cover
Contact Name
Zulkipli Lessy
Contact Email
jkiipasca@gmail.com
Phone
+6288227810471
Journal Mail Official
jkiipasca@gmail.com
Editorial Address
Published by Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta Website: http://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner
ISSN : 25794930     EISSN : 27758281     DOI : https://doi.org/10.14421/jkii.v6i2.1195
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner welcomes original research for manuscripts with various theoretical perspectives and methodological approaches. It invites researchers and scholars of all backgrounds related to Islamic studies to contribute their research covering all aspects of Islam and the Islamic world in the areas of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, environmental and development issues etc. related to scientific research. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner offers an open platform for exchanging knowledge and ideas (with various perspectives) to facilitate methodological reform in Islamic studies and promote critical academic methodologies that respond to the current issues in Islam and the Islamic world.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
Perlawanan Golongan Islam Terhadap Kolonialisme Belanda: Kajian Poskolonialisme Novel Pejuang-Pejuang Kali Pepe Karya Djamil Soeherman Atika Silma Nabila
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i1.1215

Abstract

Dalam novel Pejuang-pejuang Kali Pepe (PpKP) karya Djamil Suherman (DS), kelompok pesantren digambarkan melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda dengan memanfaatkan narasi agama Islam. Identitas kolektif digunakan kelompok pesantren untuk membedakan anggota kelompoknya dengan kelompok penjajah sekaligus sebagai upaya mereka untuk mempersatukan anggotanya. Pembacaan novel PpKP melalui studi poskolonialisme dan serangkaian metode kualitatif deskriptif menunjukkan bahwa terdapat relasi biner antara kelompok pesantren (self) dan kelompok penjajah (Other). Hubungan oposisional ini direpresentasikan dengan kelompok pesantren sebagai Timur yang tradisional/spiritual, sedangkan kelompok penjajah adalah modern/material. Dalam hubungan yang demikian, kelompok pesantren melakukan resistensi dengan menggunakan narasi self sebagai korban dan pahlawan. Sebaliknya, Other adalah penjajah yang menjadi musuh bersama. Pengetahuan, kepercayaan, atau doktrin-doktrin agama Islam digunakan kelompok pesantren untuk melawan kolonialisme, sehingga muncul istilah-istilah kafir, sabil, syahid, dll. Lahirnya novel ini tidak terlepas dari intensi pengarang sebagai bagian dari kelompok Islam yang merespons diskriminasi Orde Baru terhadap kelompoknya. DS berharap agar kelompok Islam mendapatkan kesempatan yang lebih baik, khususnya dalam bidang politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana identitas agama yang dimanfaatkan kelompok pesantren melawan penjajah dalam novel PpKP.[In the novel Pejuang-pejuang Kali Pepe (PpKP) by Djamil Suherman (DS), the pesantren group is depicted as fighting against the Dutch colonialism by using Islamic religious narratives. Collective identity is used by the pesantren group to distinguish its group members from the colonial group as well as their efforts to unite their members. The reading of the PpKP novel through the study of postcolonialism and a series of descriptive qualitative methods shows that there is a binary relationship between the pesantren group (self) and the colonial group (Other). This oppositional relationship is represented by the pesantren group as the traditional/spiritual East, while the colonial group is modern/material. In such a relationship, the pesantren group performs resistance by using the narrative of self as a victim and a hero. On the other hand, the Other is a colonialist who becomes a common enemy. Islamic religious knowledge, beliefs, or doctrines are used by pesantren groups to fight colonialism, so that the terms kafir, sabil, syahid, etc. appear. The birth of this novel is inseparable from the author's intention as part of an Islamic group that responded to the New Order's discrimination against his group. DS hopes that Islamic groups will get better opportunities, especially in the political field. The purpose of this study is to explain how the religious identity used by the pesantren group against the invaders in the PPKP novel.]
Profesionalitas Dan Penilaian Kinerja Guru PAI: Studi Pada Guru SMP Di Kabupaten Magelang Deny Rachman Arif
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i1.1146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa adanya pengaruh profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersertifikasi dan motivasi mengajar terhadap hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG). Populasi dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam bersertifikasi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Magelang, yang berjumlah 52 orang. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Guru PAI sertifikasi yang masuk dalam kategori hasil PKG sangat baik berjumlah 52 guru (100%). Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan profesionalitas GPAI sertifikasi dan motivasi mengajar terhadap hasil PKG, sumbangan relative (SR) masing-masing variabel bebas yaitu, profesionalitas GPAI sertifikasi menyumbang 61,3% dan motivasi mengajar menyumbang sebesar 38,7%. Sumbangan efektif (SE) masing-masing variabel bebas yaitu, profesionalitas GPAI sertifikasi menyumbang 38,6% dan motivasi mengajar menyumbang sebesar 24,4%. Besarnya sumbangan efektif (SE) dari kedua variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 63% sedangkan 37% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.[This study aims to analyze the effect of the professionalism of certified Islamic Religious Education (PAI) teachers and teaching motivation on the results of the Teacher Performance Assessment (PKG). The population of this study were teachers of Islamic Religious Education certified at the Junior High School (SMP) level in Magelang Regency, totaling 52 people. Data collection techniques using a questionnaire. The analytical method used is multiple linear regression. The results of this study indicate that: first, the certified PAI teachers who fall into the category of very good PKG results are 52 teachers (100%). Second, there is a positive and significant effect of GPAI certification professionalism and teaching motivation on PKG results, the relative contribution (SR) of each independent variable, namely, GPAI certification professionalism contributed 61.3% and teaching motivation contributed 38.7%. The effective contribution (SE) of each independent variable, namely, GPAI certification professionalism contributed 38.6% and teaching motivation contributed 24.4%. The effective contribution (SE) of the two independent variables to the dependent variable is 63%, while 37% is influenced by other variables not examined in this study.]
Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Rohis Dalam Pengembangan EQ Dan SQ Di SMA N 4 Kota Magelang Effendi Yusuf
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i1.1144

Abstract

Penelitian ini mengkaji kegiatan ekstrakurikuler di SMA N 4 Magelang dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual SMA N 4 Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan penelitian di lapangan (field research). Teknik pengumpulan data, berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kesimpulan penelitian ini, yakni ROHIS sebagai lembaga yang ada di sekolahan yang memiliki kegiatan-kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut berimplikasi pada pengembangan pengetahuan dan wawasan agama Islam peserta didik yang kurang tergarap pada kegiatan-kegiatan pembelajaran Pendidikan agama Islam di kelas. ROHIS juga membantu siswa dalam menggali potensi diri, kreativitas, pengalaman keagamaan dan menguatkan keimanan.[The paper examines extracurricular at SMA N 4 Magelang in developing emotional intelligence and spiritual intelligence. The study uses a qualitative approach in the field (field research). Data collection techniques, in the form of observation, documentation, and interviews. The conclusion talks ROHIS as an institution in schools that have religious activities. These activities have implications for the development of knowledge and insight into spiritual faith students who have not been explored in religious worship with learning activities in the classroom. ROHIS also helps students to explore their potential, creativity, religious experiences and strengthen their faith.]
Fashion Designer Sebagai Alternatif Keterlibatan Perempuan Maroko Di Ruang Publik Rahmi Nur Fitri
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i1.1116

Abstract

Maroko pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan negara-negara Arab lainnya, yang mana perempuan memiliki akses yang terbatas di ruang publik. Sikap konservatif dan tradisi patriarki mengantarkan perempuan ke tingkat yang sulit untuk terlibat aktif di sektor publik. National Strategy for Equity and Equality di Maroko menginisiasikan untuk mengurangi tingkat diskrimasi terhadap perempuan, tetapi fakta lapangan menunjukkan sebaliknya. Kebiasaan dan tatanan sosial di masyarakat menjadi faktor yang menghambat proses perubahan. Tulisan ini mengkaji berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Maroko untuk meningkatkan keterlibatan perempuan. Selain usaha yang dilakukan pemerintah, karya ilmiah ini juga memaparkan peran aktif yang dilakoni oleh perempuan Maroko secara langsung pada saat negara tampak tidak maksimal dalam mereduksi ketidakadilan bagi mereka. Nama-nama tokoh penggerak perempuan dari negeri Maghribi ini kemudian mulai bermunculan, seperti Fatima Mernissi, seorang sosiolog yang menaruh banyak perhatian terhadap persoalan perempuan. Namun, fokus tulisan adalah perempuan Maroko yang menunjukkan ketertarikannya di bidang fashion desainer yang kemudian memiliki label dan jangkauan pasar yang luas. Pengakuan sosial mulai didapatkan oleh Sofia El Arabi dan Ilham Benami melalui bidang ini. Rosaline Delmer menyebutkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk memajukan kepentingannya didasarkan kepada pemahaman yang mereka yakini. Perempuan Maroko menemukan tempat untuk mereka di ruang publik melalui profesi sebagai desainer. Berkarir di bidang ini menjadi sebuah apresiasi bagi mereka tanpa harus terlibat konfrontasi dengan laki-laki di ranah publik.[Morroco has not especially differences among Arab countries, in which woman have limited access in public sphere. Conservative tradition and patriarchy lead woman to difficult level to be actively involved in public field. National Strategy for Equity and Equality in Morroco initiate to decrease inequity of woman, despite the reality has denoted of divergence. Custom and social order are preventation of change in society. This paper examines various efforts which was made by Morroco’s government to expand woman’s involvement. In addition, the article will explain how far woman contributed in directly activity when the government is not earnestly to reduce injustice for woman. Then, names of female activists from Morroco began to appear, such as Fatima Mernissi, a sociologist who lay down her interest in women’s issues. Nevertheless, this article only focus on Morocco’s women who show interest in fashion desaigner, through this field they have their own label and extend market places. Social recognition has been earned by Sofia El Arabi and Ilham Benami from this field. Rosaline Dalmer addresses, based on comprehension every women has ability to extend her needs and desires. Morrocan’s women have actively found their role as designer in public sphere. A career in this field is an appreciation for them whose they can be spared with men from confrontation in public field.]
Kedudukan Seorang Istri Sebagai Pencari Nafkah Utama Dalam Keluarga: Studi Di Desa Aek Lancat, Lubuk Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara Ulfa Ramadhani Nasution; Syarif Husein Pohan
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v6i1.1128

Abstract

Rumah tangga tidak bisa dilepaskan dari kesadaran suami-istri dalam memahami peran dalam keluarga. Suami dan istri berperan aktif guna melaksanakan kewajiban masing-masing. Suami aktif dalam ranah produksi (publik, pencari nafkah utama) dan istri lebih aktif dalam reproduksi (domestik, pengurus keluarga). Faktanya dalam masyarakat tidak jarang ditemukan seorang istri yang aktif dalam ranah publik dan juga menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Kedudukan suami sebagai sumber nafkah utama digantikan oleh istri, sehingga peran istri tidak hanya berkutat perihal reproduksi dan domestik, namun juga sebagai pencari nafkah. Fenomena istri berperan ganda tersebut diantaranya dapat ditemui di Desa Aek Lancat Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab alasan mengapa istri menjadi pencari nafkah utama dalam masyarakat di Desa Aek Lancat dan apakah implikasi seorang istri sebagai pencari nafkah pada keluarga di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis berdasarkan pada wacana keagamaan, khususnya perihal hukum keluarga yang dilihat sebagai inti permasalahan dalam masyarakat, dengan menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L. Berger guna memahami pola hidup masyarakat di Desa Aek Lancat terkait kedudukan istri sebagai pencari nafkah utama dalam rumah tangga, dan melihat perkembangan interaksi antara suami-istri, istri lebih mendominasi sebagai pencari nafkah utama di dalam keluarga. Kemudian penelitian ini juga melibatkan teori gender dengan menitik beratkan pada konsep nature dan nurture. Penelitian bersifat deskriptif-analisis ini menggunakan metode kualitatif, sumber data ditemukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan menentukan informan melalui teknik snowball sampling, kemudian data dianalisis menggunakan teknik: collecting, display, verification dan concluding. [The household cannot be separated from the awareness of husband and wife in understanding their role in the family. Husband and wife play an active role in carrying out their respective obligations. The husband is active in the production sector (public, main breadwinner) and the wife is more active in the reproductive sector (domestic, family caretakers). However, the fact is that it is not uncommon to find a wife who is active in the public sphere and is also the main breadwinner in the family. The position of the husband as the main source of income is replaced by the wife, so the role of the wife is not only struggling with reproduction and domestic matters. The wife's multiple role phenomenon can be found in Aek Lancat Village, Lubuk Barumun District, Padang Lawas Regency, North Sumatra Province. This study aims to answer the reasons why the wife becomes the main breadwinner in the community in Aek Lancat Village and what are the implications of a wife as breadwinner to the family. This study uses a sociological approach based on religious discourse, especially regarding family law which is seen as the core problem in society, using Social Construction theory by Peter L. Barger to understand the lifestyle of the community in Aek Lancat Village related to the position of the wife as the main breadwinner, and observe the development of interactions between husband and wife where the wife is more dominant as the main breadwinner in the family. Then this research also involves Gender theory by focusing on the concepts of Nature and Nurture. This descriptive-analytic study uses qualitative methods, where data sources are found through observation, documentation and interviews, by determining informants through snowball sampling techniques, then the data are analyzed using: collecting, display, verification and concluding techniques.]

Page 1 of 1 | Total Record : 5