cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2017): Maret" : 5 Documents clear
Analisis Tarif Angkutan Umum Bus Jurusan Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan ( PO. ROYAL SAFARI ) lincah nur antika; supoyo supoyo
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.535 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1189

Abstract

AbstractTransportation is a pre-system / means to support community / population activities for economic activities. The important role of goods and human transport modes that connect from one place to another is public transportation, because public transport plays an important role in the world economy of society. Public transportation must provide fast, safe, comfortable, efficient and inexpensive services because good service is very influential for users of transportation services. In addition, in the world of transportation and public transportation tariffs are a matter of considerable consideration, because the determination of tariffs for public transport is a very interesting matter to be studied extensively so as not to cause losses between providers and users of public transport services. Determination of dance transport requires special treatment to react to it, therefore the determination of tariffs by analyzing based on Vehicle Operating Costs with primary and secondary data obtained directly from the field and companies from service providers, namely from Royal Safari Otomotif Company at a price of Rp. 1,350,000,000, - / bus. From analyzing based on Vehicle Operating Costs, it is expected to be able to provide benefits to providers and service users. The results of this data analysis Bus at a price of Rp. 1.350.000.000, - / bus shows that the public transport tariff based on Vehicle Operating Costs obtained is Rp.942,471,848.57, - per year or Rp.148.19, - per km-seat. Using the assumption of a 70% load factor of Rp.211.69, - per km-seat or basic tariff of Rp.22,439.14, - per seat with a distance of 106 km (Terboyo Semarang - Tirtonadi Solo). Taking into account the 30% profit for entrepreneurs on the Semarang - Tirtonadi Solo Terboyo route, the tariffs from the current analysis of vehicle operational costs with bus vehicles (in 2017) are Rp. 30,000, - per seat with a distance of 106 km. Bus Vehicle Public Transport Business from Otomotif Company. The Royal Safari is feasible to run because PBP <economic age of the bus, because by using the Payback Period method (PBP) time period (period) needed for the return of the initial capital of the business is for 4 years <7 years old bus economy. AbstrakTransportasi merupakan suatu sistem prasara/sarana penunjang aktivitas masyarakat/penduduk untuk kegiatan perekonomian. Peran penting moda transportasi angkut barang dan manusia yang menghubungkan dari satu tempat ke tempat lain adalah angkutan umum, karena angkutan umum sangat berperan penting dalam dunia perekonomian masyarakat. Manusia dalam melakukan aktifitasnya dan pergerakan perlu interaksi satu dengan lain, yang memerlukan alat penghubung yaitu angkutan. Angkutan umum harus memberikan pelayanan cepat, aman, nyaman, efiesien dan murah karena pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap pengguna jasa angkutan. Selain itu dalam dunia transportasi dan angkutan umum tariff menjadi hal sangat dipertimbangkan, karena penentuan tariff angkutan umum merupakan suatu hal yang sangat menarik untuk dikaji secara luas agar tidak menimbulkan kerugian antara penyedia dan pengguna jasa angkutan umum. Penentuan tariif angkutan umum memerlukan perlakuan istimewa untuk menyikapinya, maka dari itu penentuan tariff dengan cara menganalisis berdasarkan BOK ( Biaya Operasional Kendaraan ) dengan data primer dan skunder yang diperoleh langsung dari lapangan dan perusahaan dari penyedia jasa yaitu dari PO Royal Safari dengan harga Rp. 1.350.000.000,-/bus. Dari menganalisis berdasarkan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) diharapkan dapat memeberikan keuntungan bagi penyedia dan pengguna jasa. Hasil dari analisis data ini Bus dengan harga Rp. 1.350.000.000,-/bus menunjukan bahwa tariff angkutan umum berdasarkan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) yang didapatkan yaitu Rp.942.471.848,57,- per tahun atau sebesar Rp.148,19,- per km-seat. Memakai asumsi load factor 70% sebesar Rp.211,69,- per km-seat atau tariff dasar sebesar Rp.22.439,14,- per-seat dengan jarak 106  km (Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo). Dengan pertimbangan keuntungan 30% bagi pengusaha pada rute Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo, maka tariff hasil analisis biaya oprasional kendaraan (BOK) dengan kendaraan bus saat ini (tahun 2017) sebesar Rp. 30.000,- per seat dengan jarak 106 km. Usaha Angkutan Umum Kendaraan Bus dari PO. Royal Safari ini layak untuk dijalankan karena PBP < umur ekonomis bus, karena dengan menggunakan perhitungan metode Payback Periode (PBP) jangka waktu (periode) yang dibutuhkan untuk pengembalian modal awal dari usaha adalah selama 4 tahun < 7 tahun umur ekonomi bus.  
Kajian Daerah Resiko Sanitasi Kabupaten Pekalongan (Penerapan Metode EHRA) Sudi Kasus: Kecamatan Kedungwuni agus sarwo edi sudrajat
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.883 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1190

Abstract

AbstractSanitation is one of the basic urban infrastructure and requires special attention in its management. The causes of poor sanitation conditions in Indonesia are weak sanitation development planning: not integrated, misdirected, not according to needs, and unsustainable, as well as lack of public attention to clean and healthy living behavior (PHBS). The poor sanitation conditions have a negative impact on many aspects of life, ranging from the decline in quality of life, contamination of drinking water sources, increasing number of diarrhea incidents and the emergence of diseases in infants, decreased competitiveness and image, to the economic downturn. One of the efforts to improve sanitation conditions is by preparing a responsive and sustainable sanitation development plan that has principles based on actual data, at the district / city scale, prepared by the local government: from, by and for districts / cities, and incorporating a bottom-up approach up and top-down. The purpose of this study is to provide an overview of a sanitary condition including the behavior of people who are at risk for environmental health both in the household and its surroundings so that accurate initial information will be obtained according to reality and can be used as a basis for sanitation risk assessment as well as consideration for policy making sanitation sector. One method used is the EHRA is a participatory study to identify the condition of sanitation, hygiene and community behavior on a household scale. The resulting data can be used for the development of sanitation programs including advocacy in the district / city up to the village. Based on the results of the EHRA analysis, it can be concluded that Kedungwuni District has various sanitation risks. The IRS results indicate that the village with a level of risk: is less risk is 6 villages; moderate risk is 5 villages; high risk is 6 villages and very high risk 2 villages.AbstrakSanitasi merupakan salah satu prasarana dasar perkotaan dan memerlukan perhatian yang khusus dalam pengelolaannya. Penyebab buruknya kondisi sanitasi di Indonesia adalah lemahnya perencanaan pembangunan sanitasi: tidak terpadu, salah sasaran, tidak sesuai kebutuhan, dan tidak berkelanjutan, serta kurangnya perhatian masyarakat pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Buruknya kondisi sanitasi ini berdampak negatif di banyak aspek kehidupan, mulai dari turunnya kualitas hidup, tercemarnya sumber air minum, meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya penyakit pada balita, turunnya daya saing maupun citra, hingga menurunnya perekonomian. Salah satu upaya memperbaiki kondisi sanitasi adalah dengan menyiapkan sebuah perencanaan pembangunan sanitasi yang responsif dan berkelanjutan serta memiliki prinsipberdasarkan data aktual, berskala kabupaten/kota, disusun sendiri oleh pemerintah daerah: dari, oleh, dan untuk kabupaten/kota, serta menggabungkan pendekatan bottom-up dan top-down. Adapun tujuan dalam studi ini adalah memberikan hasil gambaran dari suatu kondisi sanitasi termasuk perilaku masyarakat yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan baik dalam rumah tangga maupun sekitarnya sehingga akan diperoleh informasi awal yang akurat sesuai realita dan dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penilaian risiko sanitasi sekaligus pertimbangan bagi pengambilan kebijakan bidang sanitasi. Salah satu metode yang digunakan adalah EHRA yaitu sebuah studi partisipatif di untuk mengenai kondisi sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga.Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi termasuk advokasi di kabupaten/kota sampai dengan desa/kelurahan. Berdasarkan hasil analisa EHRA dapat disimpulkan bahwa Kecamatan kedungwuni memiliki resiko sanitasi beragam. Hasil IRS menunjukkan bahwa desa/ kelurahan dengan tingkat resiko: kurang beresiko yaitu 6desa; resiko sedang yaitu 5 desa; resiko tinggi yaitu 6 desa dan resiko sangat tinggi 2 desa.
Analisis Performa Jalan Dengan Menggunakan Metode Pada Kawasan Pecinan – Pati Sebagai Pengaruh Restrukturisasi Pasar Rogowangsan iin irawati
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.623 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1185

Abstract

AbstractTransportation is the lifeblood of providing distribution service activities in supporting community activities, both within the city and in the wider region. If there is no balance between structuring land use with the existing transportation system, it will cause an urban problem, one of which is traffic congestion. One factor in traffic congestion is the renovation or restructuring of traditional markets into modern markets. One study of the area affected by the restructuring of the traditional market (Rogowangsan market) became a modern market is the Chinatown in the city of Pati. The method used to analyze the performance of the road is the IHCM method, with a performance indicator in the form of Level of Service (LOS). From the resulting analysis obtained DS value = 0.67 and performance is at LOS C. AbstrakTransportasi merupakan urat nadi dalam memberikan kegiatan pelayanan jasa distribusi dalam menunjang usaha-usaha kegiatan masyarakat, baik di dalam kota maupun di wilayah yang lebih luas. Apabila tidak ada keseimbangan antara penataan tata guna lahan dengan sistem transportasi yang ada, maka akan menimbulkan suatu permasalahan perkotaan, salah satunya adalah kemacetan lalulintas. Salah satu faktor kemacetan lalulintas adalah adanya renovasi atau restrukturisasi pasar tradisional menjadi pasar modern. Salah satu kajian wilayah yang terkena dampak dari restrukturisasi pasar tradisional (pasar Rogowangsan) menjadi pasar modern adalah wilayah Pecinan di kota Pati. Metode yang digunakan untuk menganalisis performa ruas jalan adalah dengan metode MKJI 1997, dengan indikator performa berupa Level of Service (LOS). Dari analisis yang dihasilkan diperoleh nilai DS = 0.67 dan performa berada pada LOS C. 
Analisis Pengolahan Sampah Berbasis Zero Waste sebagai Salah Satu Upaya Universitas Semarang (USM) mewujudkan Eco-Campus Sudanti sudanti; Hanjani Antania Andary; sri yusmiati
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1756.759 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1186

Abstract

AbstractFor Semarang Universitymore known and known by many circles, then Semarang University requires a branding. With the Eco-campus program, it will open the opportunity to create a prototype branding so that Semarang University can be superior and well known to the public both inside and outside the country. The eco-campus program is motivated by the hope that the campus environment becomes a comfortable, clean, shady (green), beautiful and healthy place for students to gain knowledge. The purpose of this research is to know Waste Management Pattern at Semarang University, Waste Processing Process with Zero Waste Concept that will be applied to manage Organic and Inorganic waste generated from activity at Semarang University and apply One of Eco-Campus Program indicators to print educator staff, college staff and students with an eco-friendly science and technology in accordance with Semarang University vision and mission. The research was conducted in Semarang University environment, both in faculty environment and in Temporary Garbage Disposal Site. Existing Condition of Garbage Disposal Site. While at Semarang University there is no sorting process and no roof, so if rain, rain water into container and garbage become wet, can cause odor. Generation of waste generated Semarang University. AbstrakAgar USM lebih di kenal dan diketahui oleh banyak kalangan, maka USM membutuhkan sebuah branding. Dengan adanya program Eco-campus ini, akan membuka kesempatan untuk membuat branding prototipe agar USM mampu lebih unggul dan dikenal nasyarakat baik di dalam maupun di luar negeri. Program eco-campus dilatarbelakangi harapan agar lingkungan kampus menjadi tempat yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehatbagi mahasiswa untuk  menimba ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Pengelolaan Sampah di Universitas Semarang (USM), proses Pengolahan Sampah dengan Konsep Zero Waste yang akan diterapkan untuk mengelola sampah Organik dan Anorganik yang dihasilkan dari kegiatan di Universitas Semarang (USM) serta mengaplikasikan Salah satu indikator Program Eco-campus untuk mencetak staf pendidik, staf perguruan tinggi dan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai IPTEK berwawasan lingkungan sesuai dengan visi dan misi USM. Penelitian dilakukan di Lingkungan Universitas Semarang, baik di lingkungan fakultas maupun di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Kondisi eksisting Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Universitas Semarang (USM) belum ada proses pemilahan dan tidak ada atapnya, sehingga apabila hujan, air hujan masuk ke dalam container dan sampah-sampah menjadi basah, bisa menimbulkan bau tak sedap.Timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang (USM)dalam satu minggu adalah 2.310 kg, sehingga didapatkan jumlah timbulan sampah dalam satu hari adalah 330 kg/hari. Komposisi timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang terdiri dari sampah organik (65,24%), sampah kertas (10,56%), sampah plastik (23,77%) dan sampah lainnya sebanyak (0,43%).
Pengaruh Abu Arang Sebagai Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tekan hani purwanti; galih widyarini
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.672 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1188

Abstract

AbstractCement which is the main ingredient in making concrete contains non-renewable natural ingredients, potassium silicate. This causes an increase in cement prices every year. In overcoming these problems, there needs to be a modification in concrete mixes that are more environmentally friendly. Mixtures that are able to reduce the need for cement and contain potassium silicate such as charcoal are selected in modified concrete mix material by reviewing compressive strength. The purpose of this study was to determine how much influence the composition of charcoal as a substitute for cement in the preparation of concrete material was observed from compressive strength. The composition of the cement mixture will be replaced with charcoal by 0%, 5% and 10% with concrete compressive strength which is expected to have K200 quality. The research method uses an experimental method for sampling data. There are 3 (three) specimens in each percentage of addition of charcoal. The results of concrete compressive strength with a concrete age of 7 days, 22 days and 28 days under normal conditions without mixture are 31 Mpa, 35 Mpa, and 38 Mpa. The compressive strength of concrete mixed with charcoal as much as 5% is 30 Mpa, 31 Mpa, 36 Mpa. In 10% charcoal mixed concrete is 20 MPa, 27 MPa, and 29 MPa. The results of the compressive strength of the three conditions each showed a decrease in the trend of concrete age 7 days, 21 days and 28 days. Even though the trend has decreased, the compressive strength of the concrete produced still meets K200. This shows that charcoal ash can be used as an alternative to a partial replacement of cement in the concrete mixture for K200 concrete quality. AbstrakSemen yang merupakan bahan utama pembuatan beton mengandung bahan dasar alam yang tidak dapat diperbarui yaitu kalium silikat. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan harga semen setiap tahun. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu modifikasi pada campuran beton yang lebih ramah lingkungan. Bahan campuran yang mampu mengurangi kebutuhan semen serta mengandung kalium silikat seperti abu arang dipilih dalam bahan campuran beton modifikasi dengan meninjau kuat tekan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi abu arang sebagai pengganti semen dalam penyusunan material beton ditinjau dari kuat tekan. Adapun komposisi campuran semen yang akan digantikan dengan abu arang sebesar 0%, 5% dan 10% dengan kuat tekan beton yang diharapkan memiliki mutu K200. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk pengambilan sampel data. Terdapat masing – masing 3 (tiga) benda uji di setiap persentase penambahan abu arang.Hasil kuat tekan beton dengan usia beton 7 hari, 22 hari dan 28 hari dalam kondisi normal tanpa campuran adalah 31 Mpa, 35 Mpa, dan 38 Mpa. Kuat tekan beton yang dicampur abu arang sebanyak 5 % adalah 30 Mpa, 31 Mpa, 36 Mpa. Pada beton campuran abu arang 10% adalah 20 Mpa, 27 Mpa, dan 29 Mpa. Hasil kuat tekan dari ketiga kondisi tersebut masing – masing menunjukkan adanya penurunan trend dari usia beton 7 hari, 21 hari dan 28 hari. Walaupun trend mengalami penurunan, akan tetapi nilai kuat tekan beton yang dihasilkan masih memenuhi K200.Hal tersebut menunjukkan bahwa abu arang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti sebagian semen pada campuran beton untuk mutu beton K200. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5