cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2022): September" : 15 Documents clear
KAJIAN SERAPAN CO2 PADA BETON BUBUK REAKTIF DENGAN SILICA FUME 15% DAN VARIASI PASIR KUARSA Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Maulana Kangko Wicaksono
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.63652

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan prioritas pemerintah dalam beberapa tahun kedepan. Durabilitas beton merupakan faktor penting bagi  dunia konstruksi.Beton dituntut memiliki mutu yang baik serta tahan terhadap berbagai kondisi. Jumlah pori pada beton merupakan faktor yang mempengaruhi durabilitas beton. Hal yang menyebabkan rendahnya durabilitas beton adalah besarnya jumlah pori pada beton. Bubuk beton reaktif merupakan inovasi terkini dibidang teknologi beton dengan memanfaatkan penggunaan partikel halus sebagai bahan penyusunya. Pasir kuarsa merupakan material penyusun bubuk beton reaktif yang dapat mengisi rongga pada campuran beton, memperkecil ukuran pori campuran beton, dan mengurangi permeabilitas beton. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35% dan 40% pada beton bubuk reaktif terhadap nilai serapan CO2. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang digunakan dengan sample uji beton tabung yang memiliki diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm yang berjumlah 21 buah. Pengujian serapan CO2 dilaksanakan dengan merendam sample uji ke dalam larutan karbonat 4% selama 10+0,5 menit dan 24 jam lalu menimbang pada kondisi kering permukaan lalu membandingkan hasil tersebut dengan berat pada saat kering oven. Nilai serapan CO2 terendah yaitu pada kadar penggunaan pasir kuarsa 30% dari total berat agregat, mampu menurunkan serapan beton hingga 43,18% dalam perendaman selama 10+0,5 menit dan dapat mengurangi serapan beton sebesar 36,77% dalam perendaman selama 24 jam.
KAJIAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% SEBAGAI SEMEN DAN VARIASI STEEL SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS Wibowo Wibowo; Purwanto Purwanto; Muhammad Nasirudin Syuja
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.64402

Abstract

Beton sebagai bahan konstruksi dipilih sebagai bahan utama karena harga yang lebih ekonomis dan bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan mudah untuk ditemukan. Beton memadat mandiri (Self Compacting Concrete) dengan bahan tambah metakaolin 12,5% dan Steel Slag  mampu meningkatkan mutu beton sehingga memenuhi standar syarat Beton Mutu Tinggi dengan kuat tekan lebih dari 41,4 MPa. Beton mutu tinggi memadat mandiri menggunakan bahan tambah metakaolin 12,5% dan variasi Steel Slag 0%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5% dan 25%. Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkan karakteristik dari beton segar untuk memenuhi syarat sebagai beton SCC. Setelah memenuhi syarat sebagai beton SCC, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap nilai kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai kuat tekan maksimum dan grafik hubungan tegangan-regangan untuk perhitungan modulus elastisitas. Beton dengan tambahan Steel Slag memenuhi syarat sebagai beton SCC dengan kuat tekan dan modulus elastisitas beton maksimum terjadi pada kadar Steel Slag 22,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 62,17 MPa dan modulus elastisitas sebesar 31179,2 MPa menggunakan standar perhitungan Eurocode 2-1992.
APLIKASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) DALAM PERANCANGAN BANGUNAN GEDUNG Anjas Fadhilah Fadhilah; Edy Purwanto; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.55999

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era industri 4.0 terjadi sangat cepat diberbagai bidang industri, seperti bidang Architec Engineering Construstion (AEC). Architec Engineering Construstion (AEC) terus memaksimalkan perkembangan teknologi digital dengan penggunaan aplikasi penunjang pengaplikasian sistem Building Information Modeling (BIM). BIM berimplikasi memberi perubahan dan mendorong pertukaran informasi menggunakan model 3D pada berbagai disiplin pekerjaan dan instansi yang berbeda, sehingga pekerjaan akan dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif. Pada studi ini menggunakan 5D BIM yang mencakup beberapa pengaplikasian sistem BIM, diantaranya adalah desain struktur 3D dengan menyertakan hasil output pendetailan elemen struktur, perhitungan volume pekerjaan, estimasi biaya, penjadwalan dan visualisasi dengan perenderan model bangunan.Tujuan dari studi ini adalah mampu memodelkan desain bangunan dalam bentuk 3D, menghasilkan output detail gambar, volume pekerjaan, estimasi biaya, penjadwalan serta memperlihatkan simulasi BIM 5D dan visualisasi bangunan sebelum bangunan tersebut didirikan. studi ini membuat model dari desain dengan bantuan beberapa aplikasi seperti AutoCAD, Revit, Lumion, SAP 2000 dan Navisworks. Penentuan aplikasi yang digunakan disesuaikan dengan rumusan masalah yang akan diselesaikan, Revit digunakan untuk membuat Model Utama 3D, Lumion untuk visualisasi Model 3D, SAP2000 untuk analisis struktur dan Navisworks untuk mensimulasikan model desain yang terintegrasi dalam BIM 5D. Data perencanaan menggunakan data sekunder dari Tugas Besar Beton tahun 2020 kelompok 1.Aplikasi 5D BIM dalam studi skripsi ini menghasilkan pemodelan 3D struktur, integrasi model 3D dengan proses analisis struktur dalam aplikasi SAP2000, pendetailan penulangan elemen struktur, hasil perhitungan volume pekerjaan estimasi biaya dan penjadwalan yang sudah terintegrasi.Kata Kunci: Building Information Modeling, BIM 5D, aplikasi Revit.
KAJIAN KETAHANAN KEJUT DAN CRACK INITIATION PADA BETON BUBUK REAKTIF MUTU TINGGI DENGAN SILICA FUME 15% DAN VARIASI PASIR KUARSA Wibowo Wibowo; Endah Safitri; Ganesha Wibisono Lubis
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.63647

Abstract

Pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia akan terus meingkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Bahan utama yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur adalah beton. Beton dituntut untuk memiliki mutu, workabilitas dan durabilitas yang tinggi, serta masa layan panjang. Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan pembuatan beton bubuk reaktif. Beton bubuk reaktif merupakan beton yang menghilangkan penggunaan agregat kasar,untuk meningkatkan homogenitas campuran beton dan kepadatan beton. Penilitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan 15% silica fume dan variasi pasir kuarsa terhadap nilai ketahanan kejut beton bubuk reaktif mutu tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental. Pengujian dilakukan dengan alat modifikasi Impact Drop Weight terhadap benda uji silinder berdiameter 15 cm dengan tinggi 6 cm yang telah mencapai umur 28 hari. Hasil dari penelitian ini yaitu beton bubuk reaktif mengalami peningkatan energi serapan pada variasi pasir kuarsa 15%, 20%, 25% dan 30%, kemudian beton akan mengalami penurunan pada variasi pasir kuarsa 35% dan 40%.
Pengaruh Kuat Tarik Geotekstil Terhadap Analisis Stabilitas Lereng dengan Variasi Beban Vertikal dan Jarak Vertikal Geotekstil Reza Fadela; Bambang Setiawan; Siti Nurlita Fitri
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.54166

Abstract

Reza Fadela, 2020, Pengaruh Kuat Tarik Geotekstil Terhadap Analisis Stabilitas Lereng dengan Variasi Beban Vertikal dan Jarak Vertikal Geotekstil , Tugas Akhir, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknil Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tuntutan pembangunan yang semakin bertambah dan harus terus berjalan seiring dengan perkembangan jaman, menyebabkan penggunaan tanah yang kurang baik pun dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan tanah diatas lereng yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan perkuatan geosintetik jenis geotekstil woven. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tarik geotekstil terhadap nilai safety factor lereng. Kuat tarik geotekstil yang digunakan yaitu woven 32 kN/m, 44 kN/m dan 54 kN/m dan non-woven 7,1 kN/m, 8,4 kN/m dan 10,5 kN/m. Variasi beban vertikal yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 kN/m3, 15 kN/m3, 20 kN/m3, 25 kN/m3, 30 kN/m3, 35 kN/m3, 40 kN/m3 dan 45 kN/m3 dan variasi jarak vertikal geotekstil yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,25 m, 0,5 m, 0,75 m, 1 m, 1,25 m dan 1,5 m. Panjang geotekstil yang diperlukan ditetapkan sebesar 15 m. Data sekunder yang digunkan yaitu data tanah dan data spesifikasi geotekstile woven dan non-woven. Analisis safety factor pada penelitian ini menggunakan bantuan perangkat lunak (software) Geoslope 2018. Hasil analisis stabilitas lereng dengan perkuatan geotekstil dengan kuat tarik geotekstil woven 32 kN/m, 44 kN/m dan 54 kN/m dan non-woven 7,1 kN/m, 8,4 kN/m dan 10,5 kN/m geotekstil dengan jarak vertikal geotekstil 0,25 m, 0,5 m, 0,75 m, 1 m, 1,25 m dan 1,5 m dengan beban vertikal 10 kN/m3, 15 kN/m3, 20 kN/m3, 25 kN/m3, 30 kN/m3, 35 kN/m3, 40 kN/m3 dan 45 kN/m3 menunjukkan bahwa semakin besar kuat tarik geotekstil maka semakin besar pula nilai faktor keamanan lereng dan bahwa semakin kecil jarak vertikal geotekstil maka semakin besar pula nilai faktor keamanan lereng. Beban vertikal yang semakin besar menunjukkan nilai safety factor yang semakin kecil. Kata Kunci : kestabilan lereng, faktor keamanan, Geoslope, kuat tarik geotekstil

Page 2 of 2 | Total Record : 15