cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Penerimaan Orang Tua terhadap Vaksinasi HPV di SMP Kota Yogyakarta Arina Zulfa; Wiwin Lismidiati; Anita Kustanti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.71832

Abstract

Background: One of Cervical cancer etiology is Human Papillomavirus (HPV) infection which is transmitted through sexual activity. The main prevention of cervical cancer from WHO is through HPV vaccination in girls aged 9-14 years old who have not been sexually active. Factors related to parental acceptance of HPV vaccination are knowledge, attitude, and parental consent.Objective: To describe student parents’ knowledge, attitude, and acceptance of HPV vaccination in junior high schools of Yogyakarta City.Method: This descriptive study used a cross sectional design. The research was conducted at several  junior high schools in Yogyakarta city which involving 332 parents of grade VII and VIII students. Data collection was carried out online because it coincided with the Covid-19 pandemic. Knowledge, attitude, and acceptance questionnaires were prepared and tested for validity and reliability. Chi-square data analysis and fisher test were used to test bivariate aspect.Results: There were 59.3% of respondents who had a high level of knowledge, 57.2% of respondents who had positive attitude regarding this, and 92.5% allowed their children if they were given the HPV vaccination. The level of knowledge was related to the level of education (p=0.000) and information exposure about cervical cancer (p<0.05). Attitude was significantly related to parental income (p=0.014) and level of education (p=0.016). Parents' acceptance of the HPV vaccine was associated with parents' education level (p=0.013).Conclusion: Parents of junior high school students in Yogyakarta City have a high level of knowledge, a positive attitude, and good acceptance of HPV vaccination.ABSTRAKLatar belakang: Salah satu etiologi kanker serviks adalah Infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Pencegahan utama kanker serviks dari WHO melalui vaksinasi HPV pada anak perempuan berusia 9-14 tahun yang belum aktif melakukan hubungan seksual. Faktor yang berhubungan dengan penerimaan orang tua terhadap vaksinasi HPV adalah pengetahuan, sikap, dan persetujuan orang tua.Tujuan: Mendapatkan gambaran tentang pengetahuan, sikap, dan penerimaan orang tua terhadap vaksinasi HPV di SMP Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di beberapa SMP di Kota Yogyakarta yang melibatkan 332 orang tua siswi SMP kelas VII dan VIII. Pengambilan data dilakukan secara daring karena bersamaan dengan pandemi Covid-19. Kuesioner pengetahuan, sikap, dan penerimaan disusun serta sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji Chi Square dan Fisher Test digunakan dalam analisis bivariat pada penelitian ini.Hasil: Sebanyak 59,3% responden mempunyai tingkat pengetahuan tinggi dan 57,2% responden memiliki sikap positif terkait vaksinasi HPV, serta 92,5% bersedia jika anaknya diberikan vaksinasi HPV. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan tingkat pendidikan (p=0,000) dan pengalaman mendengar/paparan terhadap informasi kanker serviks (p<0,05). Sikap memiliki hubungan signifikan dengan pendapatan orang tua (p=0,014) dan tingkat pendidikan (p=0,016). Penerimaan orang tua terhadap vaksin HPV berhubungan dengan tingkat pendidikan orang tua (p=0,013).Simpulan: Orang tua siswi SMP Kota Yogyakarta memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, sikap yang positif, dan penerimaan yang baik  terhadap vaksinasi HPV.
Strategi Penanganan Pelecehan Seksual di Kalangan Remaja: Tinjauan Literatur Fino Ardiansyah; Matsna Wilda Muqorona; Fariskha Yulfa Nurahma; Muhammad Dodik Prasityo
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.78215

Abstract

Background: There are many sexual violence cases take place from school to college. Women mostly become sexual harassment victims, while men largely become the perpetrators. The most common forms of sexual harassment include hurtful or threatening comments, direct aggressive act, and online sexual harassment. Sexual harassment causes health problems, damaging mental, physical, social condition, and somatic effect. Eventhough, various efforts have been done, sexual harassment case against women keeps increasing.Objective: To explore strategies for handling sexual harassment in adolescents.Method: The research used Sexual AND Harassment as the keywords. Literature was selected from ScienceDirect, PubMed, ClinicalKey, and ProQuest databases with screening results 21,311 (N) articles. Total 5 (n) articles were analyzed from the results of the research quality assessment process at the minimum quartile of Scimago Journal Rank (SJR) 1 (Q1) and they also analyzed using critical appraisal  from Joanna Briggs Institute.Result: There were five literatures that fulfilled the criteria and had the strategy in reducing and preventing the occurrence of sexual harassment as their content. Themes of these articles included i.e.: prevention of sexual harassment (n=1), education material in sexual harassment content (n=1), and sexual harassment intervention (n=3).Conclusion: These three strategies (sexual harassment prevention, education, and intervention) can be applied in schools or colleges and can be used as a curriculum to improve individual behavior and reduce harassment.ABSTRAKLatar belakang: Banyak kasus kekerasan seksual terjadi di sekolah hingga perguruan tinggi. Pada umumnya, korban pelecehan seksual adalah perempuan dan pelaku pelecehan seksual sebagian besar adalah laki-laki . Bentuk pelecehan yang paling besar, meliputi: komentar yang menyinggung atau mengancam; perlakuan secara langsung; serta pelecehan seksual di dunia maya (online). Pelecehan seksual mengakibatkan masalah kesehatan, dapat merusak kondisi mental, fisik, sosial, hingga menimbulkan efek somatik. Berbagai upaya penanganan kasus kekerasan seksual telah dilakukan. Namun, kasus kekerasan terhadap perempuan masih mengalami peningkatan.Tujuan: Mengkaji strategi penanganan pelecehan seksual pada remaja.Metode: Penelusuran menggunakan kata kunci  untuk mengidentifikasi penelitian yang relevan. Seleksi literatur dilakukan melalui database yang tersedia di ScienceDirect, PubMed, ClinicalKey, dan ProQuest, dengan hasil skrining sebanyak n = 21.311 artikel. Total (n=5) artikel dianalisis dari hasil proses penilaian kualitas penelitian pada kuartil minimal Scimago Journal Rank (SJR) 1 (Q1) dan studi yang dianalisis dilakukan Critical Appraisal menggunakan Joanna Briggs Institute.Hasil: Lima literatur yang telah diperoleh, memiliki tema “Strategi dalam Mengurangi dan Mencegah Terjadinya Pelecehan Seksual.” Tema-tema tersebut membahas di antaranya: pencegahan pelecehan seksual (n=1); pendidikan pelecehan seksual (n=1); dan intervensi pelecehan seksual (n=3).Simpulan: Ketiga strategi ini (pencegahan, pendidikan, dan intervensi pelecehan seksual) dapat diterapkan di sekolah atau perguruan tinggi dan dapat digunakan sebagai kurikulum untuk meningkatkan perilaku individu dan mengurangi kekerasan.
Penatalaksanaan Keperawatan Osteoporosis pada Pasien Hemodialisis: Studi Kasus Pratiwi Lestari Putri; Haryani Haryani; Tatik Dwi Wahyuni
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.78302

Abstract

Background: Treatment of osteoporosis in hemodialysis patients is important since it slows down the worsening effect of osteoporosis and prevents bone fractures. Objective: To know the description of osteoporosis nursing management in hemodialysis patients Case description: A 62 years old male complained about his difficulty in walking, as well as back and ankle ache during strenuous activities after hemodialysis. Nursing actions were given with the aim of alleviating client complaints. Results: This study found that the patient experienced back, knee, and ankle ache during strenuous activities. Pain management -as the nursing action- was given by administering paracetamol and CaCo3 as well as joint training education to strengthen muscles. The patient's pain level was decreased after the intervention from the severe category to the moderate category (pain range 7-8 to 4-5). Conclusion: The treatment for osteoporosis in hemodialysis which includes phosphate buffer supplements, analgesic drugs, adherence to hemodialysis therapy, and muscle strengthening exercises, has pain reduction effect from severe to the moderate pain category.ABSTRAKLatar belakang: Penanganan osteoporosis pada pasien hemodialisis merupakan hal penting, agar dapat memperlambat perburukan osteoporosis dan mencegah terjadinya patah tulang. Tujuan: Mengetahui gambaran penatalaksanaan keperawatan osteoporosis pada pasien hemodialisis.Deskripsi kasus: Seorang lelaki, 62 tahun, mengeluh kesulitan berjalan, nyeri punggung, dan nyeri pada kaki saat beraktivitas berat selama 3 tahun terakhir setelah hemodialisis. Tindakan keperawatan diberikan dengan tujuan untuk meringankan keluhan klien.Hasil: Hasil pengkajian didapatkan keluhan nyeri pada punggung, pergelangan kaki dan lutut saat beraktivitas berat. Tindakan keperawatan yang diberikan berupa penanganan nyeri akut dengan pemberian obat parasetamol dan CaCo3 serta edukasi latihan persendian untuk memperkuat otot. Setelah pemberian intervensi, tingkat nyeri pasien berkurang, dari kategori berat (rentang nyeri 7-8) menjadi kategori sedang (rentang nyeri 4-5).Simpulan: Penanganan osteoporosis pada pasien hemodialisis mencakup suplemen penyangga fosfat, obat analgesik, kepatuhan terapi hemodialisis, dan penanganan non-farmakologis berupa latihan penguatan otot yang dapat memberi efek pengurangan nyeri, dari kategori nyeri berat menjadi nyeri sedang.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Terpasang Canul Trakeostomi dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dengan Intervensi Fisioterapi Dada di Ruang Mawar RSD dr. Soebandi Jember: Studi Kasus Tanwirotul Afidah; Murtaqib Murtaqib; Suheriyono Suheriyono
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.82213

Abstract

Background: Maxillofacial fracture is a fracture that refers to the facial skeletal, dentoalveolar bone and related parts within the head and neck area due to external trauma. Severe fractures in the facial bones hinder client’s airway. Tracheostomy is one of the procedures for persistent airway obstruction.Objective: To analyze nursing care for clients with tracheostomy for indications of maxillofacial fracture with nursing problems in ineffective airway clearance using chest clapping physiotherapy interventions in the Mawar Room, RSD dr. Soebandi Jember.Case report: The client was admitted to the Hospital due to motorcycle accident. During the assessment the client complained of coughing, tightness, and sleeplessness. After a canul tracheostomy was attached to the client, there were several symptoms, ie.: the client coughed quite frequently, unable to cough effectively, there was a dry ronchi, had difficulty in speaking, and the client's breathing pattern changed. In conclusion, the main nursing problem was ineffective airway clearance.Outcome: The results of the analysis after chest physiotherapy 3 times for 3 days showed the expected result of chest physiotherapy action, which was the sputum was removed and cleared from the airway. Therefore, oxygen diffusion was optimal, the client's oxygen saturation increased within the normal range, coughing decreased, and insomnia complaints were reduced. Conclusion: Chest physiotherapy can help remove the client's sputum, thus reduces sputum and ronchi sound, tightness marked with respiration rate (RR) within the normal range, and coughing in clients with nursing problem ineffective airway clearance attached canul tracheostomy.ABSTRAKLatar belakang: Fraktur maksilofasial merupakan fraktur yang mengacu pada skeletal wajah, tulang dentoalveolar dan bagian-bagian yang terkait dalam daerah kepala dan leher karena trauma eksternal. Fraktur pada tulang wajah yang parah menyebabkan pasien tidak dapat mempertahankan jalan napasnya. Trakeostomi merupakan salah satu prosedur untuk obstruksi jalan napas persisten.Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien yang terpasang trakeostomi atas indikasi fraktur maksilofasial dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif menggunakan intervensi fisioterapi dada clapping di Ruang Mawar RSD dr. Soebandi Jember.Laporan kasus: Pasien masuk ke Rumah Sakit karena kecelakaan sepeda motor. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengeluh batuk, sesak napas, dan tidak bisa tidur. Terdapat beberapa gejala pada pasien setelah terpasang canul trakeostomi, antara lain batuk cukup sering, tidak mampu melakukan batuk efektif, terdapat ronchi kering, sulit berbicara, dan pola napas pasien berubah, sehingga memiliki masalah keperawatan utama bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil: Hasil analisis setelah dilakukan fisioterapi dada 3 kali selama 3 hari, menunjukkan pencapaian tindakan fisioterapi dada, yaitu dapat mengeluarkan dan membersihkan sputum dari saluran napas, sehingga difusi oksigen optimal, saturasi oksigen pasien meningkat dalam rentang normal, batuk berkurang, dan keluhan susah tidur berkurang. Simpulan: Fisioterapi dada dapat membantu mengeluarkan sputum pasien, sehingga sputum dan suara ronchi dapat berkurang, sesak napas berkurang ditandai dengan respiration rate (RR) dalam rentang normal, dan batuk dapat berkurang pada pasien dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif yang terpasang canul trakeostomi. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Agata Della; Paulus Subiyanto; Avin Maria
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.83090

Abstract

Background: Pharmacological intervention with oral antidiabetic drugs is the main choice in patients with type 2 diabetes mellitus whose blood glucose levels fail to be controlled by diet and exercise programs. Identifying non-adherent patients in outpatient treatment is important in order to be able to carry out therapy effectively, prevent further complications, so as to improve the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus.Objective: Knowing the relationship between age, gender, education, occupation, self-motivation, family support and health worker support with medication adherence in type 2 diabetes mellitus patients at Panti Rini Hospital.Method: This research is quantitative cross-sectional study using accidental sampling on January 13-27 2022. The total number of respondents in this study were 60 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria. The questionnaires used included demographic data, self-motivation, family support, health worker support and Medication Adherence Report Scale (MARS) which are valid and reliable. Data analysis used was univariate test and bivariate test using chi square test.Results: The results of the related factors are age (p value 0,036), gender (p value 0,045), occupation (p value 0,014), self-motivation (p value 0,000), family support (p value 0,002), support from health workers (p value 0,028 ) while the unrelated factor is education (p value 0,673).Conclusion: There is a relationship between the factors of age, gender, occupation, self-motivation, family support, support from health workers and there is no relationship between educational factors and medication adherence in type 2 diabetes mellitus patients at Panti Rini Hospital.ABSTRAKLatar belakang: Intervensi farmakologis dengan obat antidiabetes secara oral menjadi pilihan utama pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang kadar glukosa darahnya gagal dikendalikan dengan program diit dan olahraga. Mengidentifikasi pasien yang tidak patuh dalam pengobatan rawat jalan penting agar dapat melaksanakan terapi dengan efektif, mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.Tujuan: Mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Panti Rini.Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif cross sectional dengan menggunakan accidental sampling pada 13 – 27 Januari 2022. Total responden dalam penelitian ini adalah 60 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kuesioner yang digunakan meliputi data demografi, motivasi diri, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan dan Medication Adherence Report Scale (MARS) yang sudah valid dan reliabel. Analisis data yang digunakan yaitu uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil faktor yang berhubungan yaitu usia (p value 0,036), jenis kelamin (p value 0,045), pekerjaan (p value 0,014), motivasi diri (p value 0,000), dukungan keluarga (p value 0,002), dukungan tenaga kesehatan (p value 0,028) sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu pendidikan (p value 0,673).Simpulan: Terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, motivasi diri, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan dan tidak terdapat hubungan antara faktor pendidikan  dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Panti Rini.
Hubungan Stres Akademik dengan Kecenderungan Depresi Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada pada Masa Transisi Pandemi COVID-19 Afna Hanung Azizah; Sri Warsini; Kurnia Putri Yuliandari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.84827

Abstract

Background: College students as a group who are experiencing the transition from adolescence to early adulthood, are at risk of experiencing stress problems, especially academic-related stress. This condition has been exacerbated by the COVID-19 pandemic which has changed the education system in Indonesia. Experiencing high academic stress without any effort to overcome it, can potentially lead to depressive disorders. Research on the correlation between academic stress and depression tendencies among nursing students during the transition of COVID-19 pandemic has never been conducted.Objective: To determines the correlation between academic stress and depression on nursing students in School of Nursing, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada in post pandemic COVID-19.Method: This study was an analytic observational study with a cross-sectional design. The research population was nursing students in School of Nursing, FK-KMK UGM. Data was collected in December 2022. The samples were 185 respondents obtained through stratified random sampling. This study used Academic Stress Scale questionnaire and The Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) questionnaire. Data were analyzed using Spearman’s correlative test.Results: All nursing students in UGM experienced moderate academic stress in post pandemic COVID-19 and the majority of respondents (43,8%) showed a mild tendency to depression. The correlation test between academic stress and depression analysis showed a correlation coefficient (r) of 0,597 with a significant value of 0,000. Conclusion: There is strong significant correlation with a positive direction between academic stress and depression in nursing students during post pandemic COVID-19.ABSTRAKLatar belakang: Mahasiswa sebagai kelompok usia yang mengalami transisi dari masa remaja ke dewasa awal, berisiko mengalami masalah stres, terutama yang bersumber dari proses akademik. Kondisi ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Tingginya kondisi stres akademik yang dialami dan tanpa upaya untuk mengatasinya, akan berpotensi menimbulkan gangguan depresi. Penelitian mengenai hubungan stres akademik dengan kecenderungan depresi pada mahasiswa ilmu keperawatan pada masa transisi pandemi COVID-19 belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan depresi pada mahasiswa ilmu keperawatan UGM pada masa transisi pandemi COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM angkatan 2019, 2020, dan 2021. Jumlah sampel sebanyak 185 mahasiswa yang didapatkan melalui stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Skala Stres Akademik dan The Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9). Analisis data menggunakan uji korelatif Spearman. Hasil: Pada masa transisi pandemi COVID-19, semua responden mengalami stres akademik pada tingkat sedang dan mayoritas responden (43,8%) menunjukkan kecenderungan depresi pada tingkat ringan. Hasil analisis uji korelasi antara stres akademik dengan kecenderungan depresi menunjukkan koefisien korelasi (r) 0,597 dengan nilai signifikansi 0,000.Kesimpulan: Terdapat hubungan kuat dengan arah positif antara stres akademik dan kecenderungan depresi pada mahasiswa ilmu keperawatan transisi pandemi COVID-19.

Page 1 of 1 | Total Record : 6