cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 10 Documents clear
Distribusi Walet (Collocalia sp) di Kabupaten Grobogan
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi rumah walet (Colocalia sp), terutama walet yang dibudidayakan di rumah walet di Kabupaten Grobogan. Metode pengumpulan data terdiri dari data spasial dalam bentuk data yang meliputi peta topografi yang terdiri dari peta jalan, peta sungai, peta ketinggian, peta suhu yang berasal dari peta landsat dan data tabular  distribusi rumah walet di Kabupaten Grobogan. Penentuan distribusi rumah walet dengan menggunakan Global Position System (GPS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah walet tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Grobogan yang diamati. Kecamatan Purwodadi menempati peringkat tertinggi dalam perolehan rumah walet di Kabupaten Grobogan, yaitu sebanyak 209 rumah walet, sedangkan Kecamatan Kedungjati menempati peringkat terendah dengan enam rumah walet. Daerah dengan kategori "paling cocok " adalah kecamatan Gabus dan Ngaringan. Daerah dengan habitat kesesuaian "tepat" adalah kecamatan  Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, dan Gubug yang mempunyai potensi berkembang  untuk budidaya sarang walet. Distribusi rumah walet di sepuluh kecamatan yang diamati merupakan daerah perkotaan. Faktor keamanan adalah penting dan merupaka faktor utama  menyebabkan banyak rumah walet dibangun di daerah perkotaan.The study aims to know swallow (Colocalia sp) house distribution, especially swallow that cultivating in the swallow house at Grobogan Regency. Data collection method consist of spatial data in form of data that include topographic map which consist of  road map, river map, elevation map, temperature map. It was derived from landsat maps and tabular data of swallow house distribution in Grobogan Regency. Determination of swallow house distribution by using Global Position System (GPS). The results of this study show that swallows house have been distributed in ten subdistricts of Grobogan Regency that are observed. Purwodadi Subdistrict occupy the highest rank in acquisition of swallow house in Grobogan Regency, that as many as 209 swallow house, whereas Kedungjati Subdistrict occupy the lowest rank with six swallow house. Area with category “ most appropriate” as Gabus and Ngaringan District. Area with habitat suitability “ appropriate” as Kradenan, Tawangharjo, Kedungjati, Tegowanu, and Gubug district had a potential to developing nest swiftlet cultivation. Swallow house distribution in ten subdistricts that are observed numerouse urban areas. Safety factor is important and more principal for factors that caused many swallow houses are builded in urban areas.
Efek Pemberian Jus Lidah Buaya Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efek dari jus lidah buaya dan mekanisme kerjanya dalam menurunkan kadar glukosa darah pada  tikus dengan pembebanan makanan glukosa yang berlebih. Sampel terdiri dari 24 tikus putih  jantan yang diberi makan glukosa monohidrat. Sampel dikelompokkan menjadi 6 kelompok: kontrol, pengobatan jus lidah buaya 0,5 ml / ekor, 1ml/tail dan 1,5 ml / ekor, 0,09 g/200 g BB glibenklamid dan metformin 9 g/200 g BB. Kadar glukosa darah setiap ekor diukur sebelum pengobatan dan pada interval 30, 60 dan 90 menit setelah pengobatan. Data dianalisis dengan ANAVA dua arah taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah tikus antara kelompok perlakuan dan antara waktu sampling yang berbeda secara signifikan. Dalam 3 kelompok jus lidah buaya pengobatan, kadar glukosa darah terendah diperoleh dari jus lidah buaya dengan dosis 1,5 ml pada menit ke-30. Tingkat glukosa darah terendah untuk semua kelompok perlakuan dicapai dengan glibenklamid pada menit ke-90, tetapi tikus mengalami kondisi hipoglikemik dengan kadar glukosa darah 23,63 mg/dl. Pemberian jus lidah buaya berpengaruh  dalam penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang diberi makan glukosa yang berlebih. The purpose of this study was to determine the effects of aloe vera juice and examine its mechanism of action in decreasing  blood glucose levels in mice fed over glucose.  The sample consisted of 24 male white rats fed over glucose monohydrate. Samples are grouped into 6 groups: control, treatment of aloe vera juice 0.5 ml/ each rat, 1ml/ each rat and 1.5 ml /each rat, 0.09 g/200g BW glibenclamide and 9 g/200 g BW metformin. Blood glucose levels of each animal was measured before treatment and at intervals of 30, 60 and 90 minutes after treatment. Data were analyzed with two-way ANAVA test level of 5%. The results showed that rat blood glucose levels between treatment groups and between different sampling time significantly.  In the 3 groups of aloe vera juice treatment, the lowest blood glucose levels achieved by aloe vera juice with a dose of 1.5 ml in 30th minute. The lowest blood glucose levels for all treatment groups achieved by glibenclamide in the 90th minute, but the rats experienced a hypoglycemic condition with blood glucose levels by 23.63 m /dl. Giving  aloe vera juice influenced in reducing blood glucose levels of mice fed glucose loading. 
Aktifitas Enzim Nitrat Reduktase Kedelai Akibat Variasi Kadar Air pada Awal Pengisian Polong
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai kualitas air untuk aktivitas nitratreduktase  enzim (NRA),produksi kedelai (Glycine max) Burangrangkultivar, dan menganalisis korelasi antara NRA dan produksi. Aplikasi perlakuan rancangan acak lengkap dan terdiri dari satu factor dengan tiga kali ulangan.Faktor berbagai kualitas air terdiri darikapasitas lapangan, 90%, 70%, 50%, 30%, dan 10% dari kapasitas lapangan. Setiap ulangan terdiri dari 8 unit pengolahan, sehingga seluruh unit pengolahan adalah 144. Perlakuan variasi ketinggian air diberi sekali dari 2 hari. NRA dihitung berdasarkan jumlah nitrit yang dihasilkan dari uji. Nitrat direaksikan menggunakan sulfanilamide 1% dalam 3 N HCL dan napthylethylendiamide 0,02%.  Warna yang dihasilkan ditentukan dengan spektrofotometer pada 540 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air pada 90% dari hasil lapangan kapasitas rata-rata tertinggi PPA dengan efisiensi air yang baik. Rata-rata terbaik dengan efisiensi air untuk produksi dimiliki oleh variasi air 70%. Variasi kualitas air memiliki pengaruh signifikan terhadap NRA dan produksi.  NRA berkorelasi positif dengan produksi. The objective of this research was to analize the influence of variety of water qualityto nitrate reductase enzymes activity (NRA), production of soybean (Glycine max)cultivar Burangrang, and analize the correlation between NRA and production. The application of treatment followed the complete random design and it consist of one factor with three times repeat. The factor was variety of water qualityconsisted of field capacity, 90%, 70%, 50%, 30%, and 10% of the field capacity. Every repeat consisted of 8 treatment unit, so the whole of treatment unit were 144. The treatment of height water variety was given once of 2 daily. NRA is calculated based on the amount of nitrite produced from an assay. Nitrate was reacted using 1% sulfanilamide in 3 N HCL and 0,02% napthylethylendiamide. The produced color is examine using spectrophotometer at 540 nm. The result of the research indicate that the pouring water in 90% from field capacity result in the highest average of PPA by good water efficiency. The best average with water efficiency for production was owned by variety of water quality70%. Variety of water qualityhad significant influence to NRA and production. NRA had positif correlation with production.
Keanekaragaman Fosil Mikroforaminifera pada Singkapan Formasi Kalibeng dan Pucangan di Sangiran
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia yang terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer dari Solo ke Purwodadi itu. Pada fosil Sangiran adalah mikroforaminifera yang dapat dimanfaatkan dalam penentuan lingkungan masa lalu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman fosil di singkapan formasi mikroforaminifera Kalibeng dan Pucangan di Desa Sangiran di Kabupaten Kalijambe. Dua formasi Pucangan Kalibeng dan Pucangan sebagai lokasi penelitian. Penentuan sampling adalah pada tiga titik di setiap formasi. Setiap titik diambil pada pembentukan, atas tengah dan bawah dengan setiap titik adalah 2 meter. Setelah sampel diambil, untuk mengidentifikasi foraminifera, indeks keanekaragaman dihitung, indeks kemerataan jenis, indeks dominasi dan kesamaan index.Mikroforaminifera indeks keanekaragaman plankton fosil di Formasi Kalibeng di Sangiran termasuk dalam kategori sedang (1,46) dan Formasi Pucangan termasuk kategori tinggi (1,69). Indeks keanekaragaman mikroforaminifera bentonik fosil di Formasi Kalibeng (0,81) dan Pucangan (0,78) di Sangiran termasuk dalam kategori rendah. Sangiran is the archaeological site in Java, Indonesia which is located in Central Java, 15 kilometers from Solo to the Purwodadi. At Sangiran fossils are mikroforaminifera that can be utilized in the determination of past environments. Research purposes to know the diversity of fossils in the outcrop formations mikroforaminiferaKalibeng and Pucangan in the village of Sangiran County District Kalijambe. Two formations are Kalibeng and Pucangan as study site. Determination of the sampling is at three points in each formation. Each point is taken at the top, middle and bottom formation with each point is 2 meters. After the sample is taken, to identify foraminifera, calculated diversity index, evenness index, dominance index and similarity index.Mikroforaminifera fossil planktonic diversity index on Kalibeng Formation in Sangiran included in the category of being (1.46) and the Formation Pucangan included in the high category (1.69). Fossil diversity Index mikroforaminifera bentonik on Formation Kalibeng (0.81) and Pucangan (0.78) in Sangiran included in the low category.
Efek Madu Randu dan Kelengkeng dalam Menurunkan Kolesterol pada Tikus Putih Hiperkolesterolemik
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu adalah cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu, memiliki antioksidan yang dapat mengurangi kolesterol dan MDA (malonildealdehida). Kelengkeng madu memiliki banyak antioksidan lebih dari madu randu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan madu randu dan madu kelengkeng untuk mengurangi kolesterol dan MDA pada tikus hiperkolesterolemik. Penelitian menggunakan 15 tikus galur wistar jantan, 2-3 bulan dan 115-128 gram berat badan. Tikus dibagi dalam 3 kelompok eksperimental. Perlakuan  menggunakan 10 ml air + berat badan 5 ml / kg tikus dosis dan kelompok kontrol (tidak diobati). Data kolesterol dan MDA dianalisis dengan ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol, madu kelengkeng dan pengobatan madu randu berbeda nyata dalam mengurangi kolesterol (p <0,005). Kelengkeng dan madu randu tidak berbeda nyata (p> 0,005). MDA perbedaan nyata (P> 0,005) antara pengobatan randu dan madu kelengkeng mengasah. Madu kelengkeng dapat mengurangi MDA lebih besar dari pada madu randu  pada tikus putih hiperkolesterolemikHoney is natural liquid produced by honey bees, it has antioxidants that can reduce cholesterol and MDA (malonildealdehida).  Kelengkeng  honey  has a lot of antioxidants more than randu honey. This study purpose is to examine  differences of  randu honey and kelengkeng honey for  reducing cholesterol and MDA in hiperkolesterolemik rat. The study used 15 male wistar strain rats, 2-3 months old and 115-128 grams of weight. The rats was devided into 3 groups experimentally. The treatmens were used 10 ml water + 5 ml/ kg rat’s weight of doses and control group (untreated).  Data of cholesterol and MDA were analysed with ANOVA and  LSD Post Hoc. The result showed that  control group, kelengkeng honey and randu honey treatment were  significant difference  (p < 0,005) in reducing cholesterol. Kelengkeng and randu honey were not significantly different (p>0.005).  MDA significant differences (P>0,005)  with  randu hone and  kelengkeng honey. The kelengkeng honey can reducing larger MDA than randu honey on white mice hypercholesterolemia.
Uji Ekstrak Daun Sirsak Terhadap Mortalitas Ektoparasit Benih UdangWindu Penaeus Monodon
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk menguji uji ekstrak daun sirsak dan pengaruhnya terhadap mortalitas ektoparasit pada udang windu. Penelitian ini menggunakan udang benih yang diambil secara acak. Tiger udang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Penelitian ini, menggunakan ekstrak daun sirsak dosis: 0%, 30%, 40%, 50% dan setiap perlakuan terdiri dari 18 benur udang windu dan 5 ulangan. Setiap kelompok perlakuan dengan ekstrak daun sirsak diamati selama 60 menit untuk mengendalikan ektoparasit dan 72 jam untuk kematian udang. Data kematian ektoparasit dianalisis dengan Anava dan uji lanjut dengan LSD (Beda Nyata Terkecil). Hasil observasi menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak signifikan mempengaruhi kematian ektoparasit benih udang. Hasil tes Anava untuk kelompok perlakuan 0%, 30% 40, 50% diperoleh nilai sig. 0,000 <0,05. Hal ini menunjukkan perbedaan yang nyata  pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata terhadap kematian ektoparasit udang windu.The aim of  this research is to examine the soursop leaf extract and its effect on mortality of ectoparasites on the Penaeus monodon.  This research uses  shrimps which taken randomly. Tiger shrimp were divided into 4 treatment groups. In this research, treated with soursop leaf extract doses: 0%, 30%, 40%, 50% and each treatment consisted of 18 shrimps and five replications. Each group treated with soursop leaf extract was observed for 60 minutes to control ectoparasites and 72 hours for mortality of shrimp. Ectoparasite mortality data were analyzed  with  ANAVA and post hoc tests using LSD (Least Significant Difference). Observations indicate that the soursop leaf extract significantly affect ectoparasite mortality of shrimps. ANAVA test results for  treatment group, 0%, 30%, 40%, 50%  (sig. 0.00 < 0.05). It shows  significant  difference among treatment group. Based on the research results  it can be concluded that soursop leaf extract  significantly affect mortality of ectoparasites of shrimp. 
Pengaruh Pemberian Vitamin A Terhadap Penurunan Parasitemia Diinfeksi Plasmodium berghei Mencit yang
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan masyarakat di daerah endemis malaria adalah kesadaran untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi dan penularan malaria. Vitamin A adalah salah satu vitamin yang bertindak sebagai immunostimulant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian vitamin A dapat mengurangi parasitemia Plasmodium berghei pada Mencit Galur Swiss. Penelitian ini menggunakan 24 mencit jantan  berumur 6-8 minggu, berat badan 20-30 gram dan diambil secara acak. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Dalam penelitian ini, pemberian vitamin A pengobatan dengan 3 variasi dosis yaitu 0 IU/g BB, 35 IU / g BB dan 70 IU / g BB dan kelompok kontrol negatif dengan setiap kelompok terdiri dari 6 tikus atau dengan 6 ulangan. Hasil ANOVA untuk pengobatan kelompok B, C dan D diperoleh nilai signifikan <0,001. Hal ini berarti  terdapat perbedaan yang signifikan dalam pengobatan yang diberikan. Untuk menemukan perbedaan yang signifikan kemudian dilakukan uji lanjut . Kesimpulan dalam penelitian ini adalah vitamin A mempunyai efek penurunan parasitemia pada Mencit Galur Swiss yang terinfeksi Plasmodium berghei.One alternative that can be developed communities in malaria endemic area is the awareness to boost immunity against infection and transmission of malaria. Vitamin A is one vitamin that acts as an immunostimulant. This study aims to determine whether administration of vitamin A can reduce the parasitemia of Plasmodium berghei in Swiss Strain Mice. This study used 24 male Swiss Strain Swiss aged 6-8 weeks, 20-30 grams weight and taken at random. Mice were divided into 4 groups. Research carried out experimentally  design. In this research, the provision of vitamin A treatment with 3 variations in dose were 0 IU /g BW, 35 IU /g BW and 70 IU /g BW and negative control group with each group consisting of 6 mice or with 6 replications. ANOVA results for treatment groups B, C and D obtained significant value <0.001. It was stated there are significant differences in treatment provided. To find any significant difference then conducted further post hoc tests. Conclusions for this study was vitamin A giving effect to decreased of parasitemia in Swiss Strain Mice that Infected with Plasmodium berghei.
Toksisitas Ekstrak Biji Srikaya dan Pengaruhnya terhadap Viabilitas Rayap Kayu Kering
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menguji toksisitas ekstrak biji srikaya dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup rayap kayu kering. Rayap (280) dibagi menjadi 7 kelompok. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Ekstrak biji srikaya yang konsentrasi dengan berbagai dosis yaitu 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L, 10,5 mg/L, 11mg/L, 11,5 mg/L dengan setiap kelompok terdiri dari 10 rayap, empat ulangan. Semua rayap dari setiap kelompok diperlakukan dengan ekstrak biji srikaya dan diamati selama 96 jam. Data kelangsungan hidup rayap dianalisis dengan ANOVA. Untuk hasil yang signifikan kemudian dilanjutkan dengan pengujian LSD pada tingkat kesalahan 5%. Hasil uji ANOVA untuk kelompok perlakuan 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L; 10,5 mg/L; 11 mg/L dan 11,5 mg/L pada setiap kelompok perlakuan berbeda nyata (p<0,05). Ekstrak biji srikaya yang mempengaruhi untuk kelangsungan hidup rayap kayu kering (Cryptotermes cyanochepalus) Konsentrasi yang paling berpengaruh pada kelangsungan hidup rayap adalah konsentrasi sebesar 11,5 mg/L.The  study aims to examine the toxicity of annona’s seed extract and its effect on the viability of dry wood termites.  Termites (280) were divided into 7 groups. The Research carried out experimentally by using Completely Randomized Design. Annona’s seed extract concentration with variety of dosage that is 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, 11.5 mg/L with each group consists of 10 termites, four replications. All termites from each group were treated with annona’s seed extract and observed during 96 hours. Data viability termites were analyzed with ANOVA. The treatment groups were 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg /L. For significant results then proceed with testing LSD at 5% error level. ANOVA test’s result for treatment groups 8.5 mg/L, 9 mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg/L (p<0.05) in each treatment group. It showed a significant difference in treatment given. Annona’s seed extract affects to the viability of dry wood termites (Cryptotermes cyanochepalus). The concentration that most influents on viability of termites is concentration at 11.5 mg/L.
Keanekaragaman Plankton Di Perairan Tambak Ikan Bandeng Di Tapak Tugurejo, Semarang
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman plankton di perairan tambak ikan bandeng di Tapak Tugurejo Semarang. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, di setiap stasiun diambil 5 poin sampling, masing-masing titik sampling dibagi dalam 2 variasi kedalaman yaitu, permukaan (0 m) dan dasar (1,5 m). Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan selang waktu 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan tiga stasiun di stasiun I ditemukan 7 spesies fitoplankton dan 2 jenis zooplankton, stasiun kedua menemukan 14 jenis fitoplankton dan 3 jenis zooplankton, sedangkan stasiun ketiga ditemukan 12 jenis fitoplankton dan 4 jenis zooplankton. Keanekaragaman fitoplankton dari tertinggi ke terendah dengan urutan stasiun III (0,802), stasiun I (0,697) dan stasiun II (0,577). Keragaman zooplankton dari yang tertinggi ke urutan terendah dari stasiun III (0,479), stasiun II (0,389) dan I stasiun (0,3). Dari pengamatan menyimpulkan bahwa keanekaragaman plankton di perairan tambak bandeng dalam Tugurejo Semarang diperoleh selama penelitian adalah rendah.This research was conducted to determine the diversity of plankton in the waters of milk fish ponds in the area Tread TugurejoKelurahanTugu Semarang District. Sampling was purposive sampling method, at each station were taken 5 points of sampling, each sampling point divided in 2 variations in the depth that is, the surface (0 m) and base (1.5 m). Sampling was done 3 times with an interval of 1 week. The results showed the three stations in the station I found 7 species of phytoplankton and 2 types of zooplankton, the second station found 14 species of phytoplankton and 3 types of zooplankton, whereas the third station found 12 species of phytoplankton and 4 types of zooplankton. Diversity of phytoplankton from highest to lowest by the order station III (0.802), the station I (0.697) and station II (.577).Diversity of zooplankton from the highest to the lowest order of station III (0.479), station II (.389) and the station I (0.3). From the observation concluded that the diversity of plankton in the waters of milk fish ponds in the area Tread Tugurejo Semarang obtained during the study is low.
Efikasi Ekstrak Daun Lengkuas Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles aconitus
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penggunaan bahan kimia secara kumulatif berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan, diperlukan upaya untuk mendapatkan alternatif yang aman untuk insektisida. Berdasarkan pertimbangan ini, para ahli menggunakan insektisida nabati. Salah satu tanaman potensial adalah daun lengkuas (Alpinia galanga SW.). Daun lengkuas memiliki bahan aktif berupa tanin, saponin, alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk, efektivitas (LC50-24 jam dan LC90-24 jam) ekstrak daun lengkuas terhadap kematian larva nyamuk dan mortalitas larva nyamuk pada berbagai tingkat konsentrasi ekstrak daun lengkuas. Metode analisis data yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu Uji One Way Anava dengan taraf kepercayaan 95%, analisis regresi dan analisis probit. Hasil perhitungan dengan menggunakan nilai yang diperoleh dengan analisis probit LC50-24 jam dan LC90-24 jam ekstrak daun dari lengkuas adalah 4,4% dan 5,1%. Pengujian Anava satu arah menunjukkan bahwa antar kelompok rata lengkuas daun data konsentrasi ekstrak satu sama lain tidak saling identik atau berbeda secara signifikan. Malaria is transmitted through the bite of female Anopheles mosquito. Use of chemicals cumulatively have a negative impact on humans and the environment, required an effort to get a safe alternative to insecticides. Based on these considerations, the experts use plant-based insecticides. One of the potential plant is the leaf galangal (Alpinia galanga SW.). Leaf galangal has an active ingredient in the form of tannin, saponin, alkaloid, terpenoid and flavonoid that can be used to control insects. The study aims to determine the effect of leaf extract of galangal against mosquito larvae mortality, the efficacy (LC50-24 hours and LC90-24 hours) galangal leaf extract against mosquito larvae mortality and mortality of mosquito larvae to know the difference A. aconitus at various levels of concentration of leaf extract of galangal. Data analysis methods used there are 3, namely Test Anava One Way with 95% confidence level, regression analysis and probit analysis. From the results of calculations using values ​​obtained by probit analysis LC50-24 hour and LC90-24 hours a leaf extract from galangal is 4,4% and 5,1%. In one direction Anava testing showed that the average inter-group galangal leaf extract concentration data with each other are not mutually identical or significantly different.

Page 1 of 1 | Total Record : 10