community.  Abstrak: Harvey J. Sindima mengamati Teologi Pembebasan yang berkembang di Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Amerika Serikat. Situasi sosial dalam masyarakat tersebut memiliki beberapa kesamaan dalam komunitas Lukas. Menurut penelitian Philip Francis Esler, teologi Lukas berupaya menjawab situasi sosial dalam komunitas Lukas, terutama menyangkut hubungan orang kaya dan orang miskin. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau uraian Sindima tentang Teologi Pembebasan berdasarkan pemikiran Philip Francis Esler berkenaan dengan hubungan orang miskin dan kaya dalam Injil Lukas. Dalam tulisan Sindima masih belum ditemukan keterlibatan orang kaya sebagai upaya meminimalisir penderitaan orang miskin. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analitis. Hasil tinjauan ini adalah bahwa kabar baik bagi orang miskin dalam Teologi Pembebasan sejalan dengan pemberitaan kabar baik dalam Injil Lukas. Lebih dari itu, dalam Injil Lukas pembebasan terhadap orang miskin bukan hanya menjadi tanggung jawab orang miskin itu sendiri sebagaimana dalam Teologi Pembebasan dalam uraian Sindima, tetapi juga merupakan tanggung jawab orang kaya sebagai bagian dari komunitas yang saling berbagi.
Pendampingan Pastoral Terhadap Jemaat Yang Belum Siap Menghadapi Kematian di HKBP Pasar Minggu Ruth Betty Panjaitan
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.865 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i1.27

Abstract

Abstract: Death is certainty for all living things. Even though the death sentence, but humans are very afraid of death and always try to avoid death. Even if the emergency condition of the congregation is critical, it is still not ready to face death, so it only needs to be healed physically. As an addition the makes the writer interested in doing pastoral care for canggregations who are not ready to death. Pastoral care uses interviews with five family members who are in critical condition and their family. This pastoral assintance uses the functions of sustaining and reconciling. This pastoral care can help fighy the pain. Then they will be reconciled by being able to help him. They can receive treatment for physicaly healing and also spiritual healing. Pastoral care is given to sick family members, families and also the medical team. How can the family enjoy a eternal life. Abstrak: Kematian adalah kepastian bagi semua makhluk hidup. Walaupun kematian kepastian, tetapi manusia sangat takut terhadap kematian dan selalu mencoba menghindar dari kematian. Kondisi keadaan jemaat yang kritis sekali pun tetap belum siap menghadapi kematian, maka berusaha hanya untuk sembuh secara fisik. Keadaan seperti inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan pendampingan pastoral kepada jemaat yang belum siap menghadapi kematian. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada lima jemaat yang dalam kondisi sakit kritis dan kepada keluarganya. Pendampingan pastoral ini menggunakan fungsi Menopang (sustaining) dan mendamaikan (reconciling). Pendampingan pastoral ini menopang jemaat untuk menerima kondisi sakitnya. Maka mereka akan dapat didamaikan dan dapat memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya. Mereka akan dapat menerima pelayanan untuk kesembuhan fisik dan juga kesembuhan rohani mereka. Pendampingan pastoral ini diberikan kepada jemaat yang sakit, keluarga dan juga tim medis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5