p-Index From 2021 - 2026
1.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Analitik Kinerja Geser Balok Beton Bertulang Menggunakan Response-2000 Mayang Indriana Embunsari; Halwan Alfisa Saifullah; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.521 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.55124

Abstract

Beton bertulang merupakan bahan bangunan yang penggunaannya semakin meningkat dalam konstruksi. Keruntuhan geser pada beton bertulang dihindari karena sifatnya yang getas dan terjadi secara tiba-tiba. Dengan demikian, diperlukan pemahaman yang baik terkait faktor-faktor yang memengaruhi kinerja geser. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kinerja geser pada balok beton bertulang dengan program Response-2000 berbasis Modified Compression Field Theory. Pada tahap awal, verifikasi dilakukan terhadap hasil eksperimen berdasarkan literatur yang ada. Selanjutnya, kajian dikembangkan dengan studi parametrik variasi kuat tekan beton, rasio tulangan lentur dan geser, rasio bentang geser terhadap tinggi efektif, ukuran agregat kasar, dimensi balok, dan kebergantungan waktu. Hasil pemodelan memiliki trend kurva beban-lendutan yang mendekati eksperimen. Selisih persentase beban puncak sebesar 9,21% dan defleksi ultimit sebesar 46,06%, dimana Response-2000 underestimate terhadap nilai defleksi eksperimen. Hasil studi parametrik menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan beton, rasio tulangan lentur dan geser, serta ukuran agregat kasar akan meningkatkan kapasitas geser balok beton bertulang. Sebaliknya, peningkatan rasio bentang geser terhadap tinggi efektif dan dimensi balok (size effect), menunjukkan penurunan kapasitas geser. Perbedaan kapasitas geser ini dipengaruhi oleh kontribusi dari masing-masing komponen yang bekerja dalam mekanisme transfer geser. Studi parametrik pengaruh kebergantungan waktu (susut dan rangkak) terhadap kuat geser balok beton bertulang dipengaruhi kontribusi beton belum retak di zona tekan-lentur dan ikatan antar agregat.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Bencana Gempa di Kelurahan Mangkubumen Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Achmad Basuki; Edy Purwanto; Halwan Alfisa Saifullah; Endah Safitri; Bambang Santosa; Agus Setiya Budi; Agus Supriyadi; Stefanus Adi Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.56221

Abstract

Kota Surakarta merupakan wilayah yang berdekatan dengan jalur lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Ada perkiraaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa jika terjadi gempa megathrust di pertemuan lempeng tersebut akan mengakibatkan gempa dengan kekuatan di atas 8 SR. Guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi maka diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, para pemangku kepentingan, dan tenaga kerja bidang konstruksi sehingga korban jiwa dan kerugian materi bisa ditekan seminimal mungkin. Waktu terjadinya gempa tidak dapat diperkirakan dengan pasti. Kota Surakarta pernah juga terdampak gempa Yogyakarta tahun 2006. Dari pengalaman tersebut tampak kesiapan mitigasi bencana gempa di beberapa wilayah terdampak sebagian besar masih kurang. Research Group SmartCrete, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana gempa. Kegiatan pengabdian diawali dengan penggalian pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pengetahuan gempa dan dampaknya pada infrastruktur. Upaya-upaya mitigasi bencana gempa bumi, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) gempa pada pembangunan infrastruktur juga disampaikan dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terjadi perbaikan pola pikir, pola tindak dan pola antisipasi serta aksi sigap dari masyarakat terhadap bahaya gempa bumi.
Uji Kuat Lekat dan Penjangkaran Beton Memadat Mandiri dengan Bahan Tambah Aktivator Alkali dan Metakaolin Wibowo Wibowo; Achmad Basuki; Muchsan Maulana Sanjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.60772

Abstract

Beton mutu tinggi memadat mandiri adalah beton yang mampu mengisi ruang-ruang kosong dengan berat sendiri tanpa memerlukan bantuan alat pemadat serta memiliki nilai kuat tekan lebih besar atau sama dengan 41,4 MPa. Kuat Lekat dan Kapasitas Penjangkaran beton merupakan salah satu parameter untuk menentukan hubungan antara beton dengan baja tulangan. Kuat Lekat merupakan kemampuan beton dalam mengikat baja tulangan untuk menahan geser. Kuat lekat juga akan meningkat seiring dengan kedalam penjangkaran baja tulangan. Penjangkaran akan memberikan hasil maksimal dengan jarak kedalaman tertentu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan metode teoritis. Sampel uji yang digunakan berbentuksilinder dengan dimensi diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan baja ulir tulangan yang tertanam sepanjang 70 cm dan diameter 10 mm dengan total sampel uji 12 buah. Bahan tambah metakaolin yang digunakan sebanyak 17,5% dari berat semen dan variasi perbandingan aktivator alkali (Na2SiO3 dan NaOH) berturut-turut sebesar 0; 0,5; 1; dan 1,5. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa pada penambahan aktivator alkali dengan perbandingan 2/2 dan 2/3 tidak memenuhi syarat uji v-funnel test dan pada perbandingan aktivator alkali 3/2 tidak memenuhi syarat l-box test. Hasil uji kuat tekan menunjukan bahwa semua sampel uji termasuk dalam beton mutu tinggi dikarenakan nilai kuat tekan yang dihasilkan telah melebihi 41,4 Mpa dan nilai tertinggi terdapat pada perbandingan aktivator alkali sebesar 2/2 yang memiliki nilai kuat tekan sebesar 46,90 MPa. Uji kuat lekat dan penjangkaran dilakukan pada sampel yang telah berumur 28 hari, pengujian ini menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dengan tambahan dial untuk mengetahui besar slip yang terjadi pada baja tulangan sampel uji. Uji kuat lekat saat terjadi slip 2,5 mm pada variasi perbandingan aktivator alkali 0; 0,5; 1; dan 1,5 menghasilkan besar nilai berturutturut 0,9585 MPa; 1,1318 MPa; 1,1671 MPa; dan 0,9372 MPa. Uji kuat lekat pada saat Pmaks pada variasi perbandingan aktivator alkali 0; 0,5; 1; dan 1,5 menghasilkan besar nilai berturut-turut 3,2751 MPa; 3,5721 MPa, 3,7419 MPa; dan 3,0133 MPa. Berdasarkan hasil pengujian tersebut nilai kuat lekat tertinggi terjadi pada variasi perbandingan aktivator alkali (Na2SiO3:NaOH) sebesar 1.
APLIKASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) DALAM PERANCANGAN BANGUNAN GEDUNG Anjas Fadhilah Fadhilah; Edy Purwanto; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.55999

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era industri 4.0 terjadi sangat cepat diberbagai bidang industri, seperti bidang Architec Engineering Construstion (AEC). Architec Engineering Construstion (AEC) terus memaksimalkan perkembangan teknologi digital dengan penggunaan aplikasi penunjang pengaplikasian sistem Building Information Modeling (BIM). BIM berimplikasi memberi perubahan dan mendorong pertukaran informasi menggunakan model 3D pada berbagai disiplin pekerjaan dan instansi yang berbeda, sehingga pekerjaan akan dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif. Pada studi ini menggunakan 5D BIM yang mencakup beberapa pengaplikasian sistem BIM, diantaranya adalah desain struktur 3D dengan menyertakan hasil output pendetailan elemen struktur, perhitungan volume pekerjaan, estimasi biaya, penjadwalan dan visualisasi dengan perenderan model bangunan.Tujuan dari studi ini adalah mampu memodelkan desain bangunan dalam bentuk 3D, menghasilkan output detail gambar, volume pekerjaan, estimasi biaya, penjadwalan serta memperlihatkan simulasi BIM 5D dan visualisasi bangunan sebelum bangunan tersebut didirikan. studi ini membuat model dari desain dengan bantuan beberapa aplikasi seperti AutoCAD, Revit, Lumion, SAP 2000 dan Navisworks. Penentuan aplikasi yang digunakan disesuaikan dengan rumusan masalah yang akan diselesaikan, Revit digunakan untuk membuat Model Utama 3D, Lumion untuk visualisasi Model 3D, SAP2000 untuk analisis struktur dan Navisworks untuk mensimulasikan model desain yang terintegrasi dalam BIM 5D. Data perencanaan menggunakan data sekunder dari Tugas Besar Beton tahun 2020 kelompok 1.Aplikasi 5D BIM dalam studi skripsi ini menghasilkan pemodelan 3D struktur, integrasi model 3D dengan proses analisis struktur dalam aplikasi SAP2000, pendetailan penulangan elemen struktur, hasil perhitungan volume pekerjaan estimasi biaya dan penjadwalan yang sudah terintegrasi.Kata Kunci: Building Information Modeling, BIM 5D, aplikasi Revit.
Pengaruh Diameter Tulangan Terhadap Kuat Lekat Pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Dengan Tulangan Tersambung Achmad Basuki; Muhammad Daffa Auliarahman; Halwan Alfisa Saifullah
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64800

Abstract

Semen merupakan produk yang paling banyak digunakan kedua setelah air di dunia. Meningkatnya infrastruktur membuat kebutuhan semen semakin meningkat. Meningkatnya permintaan akan semen, maka diperlukan inovasi beton yang dapat mengurangi kebutuhan semen agar mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah beton High Volume Fly Ash (HVFA) dan beton Self Compacting Concrete (SCC). Beton High Volume Fly Ash (HVFA) adalah beton yang mengandung fly ash sebagai substituent semen dengan minimal kadar yang tergantikan adalah 50% dari berat total binder. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimental dengan tempat pengujian di Laboratorium Bahan Konstruksi dan Struktur program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Sampel benda uji yang digunakan berupa balok beton bertulang dengan dimensi sebesar 15 cm x 25 cm x 200 cm. Beton yang digunakan memiliki kuat tekan f’c sebesar 30 MPa dan sepsifikasi tulangan ulir dengan kuat leleh fy 405 MPa dengan panjang lewatan sepanjang 300 mm.
KAJIAN MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON BUBUK REAKTIF DENGAN VARIASI KOMPOSISI SILICA FUME Wibowo Wibowo; Achmad Basuki; M. Haris Habibi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.60823

Abstract

Reactive powder concrete merupakan jenis beton yang pada campurannya meniadakan penggunaan agregat kasar. Modulus of rupture dan kuat tarik belah beton adalah salah satu parameter yang digunakan guna mengetahui mutu beton. Modulus of rupture merupakan nilai kuat tarik tertinggi yang terdapat pada bagian bawah dari sebuah sampel balok. Kuat tarik belah adalah nilai kuat tarik tidak langsung yang bisa merefleksikan nilai kuat tarik yang sebenarnya Penelitian ini menggunakan metode teoritis dan metode eksperimen dengan jumlah total benda uji sebanyak 36 buah. Pengujian modulus of rupture menggunakan benda uji beton balok dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 10 cm, sedangkan pengujian kuat tarik belah menggunakan benda uji beton silinder dengan dimensi tinggi 30 cm dan diameter 15 cm dengan variasi kadar penambahan silica fume sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%. Uji modulus of rupture dan kuat tarik belah dilaksanakan pada beton ketika sudah mencapai umur 28 hari.Uji modulus of rupture menggunakan mesin UTM (universal testing machine), sedangkan uji kuat tarik belah menggunakan mesin CTM (compression testing machine). Hasil uji modulus of rupture dengan variasi kadar penambahan silica fume sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%, menghasilkan nilai sebesar 5,91 MPa; 6,35 MPa; 6,59 MPa; 7,30 MPa; 6,94 MPa; dan 6,47 MPa. Hasil uji kuat tarik belah dengan variasi kadar penambahan silica fume 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%, menghasilkan nilai sebesar 3,82 MPa; 4,12 MPa; 4,34 MPa; 4,78 MPa; 4,43 MPa dan 4,24 MPa.