cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2013)" : 9 Documents clear
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN KOI (Cyprinus carpio L) DI PASAR IKAN HIAS JURNATAN SEMARANG
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar ikan identik dengan tempat penampungan ikan yang terbatas, kepadatan ikan yang tinggi serta kurangnya perhatian mengenai pemeriksaan ikan yang dijual mengakibatkan ikan mudah terkena parasit. Serangan ektoparasit dapat mengakibatkan ikan kehilangan nafsu makan, kemudian perlahan-lahan lemas dan berujung kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit pada ikan koi yang terdapat di Pasar Ikan Jurnatan Semarang. Ikan koi (Cyprinus carpio L) sebanyak 54 ekor diambil dari 6 stasiun (pedagang ikan). Pengambilan ikan tiap stasiun sebanyak sembilan ekor berukuran 7-14 cm diambil secara acak. Pemeriksaan ikan dilakukan dengan mengerok bagian kulit kepala sampai ekor menggunakan scalpel hingga mendapatkan lendir. Lendir diletakkan pada gelas benda dan diamati dibawah mikroskop. Identifikasi ektoparasit pada bagian insang ikan dilakukan dengan memotong bagian insang menggunakan gunting kemudian diletakkan pada gelas benda dan diamati di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaan ditemukan ektoparasit yang menginfeksi ikan koi adalah Trichodina sp, Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp, Argulus sp dan Myxobolus sp. The fish market is identical to the limited fish shelters, high fish density and lack of attention on checking the fish sold resulted susceptible fish parasites. Ectoparasites attack can result in fish loss of appetite, then slowly limp and lead to death. The purpose of this study was to identify the types of fish koi ectoparasites in Jurnatan Semarang fish market. 54 Koi Fish (Cyprinus carpio L) were taken from 6 stations (fish traders). Nine fishes were taken randomly from each fishing station with 7-14 cm in lenght. Ectoparasite checked by scraping the fish skin from head to the tail section using a scalpel to get the mucus. Mucus was placed on a glass object and observed under a microscope. Identification of ectoparasites on the gills of the fish was done by cutting the gills with scissors and then placed on a glass object and observed under a microscope. The results found ectoparasites that infect koi fish was Trichodina sp, sp Dactylogyrus, Gyrodactylus sp, Argulus sp and Myxobolus sp.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.) SEGAR
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak bawang putih yang paling efektif sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang diisolasi dari ikan bandeng serta lama simpan maksimal ikan bandeng dengan perlakuan pemberian ekstrak bawang putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dua arah, menggunakan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak bawang putih: 5%,10%,15% dan waktu penyimpanan setelah perendaman selama 6 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam. Data jumlah koloni bakteri dianalisis dengan Anava dan uji lanjut dengan BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang putih efektif menghambat pertumbuhan bakteri yang diisolasi dari daging ikan bandeng. Hasil Anava menunjukkan konsentrasi 10% dan 15% signifikan dalam penghambatan jumlah koloni bakteri serta waktu penyimpanan selama 24 jam merupakan lama waktu maksimal setelah diberi perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan pemberian ekstrak bawang putih efektif menghambat pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi paling efektif 10% serta waktu penyimpanan maksimal adalah 24 jam.This study aims to determine the most effective concentration of garlic extract as an antibacterial in inhibiting the growth of bacteria isolated from milkfish and long shelf maximum milkfish treated with garlic extract. This study was an experimental study using a completely two-way randomized design, used a control group and a treatment group of garlic extract concentrations: 5%, 10%, 15% and storage times after soaking for 6 hours, 12 hours, 24 hours, 48 hours. Data on the number of bacterial colonies were analyzed by ANOVA and further tests with BNT (Least Significant Difference). The results showed garlic extracts effectively inhibited the growth of bacteria isolated from milk fish meat. ANOVA results showed concentrations of 10% and 15% significant inhibition of the number of bacterial colonies as well as the storage time for 24 hours is the maximum length of time after treatment were compared with controls. Based on this, it can be concluded garlic extract is effective in inhibiting the growth of bacteria with the most effective concentration of 10% and maximum storage time is given 24 hours.
RESPON PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan anava satu jalan. Jika hasil uji Anava signifikan, maka akan dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis radiasi maka kecepatan munculnya daun dan akar semakin cepat tetapi pada jumlah daun dan akar semakin tinggi dosis radiasi maka semakin sedikit jumlah daun  dan akar yang tumbuh. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian iradiasi sinar gamma meyebabkan respon pertumbuhan yang bervariasi pada planlet anggrek Phalaeonopsis amabilis L. var. Jawa CandiochidThe research aimed to identify the influence of gamma-ray irradiation on the growth of Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid planlets. This was experimental research with completely randomized design. Data were analyzed by one way anova. If the result of anova is significant, it would be tested by Least Significant Difference (LSD). The result shows that addition gamma-ray irradiation with higher dosage ensued on rapidity of leaf appeartance rate and roots appeartancerate more rapidly but on leaves number and roots number less. The result shows that addition gamma-ray irradiation cause the different growth responses of Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid planlets.
PENGARUH SKARIFIKASI DAN SUHU TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BIJI AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan suhu perendaman pada pemecahan dormansi biji aren. Penelitian dilakukan dengan analisis data rancangan acak lengkap faktorial dua faktor yaitu skarifikasi (tanpa diskarifikasi, diamplas, dan disayat) dan suhu perendaman (tanpa direndam, direndam air dalam suhu 400C selama 15 menit, 600C selama 10 menit, dan 800C selama 5 menit). Pemecahan dormansi biji aren diukur dengan tiga parameter perkecambahan yaitu persentase perkecambahan, kecepatan perkecambahan dan panjang akar. Analisis data menggunakan Anava dua jalan dan dilanjutkkan dengan uji BNT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi skarifikasi dengan cara diamplas maupun disayat dan direndam dalam air dengan suhu 600C selama 10 menit berpengaruh optimal terhadap parameter persentase perkecambahan dan panjang akar, sedangkan pada parameter kecepatan perkecambahan yang paling optimal adalah kombinasi skarifikasi diamplas dan direndam dalam air bersuhu 400C selama 15 menit, Sehingga dapat disimpulkan bahwa skarifikasi dan suhu perendaman berpengaruh optimal terhadap parameter persentase perkecambahan, kecepatan perkeambahan dan panjang akar.The research aimed to determine the effect of scarification and soaking temperature on sugar palm seed dormancy. Analysis data in this research used fledged factorial random design with combination of scarification method (without scarification, sandpaper scarification, and slided) and soaking temperature (without soaking, soaking in the water at 40°C for 15 minutes, soaking in the water at 60°C for 10 minutes and soaking in the water at 80°C for 5 minutes). This research was measured based on three parameters: germination percentage, germination rate, and root length. Data was analized by two way Anova and LSD. Results of this study showed that combinations of slided scarification and soaking in the water at 60°C for 10 minutes gave optimal result for germination percentage and root length, the optimal germination rate was combination of sanded scarification and soaked in water temperature of 400C for 15 minutes. The conclusions were combination of slided scarification and soaking temperature gave optimal effect on germination percentage, germination rate, and root length.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KUALITAS SPERMA TIKUS PUTIH YANG DIPAPAR TIMBAL
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran antioksidan untuk menangkal radikal bebas secara keseluruhan masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian vitamin E terhadap kualitas sperma tikus putih dipapar timbal. Sampel yang digunakan 20 tikus jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok : kelompok I sebagai kontrol, kelompok II dengan perlakuan timbal 0,35 g/ekor, kelompok III diberi vitamin E 1,44 mg/ekor dan timbal 0,35 g/ekor, kelompok IV diberi vitamin E 2,16 mg/ekor dan timbal 0,35 g/ekor selama 14 hari. Pada hari ke- 15 dilakukan pembedahan untuk pengambilan data pada jumlah, motilitas, viabilitas, dan morfologi spermatozoa. Data jumlah, motilitas, dan viabilitas sperma dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT, sedangkan untuk motilitas sperma dianalisis secara deskriptif. Hasil ANAVA satu arah menunjukkan pemberian antioksidan vitamin E berpengaruh signifikan pada jumlah, abnormalitas, dan viabilitas (p<0,05) sperma tikus yang dipapar timbal. Hasil uji BNT jumlah sperma menunjukan adanya perbedaan yang nyata kecuali pada kelompok II dan III, pada abnormalitas sperma menunjukan adanya perbedaan yang nyata kecuali pada kelompok III dan IV. Pada viabilitas sperma menunjukan adanya perbedaan yang nyata kecuali pada kelompok III dan IV. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa vitamin E berpengaruh mempertahankan kualitas sperma tikus yang terpapar timbal.The role of antioxidants to counteract free radicals overall is still unclear. The aime of this study is to examine the effect of vitamin E on sperm quality white rats (Rattus norvegicus) exposed to lead. The sample is using 20 male rats were divided into 4 groups: group I as a control, group II treatment with lead 0.35 g/rats, group III were given vitamin E 1.44 mg/rats and a lead of 0.35 g/rats, IV were given vitamin E 2, 16 mg/rats and a lead of 0.35 g/rats for 14 days. On the 15th day, doing surgery for taking a data on the amount, motility, viability, and morphology of spermatozoa. The data on the number, motility, and sperm viability were analyzed by one-way ANOVA, followed by LSD test, while for sperm motility were analyzed descriptively. The result of one-way ANOVA showed that giving antioxidant vitamin E has significant effect on the number, abnormality, and viability, (p <0.05) mice who exposed to lead. The LSD test showed significant differences of the amount sperms except in groups II and III, on sperm abnormality showed a significant difference except in groups III and IV. On sperm viability showed significant differences except in groups III and IV. From the research it can be concluded that vitamin E affects sperm quality maintains rat  were exposed to lead.
INTENSITAS WARNA KUNING DAN KADAR OMEGA-3 TELUR BURUNG PUYUH AKIBAT PEMBERIAN UNDUR-UNDUR LAUT
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan bahan makanan yang bergizi dan disukai masyarakat, namun mengandung faktor pembatas yang dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan yaitu kolesterol. Diharapkan suplementasi asam lemak tak jenuh yang berasal dari organisme laut (undur-undur laut) mampu meningkatkan intensitas warna kuning telur dan adanya omega-3 pada telur burung puyuh. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatan intensitas warna kuning telur dan kadar omega-3 burung puyuh yang diberi pakan undur-undur laut (Emerita sp). Sampel yang digunakan yaitu 60 ekor burung puyuh betina berusia 45 hari yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu 0%, 10%, 20 dan 30% tepung undur-undur laut dalam pakan. Perlakuan diberikan selama 15 hari. Data asam lemak omega-3 dan intensitas warna kuning telur puyuh dilakukan pada hari ke-15. Data kadar asam lemak omega-3 dianalisis secara deskriptif sedangkan, data intensitas warna kuning telur puyuh dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil ANAVA satu arah terhadap intensitas warna kuning telur puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung undur-undur laut signifikan (p<0,05). Hasil uji BNT menunjukan adanya perbedaan yang nyata antara kelompok R0 dengan R3 dan R1 dengan R3 sedangkan, kadar omega-3 (linolenat) yang terdeteksi hanya pada kelompok R3 sebesar 0,17%.Egg is one of the nutritions food which the most people liked, but it contains limited factor such as cholestrol which can be intrude on health. Unsaturated Fatty acids supplemen from sea orgnanism mole crabs chould be increased quail yolk color intensity and omega-3 content. The purpose is to exsamine the increase quails yolk colour intensity and omega-3 content int quail egg fed mole crabs (Emerita sp). The samples used was 60 female quails aged 45 days devided into 4 groups treatment of 0%, 10%, 20, 30% mole crab flour contents added to feed. The treatment was given for 15 days. The data of omega-3 and quail yolk color intensity performed on day 15. Omega-3 contents were analyzed descriptively, but the quail yolk color intensity were analyzed by one-way ANOVA followed by LSD test. The result of the one-way ANOVA for quails yolk color intensity showed giving of mole crab flour is significant (p<0,05). LSD test showed there are significantly different between R0 with R3 group and R1 with R3 group while percentage of omega-3 (linoleic acid) detected only R3 group that is 0,17%.
PERKEMBANGAN LARVA IKAN RAINBOW BOESEMANI (Melanotaenia boesemani) : Tahap Pembentukan Sirip dan Pembelokan Tulang Ekor
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahapan perkembangan ikan rainbow dalam budidaya meliputi fase embriogenesis, larva, juvenile,dan induk. Larva yang sudah memiliki organ lengkap merupakan tanda bahwa larva telah memasuki fase juvenile. Informasi yang terbatas tentang proses pembentukan organ ikan rainbow membuat petani ikan kesulitan menentukan fase juvenile pada ikan. Salah satu tahap penting pada fase larva adalah pembentukan sirip karena sirip merupakan organ yang digunakan ikan untuk aktif bergerak mencari makan dan aktifitas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembentukan sirip ikan rainbow boesemani (Melanotaenia boesemani). Metode penelitian yang dilakukan meliputi pemeliharaan larva dan pengamatan pembentukan sirip larva. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larva ikan rainbow boesemani yang baru menetas memiliki panjang total rata-rata sebesar 4.71 mm dan sudah memiliki sirip dada. Larva ikan yang berusia 11 hari sudah mengalami pembelokan tulang ekor di sirip ekor sebesar 300. Sirip anal sudah sempurna saat larva ikan berusia 14 hari. Sirip punggung larva ikan sempurna ketika berusia 26 hari. Sirip yang terakhir terbentuk adalah sirip perut saat larva ikan rainbow boesemani berusia 30 hari dengan jari-jari sudah mengeras.Stages of development of rainbow fish in aquaculture include the phase of embryogenesis, larval, juvenile, and parental. Larvae which already has a complete organ is a sign that the larvae have entered the juvenile phase. Limited information about the process of organ formation of rainbow fish to make fish farmers found difficulties in determining the phase of juvenile fish. One of the important stages in the larval stage is the formation of fins for fin is an fish organ that is used to move actively foraging and other activities. This study aims to understand the formation of rainbowfish boesemani fins (Melanotaenia boesemani). The method of research was conducted on the larvae rearing and observation of the formation of the larvae fin. The results of this study showed that fish larvae newly hatched rainbow boesemani has a total length of an average of 4.71 mm and already have pectoral fins. When Boesemani rainbowfish larvae is 11 days old already experiencing notochord deflection in the caudal fin of 300. Anal fin is already perfect when boesemani rainbowfish larvae  is 14 days old. Dorsal fin boesemani is perfect when rainbowfish larvae is 26 days old. Last fin is formed was the pelvic fin when rainbowfish boesemani larvae is 30 days old with fins fingers already hardened.
UJI DAYA INFEKTIVITAS Plasmodium berghei IRADIASI PADA HATI, LIMPA MENCIT MENGGUNAKAN NESTED-PCR
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plasmodium berghei  adalah parasit jenis protozoa penyebab malaria pada rodensia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Iradiasi dapat menyebabkan perubahan struktur protein, degradasi protein maupun perubahan konformasi DNA. Dosis iradiasi 150-175 Gy dapat menurunkan daya infeksi P.berghei pada mencit dengan ditunjukkan oleh periode prepaten yang panjang serta jumlah kematian mencit yang rendah. Keberadaan Plasmodium dideteksi menggunakan nested-Polymerase Chain Reaction. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaaan Plasmodium iradiasi pada organ (hati dan  limpa) mencit menggunakan metode Nested-Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini menggunakan Plasmodium yang diiradiasi dosis 175 Gy tanpa booster, 175 Gy dengan booster, dan 0 Gy dan diinfeksikan ke dalam tubuh mencit. Setelah 2 bulan hati dan limpa mencit diambil dan dilakukan ekstraksi DNA. Hasil ekstraksi diamplifikasi menggunakan nested-PCR dan dianalisis menggunakan gel agaros dengan melihat ada tidaknya pita DNA spesifik yang berukuran sesuai dengan DNA target. P. berghei  iradiasi tidak terdeteksi pada hati dan limpa mencit yang diinfeksi P. berghei dosis 175 Gy tanpa booster maupun dengan booster. Hal ini berarti bahwa iradiasi dapat menurunkan daya infeksi P. berghei di hati dan limpa mencit.Plasmodium berghei  is parasite of protozoa that was causing malaria in rodent infected through bites of female Anopheles  mosquito. Irradiation can cause changing protein structure, protein degradation also DNA conformation. Irradiation dose in 150-175 Gy can decrease infection of  P.berghei in mice were showed by long prepaten period and low death in mice. Plasmodium detected by nested-Polymerase Chain Reaction. The purpose of this study to detect irradiation Plasmodium in the organs(liver and spleen) of mice using nested-Polymerase Chain Reaction  method. This study used Plasmodium irradiated in 175 Gy dose without booster , 175  Gy with booster and 0 Gy dose then infected to the mice. After 2 months hepar and spleen of mice taken and doing DNA extraction. DNA extracts amplified using  nested-PCR and analyzed using gel agarose electrophoresis by looking at the presence or absence of specific DNA bands corresponding to the size of the target DNA. P. berghei irradiation was not detected in the liver and spleen infected P. berghei 175 Gy dose without booster or 175 Gy with booster. It is mean that Irradiation can decrease infectivity of P. berghei in liver and spleen of mice.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI SEKONYER TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH
Life Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis ikan di sungai Sekonyer Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah terdiri dari enam stasiun pengamatan pada bulan Januari-Februari 2013. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling) yaitu berdasarkan pertimbangan terwakili keadaan perairan.Hasil penelitian terdapat 43 jenis dari 25 genus dan 13 famili dari ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 1013 ekor menggunakan pancing, gillnet, serok, seruak, taut dan pengilar secara ekplorasi. Jenis ikan terbanyak di sepanjang sungai Sekonyer terdiri dari famili Cyprinidae (10 jenis),  Belontiidae (7 jenis), Channidae (6 jenis), Hemiramphidae (4 jenis) dan Siluridae (4 jenis). Keanekaragaman jenis ikan di Sungai Sekonyer TNTP Kalimantan Tengah dalam keadaan relatif sedang (H’<3) dengan indeks keanekaragam (H’) sebesar 2,98 dan keseragaman populasi tinggi (E>0,6) sebesar 0,79.  Hasil indeks keanekaragaman (H’) tertinggi pada stasiun VI dan terendah pada stasiun II. Indek kemerataan (E) tertinggi di stasiun I dan terendah di stasiun III. Jenis ikan yang mendominasi (Di) di sungai Sekonyer adalah Krytopterus bicirrhis (17%), Rasbora cephataena (11,8%), Mytus wyckii (10,5%), Ombok leiacahthus (6,8%), Plistolepis grooti (5,6%) dan Hemirhamphodon phaisoma (5,5%).A Study on the species diversity of fishes at six stasions along the  Sekonyer river of Tanjung Puting National Park Central Kalimantan was conducted in January - February 2013. Eleciontion method use purpose sampling based on  considerat to represent of freshwater characteristic. Study result total of 43 fish species, belong 25 genera and 13 family were captured using fish rods, gillnet, hand net, seruak, taut and pengilar. The most varied species of fish belonged to the Cyprinidae (10 species), Belontiidae (7 species), Channidae (6 species), Hemiramphidae ( 4 species) and Siluridae ( 4 species). The result TNTP divesity index was avarage relative (H’>3) with divesity indekx (H’) were 2,98 and  pupolation  was high relative (E>0,6) at 0,79. The result highest divesity index (H’) were station VI and lowest was at stations II. Evennes index (E) highest at stations I and lowest was stasion III. Dominant fish (Di) in Sekonyer river were Krytopterus bicirrhis (17%), Rasbora cephataena (11,8%), Mytus wyckii (10,5%), Ombok leiacahthus (6,8%), Pristolepis grooti (5,6%) and  Hemirhamphodon phaisoma (5,5%).

Page 1 of 1 | Total Record : 9