cover
Contact Name
Ervina Indrayani
Contact Email
acroporapapua@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
acroporapapua@yahoo.com
Editorial Address
Sekretariat Acropora, Gd. Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Uncen Waena. Jl. Kamp Wolker WAENA, Jayapura, Papua
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
ISSN : 26225476     EISSN : 26851865     DOI : https://doi.org/10.31957/
Core Subject : Agriculture,
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih. Ruang lingkup jurnal fokus pada kajian ilmu kelautan dan perikanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Morfometrik Kerang Polymesoda erosa di Perairan Teluk Youtefa Jayapura Papua Efray Wanimbo; John Dominggus Kalor
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.474 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.930

Abstract

Perairan Teluk Youtefa berada di Kota Jayapura dan memiliki potensi sumberdaya alam yang menjanjikan. Salah satu sumber daya alam adalah kerang Polymesoda erosa. Habitat hidup kerang ini di sela-sela akar mangrove pada substrat lumpur, lumpur berpasir dan serasah mangrove. Akibat pengumpulan kerang yang tidak terkontrol oleh nelayan, menyebabkan jumlah kerang P. erosa di perairan Teluk Youtefa semakin menurun atau habis dari habitat hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara panjang cangkang, lebar cangkang dan faktor kondisi. Sampel kerang dikumpulkan dari tiga stasiun penelitian dengan jumlah sampel 113 individu. Hubungan morfometrik dianalisis menggunakan regresi linear dengan parameter frekuensi panjang kelas, dimensi cangkang dan faktor kondisi kerang. Hasil penelitian menunjukan frekuensi panjang kelas tertinggi berada pada ukuran 50,56 mm – 56,56 mm. Hubungan morfometrik panjang berat cangkang berkorelasi kuat positif dengan pola pertumbuhan alometrik negatif, isometrik dan alometrik positif untuk tiap stasiun. Faktor kondisi di stasiun satu adalah hubungan kuat atau besar dengan ukuran kerang P. erosa pipih, sementara stasiun dua dan tiga berukuran kecil atau kerang kurang pipih.Kata Kunci: Morfometrik; Faktor kondisi; Polymesoda erosa; Teluk Youtefa.
Hubungan Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton di Teluk Tanah Merah Distrik Depapre Kabupaten Jayapura Kalvin Paiki; Lisiard Dimara; Ervina Indrayani; Vera Kostansie Mandey; Tien Nova Yenusi
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.444 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.931

Abstract

Plankton merupakan organisme akuatik yang berperan sebagai dasar dalam rantai makanan dan berperan penting pada ekosistem perairan. Kajian penelitian plankton di perairan Teluk Tanah Merah belum banyak dilakukan sehingga penting untuk dilakukan. penelitian mengeanalisis Kelimpahan Plankton dan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Teluk Tanah Merah Kabupaten Jayapura perlu untuk dilakukan. Penelitian menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel dilakukan pada 9 titik yang di kelompokan kedalam 3 stasiun pengamatan. Analisis data penelitian menggunakan Regresi linier sederhana, APHA dan Shannon – Wiener. Hasil penelitian ditemukan fitoplankton terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariphyceae, Desmidiaceae, Clorophyceae, Cyanophyceae dan 56 genus. Zooplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Crustaceae, Ciliatea, Monogononta dan 39 genus. Total kelimpahan fitoplankton 1.149,95 ind/m3, dan zooplankton 1.149,95 ind/m3. Hasil analisis koefisien korelasi diperoleh nilai Sig hitung 0.002 < 0.05 maka dikatakan bahwa terdapat hubungan antara fitoplankton dan zooplankton.Kata Kunci: Kelimpahan; Keanekaragaman;Plankton; Teluk Tanah Merah
Fotodegradasi, Uji pH dan Kandungan In Vivo Pigmen Klorofil Lamun Thalasia hemprichii Lisiard Dimara; Popy Ida Laila Ayer; Efray Wanimbo
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.918 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.932

Abstract

Pigmen klorofil memiliki peran penting dan besar terhadap berbagai sistem kehidupan di perairan laut, dan dalam aplikasinya telah banyak digunakan untuk berbagai produk makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik, sehingga studi terkait stabilitasnya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan, pengaruh sinar, dan pengaruh pH terhadap pigmen klorofil Thalasia hemprichii. Metode penelitian yang digunakan adalah (1) pengukuran kandungan secara in vivo, (2) ekstraksi aseton, (3) iradiasi, dan (4) uji pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purata kandungan klorofil Thalasia hemprichii pada kedalaman 1 m = 15,42 spad/cm2, kedalaman 2 m = 17,82 spad/cm2, dan kedalaman 3 m = 19,01 spad/cm2. Pengaruh sinar merah selama 7 jam iradiasi menyebabkan degradasi pigmen di daerah Qx = 26,77% dan pada daerah Qy = 29,05% per jam, sedangkan iradiasi cahaya polikromatik selama 7 jam menyebabkan degradasi pada daerah Qx = 52,81% dan pada daerah Qy = 54,80%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa klorofil lamun Thalasia hemprichii bersifat stabil pada pH 7 (netral), mengalami degradasi pada pH bersifat asam dan basa. Konsentrasi pH bersifat basa memiliki serapan tinggi, yaitu pH 9 (Qx = 0,732798 dan Qy = 0,362952), pH 11 (Qx = 0,879036 dan Qy = 0,433446), dan pH 13 (Qx = 0,948732 dan Qy = 0,459035), sedangkan pH bersifat asam memiliki serapan yang kecil, yaitu pH 5 (Qx = 0,787641 dan Qy = 0,391379) dan pH 1 (Qx = 0,736968 dan Qy = 0,264192).Kata Kunci: Fotodegradasi; pH; Kandungan in vivo; Klorofil; Thalasia hemprichii 
Pengolahan tradisonal buah Bruguiera gymnorryzha L. sebagai bahan pangan di Kampung Ramardori, Kabupaten Supiori Popi Ida Laila Ayer; Iriani Ira Bukorpiper
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.337 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.933

Abstract

Kekayaan sumber daya pangan di Indonesia beraneka ragam sehingga dapat dijadikan sumber pangan karbohidrat, protein maupun lemak. Salah satu sumber daya alam yang potensial untuk dieksplorasi sebagai bahan pangan adalah hutan mangrove. Papua memiliki luas hutan mangrove terbesar di Indonesia yaitu 2, 49 juta ha. Masyarakat kampung Ramardori, Kabupaten Supiori telah memanfaatkan Buah mangrove jenis Bruguierra gymnorrhiza L. sebagai bahan pangan alternatif. Penelitian ini membahas proses pengolahan tradisional buah Bruguierra gymnorrhiza L. menjadi tepung yang dikonsumsi masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 di Kampung Ramardori Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori. Metode yang digunakan pada saat penelitian adalah metode observasi dan wawancara. Proses pengolahan tradisional buah Bruguierra gymnorrhiza L. menjadi pangan alternatif terdiri dari beberapa tahap yaitu, tahap pemilihan buah, perebusan buah, pengirisan dan perendaman daging buah serta perebusan dan penggilingan daging buah menjadi tepung.Kata Kunci: Pengolahan tradisional; Pangan; Bruguierra gymnorrhiza L; Kampung Ramardori
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Tablasupa Kabupaten Jayapura dan Nilai Manfaat Ekonominya Basa T. Rumahorbo; Baigo Hamuna; Lisiard Dimara
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.368 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.929

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki nilai dan arti yang penting baik dari segi ekologi, sosial, ekonomi maupun budaya masyarakat. Keberadaan ekosistem terumbu karang dapat berdampak pada ekonomi dan pengembangan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan karang hidup dan nilai manfaat ekonomi dari ekosistem terumbu karang di perairan Tablasupa. Pengamatan kondisi tutupan karang hidup dilakukan dangan menggunakan metode Point Intersept Trasect (PIT) pada kedalaman 3 m di 2 stasiun penelitian. Sedangkan nilai manfaat ekonomi ekosistem terumbu karang diperoleh dengan menggunakan konsep valuasi ekonomi untuk menghitung nilai manfaat secara langsung maupun manfaat tidak langsung dari potensi ekosistem terumbu karang yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi tutupan karang hidup di perairan Tablasupa berada dalam kategori sedang hingga baik dengan tutupan karang hidup berkisar antara 34,0% - 52,5%. Jenis karang hidup yang dominan adalah Coral branching dan Coral massive, Acropora branching, Acropora submassive dan Acropora tabulate. Nilai total manfaat ekonomi sumberdaya terumbu karang perairan Tablasupa mencapai Rp. 3.856.018.301,- per tahun, yang terdiri dari manfaat langsung perikanan terumbu (89,626%), manfaat tidak langsung sebagai nursery ground (0,014%), manfaat pilihan atau keanekaragaman (0,004%), manfaat keberadaan (1,194%) dan manfaat warisan (8,963%).Kata Kunci: Terumbu karang; Point Intersept Trasect; Manfaat ekonomi; Perairan Tablasupa

Page 1 of 1 | Total Record : 5