cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2015)" : 11 Documents clear
KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan membatik yang dilakukan di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang. Kegiatan membatik dilakukan agar mengoptimalkan kemampuan kreasi anak dalam menanamkan budaya Jawa. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yaitu metode Spredley secara sederhana dan mendalam. Subjek penelitian adalah anak, guru, dan semua yang terlibat dalam kegiatan membatik di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang.   Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, catatan lapangan, dan wawancara yang dilakukan dengan analisis triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui kegiatan membatik anak juga akan mengenal unsur-unsur seni tersebut untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun yaitu karakteristik kemampuan fisik (motorik halus), karakteristik kemampuan kognitif, dan karakteristik kemampuan sosio-emosional, (2) Pengenalan dan pengembangan tentang unsur-unsur seni ini akan terlihat dalam tujuan membatik, materi membatik, metode membatik, media membatik, proses kegiatan membatik, dan evaluasi membatik. Kata Kunci : membatik, seni, budaya
PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI BIOGAS
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan organik dalam proses pembuatannya seperti limbah peternakan, limbah pertanian, sampah organik, dan limbah organik lainnya. Pada prinsipnya teknologi biogas memberikan kemudahan didalam proses pembuatannya, sehingga mudah diterapkan pada daerah yang memiliki sumber daya manusia terbatas. Saat ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan Program Desa Mandiri ditujukan pada daerah-daerah yang memiliki potensi energi dan dimanfaatkan dengan teknologi oleh masyarakat setempat. Desa Gogik merupakan salah satu desa yang telah menerapkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi biogas di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat ditinjau dari aspek teknis, sosial, lingkungan dan manajemen. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan dilakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek teknis ketersediaan energi lain seperti gas LPG dan kayu bakar merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan biogas. Peralatan dan sarana yang tersedia cukup memadai, akan tetapi hampir 70% mengalami kerusakan. Pada alih teknologi tidak didapatkan kendala apapun karena dilakukan secara terencana. Dalam aspek sosial masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap pelaksanaan biogas. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan menyiapkan lahan dan membuat lubangan yang akan digunakan untuk membangun instalasi utama. Pada aspek lingkungan biogas belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, dalam pelaksanaan biogas masyarakat belum sepenuhnya menerapkan konsep zero waste. Ditinjau dari aspek manajemen masyarakat belum melakukan pengelolaan secara rutin. Selain itu, pengelolaan dilakukan secara individu skala rumah tangga. Kata Kunci : Limbah ternak sapi, biogas.
ANALISIS KEBIJAKAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA ( KKNI)
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persepektif ekonomi, pendidikan merupakan human investment yang harus dapat menghasilkan SDM penggerak pembangunan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa,yang menjadi syarat mutlak dalam persaingan dalam era globalisasi. Era globalisasi memiliki cirri utama,  persaingan yang semakin ketat dalam kehidupan terutama tantangan dalam menyiapkan SDM sehingga tuntutan terhadap pengelolaan serta peningkatan mutu tenaga kerja  kesetaraan kualifikasinya dengan tenaga kerja asing akan menjadi satu tantangan  perekonomian Indonesia. Penetapan KKNI sebagai pedoman untuk menetapkan kualifikasi, skema pengakuan kualifikasi dan menetapkan skema pengakuan kualifikasi capaian pembelajaran, pelatihan atau pengalaman kerja serta menyetarakan kualifikasi antara capaian pembelajaran, pelatihan atau pengalaman kerja, mengembangkan metode dan sistem pengakuan kualifikasi sumberdaya manusia dari negara lain. Hubungan KKNI dengan kerangka kebijakan makro pendidikan yaitu merupakan sistem yang berdiri sendiri dan merupakan jembatan antara sektor pendidikan dan pelatihan untuk membentuk SDM berkualifikasi, bersertifikasi. Implementasi KKNI akan berdampak pada kerangka manajemen pengembangan SDM dan perubahan sosial sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas SDM  dalam KKNI. Kata Kunci : KKNI, kebijakan
STUDI EKSPLORASI VIOLENCE AWARENESS PADA MAHASISWA: UPAYA PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN PADA WANITA DAN ANAK
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak kekerasan terhadap wanita dan anak masih sering terjadi di dalam dunia pendidikan. Tindak kekerasan yang paling banyak terjadi disinyalir berturut-turut adalah tindak kekerasan fisik, kemudian psikis, dan tindak kekerasan seksual. Tindak kekerasan dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Salah satu tempat publik yang disinyalir sering terjadi tindak kekerasan adalah di sekolah, sedangkan tempat domestiknya adalah di rumah. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan Violence Awareness antara mahasiswa laki-laki dengan wanita. 2) Apakah ada perbedaan Violence Awarness antara mahasiswa jurusan kependidikan dengan non kependidikan, dan 3) untuk mengetahui karakteristik latar belakang sosial ekonomi keluarga responden. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa dari perguruan tinggi di Semarang, baik dari PTN atau PTS. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling.  Proporsi yang dimaksud yaitu proporsi jumlah subjek laki-laki dan wanita, serta dari jurusan kependidikan dan non kependidikan. Subjek penelitian sebanyak 160 orang terdiri dari 80 orang mahasiswa laki-laki dan 80 orang wanita. Mereka berasal dari mahasiswa kependidikan sebanyak 80 orang dan yang berasal dari non kependidikan sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data dengan mengkombinasikan beberapa teknik yaitu kuesioner, wawancara, focus group discussion (FGD). Metode analisis data menggunakan uji beda (t-test) untuk melihat ada tidaknya perbedaan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita, serta subjek dari mahasiswa kependidikan dan non kependidikan. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan dinamika yang tidak bisa didapatkan dari data kuantitatif. Hasil analisis statistik dengan uji beda (t-test) diperoleh hasil sebagai berikut (1). Terdapat perbedaan yang sangat signifikan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita dengan t sebesar 0,0001 dengan nilai mean wanita lebih besar dari laki-laki. Mean subjek wanita sebesar 98,97 sedangkan mean laki-laki sebesar 93,87. Hal ini berarti violence awareness wanita lebih tinggi dibandingkan dengan subjek laki-laki. (2). Tidak terdapat perbedaan violence awareness antara mahasiswa kependidikan dan mahasiswa non kependidikan, dengan t sebesar 1,08 dan nilai mean mahasiswa kependidikan sebesar 97,34 dan mahasiswa non kependidikan dengan mean sebesar 95,51. Mayoritas subjek (92%) memiliki violence awareness tinggi, dan hanya sedikit (8%) yang memiliki violence awareness rendah. Kata Kunci : Violence Awareness, mahasiswa, kekerasan, wanita dan anak.
Penggunaan Eceng Gondok Rawa Pening Ambarawa Untuk Cooling Pad Komposit Menggunakan Metode Kompaksi
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat alam banyak dimanfaatkan di bidang teknologi material. Serat alam sebagai penguat material komposit. Komposit memiliki sifat ringan, kuat, elastis, dan tangguh. Kekurangan serat alam pada kekuatan yang tidak merata. Jenis serat alam yang banyak dipakai yaitu sisal , flex, hemp, jute, rami, kelapa, dan eceng gondok. Eceng gondok rawa pening memiliki kekuatan tarik yang tinggi yaitu 19 N/mm2 dan tahan temperatur 50oC. Bahan komposit eceng gondok sebagai bahan eksterior mobil, elektronik, dan perlengkapan komputer. Penggunaan serat alam eceng gondok Rawa Pening Ambarawa sudah banyak dimanfaatkan, tetapi untuk perlengkapan komputer belum pernah dilakukan. Pada riset ini, ingin memanfaatkan eceng gondok Rawa Pening untuk pembuatan cooling pad komposit yang tahan beban, ringan, kuat dan temperatur tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa antara serat dan serbuk eceng gondok, pengaruh penamabahn fraksi volume, dan tekanan kompaksi terhadap kekuatan mekanik cooling pad komposit. Metode penelitian ini dengan memvariasi serat dan serbuk eceng gondok, fraksi volume 20, 30, dan 40% penguat, dan tekanan kompaksi. Hasil uji mekanik yang paling baik pada komposisi cooling pad komposit B1 pada tekanan kompaksi 200 Kpa memiliki kekuatan mekanik paling besar yaitu kekuatan tarik 26,5 N/mm2, uji impak 0,002565 J/mm2, dan uji fatik 27,1 Mpa. Bertambahnya kekuatan tekan kompaksi, fraksi volume dan serat eceng gondok meningkatkan kekuatan mekanik cooling pad komposit, sehingga memiliki kwalitas baik. Keyword: eceng gondok, cooling pad, kompaksi, rawa pening, serat.
PENGELOLAAN PAUD RAMAH ANAK BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN METAKOGNISI
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD ramah anak berbasis masyarakat merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, berpihak kepada hak-hak anak dan memberikan perlindungan terhadap anak. Pengelola PAUD harus memahami konsep kebermaknaan pada diri anak. Pengelola harus dapat mengedukasi seluruhstake holder dengan metode yang tepat dan hasil akhirnya bermuara pada awarness. Ramah keluarga, ramah lingkungan ramah masyarakat, ramah pembelajaran dan ramah kelembagaan adalah elemen dasar dari terwujudnya PAUD ramah anak berbasis masyarakat. Berangkat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Gagasan MAKE (Lima Kepedulian) melalui pendekatan metakognisi adalah sebuah metode yang memiliki kekhasan yaitu awarness yang tinggi dan penemuan metode yang bersifat inovatif. Pendekatan metakognisi merupakan sebuah pendekatan yang berhubungan dengan self regulation atau regulasi diri melalui cheking, planning, monitoring, testing, revising, dan evaluating. Melalui proses tersebut akan dihasilkan kepribadian yang ramah anak yaitu peduli dengan kesadaran yang mendalam. Permasalahan yang dihadapi diselesaikan melalui problem solving yang tepat, PAUD ramah anak akan terwujud melalui kepribadian stake holder yang baik, service excellent pada semua lini, suasana PAUD yang menyenangkan, dan ramah pada seluruh layanan program yaitu TPA, SPS, KB, dan TK. PAUD ramah anak berbasis masyarakat mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kata Kunci : Ramah Anak, Lima Kepedulian, Pendekatan Metakognisi, Pengelolaan PAUD
EVALUASI STANDAR SARANA PRASARANA DI SMP NEGERI I BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul merupakan salah satu SMP di Yogyakarta yang berstandar nasional dan sedang mempersiapkan diri menjadi SMP rintisan bertaraf internasional. Berdasarkan hasil ujian nasional pada tahun 20014/2015, SMP ini termasuk salah satu SMP yang tingkat kelulusannya belum mencapai 100%. Masih rendahnya tingkat kelulusan SMP tersebut menu njukkan bahwa masih belum tercapainya standar minimum yang telah ditetapkan dalam PPRI Nomor 19 Tahun 2005, salah satunya standar sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelengkapan, pemanfaatan, dan pemeliharaan atau perawatan sarana prasarana di SMP Negeri I Banguntapan Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan model evaluasi Tyler (Goal Oriented Evaluation Model). Berdasarkan hasil observasi, secara keseluruhan kelengkapan sarana prasarana SMP Negeri I Banguntapan Bantul Yogyakarta dikatagorikan sangat baik dengan pencapaian skor 3,633. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa secara keseluruhan pemanfaatan prasarana dikatagorikan baik dengan pencapaian skor 2,72. Artinya, prasarana SMP Negeri I Banguntapan Bantul telah dimanfaatkankan sebagai penunjang proses belajar mengajar dan kegiatan kesiswaan, namun ada beberapa prasarana dan saran yang pemanfaatannya kuang optimal serta kondisinya kurang terawat. Hasil observasi menunjukkan bahwa ada beberapa prasarana dan sarana yang kondisi dan keterawatannya kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Kelengkapan sarana prasarana SMP Negeri I Banguntapan Bantul Yogyakarta dikatagorikan sangat baik dengan pencapaian skor 3,633. (2) Pemanfaatan prasarana dikatagorikan baik dengan pencapaian skor 2,72, namun ada beberapa prasarana yang pemanfaatannya kurang baik, yaitu ruang laboratorium IPA dan ruang laboratorium bahasa. Sedangkan pemanfaaatan sarana dikatagorikan cukup baik dengan pencapain skor 2. (3) Sarana prasarana yang memiliki kondisi dan perawatan yang baik adalah ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang konseling, tempat ibadah, ruang organisasi kesiswaan, UKS, jamban, gudang, Ruang Tata Boga, Ruang seni musik (band), dan kantin, sedangkan sarana prasarana yang memiliki kondisi dan perawatan yang kurang baik adalah perpustakaan, ruang laboratorium IPA, ruang guru, ruang tata usaha, ruang sirkulasi, dan ruang karawitan.Kata kunci : evaluasi, saran prasarana
PERSYARATAN LINGKUNGAN HUNIAN SEHAT
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah yang stretagis merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang dicirikan oleh batasan administratif yang di atur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif bukan pertanian. Disamping itu, wilayah tertentu yang strategis  memiliki peran dan fungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, pariwisata dan sebagainya, bahkan memiliki daya tarik bagi kaum urbanis untuk tinggal di dalamnya. UU RI Nomor 1/2011 menyatakan bahwa permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Adapun  ciri-ciri hunian  yang sehat di antaranya: (1) sarana dan prasarana sanitasi ada dan terawatt, (2) adanya ventilasi udara yang cukup untuk pertukaran udara sehat, (3) bangunan yang teratur. Kemudian ciri-ciri lainya, fungsi bangunan sebagai hunian, bukan berfungsi yang lain. Ciri-ciri pemukiman sehat yang terkahir adalah ada peng-hijauan. Rumah sehat adalah kondisi fisik , kimia, biologi, didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat, maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: (1) sirkulasi udara yang baik, (2) penerangan yang cukup, (3) air bersih terpenuhi, (4) pembuangan air limbah diatur dengan baik agar  tidak menimbulkan pencemaran, (5) bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lengkap serta tidak terpengaruh pen-cemaran seperti bau, rembesan air kotor, maupun udara kotor. Kata Kunci : Hunian sehat.
IbM MEBEL UKIR KAYU DI DESA BANJAR AGUNG KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di juluki Bumi Kartini. Tetapi dengan kemahiran mengukir yang indah warga Jepara sampai sekarang, Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel ukir di desa Banjar Agung kecamatan Bangsri kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Banjar Agung mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran unit usaha, kurangnya modal dan sulitnya mengakses dana bantuan. Tujuan pengabdian pada masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yaitu merubah proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, mengenalkan produk dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya, kurangnya pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Metode yang dipakai pada program IbM adalah merubah proses mengukir manual menjadi proses otomatis, melatih mendesain ukir kayu yang modern dan futuristik, pendampingan dan pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Luaran program yaitu Menerapkan Iptek tentang pembuatan mesin ukir kayu, desain ukir kayu modern, e-commerce penjualan produk, Mampu menerapkan manajemen usaha, pembukuan, akutansi keuangan dan Cash flow, sertifikat kegiatan Iptek bagi masyarakat. laporan kegiatan dan publikasi nasional hasil kegiatan program IbM.Keywords : mebel, kayu, ukir, e-commerce, usaha.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES AND TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN CD INTERAKTIF MATERI PRISMA DAN LIMAS
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of inappropriate learning method can make the students feel tired to participate in learning and lead to the lack of the effectiveness of learning development inside classroom. Teams Games and Tournament (TGT) is one of cooperative learning method using game. Using this method, the learning activities between learners can be a fair competition, where they compete to present something they have learnt from Interactive CD. This study aims to determine the effectiveness of mathemathic teaching material and Pyramid prism by Interactive CD-assisted TGT strategy. The effectiveness achieved is characterized by (1) the average achievement of students who learned in experimental class reachede 80,0 ,(2) the average of motivation to learn reach the exhaustiveness of learning motivation, (3) having a positive effect on the motivation of learning achievement, and (4) the students achievement of experimental class is better that control class. The population of this study is the students of SMP N 2 Rembang grade VIII. Using the random cluster sampling technique, it is determined that VIII-2 as experimental group and VIII-3 as control group. The result shows that the average achievement of learners who are taught using Interactive CD-assisted TGT strategy reach 81,35. The average of learning motivation reach to the exhaustiveness of leaning motivation with the value 76.76 from regression calculation, the regression of the estimation of equation is gained between X and Y that is Y= 36.391 + 0.586X with determination coefisien of 49.0%, meaning that there is positive effect on the achievement of learning motivation. In addition, the average ofstudents achievement of experimental group and control class are 77.96 and 81.35. It means that the average of students achiement who learn in the experimental group is better than those who learn in control class. Based on this result, we can draw conslusion that four effective learning are achieved.Keywords: Effectiveness, TGT, Interactive CD, Learning Achievement, Motivation.

Page 1 of 2 | Total Record : 11