cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2012)" : 10 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Jahe terhadap Penurunan Jumlah Ektoparasit Protozoa pada Benih Kerapu Macan
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak air jahe terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa pada benih kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor benih kerapu macan berumur 3 bulan yang terinfeksi parasit. Konsentrasi ekstrak jahe yang diujikan adalah 0%; 0,5%; 1,0%, dan 1,5%. Lama perlakuan 30 menit, dengan waktu pengamatan 10, 20, dan 30 menit. Data yang diambil berupa jenis dan jumlah ektoparasit tiap jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan ektoparasit pada kerapu macan dari genus Trichodina, Epistylis, Vorticella, dan Acineta. Perendaman ikan dalam waktu 10, 20 dan 30 menit pada konsentrasi ekstrak jahe 0% masih ditemukan ektoparasit, sedangkan pada konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% tidak ditemukan ektoparasit. Simpulan dari penelitian ini adalah perendaman kerapu macan pada ekstrak jahe konsentrasi 0,5% pada waktu 10 menit berpengaruh terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa pada benih ikan kerapu macan.The aim of this study is to determine the effect of ginger water extract in decreasing number of protozoan ectoparasites on Epinephelus fuscoguttatus. It is included as experimental study that uses the complete randomized block with 4 treatments and 5 frequent times. The study used 20 Epinephelus fuscoguttatus with aged 3 months which were infected by parasites. Ginger water extract which was experimented, is 0%: 0,5%; 1,0% and 1,5% concentration. Long of this experiment is 30 minutes, with interval of observation 10, 20 and 30 minutes. Data was taken in form of ectoparasite and its number of species type. The result of this study showed that the ectoparasites on the Epinephelus fuscoguttatus are from the Trichodina, Epistylis, Vorticella, and Acineta genus. Soaking of fish for 10th, 20th and 30th minutes with 0% concentration of ginger water extract, was still found an ectoparasite, whereas in concentration 0.5%, 1% and 1.5% there was not found any ectoparasites. Conclusion of this study is that soaking of Epinephelus fuscoguttatus in ginger water extract at 0,5% concentration within 10 minutes, affects in decreasing number of protozoan ectoparasites on Epinephelus fuscoguttatus.
Distribusi dan Keanekaragaman Jenis Makrozoobentos Weleri Kabupaten Kendal di Sungai Damar Desa
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Damar merupakan sungai yang alirannya mendapat masukan limbah dari kegiatan industri rumah tangga dan kegiatan pertanian yang dapat berpengaruh terhadap kualitas airnya. Makrozoobentos dapat digunakan sebagai parameter biologi dalam menentukan kondisi suatu perairan, karena hidupnya relatif diam di dasar perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi dan keanekaragaman jenis makrozoobentos di Sungai Damar Desa Weleri. Penelitian ini dilakukan secara purpossive sampling, dengan pengambilan sampel tiap stasiun diambil sembilan titik pada substrat dasar perairan yang berbeda. Waktu pengambilan tiga kali dengan selang waktu dua minggu. Metode analisis data yang digunakan yaitu Distribusi longitudinal, Indeks keanekaragaman, Indeks kemerataan, dan Indeks dominansi. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis makrozoobentos. Spesies yang terdistribusi di sepanjang Sungai Damar yaitu Littorina carinifera, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Melanoides granifera, dan Pilla ampullacea. Nilai Indeks Keanekaragaman pada semua stasiun pengamatan tergolong sedang (2,77). Keanekaragaman jenis makrozoobentosnya tergolong sedang, sehingga menunjukkan air Sungai Damar termasuk kriteria kualitas air yang setengah tercemar.Damar river is a river whose streams flow gets input wastes from domestic industrial activity and agricultural activities that may affect water quality. Macrozoobentos can be used as a biological parameter in determining the waters condition, because they live relatively silence in the bottom of water. The purpose of this study is to determine the distribution and diversity of makrozoobentos species in the Damar river in Weleri Village. This research used the purpossive sampling method, with the sample of each station was taken from nine poins on the different bottom substrates. It was done in three times removal at two weeks interval. The data analysis method that were used are Longitudinal Distribution, Diversity Index, Evenness Index and Dominance Index. The research found 27 species of macrozoobentos. The species that distributed along Damar river are Littorina carinifera, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Melanoides granifera, dan Pilla ampullacea. Diversity index at all observation station are classified as moderate (2,77). Based on the result, it can be concluded that there are five species that are distributed along Damar river. The macrozoobentos diversity is classified as moderate, that indicate there is light pollution that happened at Damar river.
Suhu, Kelembaban, serta Produksi Telur Itik pada Kandang Tipe Litter dan Slat
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan lingkungan luar sangat penting pengaruhnya terhadap proses produksi telur, sehingga diperlukan pengaturan lingkungan yang mendukung kehidupan itik secara optimal. Lingkungan yang dapat mempengaruhi proses pembentukan telur diantaranya adalah lingkungan kandang. Keadaan lingkungan yang tidak mendukung dapat mengganggu proses produksi telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan suhu, kelembaban, dan produksi telur itik pada kandang tipe Litter dan Slat di Satuan Kerja Itik Banyubiru. Sampel yang digunakan sebanyak 6 kandang itik, terdiri dari 3 kandang Litter dan 3 kandang Slat, masing masing berisi 100 ekor itik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata hasil produksi telur pada kandang Litter sebanyak 64 butir, sedangkan rata-rata hasil produksi telur pada kandang Slat sebanyak 71 butir. Suhu pada kandang Litter berkisar antara 21-31°C, sedangkan suhu pada kandang Slat berkisar antara 21-33°C. Kelembaban pada kandang Litter berkisar antara 33-85%, sedangkan kelembaban pada kandang Slat berkisar antara 30-85%. Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan suhu, kelembaban dan produksi telur. Condition of the environment is very important influence for process of eggs production, so needed environment arrangement to support the duck life optimum. Environment can arrange it is stable. The environment that can influence the duck life is stable environment. Unsupported stable environment can decrease the eggs production. This observasion are conducted to know the temperature difference, humidity, and egg production in Litter and Slat-typed stable at Satuan Kerja Itik Banyubiru. There are 6 stable to use the sample, consist of 3 Litter-typed stable and 3 Slat-typed stable in which each stable filled up by 100 ducks. The observation result shows the eggs production rate in Litter-typed stable is 64 grains, whereas in Slat-typed stable is 71 grains. The temperature in Litter-typed stable around 21-31ºC, temperature in Slat-typed stable around 21-33ºC. Humidity in Litter-typed stable around 33-85%, humidity in Slat-typed stable around 30-85%. From the observation result, we can draw conclusion that there is difference in temperature, humidity, and eggs production.
Keragaman Teripang asal Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Teluk Jakarta
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teripang (Holothuroidea) atau yang lebih dikenal dengan timun laut merupakan hewan dari kelas Echinodermata. Teripang mempunyai nilai ekonomi yang penting karena kandungan atau kadar nutrisi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dan mengidentifikasi teripang yang ditemukan pada perairan di sekitar P. Pramuka Kepulauan SeribuTeluk Jakarta berdasarkan morfologi dan anatominya. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah 13 ekor teripang. Hasil identifikasimorfologi berdasarkan bentuk, corak dan warna serta tipe spikula menunjukkan bahwa teripang pada Pulau Pramuka berasal dari tiga famili, yaitu  Holothuriidae (genus Actinopyga dan Holothuria), Stichopodidae (genus Stichopus), dan Synaptidae (genus Synapta). Jenis teripang yang berhasil diidentifikasi tersebut meliputi Actinopyga lecanora , Holothuria sp , H. leucospilota , H. impatiens , H. fuscocinerea , Stichopus ocellatus , S. quadrifasciatus , S. vastus , dan  Synapta maculata.Sea cucumbers (Holothuroidea) as we known as the sea cucumber is an animal of the class Echinodermata. Sea cucumbers have an important economic value for the content or high levels of nutrients. This research aims to identify sea cucumber that found in the waters around Pramuka Island, Kepulauan Seribu, Jakarta Baybase on the morphology and anatomy.Samples been obtained in this study as much as 13.  The results of morphological identification based on the shape, style and color as well as the type of spicules explained that sea cucumbers at Pulau Pramuka from three families,namely Holothuriidae (genus Actinopyga and Holothuria), Stichopodidae (genus Stichopus), and Synaptidae (genus Synapta).  Types of sea cucumbers were identified include Actinopyga lecanora, Holothuria sp, H. leucospilota, H. impatiens, H. fuscocinerea, Stichopus ocellatus, S. quadrifasciatus, S. vastus, and Synapta maculataand.
Studi Awal Populasi dan Distribusi Macaca fascicularis Ulolanang Raffles di Cagar Alam
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembukaan ladang di sekitar Cagar Alam (CA) Uloalanang Kecubung telah mempengaruhi populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) yang hidup di dalamnya. Monyet ekor panjang dianggap sebagai hama karena sering menyerang ladang,  hal tersebut meningkatkan aktivitas perburuan monyet ekor panjang yang dikhawatirkan menyebabkan menurunnya populasi monyet ekor panjang di CA Ulolanang Kecubung di masa mendatang. Tujuan penelitian ini mengetahui ukuran populasi dan distribusi monyet ekor panjang di CA Ulolanang Kecubung sebagai langkah awal upaya pelestarian monyet ekor panjang di CA Ulolanang kecubung. Penelitian ini menggunakan metode garis transek. Penentuan garis transek mengikuti jalur yang ada yaitu jalur sekat bakar. Lebar areal pengamatan 50 meter ke kanan dan 25 meter ke kiri menyesuaikan kondisi lapangan serta panjang 3 km.  Hasil pengamatan diperoleh populasi monyet ekor panjang berisar antara 30 sampai 36 ekor dengan kerapatan populasi 0,47 ekor/ha (0 sampai 1 ekor/ha) dan mengelompok di daerah  pal 31 dan 51 karena berdekatan dengan sungai (riparian) dan sumber makanan (ladang).The opening of the fields around the Uloalanang Kecubung Nature Reserve has affected populations of long-tailed macaque (Macaca fascicularis Raffles, 1821) live in it. Long-tailed monkeys are seen as pests as they often attack the field, so that hunting activity increases the fear causes decreased long-tailed macaque population in Uloalanang Kecubung Nature Reserve in the future. The purpose of this study was the determination of the population size and distribution of long-tailed macaque in Uloalanang Kecubung Nature Reserve conservation as a first step in the long-tailed macaque Uloalanang Kecubung Nature Reserve. This study used the transect line. Determination of the transect line to follow the path that is the path firebreaks. The width of the observation area of ​​50 meters to 25 meters to the right and left to adjust the condition of the field, and a length of 3 km. Observations obtained berisar long-tailed monkey population between 30 to 36 tail with a population density of 0.47 fish / ha (0 to 1 fish / ha) and clustered in the pal 31 and 51 because adjacent to the river (riparian) and food sources (fields).
Pengaruh Pengasinan terhadap Kandungan Zat Gizi Telur Bebek yang Diberi Limbah Udang
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengasinan terhadap kandungan gizi telur bebek yang diberi limbah udang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 perlakuan yaitu, perlakuan 1 (mentah TLU), perlakuan 2 (rebus TLU), perlakuan 3 (mentah LU) perlakuan 4 (rebus LU), perlakuan 5 (mentah asin LU), dan perlakuan 6 (rebus asin LU). Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik Multvariat Analysis of Variance (MANOVA) pada taraf signifikansi 95% (p = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah udang dan pengasinan mampu menurunkan kadar air melalui proses pemanasan saat perebusan, meningkatkan kadar abu, meningkatkan lemak, meningkatkan protein, dan menurunkan karbohidrat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulan bahwa, proses penambahan limbah udang dan pengasinan berpengaruh terhadap penurunan kadar air telur bebek mentah, peningkatan kadar abu telur bebek rebus asin, peningkatan lemak telur bebek rebus, peningkatan protein telur bebek mentah asin dan penurunan karbohidrat telur bebek rebus asin. The purpose of this study to determine the effect of marinating duck egg contains nutrients fed shrimp waste. This study was an experimental research with completely randomized design (CRD) consists of 6 treatment, treatment 1 (raw TLU), treatment 2 (boiled TLU), treatment 3 (raw LU) treatment 4 (boiled LU), treatment 5 (raw salty LU), and treatment 6 (boiled salted LU). The data were analyzed quantitatively using statistical Multvariat Analysis of Variance (MANOVA) at 95% significance level (p = 0.05). The results that addition of shrimp waste feed and marinating can reduce water content by heating boiling, increasing ash content, increase fat, increase protein and lower in carbohydrates. Based on the results of research conducted that, the process of adding shrimp waste and salting effect on the decrease in water content of raw duck eggs, elevated levels of ash in boiled salted duck eggs, increased fat poached duck egg, increasing protein in raw salted duck egg and a decrease carbohydrate in boiled salted duck egg. 
Efektivitas Ekstrak Tanin Seledri Terhadap Profil Lipid Tikus Putih Hiperkolesterolemi
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh ekstrak tanin  seledri terhadap profil lipid tikus putih hiperkolestrolemi. Ekstrak tanin seledri dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut aseton: air (7:3) selama 3X24 jam, kemudian dilakukan dengan fraksinasi. Uji fitokimia dilakukan dengan menambahkan larutan FeCl3 1%. Pemisahan ekstrak tanin seledri dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan Post Randomized Controlled Group Design pada 20 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I diberikan akuades sebagai kontrol, kelompok II, III dan IV diberi ekstrak tanin seledri dosis 25, 50, dan 75 mg/kg BB/hari selama 14 hari. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan statistika metode Anova satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya efek signifikan menurunkan kadar kolesterol total dan LDL. Akan tetapi ekstrak tanin seledri tidak berpengaruh siginifikan terhadap kadar trigliserida dan HDL.The purpose of this research was to determine the effect of tannins extract of celery on lipid profile hiperkolestrolemi white rats. Tannins extract of celery  is done by maceration using the solvent acetone: water (7:3) for 3x24 hours. This research with the scheme would Randomized Controlled Group Design Post on 20 male white rats were divided into 4 groups each group consisting of 5 animals. Group I given distilled water as control, group II, III and IV was given tannins exract of celery dose of 25, 50 and 75 mg / kg bw / day for 14 days. The date have been obtained were analyzed with one-way ANOVA statistical method with 95% confidence level. From the experimental results, it is known that the three doses used tannin extract of celery in 14 day significantly decreasing the cholesterol total and LDL. But tannins extract of celery doesn’t show effect significantly however HDL and triglicerides.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan Terhadap Pertumbuhan Bakteri dan Fungi Ikan Bandeng
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri dan fungi pada ikan bandeng (Chanos chanos). Variasi suhu penyimpanan adalah -6°C, 10°C, dan 30°C, sedangkan variasi lama waktu penyimpanan  adalah 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Sebanyak 9 ekor ikan bandeng dimasukkan ke dalam 3 plastik, masing-masing plastik/kelompok terdiri dari 3 ekor. Kelompok 1 disimpan dalam freezer (suhu beku -6oC), kelompok 2 disimpan di kulkas (suhu dingin 10oC) dan kelompok 3 di ruangan (suhu kamar 30oC). Masing-masing kelompok suhu disimpan selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Jumlah pertumbuhan bakteri dan fungi dalam media tanam PDA dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri dan fungi pada ikan bandeng. Suhu beku (-60C) dan suhu dingin (100C) penyimpanan selama 24 jam dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan fungi. Pertumbuhan optimal bagi bakteri dan fungi terjadi pada penyimpanan dalam suhu kamar (300C) selama 24 jam, 48 jam, 72 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah. Disimpulkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri dan fungi pada ikan Bandeng.The purpose of this study was to know the effect of temperature and storage time on the growth of bacteria and fungi on milkfish (Chanos chanos). Variations storage temperature is    -6°C, 10°C, and 30°C, while the variation of the storage time was 24 hours, 48 hours and 72 hours. A total of 9 milkfish put into 3 plastic, each plastic/group consisted of 3 milkfish. Group 1 was stored in a freezer (freezing temperatures -6oC), group 2 was stored in the refrigerator (10°C colder temperatures) and group 3 in the room (room temperature 30oC). Each group recorded temperature for 24 hours, 48 hours, and 72 hours. Total growth of bacteria and fungi in the growing media PDA analyzed descriptively. The results showed that temperature and storage time effect on the growth of bacteria and fungi on milkfish. Freezing temperatures (-6oC) and cold temperature (10oC) storage for 24 hours to inhibit the growth of bacteria and fungi. Optimal for growth of bacteria and fungi occur on storage at room temperature (30oC) for 24 hours, 48 hours, 72 hours. It was concluded that the temperature and storage time effect on the growth of bacteria and fungi on Milkfish. 
Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak lengkuas pada perendaman ikan bandeng terhadap jumlah bakteri dan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini menggunakan 27 ekor ikan bandeng yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok, masing-masing terdiri dari 9 ekor. Ketiga kelompok tersebut berturut-turut direndam dalam larutan ekstrak lengkuas konsentrasi 0% (L0), 10% (L1) dan 20% (L2). Perendaman dilakukan selama 6 jam, kemudian dihitung jumlah bakteri dan diukur tingkat penerimaan konsumen terhadap ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak lengkuas pada perendaman ikan bandeng berpengaruh terhadap penurunan jumlah bakteri. Pada tingkat penerimaan konsumen, penggunaan ekstrak lengkuas pada perendaman ikan bandeng berpengaruh nyata terhadap kenampakan mata tetapi tidak berpengaruh nyata pada bau, warna insang dan tekstur.  Konsumen menyukai bau, warna insang dan tekstur setelah perendaman ekstrak lengkuas, namun kenampakan mata dan warna insang dengan perendaman lengkuas konsentrasi 20% kurang disukai oleh konsumen.This study aimed to determine the effect of galangal extract on immersion milkfish to the number of bacteria and the level of consumer acceptance. This study used 27 milkfish are grouped into 3 groups, each consisting of nine milkfish. Third consecutive group soaked in a solution of 0% (L0), 10% (L1) and 20% (L2) galangal extract concentration. Immersion performed for 6 hours and then counted the number of bacteria and measured the level of consumer acceptance of the milkfish. The results showed that the use of extract of galangal on milkfish immersion effect on decreasing the number of bacteria. At the level of consumer acceptance, the use of galangal extract on milkfish immersion significantly affect the appearance of the eye but had no significant effect on smell, color and texture gills. Consumers love the smell, color and texture after soaking gills galangal extract, but the appearance of the eyes and the color of the gills with ginger dipping concentration of 20% less favored by consumers.
Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Keseneng Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Jawa Tengah
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi potensi etnobotani tumbuhan obat oleh Masyarakat Keseneng yang meliputi jenis tumbuhan obat, cara memperoleh tumbuhan obat, penyakit yang dapat disembuhkan, bagian tumbuhan yang digunakan dan cara penggunaannya. Penelitian ini menggunakan dua tahapan.Tahap pertama, penggalian potensi Desa Keseneng sebagai tempat penelitian dengan wawancara terbuka.Tahap kedua yaitu pengambilan data, meliputi data utama yaitu data tumbuhan obat dan data penunjang berupa data informan dengan wawancara semi terstruktur.Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat Keseneng menggunakan 31 jenis tumbuhan obat dari 21 famili.Tumbuhan obat didapat dari hutan (15 jenis), pekarangan rumah (13 jenis), tepi jalan (5 jenis), tepi sawah (5 jenis), sawah (2 jenis) dan tepi sungai (1 jenis).Tumbuhan obat di desa Keseneng dapat mengobati 15 kelompok penyakit dengan bagian tumbuhan obat yang digunakan yaitu rimpang (7 jenis), semua bagian tumbuhan (3 jenis), batang (3 jenis), buah (7 jenis), daun (10 jenis), biji (1 jenis), getah (3 jenis) dan akar (2 jenis). Berdasarkan pengolahannya tumbuhan obat dibagi menjadi 4, yaitu dimanfaatkan dalam bentuk segar (18 jenis), direbus (13 jenis), dikeringkan (4 jenis) dan dilayukan/dibakar (2 jenis).This study aims to inventory the potential of medicinal plants ethnobotany by the Keseneng Society which includes the species of medicinal plants, how to obtain medicinal plants,curable disease, plant parts used and how to use them. This study uses two stages. The first stage is improving the potential of Keseneng Village as the place to study with an open interview. The second stage is data collection, including the main data, they are medicinal plants, and the supporting data in the form of data informant with a semi-structured interviews. The results show that the Keseneng using 31 types of medicinal plants from 21 families. Medicinal plants were from forest plants (15 types), yard (13 types), the edge of road (5 types), the edge of field (5 types), field (2 types) and river (1 species). Medicinal plants in the Keseneng village can treat 15 types of disease with the parts of plant used, such as the rhizome (7 types), all parts of the plant (3 types) , trunk (3 types), Fruit (7 types), leaves (10 types), seeds (1 types), latex (3 types) and root (2 types). Based on its processing, medicinal plants were divided into 4, which are utilized in fresh form (18 types), boiled (13 types), dried (4 types) and withered / burned (2 types). 

Page 1 of 1 | Total Record : 10