cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2016)" : 11 Documents clear
PROSES PENGGARAPAN MUSIKALISASI PUISI “DI BERANDA” OLEH PELANGI SMADA DI SMAN 2 BANGKALAN TRISNAWATI ASRI OKARIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Pelangi Smada merupakan ekstrakurikuler musikalisasi puisi di SMAN 2 Bangkalan yang telah banyak meraih prestasi. Salah satunya meraih juara II dalam lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMA se-Jawa Timur pada tahun 2014 dengan membawakan puisi “Di Beranda”. Prestasi tersebut membuat sebagian besar siswanya lolos SNMPTN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggarapan musikalisasi puisi “Di Beranda”. Landasan teori menggunakan teori sastra tentang penafsiran puisi oleh Tengsoe Tjahjono dan teori musikalisasi puisi oleh Hamdy Salad, serta teori musik tentang ilmu harmoni, akompanimen, dan alat-alat musik ansambel sederhana. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian musikalisasi puisi “Di Beranda”. Subjek penelitian meliputi pelatih ekstrakurikuler Pelangi Smada dan penggubah musikalisasi puisi “Di Beranda”. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis taksonomi. Untuk mencapai validitas data penulis melakukan triangulasi metode, triangulasi sumber, dan triangulasi teori.Berdasarkan hasil penelitian, proses penggarapan musikalisasi puisi “Di Beranda” meliputi pemilihan puisi, pemilihan bentuk dan konsep musikalisasi puisi, penafsiran puisi, pembagian larik puisi untuk dibaca dan dinyanyikan, dan penggarapan musik. Simpulan dari penelitian ini yaitu, proses penggarapan musikalisasi puisi “Di Beranda” telah sesuai dengan sistematika hasil kolaborasi proses kreatif sastrawan dan tokoh musikalisasi puisi, Tengsoe Tjahjono dan Hamdy Salad. Keunggulan dari musikalisasi puisi “Di Beranda” gubahan Setya Hadi untuk Pelangi Smada yaitu dapat menginterpretasikan makna puisi dengan tepat karena pelatih dan penggubah merupakan sastrawan. Sedangkan kelemahan dari musikalisasi puisi tersebut yaitu aransemen yang monoton karena disesuaikan dengan kemampuan siswa, serta kompetensi pelatih maupun penggubah musikalisasi puisi untuk Pelangi Smada. Kata Kunci: Pelangi Smada, musikalisasi puisi, ekstrakurikuler, Di BerandaPelangi Smada is a musical poetry extracurricular at public senior high school 2 of Bangkalan which have got achievement so much. One of them, got the runner up in musical poetry competition for the Eastern Java High School Level by bringing “Di Beranda” poetry. The achievement makes majority students pass in the national selection of state university. This research aims to describe creation process of “Di Beranda” musical poetry.Theoretical basis used literary theory about interpretation of poetry by tengsoe Tjahjono and musical poetry theory by Hamdy Salad, also used music theory about harmony science, accompaniment, and musical instrument of ansamble. Research approach use qualitative research by “Di Beranda” musical poetry as a research object. Research subjects are coach of Pelangi Smada extracurricular and composer of “Di Beranda” musical poetry. Collection technique of data use observation, interview, literature, and documentation. Analysis technique of data use taxonomic analysis. Validity of data use method triangulation, source triangulation, and theory triangulation.Based on research of result, creation process “Di Beranda” musical poetry are : selection of poetry, choose form and concept of musical poetry, interpretation of poetry, division lines of poetry to be recited and sung, and create of music. The conclusions of research are creation process “Di Beranda” musical poetry has adapted with systematic collaborative creative process result of writers and musical poetry figures by Tengsoe Tjahjono and Hamdy Salad. Excellent of “Di Beranda” musical poetry by Setya Hadi for Pelangi Smada that can interpretation the meaning of poetry precisely because the coach and composer is letters. While the weakness of the musical poetry is monotonous arransement because according to the ability of students, coach and composer’s musical poetry of Pelangi Smada. Key Words : Pelangi Smada, musical poetry, extracurricular, Di Beranda
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN GITA LARAS DI SD NEGERI BETRO KECAMATAN KEMLAGI KABUPATEN MOJOKERTO ADIBA LESTARINI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Seni Karawitan merupakan kesenian tradisional khas Indonesia yang harus dilestarikan. Memperkenalkan seni karawitan sejak dini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian tradisional serta mampu melestarikan kebudayaan tradisional yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler karawitan Gita Laras di SD Negeri Betro, menjelaskan hasil belajar dan kesiapan dalam menghadapi kompetisi serta prestasi yang sudah didapatkan oleh Gita Laras. Penelitian ini bersifat kualitatif yang mengambil latar di SD Negeri Betro Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler karawitan Gita Laras di SD Negeri Betro bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional asli Indonesia dan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh 23 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok latihan. Materi yang diberikan tiap kelompoknya berbeda tingkat kesulitannya. Metode yang digunakan meliputi metode latihan, drill, mentoring dan ceramah dengan media papan tulis dan catatan siswa. Hasil belajar yang diperoleh siswa sudah memuaskan, 14 siswa mendapat nilai A (sangat baik) dan 9 siswa dengan nilai B (baik). Penilaian siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang dibuat oleh pelatih. Siswa yang mendapatkan nilai A berhak menjadi tim inti untuk persiapan lomba. Dibutuhkan minimal 2 bulan untuk latihan intensif persiapan lomba. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan tema dalam suatu perlombaan. Penata musik Gita Laras selalu mempersiapkan materi dengan matang agar memperoleh hasil terbaik. Tercatat 21 kejuaraan yang telah diperoleh Gita Laras hingga sekarang. Prestasi dalam perlombaan tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional.Kata Kunci: ekstrakurikuler, karawitan, pembelajaran, penilaian, prestasiKarawitan musical arts is an Indonesian traditional art that must be preserved. Introducing karawitan musical art from the early age can build love to the traditional arts and also contribute for preserving the traditional arts in Indonesia. The purpose of this research is to describe the process of the learning of Gita Laras Karawitan musical arts as extracurricular in Betro State Elementary School, explaining the learning result and the preparedness in facing a competition and also the rewardsthat has been reached by Gita Laras. This research used qualitative data analysis which is held in Betro State Elementary School district Kemlagi Mojokerto. The techniques used in collecting the data were interview, observation, and documentation. The data validation that has been used was source and technique triangulation. The data analysis technique have been done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion or verification.The result of the research shows that the learning of Gita Laras Karawitan musical arts extracurricular in state elementary school Betro aims to preserve Indonesian original traditional arts and as a place to develop the students’ talents and interests. The extracurricular is followed by 23 male students which divided into two group practice. The material given to each group was different according to the difficulty. The methods use in the practice were, drill, mentoring and lecturing with board and students’ notes as the media. The learning results obtained by the students are satisfactory, 14 students got an A (excellent) and 9 students with a grade of B (good). Student assessment based on criteria created by the coach. The students who got an A have right to join with the main team and preparing for the competition. It took at least 2 months for intensive training preparation for the competition. The material taught adjusted to the theme of the competition that will be followed. The music arranger of Gita Laras always prepare a well prepared material in order to obtain the best results. As a record, 21 championships have been obtained by Gita Laras until now. Achievement in sectional, regional and national level competitions. Keywords : extracurricular, karawitan, learning, assessment, achievement.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS KESENIAN BANTENGAN MOJOKERTO BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DAN V SITI AL MUGHNI AL ALIMA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER KERCENGAN DI SMA UMAR MAS’UD KECAMATAN SANGKAPURA KABUPATEN GRESIK AHMAD FADHIL
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

METODE LATIHAN PADUAN SUARA UNIVERSITAS AIRLANGGA OLEH YOSAFAT RANNU LEPPONG GUIDO DENTA CHRISTIAN KARTHIKA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

PEMBELAJARAN MUSIK KERONCONG DI SMKN 12 SURABAYA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA SYNTHIA DEWI ARINDI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Musik Keroncong telah menjadi bagian budaya musik bangsa Indonesia, yang di dalamnya terdapat karakteristik yang mengandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Dewasa ini, musik Keroncong mulai redup seiring dengan selera seni yang mengalir mengikuti zaman. SMKN 12 Surabaya berupaya melestarikan musik Keroncong melalui pembelajaran intrakurikuler pada Jurusan Seni Musik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pelaksanaan, kendala, dan dampak pembelajaran musik Keroncong sebagai upaya pelestarian di SMKN 12 Surabaya. Pembelajaran pada penelitian ini mengcu pada teori milik Djamarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Kevalidan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, data display, dan simpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pada perencanaan yang disusun guru berupa silabus dan RPP yang berpedoman pada kurikulum 2013. Pada Pelaksanaan pembelajaranya,materi yang diberikan berupa irama dasar, progres akord, lagu Keroncong arrasnsemen dasar, yang disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, drill, tutor sebaya. Terdapat ketidak sikronan antara RPP dan pelaksanaan berupa metode dan langkah pembelajaran, hal tersebut dilakukan guru karena, menyesuaikan kemampuan peserta didik agar dapat menerima materi dengan mudah. Pemberian materi musik Keroncong disampaikan pada pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan selanjutnya merupakan proses latihan bersama guru dan evaluasi hasil belajar. Kendala pada pembelajaran yakni pada faktor siswa yang kurang maksimal dalam menerima materi dan belum tersedianya sumber belajar berupa buku. Dampak positif dari pembelajaran musik Keroncong yakni dapat melestarikan musik Keroncong.Kata Kunci : Musik Keroncong, Pelestarian Budaya dan PembelajaranKeroncong has become the part of Indonesian music culture, which inside existed characteristic that contained indonesian culture values. Recently, keroncong starting to extincted along with art preference which flowed with age. SMKN 12 Surabaya aim to conserved keroncong through intracuriculer learning on music departemnet. The purpose of this research were to describe planning, problem, and effect of keroncong learning as an conservation effort on SMKN 12 Surabaya. Learning in this research refered to Djamarah’s theory. This research applied descriptive qualitative approach. Data collecting applied observation, interview, documentation techniques. Data validity applied source, technique and time triangulations. Data analysis technique conducted through data reduction process, display data and conclusion or verification. Research result showed that, on planning that arranged by teacher through sylabus and lesson planing which guided by curiculum of 2013. On learning implementation, matter which delivered such as basic rhyme, chord progress, keroncong basic arangement, that delivered by lecture, demonstration, drill, peer-teaching methods. There was lack of synchronization between lesson plan and implementation such as method and learning step, those matter applied by teacher in order to made student easily in received matter. The delivery of keroncong matter delivered on first and second meeting, on next meeting was a rehearsal process with teacher and learning result evaluation. Problem on learning namely on student factor who not maximal in received matter and unavailability of learning resource like book. The positive effect of keroncong learning was able to conserved keroncong. Keywords : Keroncong, Conservation Effort, and Learning.
PENERAPAN PRINSIP DAN FUNGSI MANAJEMEN PADA UNIT  KEGIATAN MAHASISWA PADUAN SUARA DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA RIZDKIKA GUSTI PUTRA S. HADI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BRASS DAN BATTERY PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DRUMBAND GITA SISWA ANORAGA SDN MARGOREJO I/403 SURABAYA MUHAMMAD HAIZ FAIDIL AZIZI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Drumband Gita Siswa Anoraga merupakan unit drumband tingkat Sekolah Dasar yang mempunyai banyak prestasi. Ini tidak terlepas dari kinerja pelatih yang mempunyai metode pembelajaran yang berhasil. Sebagian besar drumband tingkat sekolah dasar tidak memuat alat musik brass dan juga pada divisi battery jarang memakai alat perkusi HTS (high tension snare) yang mempunyai tingkat ketegangan tinggi pada membrannya. Alat musik brass dan HTS hanya digunakan oleh kelompok marching band. Namun drumband Gita Siswa Anoraga sudah menggunakannya. Menjadi kesulitan tersendiri ketika mengajarkan alat musik konvensional kepada anak usia sekolah dasar dengan jumlah banyak.Untuk teori tentang metode pembelajaran penulis menggunakan teori Sudjana. Buku Kirnadi digunakan sebagai acuan teori tentang drumband baik dari segi instrumen dan teknik dasar. Teori –teori tersebut digunakan sebagai acuan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan tiga macam triangulasi yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Selain itu juga menggunakan sumber referensi untuk lebih menguji validitas data yang telah diperoleh.Hasil penelitian ini meliputi instrumen musik, materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan proses pembelajaran. Dari segi instrumen Gita Siswa Anoraga berbeda dengan unit drumband tingkat Sekolah Dasar lain karena sudah menggunakan instrumen konvensional. Materi pada tahap awal ditekankan pada sikap tubuh dan baris-berbaris. Kemudian materi sesuai instrumen disampaikan secara berurutan sesuai target. Pembelajaran sehari hari menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode kerja kelompok, dan metode latihan. Pelatih Gita Siswa Anoraga sebenarnya tidak mempunyai metode yang paten. Pelatih lebih menekankan kedisiplinan dan pemberian rasa percaya diri kepada setiap peserta didik.Kata Kunci: pembelajaran, teknik dasar, brass, battery, ekstrakurikulerDrumband Gita Siswa Anoraga is an elementary school marching band unit that has a lot of achievements. It is inseparable from the coach who has a successful learning method. Most of elementary school marching band does not load brass instruments and also HTS (high tension snare) that have a high level of tension in the membrane. Brass musical instruments and HTS is only used by the marching band. However drumband Gita Anoraga Students already use. Into its own difficulties when teaching the conventional musical instruments to children of primary school age in large numbers.For the theory of teaching methods the author uses Sudjana’s theory. Kirnadi’s books used as a reference book about the theory drumband both in terms of instruments and basic techniques. The researchers used qualitative research methods. Data collection from were observation, interviews, and documentation. Mechanical validity of the data using three kinds of triangulation and source reference.The results of this study include musical instruments, learning materials, teaching methods, and the learning process. Music instrument of Gita Siswa Anoraga different from another elementary school drumband unit because it uses conventional instruments. The material in the early stages emphasis on posture and marching. Then the material is delivered in a sequence corresponding instrument on target. The daily learning use the lecture method, demonstrations method, group work, and the exercise. Coach of Gita Siswa Anoraga did not have a patents method. Coach emphasizes the discipline and self-confidence to all of the student.Keywords : Learning, basic techniques, brass, battery, extracurricular
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA NEGERI 1 NGAWI DAVID KRISNA SUKARNO PUTRO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran sekolah. Selain membantu siswa dalam mengembangkan minat, ekstrakurikuler juga membantu siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya secara penuh. Seperti halnya di SMA Negeri 1 Ngawi memiliki ekstrakurikuler dalam bidang seni, khususnya seni musik. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler seni musik tersebut yang menarik ialah ekstrakurikuler paduan suara yang memiliki sedikit peminat namun banyak berprestasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan teknik perekrutan anggota penyanyi dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara SMA Negeri 1 Ngawi. (2) Mendiskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Ngawi. (3) Mendiskripsikan hasil pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Ngawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa teknik perekrutan dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara SMA Negeri 1 Ngawi yakni setiap siswa wajib menyanyikan lagu wajib nasional Garuda Pancasila, serta melakukan tes ambitus suara. Untuk menyelesaikan materi lagu rangkaian 3 Jatim membutuhkan 5x latihan dengan teknik latihan melakukan pemanasan terlebih dahulu, berlatih intonasi dan artikulasi, dan metode yang selalu digunakan adalah metode rekam, dengan metode ini para anggota paduan suara lebih cepat dalam menghafal nada sesuai intsruksi pelatih untuk menyelesaikan lagu rangkain 3 Jatim. Paduan suara SMA Negeri 1 Ngawi memiliki prestasi yang patut dibanggakan, yakni mampu mencapai tiga besar pada tingkat kabupaten serta provinsi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dalam teknik perekrutan anggota paduan suara, pelatih tidak menggunakan lembar formulir pendaftaran dan publikasi dalam bentuk poster. Ke dua dalam pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Ngawi sangat mudah, karena dalam melatih siswa, Sukarno membuat pola latihan yang sesuai dengan kemampuan siswa, dan menginstruksikan dengan bahasa sehari hari, agar siswa dapat menerima maksut dari pelatih. Ke tiga hasil pembelajaran paduan suara di SMA Negeri 1 Ngawi banyak memperoleh kejuaraan dalam perlombaan paduan suara tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi Kata kunci : Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Paduan SuaraExtracurricular activities are activities that are done outside school hours. In addition to helping students to develop their interests, extracurricular activities also help students to develop their creativity and ability to the full. As in SMA Negeri 1 Ngawi have extracurricular art, especially the art of music. One of the extracurricular activities of the musical art that is interesting is extracurricular choir who have little interest yet accomplished much. The purpose of this research is (1) To describe the technique of recruiting singers in extracurricular activities choir SMA Negeri 1 Ngawi. (2) To describe the choir in extracurricular learning SMA Negeri 1 Ngawi. (3) To describe the learning outcomes of extracurricular choir in SMA Negeri 1 Ngawi. The method used in this study is a qualitative approach, the research procedure that produces descriptive data in the form of written words. Data collection techniques used were observation, interview, documentation. Data analysis technique is done interactively through the process of data reduction, data presentation, and conclusion or verification.Based on these results, it is known that the engineering recruitment in extracurricular activities choir SMA Negeri 1 Ngawi that every student shall sing the national anthem Garuda Pancasila, as well as doing tests ambitus sound. To finish the song material circuit 3 Java requires 5x exercises with technique exercises to warm up first, practicing intonation and articulation, and the method is always used is the method of recording, with this method the choir members more quickly memorize the tone according intsruksi coach to complete the track 3 chain of Java. The choir SMA Negeri 1 Ngawi have achievements to be proud of, which is capable of reaching the top three at the district and provincial level. The conclusion of this study is in the recruiting techniques choir members, coaches do not use sheet registration forms and publications in the form of posters. Second in the implementation of learning extracurricular choir in SMA Negeri 1 Ngawi is very easy, because in training students, Sukarno made exercise pattern according to the abilities of students, and instructs the everyday language, so that students can receive maksut from the coach. All three learning outcomes choir in SMA Negeri 1 Ngawi are gaining a championship in the race choir district and provincial levelKata kunci : Learning, Choir, Extracurricular.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA SIXER VOICE CHOIR DI SMA NEGERI 6 SURABAYA MERRY INTAN PERMATASARI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v4n1.p%p

Abstract

Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah yakni melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler paduan suara Sixer Voice Choir di SMA Negeri 6 Surabaya telah meraih banyak prestasi yang dimulai dari prestasi tingkat Nasional hingga Internasional sehingga menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar belakang berdirinya ekstrakurikuler paduan suara Sixer Voice Choir di SMA Negeri 6 Surabaya, mendeskripsikan proses pembelajaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 6 Surabaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengambil latar di SMA Negeri 6 Surabaya. Pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyusunan data, pemeriksaan data, dan tampilan data.Ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 6 Surabaya berdiri pada tahun 2002, awal berdirinya ekstrakurikuler paduan suara ini termotivasi saat mengisi paduan suara di Gedung grahadi pada acara Hari ulang tahun Republik Indonesia. Ekstrakurikuler paduan suara diikuti oleh 68 siswa yang terdiri dari 22 anggota laki-laki dan 46 anggota perempuan. Untuk menjadi anggota ekstrakurikuler paduan suara, calon peserta harus melewati tahap penyeleksian. Namun ketika akan mengikuti kompetisi lomba, anggota ekstrakurikuler paduan suara harus mengikuti seleksi kembali secara ketat, dengan tujuan untuk mencari anggota tim inti paduan suara yang terbaik. Dalam proses pembelajaran, materi yang diberikan tidak hanya lagu saja, namun juga teori musik yang diberikan di setiap awal pergantian materi. Materi lagu yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan acara seperti kegiatan upacara, lomba, dan kegiatan pentas lain. Pembelajaran Ekstrakurikuler paduan suara Sixer Voice Choir di SMA Negeri 6 Surabaya ini menggunakan metode latihan atau drill, demonstrasi dan tanya jawab, dengan menggunakan media alat musik keyboard. Dari hasil evaluasi, nilai yang diperoleh anggota paduan suara sudah memuaskan. Penilaian anggota paduan suara berdasarkan kriteria-kriteria yang dibuat oleh pelatih. Faktor-faktor keberhasilan prestasi belajar yaitu dari minat bakat siswa, orang tua, pihak lingkungan sekolah dan pihak luar. Dari dukungan tersebut, telah banyak kejuaraan yang telah diperoleh oleh tim Paduan suara Sixer Voice Choir sampai dengan saat ini. Baik kejuaraan perlombaan tingkat kabupaten, Nasional hingga Internasional.Kata Kunci: ekstrakurikuler, paduan suara, pembelajaran, prestasi, Sixer Voice Choir.One way of developing student’s skill is through extracurricular activities. Sixer Voice Choir is one of many extracurricular activities in SMAN 6 Surabaya that has achieved many accomplishments starting from National to International level of achievement which is very interesting to be studied. The purpose of this study is to describe the background of the establishment of Sixer Voice Choir as an extracurricular in SMAN 6 Surabaya, describing the learning process and the factors that influence the success of studying choir in SMAN 6 Surabaya.This study used qualitative approach with the setting took place in SMAN 6 Surabaya. The data collection techniques used include interviews, observation and documentation. The validity of the data is done by triangulation of sources and methods. Data analysis technique is done through the process of data reduction, data preparation, data checking, and data view.The choir which was chosen as one of extracurricular in SMAN 6 Surabaya was established in 2002. The beginning of this extracuricular was motivated after appointed as the guests to choir in Grahadi for Indonesian’s Independence day. This extracurricular followed by 68 students consist of 22 male and 46 female members. To become a member of the choir, applicants must pass the first stage of selection. When competition season started, members of extracurricular choir must strictly follow the second stage of selection, with the aim to find a core team member of the best choir. In the learning process, the material provided are not only songs, but also music theory given at the beginning of each turn of the material. The song material is adjusted to the needs of events such as ceremonial activities, competitions, performances and other activities. This extracurricular study of Sixer Voice Choir in SMAN 6 Surabaya was using exercise or drill also demonstrations and question and answer, using the media of keyboard musical instruments. From the results of the evaluation, the value obtained by choir members is satisfactory. The rate of the choir matched criteria created by the coach. The factors of this achievement are the supports and willingness of the students, parents, the school environment and outside parties. Furthermore, there have been many winning that have been achieved by the team of Sixer Voice Choir, on both national and international level.Keywords: Extracurricular, choir, learning, achievement, Sixer Voice Choir.

Page 1 of 2 | Total Record : 11