cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2022): November 2022" : 12 Documents clear
Pendekatan Citizen Science sebagai Upaya Konservasi Burung Dilindungi di Desa Ngesrepbalong
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mount Ungaran is one of the Important Birds Area (IBA) areas that need to be protected. The issue of the threat of bird hunting and the absence of a bird database on Mount Ungaran is one of the important factors for bird conservation on Mount Ungaran. This study aims to analyze citizen science as an effort to conserve birds on Mount Ungaran. This research is descriptive qualitative research based on citizen science. The research held in 2019-2020, the sampling location was in Ngesrebalong Village, Limbangan, Kendal Regency. The research sample was 59 respondents who were determined through snowball sampling and purposive sampling techniques. Data collection used three techniques, namely interviews, questionnaires, and observations. The data obtained were validated using the data triangulation method. The data was processed using descriptive analysis. The results show that the Ngesrepbalong community has implemented the concept of citizen science. The application of citizen science by the community can be seen in observing and tagging bird nests. However, it has not documented and recorded data on bird and nest observations on a regular basis. Conservation activities are still focused on conservation activists, such as the Omah Sawah and Pokdarwis Gunungsari communities. The community of Ngesrepalong Village is included in the Contributory Project category, because researchers or cadres still dominate the activities. Gunung Ungaran merupkan salah satu kawasan Important Birds Area (IBA) yang perlu dilindungi keberadaannya. Isu ancaman perburuan burung dan belum adanya pangkalan data burung Gunung Ungaran menjadi salah satu faktor pentingnya konservasi burung di Gunung Ungaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis citizen science sebagai upaya konservasi burung di Gunung Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif berbasis citizen science. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019-2020, lokasi pengambilan sampel di Desa Ngesrebalong, Limbangan, Kabupaten Kendal. Sampel penelitian sebanyak 59 responden yang ditentukan melalui teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data diperoleh menggunakan tiga teknik yaitu wawancara, angket, serta observasi. Data yang diperoleh divalidasi menggunakan metode triangulasi data. Data diolah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Ngesrepbalong sudah menerapkan konsep citizen science. Penerapan citizen science oleh masyarakat dapat terlihat dalam kegiatan pengamatan dan melakukan tagging (penandaan) sarang burung. Namun belum mendokumentasikan dan mencatat data pengamatan burung maupun sarang secara berkala. Kegiatan konservasi masih terfokus pada penggiat konservasi, seperti komunitas Omah Sawah dan Pokdarwis Gunungsari. Masyarakat Desa Ngesrepalong masuk dalam kategori Contributory Project, karena peneliti atau kader yang masih mendominasi kegiatan Keywords: citizen science, bird conservation, Ngesrepbalong village, konservasi burung, desa Ngesrepbalong
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Pertumbuhan Trichoderma spp. dan Aktivitas Enzim Amilase dan Xilanase
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichoderma erinaceum and Trichoderma koningiopsis have the potential to produce lignocellulolytic enzymes, such as amylase and xylanase. Molds must grow in an ideal environment to support their metabolism, so research is needed to determine the temperature and pH of the mold growth environment and its correlation with the enzymes produced. The research was carried out in several stages, including 1) Testing the effect of temperature and pH on the growth of the mold isolates T. erinaceum and T. koningiopsis, 2) Testing the activity of amylase and xylanase enzymes on the best isolates resulting from variations in temperature and pH. The results showed that the best temperature for growth of T. erinaceum based on the calculation of diameter, density, and mycelium compactness was 25°C, while T. koningiopsis was 25-35°C. The best pH for growth of T. erinaceum based on the calculation of diameter, density, and mycelium compactness was 5-7, while T. koningiopsis was 7. At 25°C and pH 7, T. koningiopsis produced the highest amylase activity, while at 25°C and pH 5, T. erinaceum produced the highest xylanase activity. It is recommended to research the effect of parameters other than temperature and pH on the growth of Trichoderma spp. Trichoderma erinaceum dan Trichoderma koningiopsis berpotensi menghasilkan enzim lignoselulolitik, seperti amilase dan xilanase. Kapang harus tumbuh di lingkungan yang ideal untuk mendukung metabolismenya, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui suhu dan pH lingkungan pertumbuhan kapang dan korelasinya dengan enzim yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya: 1) Uji pengaruh suhu dan pH pada pertumbuhan isolat kapang T. erinaceum dan T. koningiopsis, 2) Uji aktivitas enzim amilase dan xilanase pada isolat terbaik hasil variasi suhu dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu terbaik pertumbuhan T. erinaceum berdasarkan penghitungan diameter, kelebatan, dan kekompakan miselium adalah 25°C, sedangkan T. koningiopsis adalah 25-35°C. pH terbaik pertumbuhan T. erinaceum berdasarkan penghitungan diameter, kelebatan, dan kekompakan miselium adalah 5-7, sedangkan T. koningiopsis adalah 7. Pada suhu 25°C dan pH 7, T. koningiopsis menghasilkan aktivitas amilase tertinggi, sedangkan pada suhu 25°C dan pH 5, T. erinaceum menghasilkan aktivitas xilanase tertinggi. Disarankan untuk dilakukan penelitian mengenai pengaruh parameter selain suhu dan pH terhadap pertumbuhan Trichoderma spp. Keywords: Trichoderma spp.; temperature; pH; amylase; xylanase ; suhu; pH; amilase; xilanase
Senyawa Bioaktif Trichoderma erinaceum dan Trichoderma koningiopsis Serta Potensinya Sebagai Antibakteri
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichoderma erinaceum and Trichoderma koningiopsis are lignocellulolytic mold isolated from the Universitas Negeri Semarang which are thought to produce bioactive compounds and have potential as antibacterials. The purpose of this study was to determine the types of bioactive compounds produced by T. erinaceum and T. koningiopsis and to test their antibacterial activity. The crude extracts of Trichoderma erinaceum (TE) and Trichoderma koningiopsis (TK) were tested for their bioactive compounds by chemical test tube including alkaloid, phenolic, flavonoid, steroid/terpenoid, tannin, and saponin tests. Furthermore, antibacterial tests were carried out on Escherichia coli and Bacillus subtilis using the paper disc diffusion method. Chemical tube test showed that TE and TK produced bioactive compounds in the form of flavonoids, phenolics, terpenoids, and tannins. The results of the antibacterial activity test showed that TE inhibited the growth of E. coli more strongly than B. subtilis with diameter inhibition zone 5.3 mm and 4.3 mm, respectively, while TK inhibited the growth of B. subtilis more strongly than E. coli with diameter inhibition zone 5.3 mm and 3.4 mm, respectively. This study shows that T. erinaceum and T. koningiopsis produce bioactive compounds that have potential as antibacterials with weak-moderate inhibitory responses. Trichoderma erinaceum dan Trichoderma koningiopsis merupakan isolat kapang lignoselulolitik yang diisolasi dari lingkungan Universitas Negeri Semarang yang diduga dapat menghasilkan senyawa bioaktif dan berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh T. erinaceum dan T. koningiopsis serta uji aktivitas antibakterinya. Ekstrak kasar Trichoderma erinaceum (TE) dan Trichoderma koningiopsis (TK) diuji kandungan senyawa bioaktifnya dengan uji tabung kimiawi meliputi uji alkaloid, fenolik, flavonoid, steroid/terpenoid, tanin, dan saponin. Selanjutnya, uji antibakteri dilakukan terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis dengan metode difusi kertas cakram. Uji tabung kimiawi menunjukkan bahwa TE dan TK menghasilkan senyawa bioaktif berupa flavonoid, fenolik, terpenoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan TE lebih kuat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dibandingkan B. subtilis dengan diameter zona hambat 5,3 mm dan 4,3 mm secara berturut-turut, sedangkan TK lebih kuat menghambat pertumbuhan bakteri B. subtilis dibandingkan E. coli dengan diameter zona hambat 5,3 mm dan 3,4 mm secara berturut-turut. Penelitian ini menunjukkan bahwa T. erinaceum dan T. koningiopsis menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri dengan respon hambatan lemah-sedang. Keywords: Antibacterial; Bioactive compounds; Trichoderma Antibakteri; Senyawa bioaktif;; Trichoderma
Biokonversi Limbah Roti Apkir Dan Ampas Tahu dengan Memanfaatkan Larva Hermetia illucens
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioconversion is the process of converting organic matter into valuable products by involving living organisms. The bioconversion process can be used for the management of expired bread and tofu waste into feed for H. illucens larvae. H. illucens larvae are known to be rich in protein content that can be used as an alternative protein. This study aims to analyze the results of giving expired bread and tofu dregs to weight, survival rate, waste reduction index, and nutrition of H. illucens larvae. This study used an experimental method using a Rancangan Acak Lengkap (RAL) technique with four treatments and five replications. The organic waste used as feed media for H. illucens larvae were 100% expired bread (control), 10% expired bread 90% tofu dregs, 20% expired bread 80% tofu dregs, 30% expired bread 70% tofu dregs for each treatment. using 1333 (3.06 g) test animals obtained from the Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Negeri Semarang. The results showed H. illucens larvae fed 30% expired bread 70% tofu dregs gave the best results with an average weight of 0.21 g/larva, a survival rate of 96.5%, and a waste reduction index of 6.13%/ day. The results of proximate nutrition analysis of H. illucens larvae showed the highest Protein content in feed with a high concentration of tofu waste (90% tofu waste) which was 43.14%, the highest fat content was found in larvae with 100% expired bread feed, which was 44.64%, while the water content in the highest larvae was found in the treatment of 20% expired bread 80% tofu dregs which was 6.8%. Biokonversi merupakan proses pengubahan bahan organik menjadi produk bernilai dengan melibatkan organisme hidup. Proses biokonversi dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah roti apkir dan ampas tahu menjadi pakan larva H. illucens. Larva H. illucens dikenal kaya kandungan protein yang dapat digunakan sebagai protein alternatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil pemberian roti apkir dan ampas tahu terhadap bobot, tingkat kelulusan hidup, indeks pengurangan sampah, dan nutrisi larva H. illucens. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan teknik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Sampah organik yang digunakan sebagai media pakan larva H. illucens adalah 100% roti apkir (kontrol), 10% roti apkir 90% ampas tahu, 20% roti apkir 80% ampas tahu, 30% roti apkir 70% ampas tahu masing-masing perlakuan menggunakan 1333 (3,06 g) hewan uji yang diperoleh dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Negeri Semarang. Hasil penelitian menunjukkan larva H. illucens yang diberi pakan 30% roti apkir 70% ampas tahu memberi hasil terbaik dengan rata-rata bobot 0,21 gr/larva, tingkat kelulusan hidup 96,5%, dan indeks pengurangan sampah 6,13%/hari. Hasil analisa nutrisi proksimat larva H. illucens menunjukkan kadar protein tertinggi pada pakan dengan konsentrasi ampas tahu tinggi (90% ampas tahu) yakni 43,14%, kadar lemak tertinggi terdapat pada larva dengan pakan roti apkir 100% yakni sebesar 44,64%, sedangkan kadar air pada larva tertinggi terdapat pada perlakuan 20% roti apkir 80% ampas tahu yakni sebesar 6,8%. Keywords: bioconversion; expired bread; tofu dregs; Hermetia illucens larvae; biokonversi; roti apkir; ampas tahu; larva Hermetia illucens
Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Daging Ikan di Tanjung Mas Semarang
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjung Mas Semarang is located in a coastal area where most of the population live as fishermen, fish processing entrepreneurs and other jobs such as steam power plants, ports, and industry, where these activities have the potential to cause problems, one of which is pollution by heavy metal lead. Seen in the field, it was found that people used fish along the waters for consumption, so it wasnecessary to pay attention to considering the presence of Pb contaminants which are toxic, carcinogenic, accumulation and Keywords :bioamgnification which can have a negative impact on humans, namely the emergence of disease. This study aims to determine the Accumulation, Lead (Pb),content of heavy metal Pb in water and which accumulates in fish meat. The study used an observational design with theTanjung Mas Semarang determination of sampling using purposive random sampling technique. Testing the heavy metal content of Pb using AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry) spectrophotometer. The results showed that the concentration of Pb in water in 5 locations ranged from 0-0.015 mg/L, some of which had exceeded the threshold set by PPRI No.22 Th.2021, while the heavy metal content of lead in fish meat ranged from 0-9.973 mg/L. kg where some have exceeded the threshold set by SNI 7387:2009 . The conclusion from this study, based on the measurement results of heavy metal Pb contained in water and meat, some have exceeded the threshold set with the BCF value in the low to moderate category. Tanjung Mas Semarang berada di daerah pesisir yang sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan, pengusaha pengolahan ikan serta pekerjaan lainnya seperti PLTU, Pelabuhan, dan industri, dimana aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan terjadinya suatu permasalahan salahsatunya pencemaran oleh logam berat timbal. Dilihat di lapangan dijumpai masyarakat yang memanfaatkan ikan di sepanjang perairan untuk dikonsumsi, sehingga perlu diperhatikan mengingat keberadaan zat pencemar Pb bersifat toksik, karsinogenik, akumulasi dan bioamgnifikasi yang dapat berdampak negatif pada manusia yaitu timbulnya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada air dan yang terakumulasi pada daging ikan. Penelitian menggunakan rancangan observasional dengan penetapan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Pengujian kandungan logam berat Pb menggunakan spektrofotometer AAS (Atomic Absorbtion Spectrofotometry). Hasil penelitian diperoleh konsentrasi Pb pada air di 5 lokasi berkisar antara 0-0,015 mg/L dimana sebagian telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh PPRI No.22 Th.2021, sedangkan kandungan logam berat timbal pada daging ikan berkisar antara 0-9,973 mg/kg dimana debagian telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 7387:2009. Simpulan dari penelitian ini, berdasarkan perolehan hasil pengukuran logam berat Pb yang terkandung pada air dan daging sebagian telah melebihi ambang batas yang ditetapkan dengan nilai BCF dalam kategori rendah hingga sedang Keywords: Heavy metals, Lead, Fish meat, Tanjung Mas, Logam berat, Timbal, Daging ikan, Tanjung Mas
Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Bioindikator Pencemaran Air di Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The West Flood Canal River is one of the major rivers in Semarang City which is used by the surrounding community to fulfill their daily life. The purpose of this study was to analyze the diversity, evenness and dominance of macrozoobenthos in the West Flood Canal, and to determine the effect of C-organic on the presence of macrozoobenthos. The sampling method in this study used the exploratory method. Determination of sampling stations using purposive random sampling method. The samples obtained were sorted using the hand sorting method and washed with water. The data obtained were calculated indices of diversity, evenness and dominance. The environmental parameters tested were temperature, pH, DO, salinity, brightness, and C-organic. obtained 22 species consisting of classes gastropods, bivalves, crustaceans and malacostraca with a total of 2610 individuals. The Shannon Wiener diversity index value in the West Flood Canal River is 1.51 – 1.88 which is included in the medium diversity category, the evenness index is 0.71-0.87 which is included in the high evenness category and the dominance index is 0.19-0.27 which is included in the category of low dominance. The environmental parameter values in the West Flood Canal River flow include temperatures ranging from 29-33 0C; salinity ranged from 0-29 ppt; brightness ranges from 50-59 cm; pH ranges from 7.1 to 7.3; DO ranges from 3.7-5.3 mg/L; C-organic ranged from 0.21 to 1.04. ungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai besar di Kota Semarang yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah menganalisis keanekaragaman, kemerataan dan dominansi makrozoobentos yang ada di aliran Sungai Banjir Kanal Barat, serta mengetahui pengaruh C-organik terhadap keberadaan makrozoobentos. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode eksplorasi. Penentuan stasiun pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. Sampel yang didapat disortir menggunakan metode hand sortir dan dilakukan pencucian dengan air. Data yang didapat dihitung indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Parameter lingkungan yang diuji antara lain suhu, pH, DO, salinitas kecerahan, dan C-organik. didapat 22 spesies yang terdiri dari kelas gastropoda, bivalvia, crustacea dan malacostraca dengan cacah individu sebanyak 2610 individu. Nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener di Sungai Banjir Kanal Barat sebesar 1,51 – 1,88 yang termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang, indeks kemerataan sebesar 0,71-0,87 yang termasuk dalam kategori kemerataan tinggi dan indeks dominansi sebesar 0,19-0,27 yang termasuk dalam kategori dominansi rendah. Nilai parameter lingkungan di aliran Sungai Banjir Kanal Barat antara lain suhu berkisar 29-33 0C; salinitas berkisar 0-29 ppt; kecerahan berkisar 50-59 cm; pH berkisar 7,1-7,3; DO berkisar 3,7-5,3 mg/L; C-organik berkisar 0,21-1,04. Keywords: Bioindicator,Diversity,Macrozoobenthos, Banjir Kanal Barat River, Bioindikator,Keanekaragaman ,Makrozoobentos,Sungai Banjir Kanal Barat
Etnopangan yang Digunakan Masyarakat Desa Lapolea Kecamatan Barangka Kabupaten Muna
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the types of plants and plant organs that are used as food sources by the people of Lapolea Village, Barangka District, West Muna Regency. The time of conducting the research starts from July 2020 to January 2021. Method used in research using interview techniques and sample collection in the field. The selection of respondents used snowball sampling. The data from this research were processed and analyzed descriptively. Based on the results of the study, it was found that there were 44 types of food plants consisting of 14 types of fruits, 12 types of spices, 11 types of vegetables, 3 types of staple foods, 2 types of tubers, and 2 types of nuts. The most commonly found families are Myrtaceae and Zingiberaceae, there are 4 types of food plants. Based on the plant organs used consisted of 24 types of fruit, 4 types of rhizomes, 4 types of tubers, 4 types of leaves, (leaves and fruit) 2 types, (leaves, fruit, and flowers) 2 types, seeds 1 type, (stem and ) 1 kind, and (fruit and flowers) 1 kind. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan dan organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan oleh masyarakat Desa Lapolea Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Juli 2020 sampai Januari 2021. Metode yang digunakan pada penelitian dengan menggunakan teknik wawancara dan pengumpulan sampel di lapangan. Pemilihan responden dengan metode snowball sampling. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan sebanyak 44 jenis tumbuhan pangan yang terdiri dari 14 jenis buah-buahan, 12 jenis rempah-rempah, 11 jenis sayur- sayuran, 3 jenis makanan pokok, 2 jenis umbi-umbian, dan 2 jenis kacang- kacangan. Familia yang paling banyak ditemukan yaitu familia Myrtaceae dan Zingiberaceae terdapat 4 jenis tumbuhan pangan. Berdasarkan organ tumbuhan yang digunakan terdiri dari buah 24 jenis, rimpang 4 jenis, umbi 4 jenis, daun 4 jenis, (daun dan buah) 2 jenis, (daun, buah, dan bunga) 2 jenis, biji 1 jenis, (batang dan daun) 1 jenis, dan (buah dan bunga) 1 jenis. Keywords: etnobotanny; food ; Muna tribe, pangan; suku Muna
Pemberian Kombinasi Limbah Lumpur Kentang dan Fermentasi Ampas Kelapa Pada Larva Hermetia illucens
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

H. illucens is an insect that can be used as an alternative protein. H. illucens larvae can convert organic waste and produce animal feed at low prices without degrading its quality. The purpose of this study was to analyze the effect of giving a combination of sludge waste and fermentation of coconut pulp on the individual weight of the larvae, the survival rate of larvae, and the index of reducing waste / waste by larvae per day. This study was conducted with 4 treatments, namely A = control, B = sludge waste (75%) and fermentation of coconut pulp (25%), C = waste sludge (50%) and fermentation of coconut pulp (50%), and D = waste sludge (25%) and fermentation of coconut pulp (75%) with as much as 2 kg of waste / waste and 1333 5-DOL in each treatment for 12 days. The results showed that the highest individual weight was in the C treatment with a value (0.19 gr). The highest survival rate in treatment D was (68.92%). The highest waste reduction index is in treatment D, which is 4.07 / day. The best protein content was found in the D treatment with protein values, namely (55.85%) and fat (25.06%). The results of data analysis showed that each research parameter correlated with each other showed that the combined feed media of sludge waste and fermented coconut pulp had a significant influence. H. illucens merupakan serangga yang dapat digunakan sebagai protein alternatif. Larva H. illucens dapat mengkonversi sampah organic dan menghasilkan pakan ternak dengan harga murah tanpa menurunkan kualitas nya. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui menganalisis pengaruh pemberian kombinasi limbah lumpur kentang dan fermentasi ampas kelapa terhadap bobot akhir larva, tingkat kelangsungan hidup larva, dan kemampuan degradasi sampah/limbah oleh larva per hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu A = kontrol, B = limbah lumpur kentang (75%) dan fermentasi ampas kelapa (25%), C = limbah lumpur kentang (50%) dan fermentasi ampas kelapa (50%), serta D = limbah lumpur kentang (25%) dan fermentasi ampas kelapa (75%) dengan sebanyak 2 kg sampah/limbah dan 1333 5-DOL pada tiap perlakuan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bobot akhir tertinggi ada pada perlakuan C dengan nilai (0,19 gr). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D sebesar (68,92%). Kemampuan degradasi sampah tertinggi ada pada perlakuan D yaitu 4,07/hari. Kandungan protein terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai protein yaitu (55,85%) dan lemak (25,06%). Hasil analisis data menunjukan bahwa tiap parameter penelitian saling berkorelasi menunjukan bahwa media pakan kombinasi limbah lumpur kentang dan ampas kelapa difermentasi memiliki pengaruh yang signifikan. Keywords: Waste sludge, coconut pulp, fermentation, Limbah lumpur, ampas kelapa, fermentasi
Formulasi Sediaan Serum Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Antioksidan
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secang wood (Caesalpinia sappan L.) contains brazilin which has antioxidant activity. Serum is one of the cosmetics with high levels of active substances. The purpose of this study was to know the physical quality. and the stability of the serum ethanol extract of Secang wood, to determine whether the serum ethanol extract of secang wood had antioxidant activity, and to know the IC50 value obtained from the serum ethanol extract of secang wood with variations in the extract concentration of 0.5%, 1%, and 2%. This study used five formulas, namely negative control, positive control, and three formulas with concentrations of ethanol extract of secang wood of 0.5%, 1%, and 2%. The method used to measure the antioxidant activity of serum is the DPPH method, by looking at the IC50 value. The IC50 was determined using UV-Vis spectrophotometry. Evaluation of the physical properties of the preparation includes organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, adhesiveness, and stability. Data were analyzed using the SPSS application. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung brazilin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Serum merupakan salah satu kosmetik dengan kadar zat aktifnya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui mutu fisik dan stabilitas dari sediaan serum ekstrak etanol kayu secang, mengetahui apakah sediaan serum ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dan mengetahui nilai IC50 yang diperoleh dari sediaan serum ekstrak etanol kayu secang dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5%, 1%, dan 2%. Penelitian ini menggunakan lima formula yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga formula dengan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang sebesar 0,5%, 1%, dan 2%. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan melihat nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi sifat fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar lekat, dan stabilitas. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian didapatkan sediaan serum yang memiliki mutu fisik dan nilai IC50 yang paling baik adalah serum dengan konsentrasi ekstrak sebesar 2%, dengan nilai IC50 sebesar 34,2888 ppm dan masuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Keywords: Antioxidant; secang wood ethanol extract; serum; Antioksidan; ekstrak etanol kayu secang; serum
Aplikasi Kitosan Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) dalam Ransum terhadap Profil Lipid Darah Itik
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The farm sector has the potential to be developed, one of which is ducks. Ducks are birds with advantages, among others the meat's distinctive taste with high protein. However, public interest in consuming processed products from duck meat is still low because duck meat contains high cholesterol fat, which causes coronary heart disease. The main objective of this study was to analyze the effect of crab shell chitosan on the lipid profile of duck blood. This study was conducted using a sample of 24 Javan ducks aged five weeks with 4 treatment groups consisting of a control group (giving rations without chitosan), group 1 (giving rations with a dose of 1% chitosan), group 2 (giving rations with a dose of 1.5% chitosan) and group 3 (giving rations with a dose of 2% chitosan), each group was 6 ducks and carried out for 32 days.The result of the study showed that chitosan in the ratio with a dose of 1%, 1.5% chitosan, did not decrease cholesterol levels while at a dose of 2% chitosan, cholesterol levels had a lower value than the control group (without chitosan). It can reduce triglyceride and LDL levels at various doses of chitosan but did not decrease significantly. Meanwhile, the HDL levels of chitosan at various doses can increase the HDL levels in the blood of ducks with significant differences. From this study, it can be concluded that the chitosan in the ratio did not significant (P>0.05) on total cholesterol levels, LDL levels, and triglyceride levels, but had a significant effect (P<0.05) on HDL levels in the blood with an optimum dose of 1.5% chitosan in ration. Sektor peternakan memiliki potensi untuk dikembangkan salah satunya itik. Itik memiliki kelebihan yaitu dagingnya yang memiliki cita rasa yang khas dengan protein tinggi. Namun, minat masyarakat mengkonsumsi produk olahan dari daging itik masih rendah karena daging itik mengandung lemak kolesterol tinggi dan menyebabkan terjadinya jantung koroner. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengaruh kitosan cangkang rajungan terhadap profil lipid darah itik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel itik jawa dengan umur lima minggu sebanyak 24 ekor dengan 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol (pemberian ransum tanpa kitosan), kelompok 1 (pemberian ransum dengan dosis 1% kitosan), kelompok 2 (pemberian ransum dengan dosis 1,5 % kitosan) dan kelompok 3 (pemberian ransum dengan dosis 2% kitosan) dimana tiap kelompok 6 ekor itik, dilakukan selama 32 hari setelah itu dilakukan pemeriksaan profil lipid dalam darah dan dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukan kitosan dalam ransum dengan dosis 1%, 1,5%, tidak mengalami penurunan kadar kolesterol sedangkan pada dosis 2% kitosan, kadar kolesterol memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (tanpa kitosan). Pada kadar Trigliserida dan LDL, kitosan dengan berbagai dosis dapat menurunkan namun tidak signifikan. Pada kadar HDL, kitosan dapat meningkatkan kadar HDL dalam darah itik dengan perbedaan yang signifikan. Disimpulkan bahwa kitosan dalam ransum tidak berbeda signifikan (P>0.05) terhadap kadar kolesterol total, kadar LDL, dan kadar Trigliserida akan tetapi berbeda signifikan terhadap kadar HDL (P<0.05) dalam darah dengan dosis optimum 1,5% kitosan dalam ransum. Keywords: Chitosan, Blood Lipid Profile, Duck, Kitosan, Profil Lipid Darah, Itik

Page 1 of 2 | Total Record : 12