cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 4 (2013)" : 11 Documents clear
Pengaruh Pembelajaran PKn Terhadap Pembentukan Karakter Siswa
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah dewasa ini bangsa Indonesia dilanda krisis moral, tidak hanya pada tataran pimpinan pemerintahan dan birokrat semata, tetapi telah merambah dasar hingga pada anak-anak sekolah. Hal ini bisa dilihat dari tawuran pelajar, kriminal anak-anak remaja, dan sebagainya. Ini menunjukkan bangsa kita telah kehilangan jati diri dan karakternya. Di sisi lain karakter merupakan kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik, yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma, UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap NKRI, sehingga pendidikan karakter perlu dimiliki dan ditanamkan kepada siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh pembelajaran pendidian kewarganegaraan (PKn) terhadap pembentukan karakter siswa. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) sangat beralasan apabila pendidikan karakter dalam pembelajarannya diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Alasan itu karena pendidikan karakter mampu meningkatkan akhlak luhur siswa, sehingga penanaman karakter menjadi tanggung jawab semua guru. Hal ini senada dengan tujuan pendidikan yaitu membentuk sosok siswa secara utuh, sehingga pencapaian pendidikan harus mencakup dampak instruksional dan dampak pengiring; (2) implementasi pendidikan karakter terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, pengembangannya lebih memadai pada model kurikulum terpadu dan pembelajaran terpadu dengan menentukan center core pada mata pelajaran yang akan dibelajarkan, seperti mata pelajaran PKn dan pendidikan agama; dan (3) proses pengembangan pendidikan karakter sebagai pembelajaran terpadu harus diproses seperti kuriklum lain, yaitu sebagai: 1) ide, dokumen, dan proses; 2) kejelian profesional dan penguasaan materi; 3) dukungan pendidikan luar sekolah, arahan spontan dan penguatan segera; 4) penilaian beragam; serta 5) difusi, inovasi dan sosialisasi adalah komitmen-komitmen yang harus diterima dan disikapi dalam pencanangan pembelajaran terpadu pendidikan karakter itu sendiri.Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Pembentukan Karakter.
Pendekatan Inkuiri Moral Sebagai Alternatif Metode Pendidikan Karakter Siswa Di SMP
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemerosotan moral bangsa sebagaimana terlihat dalam kehidupan masyarakat, diyakini karena hilangnya nilai-nilai karakter yang di masa lalu dikenal santun dan beradab. Kondisi menjadi keprihatinan bersama dikalangan para pendidik dan juga orang tua. Perubahan perilaku anak-anak muda yang cenderung bebas tanpa dilandasi nilai-nilai moral, berdampak negatif bagi tumbuhnya perilaku kekerasan dan budaya permisif yang semakin parah. Melihat kenyataan ini, dunia pendidikan diharapkan menjadi institusi yang mampu menghidupkan nilai-nilai karakter bangsa tersebut melalui transformasi pendidikan yang diselenggarakannya. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengelaborasi konsep pendidikan karakter secara universal dan sekaligus menganalisis peluang penggunaan pendekatan inkuiri moral sebagai alternatif metode dalam pendidikan karakter bagi siswa didik.Kata Kunci : Inkuiri, Moral, Karakter, Siswa, Pendidikan.
Pandangan Masyarakat Tentang Penyelenggaraan Program Studi PG PAUD Di IKIP Veteran Semarang
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kebutuhan untuk melakukan pembenahan penyelenggaraan pendidikan sebelum pendidikan dasar, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah penting dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Kebutuhan akan pembenahan penyelenggaraan PAUD itu tentu dipicu oleh besarnya minat masyarakat seperti tampak pada banyaknya penyelenggaraan berbagai bentuk PAUD oleh masyarakat. IKIP Veteran sebagai salah satu LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) mempunyai peran sangat penting untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang profesional sesuai standart yang berlaku. Dengan mengantisipasi kebutuhan masyarakat tersebut, lembaga IKIP Veteran melalui upayanya telah membuka jurusan/program baru yaitu program pendidikan guru PAUD, sejak bulan Juli tahun 2008 sesuai dengan ijin penyelenggaraan yang telah di keluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Setelah kurun waktu 3 tahun lebih semenjak SK ijin penyelenggaraan program studi PG PAUD S1 turun, maka dirasa perlu melakukan penelitian evaluasi secara mendalam tentang bagaimana pandangan masyarakat tentang penyelenggaraan program S1 (PAUD) di IKIP Veteran Semarang. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 150 orang responden dengan rincian sebagai berikut : untuk mahasiswa yang sudah lulus angkatan pertama PG PAUD sebanyak 100 orang (dari transfer) sedangkan yang 50 orang adalah mahasiswa reguler yang sekarang semester VIII. Data yang diambil dari responden meliputi data tentang identitas responden. Data lain yang diambil yaitu pengetahuan responden (sikap responden) tentang dibukanya program S1 PAUD di IKIP Veteran Semarang. Penilaian tentang penyelenggaraan program studi PG PAUD yang terdiri dari sistem penyelenggaraan dengan SKS, jumlah total SKS, masa studi, rata-rata bobot per mata kuliah, penilaian terhadap kurikulum, biaya penyelenggaraan dan cara pembayarannya. Disamping itu juga diperoleh data tentang bagaimana minat mereka untuk kuliah di IKIP Veteran Semarang jurusan PG PAUD. Untuk mengungkap data tersebut digunakan angket, kemudian hasilnya dideskripsikan dengan tabulasi melalui prosentase. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa evaluasi secara mendalam tentang bagaimana penyelenggaraan program PAUD diperoleh data sebagai berikut: bahwa hampir semua responden menyatakan setuju dengan pembukaan program studi PG PAUD di IKIP Veteran Semarang mengingat mereka merasa terbantu dengan adanya program studi ini, yaitu bisa kuliah tapi juga bisa tetap bekerja sebagai guru TK/RA atau di PAUD sejenis. Minat mereka juga masih tinggi. Hal ini juga didukung oleh instansi mereka untuk melanjutkan kuliah di program studi PG PAUD IKIP Veteran Semarang. Bahkan instansi mereka juga berminat memakai lulusan dari program studi PG PAUD IKIP Veteran Semarang, serta mereka juga menyarankan orang lain, teman sejawat atau rekan seprofesi untuk kuliah disini. Penilaian terhadap kurikulum umumnya dinyatakan baik. Hal ini berlaku untuk jumlah SKS 159, rata-rata bobot per mata kuliah 2 SKS dan lama studi 4 tahun. Dari penilaian kurikulum dan sejumlah mata kuliah yang disajikan ditemukan beberapa mata kuliah yang mereka anggap kurang baik karena mata kuliah tersebut terlalu over yaitu : Psikologi Perkembangan, Pembinaan Kompetensi Mengajar II (PKM II), PKL II (Praktek Kerja Lapangan II) dan Statistik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pembukaan jurusan PG PAUD ternyata diminati oleh masyarakat (baik alumni dari D2 PGTK IKIP Veteran Semarang maupun masyarakat yang lain). Perombakan kurikulum untuk program studi PG PAUD penting dilakukan. Ada beberapa mata kuliah yang layak dipertimbangkan kemunculannya mengingat mata kuliah tersebut terlalu over atau tumpang tindih dengan mata kuliah yang lain.Kata Kunci : Masyarakat, PAUD, Pendidikan
Peningkatan Kualitas Pemukiman Berwawasan Lingkungan
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan yang begitu pesat di berbagai sektor dan pertambahan penduduk telah mendorong timbulnya masalah-masalah baru yang mendesak, salah satunya adalah masalah kebutuhan pemukiman yang memadai. Banyak kawasan hunian atau pemukiman yang dulunya tertata dengan baik dan berkualitas, lama-lama menurun kualitasnya, menjadi tidak kurang nyaman,kurang sehat, menjadi kumuh bahkan tidak layak huni. Dahulu air sungai dan selokan cukup jernih, sekarang menjadi coklat bahkan hitam pekat, dahulu air tanah mudah di didapat, sekarang sulit didapat. Banjir, rob, dan longsor menjadi langganan, dan masih banyak hal-hal yang menimbulkan masalah karena ulah kita sendiri. Masalah pemukiman merupakan masalah yang sangat kompleks, karena begitu banyak faktor yang saling berkaitan satu sama yang lainnya. Pemukiman sebagai wadah kehidupan manusia bukan hanya menyangkut aspek fisik dan teknis semata, tetapi juga aspek-aspek sosial, ekonomi dan budaya dari para penghuni nya.Tidak hanya menyangkut kuantitas melainkan juga kualitas, tidak hanya menyangkut rumah tinggal saja, tetapi juga tempat kerja, bersantai, sarana dan prasarana dan lain-lain. Untuk meningkatkan kualitas pemukiman ada banyak hal yang harus dilakukan,antara lain; (1) Dirancangnya Peraturan yang baku sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis bagi perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan pembangunan pemukiman berwawasan lingkungan yang sejalan dengan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; (2) Sosialisasi Peraturan Pembangunan Pemukiman yang Berwawasan kepada masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan; (3) Pemukiman sehat tidak hanya dijadikan program apalagi proyek, tetapi dijadikan suatu gerakan masif yang berkesinambungan; (4) Pemantauan yang terus menerus kondisi bangunan dan lingkungan yang melibatkan berbagai fihak, termasuk di dalamnya Instansi pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Tokoh Masyarakat serta masyarakat itu sendiri; (5) Pemberian sanksi yang tegas terhadap pelanggar lingkungan, tanpa pandang bulu,sehingga menimbulkan efek jera; (6) Penataan kembali secara menyeluruh tata guna lahan dan kondisi bangunan di seluruh Indonesia. Dan kemudahan dalam mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB); (7) Perlu adanya Evaluasi yang berkesinambungan terhadap pelaksanaan program peningkatan bangunan berwawasan lingkungan.Kata Kunci : Peningkatan Kualitas, Pemukiman Berwawasan Lingkungan
Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah badan usaha yang paling banyak digunakan dewasa ini dan masa yang akan datang adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas ini berasal dari Hukum Dagang Belanda yaitu Wetboek van Koophandel (WvK) yang dikenal dengan istilah Naamloze Vennoatschap (NV). Dalam rangka lebih meningkatkan pembangunan perekonomian nasional dan sekaligus memberikan landasan yang kokoh bagi dunia usaha dalam menghadapi perkembangan perekonomian dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diera globalisasi pada masa mendatang, perlu di dukung oleh suatu undang-undang yang mengatur tentang perseroan terbatas yang dapat menjamin terselenggaranya iklim dunia usaha yang kondusif. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas dibentuk dan dibangun berdasarkan latarbelakang filosofis, sosiologis serta dalam rangka memenuhi perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat; (2) Undang-Undang Perseroan terbatas memuat substansi pokok, seperti ketentuan umum, pendirian, anggaran dasar dan perubahan anggaran dasar, daftar perseroan dan pengumuman, tanggung jawab sosial dan lingkungan, Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan pengawas syariah dan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan usaha; dan (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas merupakan satu pilihan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu: (a) Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; (b) Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan Perseroan Terbatas sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah dan kecil; (c) Mencegah praktek monopoli dan/atau persaingan usaha yang tidak sehat; dan (d) Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Kata Kunci : Undang-undang, Perseroan Terbatas.
Membangun Konsep Diri Positif Pada Anak
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia sebagai organisme memiliki dorongan untuk berkembang sampai mencapai tujuan yang diinginkan. Proses perkembangan tersebut dapat membantu terbentuknya konsep diri pada individu yang bersangkutan. Sering individu mempunyai perasaan bahwa ia tidak memiliki kemampuan, padahal segala keberhasilan dapat bergantung kepada cara pandang individu terhadap kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Sebaliknya pandangan positif terhadap kualitas kemampuan yang untuk diselesaikan. Oleh karena itu sangat penting pembentukan dan pengembangan konsep diri positif pada anak.Kata kunci : konsep diri positif
IbM Usaha Bengkel Di Desa Keling Dengan Membuat Pipa Katalis Penghemat Bahan Bakar Kendaraan
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak semua kecamatan di Kabupaten Jepara menjadi sentra kerajinan ukir dan mebel (furniture). Kecamatan Keling untuk jumlah perajin mebel sangat sedikit sama seperti bengkel sepeda motor maupun mobil. Bengkel Langgeng Motor dan Bengkel Sugito termasuk bagian kecil bengkel di desa Kelingkecematan Keling. Bengkel ini, hanya menjual jasa perbaikan dan tidak menyediakan suku cadang. Untuk penghasilan bengkel tidak menentu, alat kurang menunjang, tempat kurang strategis dan jarang promosi bengkel. Sumber daya manusia cukup tahu tentang ilmu perbengkelan, tetapi ilmu manajemen dan pemasaran bengkel rendah. Penerepan Iptek khusunya dalam penerapan Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi bengkel. Dengan menerapkan hasil riset yang sudah dilakukan Universitas Muhammadiyah Semarang untuk diaplikasikan ke mitra akan meringankan dan memecah permasalahan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan, memaksimalkan jasa bengkel, menjual hasil produk dan memudahkan memanajemen usaha bengkel. Iptek yang diterapkan pada mitra mulai dari perancangan  alat penghemat bahan bakar, Pembuatan alat penghemat bahan bakar dan uji coba, Pembuatan website e-Commerce, pelatihan manajemen dan pemasaran bengkel, Simulasi Pemasaran dan manajemen bengkel. Implikasinya meningkatkan penghasilan bengkel kendaraan bermotor, bengkel menjadi lebih terkenal dan pesanan jasa perbaikan dan produk lebih banyak, dan mampu menerapkan manajemen usaha. Keywords : keling, bengkel, penghemat, website, manajemen usaha.
Peran dan Tanggungjawab Guru Sebagai Tenaga Profesional
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti telah diketahui bahwa dalam lingkup pendidikan yang terkecil yaitu sekolah, guru memegang peran yang amat penting dan strategis. Kelancaran proses seluruh kegiatan pendidikan terutama di sekolah, sepenuhnya berada dalam tanggung jawab para guru. Guru adalah seorang pemimpin yang harus mengatur, mengawasi dan mengelola seluruh kegiatan proses pembelajaran di sekolah yang menjadi lingkup tanggungjawabnya. Dalam menghadapi tuntunan situasi perkembangan zaman dan pembangunan nasional, sistem pendidikan nasional harus dapat dilaksanakan secara tepat guna dan hasil guna dalam berbagai aspek dimensi, jenjang dan tingkat pendidikan. Keadaan semacam itu pada gilirannya akan menuntut para pelaksana dalam bidang pendidikan di berbagai jenjang untuk mampu menjawab tuntutan tersebut melalui fungsi-fungsinya sebagai guru. Guru memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Tampaknya kehadiran guru hingga saat ini bahkan sampai akhir hayat nanti tidak akan pernah dapat digantikan oleh yang lain, terlebih pada masyarakat Indonesia yang multikultural dan multibudaya, kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan tugas-tugas guru yang cukup kompleks dan unik. Oleh sebab itu, diperlukan guru yang memiliki kemampuan yang maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan secara berkesinambungan mereka dapat meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Profesional artinya dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan didukung oleh para petugas secara profesional. Petugas yang profesional adalah petugas yang memiliki keahlian, tanggung jawab, dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yanng kuat. Untuk menguji kompetensi tersebut, pemerintah menerapkan sertifikasi bagi guru khususnya guru dalam jabatan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa guru yang profesional merupakan salah satu indikator penting dari sekolah berkualitas. Guru yang profesional akan sangat membantu proses pencapaian visi dan misi sekolah. Mengingat strategis peran yang dimiliki oleh seorang guru, usaha-usaha untuk mengenali dan mengembangkan profesionalitas guru menjadi sangat penting untuk dilakukan.  Kata Kunci :  Peran, Tanggungjawab, Tenaga Profesional.
Menuju Kesiapan Guru Dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, yang mengamanatkan guru untuk mengumpulkan angka kredit butir-butir kegiatan dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya, dalam penilaian kinerja guru mensyaratkan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Peraturan ini berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2013. Untuk memenuhi kegiatan tersebut para guru, kepala sekolah dan Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi dan memfasilitasi para guru untuk melaksanakan kegiatan PKB. Mengingat PKB harus dilaksanakan para guru sejak menyandang pangkat/golongan III/a dengan jabatan Guru Muda, untuk itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan secara berkesinambungan agar kegiatan PKB dapat menjadi kegiatan rutin dan mandiri bagi para guru baik secara individu maupun kelompok untuk saling mendukung mewujudkan unsur tersebut. Tanggung jawab Departemen Pendidikan di daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan adalah memfasilitasi, menyelenggarakan dan memberi kemudahan bagi para guru secara merata untuk memperoleh informasi dan kesempatan melaksanakan PKB. Para Kepala Sekolah sangat berperan besar dalam memotivasi, memonitor serta memberikan ijin dan pemerataan kesempatan kepada para guru untuk melaksanakan PKB, dan bagi para guru perlu bekerjasama dengan teman sejawat merencanakan kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan secara individu atau kelompok untuk mewujudkan angka kredit PKB sebagai persyaratan kenaikan karier kepangkatan dan jabatannya.Kata kunci : penilaian kinerja guru, pengembangan keprofesian berkelanjutan
Pelaksanaan Supervisi Akademik Pada Sma Negeri 3 Semarang
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru dalam dunia pendidikan sangat penting. Untuk meujudkan profesionalitas guru dalam proses pembelajaran tidak bisa terlepas dari peran serta Kepala sekolah, khususnya peran dalam bidang supervise akademik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru dalam proses penbelajaran, hal ini perlu dilakukan megingat mutu pendidikan dan kualitas dalam proses pembelajaran merupakan salah satu core-bussines bidang pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) tingkat pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan Kepala sekolah di SMA Negeri 3 Semarang, (2) indikator pelaksanaan supervisi akademik yang belum optimal, dan (3) kondisi instrumen penunjang pelaksanaan supervisi akademik di SMA Negeri 3 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan expost facto. Teknik pengumulan data digunakan angket atau kuesioner dan data yang digunakan berupa data primer. Sampel diambil dengan menggunakan metode proportional simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 73 orang guru. Alat analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan supervisi akademik di SMA Negeri 3 Semarang sudah berjalan dengan sangat baik yang dikemukakan oleh 27 orang atau 36,99% dari 73 responden, (2) aspek atau indikator yang berjalan dengan sangat baik adalah cara guru dalam memahami konsep, prinsip, teori dasar, bidang ilmu, dan dalam proses pembelajaran, dan (3) aspek atau indikator yang masih perlu ditingkatkan adalah: (a) kegiatan membimbing guru dalam menentukan, menyusun dan menggunakan unsur-unsur dalam proses pembelajaran, (b) membimbing guru untuk menentukan dan menyusun aspek keberhasilan pembelajaran, menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, menilai kinerja sekolah, mengolah dan menganalisis data hasil penilaian hasil kinerja sekolah, (c) memantau pelaksanan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa, dan (d) membina dan memberikan saran kepada guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk meningkatkan hasil kinerjanya.Kata Kunci: Supevisi Akademik

Page 1 of 2 | Total Record : 11