cover
Contact Name
Nia Kurniasari
Contact Email
niakurniasari17@gmail.com
Phone
+6281578512696
Journal Mail Official
jurnalpiaudqurroti@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jembatan Merah, Prayan Kulon No. 166-K, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Qurroti: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : 26852985     EISSN : 27211509     DOI : https://doi.org/10.36768/qurroti
Jurnal Qurroti adalah jurnal pendidikan islam anak usia dini yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Jurnal ini sebagai sarana mempublikasikan hasil penelitian dan pemikiran pendidikan anak usia dini oleh para pakat pendidikan, dosen, guru dan mahasiswa. Selain itu jurnal ini dirancang sebagai salah satu alternative untuk mengembangkan ide/gagasan yang progresif guna kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Lingkup Jurnal Qurroti meliputi : Perkembangan Anak Usia Dini Inovasi Kurikulum PAUD Strategi Pembelajararan PAUD Media Pembelajaran PAUD Manajeman PAUD Asesmen/Penilaian PAUD Pengasuhan Anak Usia Dini Filsafat PAUD Konsep Dasar PAUD Inovasi Pendidikan AUD Pengembangan PAUD dll
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): April" : 6 Documents clear
PENANGANAN DAN EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN KONSELING PADA ANAK Muhammad Fatkhan Mualifin
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.35

Abstract

ABSTRAKSeorang pembimbing yang baik perlu mempunyai minat terhadap pekerjaan dengan orang lain dan harus mempunyai kemampuan untuk bertindak dan bertingkah laku secara ramah dan bijaksana terhadap klien.Pada umumnya guru biasa membatasi dirinya pada kasus-kasus yang tidak begitu berat di dalam kelasnya. Guru pembimbing diharapkan mempunyai pengetahuan yang lebih lengkap mengenai kepribadian peserta didik serta teknik-teknik untuk mengadakan wawancara, serta menghadapi kasus-kasus yang lebih besar. Tetapi meskipun demikian, dalam hal-hal yang amat berat ia harus minta pelayanan kepada orang yang ahli, seperti: dokter, psikolog atau klinik bimbingan yang memiliki perlengkapan yang memadai. Metode yang digunakan adalah kajian literature yang membahas tentang pentingnya Program perencanaan dan evaluasi program bimbingan dan konseling pada anak, sebelum anak melaksanakan kegiatan bimbingan, anak dan guru telah memahami program dan perencanaan bimbingan terlebih dahulu. Dimana program yang dibuat berlanjut pada proses pengaplikasian untuk mewujudkan perencanaan program tertentu. Setelah proses pengaplikasian dilajutkan melaksanakan program evaluasi dengan memperhatikan teknik-teknik evaluasi. Sehingga hal yang dievaluasi tepat pada sasaran dan ditemukannya hasil dari bimbingan konseling.Kata kunci: Penanganan Bimbingan Konseling, Evaluasi Bimbingan Konseling
PENGEMBANGAN KARAKTER MELALUI BENDERA PRESTASI (Studi Kasus di Kelas 4 Ahmad Dahlan SDIT Salsabila 2 Klaseman) Ahmad Syafi'i
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.31

Abstract

ABSTRAKMasyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2017, pendidikan karakter dan keteladanan guru juga menjadi tema utama. Namun, penekanan pentingnya pendidikan karakter kadang belum secara merata diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitiannya adalah murid-murid kelas 4 Ahmad Dahlan SDIT Salsabila 2 Klaseman, guru, kepala sekolah dan wali murid.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab lemahnya karakter di kelas tersebut adalah konsentrasi guru yang terlalu mengarah pada pengembangan potensi akademik peserta didik dan kurang menyentuh karakter mereka. Strategi yang diterapkan untuk menanggulangi problem tersebut adalah dengan Bendera Prestasi. Langkah penerapannya adalah: (1) Memberikan satu bendera cuma-cuma pada semua anak sebagai pancingan, (2) Memberikan bendera bagi yang melakukan kebaikan apapun jenisnya, (3) Setiap Jumat bendera diakumulasi yang terbanyak, (4) Senin diumumkan ketika apel atau upacara bendera, (5) Diberikan sertifikat pengharagaan sebagai Student of The Week dan dapat doorprize, (6) Foto anak berprestasi dipajang di depan pintu kelas, (7) Berhasil mengumpulkan 10 sertifikat akan dapat super doorprize, (8) Menjaga intensifitas program, dan (9) Dikemas seperti permainan (game). Animo anak tinggi dalam bersaing melakukan kebaikan dengan temannya. Faktor pendukung program tersebut adalah support dari kepala sekolah, wali murid, dan guru-guru lain. Faktor penghambatnya adalah miskomunikasi yang terjadi karena slow respon antara guru dan walimurid.Kata Kunci: Pengembangan karakter, Bendera Prestasi
DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI (Pembiasaan di rumah dan di sekolah) Ihda Khotimah
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.36

Abstract

ABSTRAKPendidikan adalah kebutuhan pokok setiap manusia yang diawali dengan pendidikan dalam keluarga dan kemudian di sekolah, formal, in formal maupun non formal dengan karakteristik pembelajaran yang berbeda-beda. Pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan utama yang akan lebih banyak diidentifikasi anak, terutama dari kedua orangtuanya. Pembelajaran informal yakni Taman kanak-kanak, merupakan pendidikan pra sekolah yang bermanfaat untuk mendukung stimulasi potensi AUD yang sudah ditanamkan dari keluarga dengan prinsip fun and enjoy. Perilaku disiplin dibutuhkan setiap anak agar kelak dapat hidup berbahagia dalam masyarakat karena sudah terbiasa mengikuti aturan-aturan bersama yang telah disepakati.Tulisan ini penting untuk diketahui oleh orangtua maupun pendidik agar anak memiliki persiapan mental maupun fisik sehingga memiliki kesiapan untuk menghadapi masa transisi yakni masa peralihan dari pendidikan pra sekolah ke pendidikan Sekolah Dasar.Kata Kunci: Disiplin, Kemandirian, Sekolah Dasar
PARADIGMA PENGUKURAN KINERJA GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) BERPRESTASI DI YOGYAKARTA Fu'ad Arif Noor
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.32

Abstract

ABSTRAKKajian ini lakukan untuk mengetahui paradigma kinerja guru RA berprestasi di Yogyakarta sehingga dapat terukur dan menjadi role model bagi guru yang lainnya, dalam pembahasannya penulis menggunakan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologis yang dilakukan langsung kepada subjek yang diteliti, guna memperoleh semua data yang berkaitan dengan paradigma kinerja guru guru RA berprestasi sehingga dalam pengukurannya mampu menjadi guru teladan bagi sesama guru. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputi mereduksi data, menyajikan, menarik kesimpulan dan menverifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja guru RA berprestasi ini, ada 6 (enam) langkah yang dilakukan oleh guru RA berprestasi. Pertama, mengetahui masih ada kekurangan dalam kinerjanya, kedua mengenal kelemahan dan kekurangan dalam keseriusan mengajar, ketiga mengidentifikasi perihal apa yang merupakan penyebab kekurangan terlebih yang behubungan dengan kinerja itu sendiri, keempat mengembangkan rencana kinerja yang tersaji, kelima melakukan penilaian masalah tersebut sudah teratasi ataukah belum (problem solving), keenam memulai dari awal lagi, apabila diperlukan dan dibutuhkan kembali.Kata Kunci: Paradigma, kinerja, guru RA.
PENGEMBANGAN KARAKTER MELALUI BENDERA PRESTASI (Studi Kasus di Kelas 4 Ahmad Dahlan SDIT Salsabila 2 Klaseman) Ahmad Syafi'i
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.33

Abstract

ABSTRAKMasyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2017, pendidikan karakter dan keteladanan guru juga menjadi tema utama. Namun, penekanan pentingnya pendidikan karakter kadang belum secara merata diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitiannya adalah murid-murid kelas 4 Ahmad Dahlan SDIT Salsabila 2 Klaseman, guru, kepala sekolah dan wali murid.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab lemahnya karakter di kelas tersebut adalah konsentrasi guru yang terlalu mengarah pada pengembangan potensi akademik peserta didik dan kurang menyentuh karakter mereka. Strategi yang diterapkan untuk menanggulangi problem tersebut adalah dengan Bendera Prestasi. Langkah penerapannya adalah: (1) Memberikan satu bendera cuma-cuma pada semua anak sebagai pancingan, (2) Memberikan bendera bagi yang melakukan kebaikan apapun jenisnya, (3) Setiap Jumat bendera diakumulasi yang terbanyak, (4) Senin diumumkan ketika apel atau upacara bendera, (5) Diberikan sertifikat pengharagaan sebagai Student of The Week dan dapat doorprize, (6) Foto anak berprestasi dipajang di depan pintu kelas, (7) Berhasil mengumpulkan 10 sertifikat akan dapat super doorprize, (8) Menjaga intensifitas program, dan (9) Dikemas seperti permainan (game). Animo anak tinggi dalam bersaing melakukan kebaikan dengan temannya. Faktor pendukung program tersebut adalah support dari kepala sekolah, wali murid, dan guru-guru lain. Faktor penghambatnya adalah miskomunikasi yang terjadi karena slow respon antara guru dan walimurid.Kata Kunci: Pengembangan karakter, Bendera Prestasi
PENDEKATAN HERMENEUTIC DAN TEOLOGIS STUDI ISLAM PADA ANAK Ade Chayawyta; Eva Fajar Sari; Marlia Solikhah; Muhammad Baharuddin R.L
QURROTI : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36768/qurroti.v1i1.34

Abstract

ABSTRAKTulisan ini berupaya menyajikan sebuah penafsiran dengan pendekatan teori hermeneutika dan teologis terhadap studi Islam bagi anak. Dimana studi Islam kini tidak lagi hanya terbatas pada wilayah fikih, kalam, tasawuf, dan filsafat, tetapi juga mulai bersentuhan dengan aneka perspektif dan metodelogi dalam berbagai bidang keilmuan seperti ilmu-ilmu sosial dan ilmu pendekatan, seperti pendekatan hermeneutika dan teologis yang merupakan salah satu metodelogi pendekatan keilmuan yang lahir dari dunia barat. Dengan karakteristik dan sejarah yang berbeda maka akan ada perbedaan, pro dan kontra terhadap hasil dari kedua pendekatan ini.Kajian Islam mengenai anak kini juga menjadi perhatian yang sangat menarik. Karena pada era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan studi tentang anak khususnya studi agama (Islam). Dimana agama menjadi kontrol dan pendidikan yang mendasar bagi anak. Pendidikan agama berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang baik untuk anak. Melihat dari studi agama Islam akan di teliti menurut pendekatan hermeneutic dan pendekatan teologis, sehingga akan lahir pemikiran-pemikiran baru yang tetap menjadi kontrol yaitu agama. Metode dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka, dimana informasi dan data-data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal.Hasil pembahsannya bahwa pendekatan hermeneutic dan teologis studi Islam pada anak merupaka upaya untuk memahami teks, penulis, dan pembaca. Ketiga elemen tersebut membentuk jaring-jaring pemaknaan hermeneutis. Model pembacaan hermeneutika berusaha mencari makna obyektif dari teks. Obyektivitas tersebut tidak dimaknai sebagaimana positivisme, yang menyatakan bahwa apa yang kita pahami merupakan cermin dari realitas yang sebenarnya. Hermeneutika sebagai ilmu menjadi suatu metode atau cara untuk menafsirkan simbol yang berupa teks atau sesuatu yang diperlukan sebagai teks untuk dicari arti dan maknanya, di mana metode hermeneutika ini mensyaratkan adanya kemampuan untuk menafsirkan masa lampau yang tidak dialami, kemudian dibawa ke masa sekarang. Sementara pendekatan teologis memahami agama yang menekankan bentuk formal simbol-simbol keagamaan, mengklaim sebagai agama yang paling benar, yang lainnya salah sehingga memandang bahwa paham orang lain itu keliru, kafir, sesat, dan murtad. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu suatu keyakinan bahwa wujud empiris dari keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.Kata Kunci: Studi Islam, Hermeneutika, Teologi, Pendekatan, Anak

Page 1 of 1 | Total Record : 6