cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017)" : 15 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER PERCAYA DIRI, MANDIRI DAN SEMANGAT KEBANGSAAN DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SDLB A-YPAB SURABAYA KURNIA WANTIKA SARI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Latar Belakang Penelitian ini adalah siswa di SDLB A YPAB Surabaya memiliki siswa yang kategori siswa tuna netra dan ketunaan lainnya seperti tuna daksa dan autis. Siswa dengan memiliki ketunaan tersebutlah yang tidak dapat mengendalikan emosi dan karakter yang harus dibentuk sekolah melalui pembelajaran sekolah. Melalui pembelajaran seni musik mampu memberikan peranan karakter percaya diri, mandiri dan semangat kebangsaan yang diperngaruhi beberapa faktor dalam setiap proses pembelajaran Melalui pembelajaran seni musik salah satu mampu memberikan peranan karakter percaya diri, mandiri dan semangat kebangsaan yang dipengaruhi beberapa faktor dalam setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeksripsikan pembelajaran seni musik dan penerapan pendidikan karakter percaya diri, mandiri dan semangat kebangsaan dalam pembelajaran seni musik di SDLB A YPAB Surabaya. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deksriptif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Obyek penelitian ini adalah aktivitas kegiatan pembelajaran seni musik kelas V di SDLB A YPAB Surabaya. Hasil penelitan ini, menunjukan proses pelaksanaan seni musik pada kelas V di SDLB A YPAB yaitu terdapat komponen pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat belajar, sumber belajar, evaluasi dan rangkaian proses kegiatan pembelajaran meliputi tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Hasil proses penerapan karakter percaya diri melalui pembelajaran seni musik kelas V di SDLB A YPAB Surabaya jumlah skor indikator 292 dengan persentase 70.25 %. Hasil proses penerapan karakter mandiri melalui pembelajaran seni musik kelas V di SDLB A YPAB Surabaya jumlah skor indikator 281 dengan memperoleh persentase 73.25 %. Pada Hasil proses penerapan karakter semangat kebangsaan jumlah skor indikator 294 dengan persentase 73,5 %. Ketiga penerapan karakter pada pembelajaran seni musik memperoleh kriteria cukup baik dalam melaksanakan penerapan karakter.Kata kunci: pembelajaran seni musik, percaya diri, mandiri, semangat kebangsaan
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (SENI TARI) TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SMA NEGERI 1 KERTOSONO FIRTA MEILINDA PUTRI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 1 Kertosono merupakan salah satu sekolah yang dipercaya oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu sekolah sasaran implementasi Kurikulum 2013 dan menjadi tolak ukur pelaksanaan kurikulum 2013 di Kabupaten Nganjuk. Implementasi Kurikulum 2013 dalam mata pelajaran seni budaya (seni tari) meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran. SMA Negeri 1 Kertosono sudah menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran seni budaya (seni tari). Penelitian ini berjudul Pembelajaran Seni Budaya (Seni Tari) Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMA Negeri 1 Kertosono. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu (1)Bagaimana perencanaan pembelajaran seni budaya (seni tari) di SMA Negeri 1 Kertosono; (2)Bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni budaya (seni tari) di SMA Negeri 1 Kertosono. Landasan Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsep kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, teori kurikulum menurut Syaodih dan Nasution, konsep Implementasi menggunakan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, menggunakan konsep pembelajaran, teori pendidikan seni. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif. Objek pada penelitian ini adalah Pembelajaran seni budaya (seni tari) di SMA Negeri 1 Kertosono. Subyek penelitian adalah guru seni budaya (seni tari) SMA Negeri 1 Kertosono. Penelitian ini menggunakan sumber data manusia dan non manusia. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu: reduksi data, display data, verifikasi. Validitas data menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran seni budaya (seni tari) telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, walaupun terdapat beberapa kekurangan pada pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran seni budaya (Seni tari). Silabus memiliki kekurangan pada penilaian yang kurang sesuai dengan Kompetensi Dasar. RRP memiliki kekurangan pada penggunaan kata dalam indikator.Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum 2013, Pembelajaran Seni Budaya (Seni Tari )
METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN REYOG PONOROGO DI SMA NEGERI 1 PONOROGO DALAM MENCAPAI PRESTASI PADA FESTIVAL NASIONAL REYOG PONOROGO FINA YUNI SRIANA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Festival Nasional Reyog Ponorogo adalah ajang melestarikan budaya, mengenalkan potensi kebudayaan, ajang apresiasi siswa, serta sebagai media pengembangan potensi Pariwisata. Salah satu grup Reyog yang mengikuti festival tersebut adalah grup Reyog SMA Negeri 1 Ponorogo. Reyog SMA Negeri 1 Ponorogo adalah grup Reyog yang sering mendapatkan prestasi dalam Festival Nasional Reyog Ponorogo. Berprestasinya grup Reyog SMA Negeri 1 Ponorogo dikarenakan adanya pembelajaran Reyog, di mana dengan metode dan teknik yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Ponorogo, sehingga perlu dilakukan penelitian secara mendalam. Rumusan masalah penelitian adalah (1) Bagaimana metode yang digunakan dalam pembelajaran Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo?; dan (2) Bagaimana teknik yang digunakan dalam pembelajaran Reyog di SMA Negeri 1 Ponorogo?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu pengamatan atau observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapat mengungkap bahwa Strategi Pembelajaran “Reyog Ponorogo” di SMA Negeri 1 Ponorogo dalam Mencapai Prestasi pada Festival Nasional Reyog Ponorogo adalah pembelajaran dengan metode pembelajaran dan teknik pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan metode drill. Metode demonstrasi digunakan pada saat pemberian materi dan metode driil digunakan pada saat seminggu sebelum festival berlangsung. Kedua metode tersebut saling melengkapi, di mana waktu pembelajaran yang digunakan tidak lebih dari satu bulan, dengan menggunakan metode drill dapat membantu dalam pembelajaran. Berdasarkan pembahasan mengenai teknik pembelajaran yang dilakukan SMA Negeri 1 Ponorogo adalah 1) menyeleksi siswa siswi (SMA Negeri 1 Ponorogo) untuk tari Jathil dan Warok dalam mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo bertujuan untuk mendapatkan penari terbaik dengan bertanggungjawab, disiplin, bekerja keras, dan 2) mendatangkan pelatih lulusan dari ISI Surakarta supaya pembelajaran benar-benar sesuai dengan kemampuan pendidik dalam bidangnya masing-masing. Kata kunci : strategi, metode, teknik, Pembelajaran
METODE LATIHAN PADUAN SUARA PADA SPENSIX CHOIR SMP NEGERI 6 SURABAYA Rennita Anjar Sari
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Komunitas kegiatan paduan suara di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi memiliki sumbangsih yang besar terhadap perkembangan paduan suara di Indonesia. SMP Negeri 6 Surabaya merupakan salah satu sekolah yang berhasil membina kegiatan ekstrakurikuler paduan suara atau yang dikenal dengan nama Spensix Choir. Fenomena ini mendasari peneliti untuk mengkaji lebih dalam tentang perencanaan latihan dan metode latihan yang merupakan pondasi utama dalam pembinaan paduan suara SMP Negeri 6 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan perencanaan latihan yang diterapkan ekstrakurikuler paduan suara SMP Negeri 6 Surabaya. (2) Mendeskripsikan metode latihan yang diterapkan ekstrakurikuler paduan suara SMP Negeri 6 Surabaya.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian, yaitu Tim Paduan Suara SMP Negeri 6 Surabaya. Objek dalam penelitian ini ditekankan pada metode latihan yang diterapkan oleh pelatih Bayu Werdiyanto dalam membina tim paduan suara SMP Negeri 6 Surabaya. Sumber data dalam penelitian ini melalui dua cara, yaitu : (1) Sumber Primer, (2) Sumber Sekunder. Pengumpulan data melalui beberapa cara yaitu : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu : (1) Triangulasi Metode, (2) Triangulasi Sumber. Selain itu peneliti juga menggunakan Analisis kasus negatif.Spensix Choir memiliki perencanaan latihan yaitu meliputi jadwal latihan rutin dan jadwal latihan tambahan yang diterapkan dalam proses menjelang kompetisi. Perencanaan tersebut diterapkan agar latihan dapat berjalan sesuai dengan program kerja yang telah tersusun. Bayu Werdiyanto sebagai pelatih ekstrakurikuler paduan suara menerapkan tiga metode dalam melatih tim paduan suara SMP Negeri 6 Surabaya, yaitu : metode linear, metode imitasi dan metode fluktuatif. Dimana ketiga metode tersebut saling berkesinambungan.Spensix Choir dibentuk sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat siswa-siswi dalam bidang olah vokal. Spensix Choir berhasil meraih berbagai prestasi dari kompetisi Regional, Nasional hingga Internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan metode latihan secara linear, imitasi dan fluktuatif oleh Bayu Werdiyanto sangat efektif dan menunjukkan hasil yang baik, dalam segi teknis maupun non-teknis.Kata Kunci : Ekstrakurikuler Paduan Suara, Metode Latihan
PENCAPAIAN PENGEMBANGAN DIRI SISWA AUTIS MELALUI EKSTRAKURIKULER MUSIK OKLIK DI SDLB PKK SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO Aulia Olivia
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

SDLB PKK Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro menerapkan ekstrakulikuler musik sebagai pengembangan diri untuk siswa autis dengan alat musik daerah Bojonegoro yaitu Oklik. Ekstrakurikuler musik Oklik sebagai wadah pembelajaran musik, merupakan apresiasi kesenian, dan sekaligus terapi musik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang: 1) Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik Oklik, 2) Hasil pembelajaran ekstrakurikuler musik Oklik, 3) Kendala pembelajaran ekstrakurikuler musik Oklik pada siswa autis.Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan objek lokasi penelitian di SDLB PKK Sumberrejo, Jalan raya 1109 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Mengambil objek tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler musik Oklik pada siswa Autis. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer yaitu narasumber utama Istijani selaku Kepala Sekolah dan Ainul Yaqin selaku pelatih ekstrakurikuler musik Oklik, data sekunder berupa dokumentasi pada saat proses pembelajaran dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi data dengan triangulasi sumber dan triangulasi waktu.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler musik Oklik pada siswa autis yaitu dengan materi pengenalan alat musik Oklik, pembelajaran pola ritmis dan lagu secara individu maupun kelompok dengan menggunakan metode drill, demonstrasi, mentoring dan ceramah serta strategi pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction). Hasil pembelajaran diambil dari ranah kognitif, psikomotorik dan afektif serta hasil dari aspek psikis dan motorik siswa autis. Kendala dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Kendala internal yaitu rasa percaya diri dan tingkat intelektualitas yang berbeda antar siswa autis. Kendala eksternal yaitu sebagian alat musik Oklik yang kurang layak pakai, waktu pembelajaran yang tidak tepat dan kurangnya disiplin waktu pembelajaran.Kata Kunci: Pembelajaran, Ekstrakurikuler musik Oklik
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PADA KOMUNITAS PADUAN SUARA SURABAYA SINGER DALAM RANGKA KOMPETISI SINGAPORE INTERNATIONAL CHOIR FESTIVAL 2017 SELFI TINARAWATI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Surabaya Singer merupakan sebuah komunitas paduan suara yang berdiri sejak tahun 2011 di Surabaya. SS telah banyak meraih prestasi yang baik dalam kompetisi paduan suara. Komunitas ini aktif hingga 5 tahun terhitung sejak 2011 dalam beraktivitas sebagai sebuah komunitas paduan suara membuat SS dikenal namanya di kalangan dunia paduan suara khususnya di Surabaya. Semua prestasi yang telah dicapai diasumsikan tidak terlepas dari manajemen proses latihan yang diterapkan pada komunitas ini. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merumuskan fokus masalah dalam penelitian ini yakni penerapan fungsi manajemen dalam rangka kompetisi Singapore International Choir Festival 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana SS menerapkan fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan penggalangan dana.Penelitian terhadap komunitas SS ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analitis. Metode ini dilakukan melalui pendeskripsian oleh peneliti setelah proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi, pengumpulan dokumen serta studi pustaka. Pendeskripsian dilakukan setelah peneliti melakukan reduksi data kemudian verifikasi data. Peneliti melakukan pencocokan teori manajemen dengan fakta data yang didapatkan selama berada di lapangan untuk membuktikan bahwa ada relevansi manajemen yang diterapkan oleh komunitas SS dengan ilmu manajemen yang ada.Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan fungsi manajemen. Berdasarkan hasil penerapan fungsi manajemen tersebut, komunitas SS memiliki keunggulan dan kelemahan. Berdasarkan analisis SWOT (Strenght Weakness Opportunity Threat) diketahui bahwa SS memiliki kekuatan dari segi sumber daya atau Singers yang memiliki kemampuan rata-rata dalam bernyanyi, selain itu penggerakan dalam penggalangan dana dalam komunitas ini berjalan dengan baik dan didukung oleh seluruh Singers dan juga pengurus. Kelemahan dari penerapan fungsi manajemen pada komunitas ini adalah kedisiplinan Singers untuk dapat berlatih secara full team (satu tim penuh).Kata Kunci: Fungsi Manajemen, Komunitas
KOLABORASI ALAT MUSIK PERKUSI DAN GAMELAN DALAM EKSTRAKURIKULER SENI KARAWITAN DI SMP NEGERI 9 PROBOLINGGO ANDY WIRA SUJANA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Karawitan di SMPN 9 Probolinggo mampu mengembangkan minat dan kreatifitas siswa dalam bermusik, khususnya musik tradisi karawitan agar digemari oleh siswa-siswi SMPN 9 Probolinggo. Ekstrakurikuler Seni Karawitan di SMPN 9 Probolinggo menggunakan kreasi musik baru yakni dengan instrumen musik perkusi tonal atau gamelan, perkusi atonal atau perkusi tidak bernada, dan vokal yang disajikan dengan metode kolaborasi agar siswa-siswi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Seni Karawitan di SMPN 9 Probolinggo dan terbukti menuai hasil dan prestasi gemilang tingkat Kabupaten/Kota di Probolinggo dan prestasi tingkat Provinsi di Jawa Timur dalam kegiatan lomba Pekan Seni Pelajar tahun 2008 hingga 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kolaborasi musik dalam Ekstrakurikuler Seni Karawitan di SMPN 9 Probolinggo. Hasil penelitian ini Proses kolaborasi dalam Ekstrakurikuler Seni Karawitan di SMPN 9 Probolinggo dimulai dari tahap seleksi anggota, rekrutmen tim kolaborasi. Tim mengeksplorasi alat gamelan dipadukan dengan instrumen lainnya dengan cara menyiapkan sumber bunyi, identifikasi alat, dan klasifikasi instrumen dengan menghubungkan sumber-sumber bunyi. Pengembangan kreatifitas siswa ini digabung dengan lagu yang sudah dipilih selanjutnya dimainkan sesuai tugas dan peran anggota dalam tim kolaborasi.Kata kunci: Ekstrakurikuler Seni Karawitan, Kolaborasi.
TARI JARAN NGINCIK DALAM PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI DI SDN MANGKUJAJAR KEMBANGBAHU LAMONGAN RIZKY ANI NOVANTIE
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

SDN Mangkujajar merupakan sekolah yang mengadakan ekstrakulikuler tari. SDN ini terlihat berbedah dengan sekolah yang lain dalam hal ekstrakurikuler tari. Di Desa Kembangbahu kebanyakan pembelajaran tari hanya sekedar mengajarkan gerak tari dan melakukan pembenahan. Sedangkan di SDN Mangkujajar guru menggunakan model pembelajaran langsung yang langkah-langkahnya dirasa cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari. Rumusan masalah yang diambil dari penelitian ini adalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana langkah-langkah dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler tari di SDN Mangkujajar?; 2) Metode apa yang diterapkan dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler tari di SDN Mangkujajar? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah serta metode yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler tari di SDN Mangkujajar.Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori, yaitu: teori mengenai pembelajaran, teori model pembelajaran langsung, dan teori metode pembelajaran. Penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan untuk mendapatkan informasi dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik, yaitu wawancara, observasi serta dokumentasi dan pendokumentasian. Analisis data menggunakan analisis data menurut Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikkan kesimpulan. Untuk mendapatan kevalidan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber serta triangulasi metode atau teknik.Berdasarkan dari apa yang telah diteliti, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari di SDN Mangkujajar dengan materi tari Jaran Ngincik menggunakan metode pembelajaran langsung. Dimana ada beberapa tahapan yaitu, 1) Pembuka, tahapan mengecek kehadiran serta penyampaian tujuan; 2) Mempersiapkan siswa-siswi dengan melakukan pemanasan; 3) Penyampaian materi tari Jaran Ngincik; 4) Melakukan latihan terbimbing; 5) Melakukan tanya jawab untuk mengetahui seberapa pemahaman siswa-siswi; 6) Penutup yang diakhiri dengan pemberian tugas yang merupakan gerakan lanjutan dari materi gerak yang sudah diajarkan. Dalam proses pembelajaran ini menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode penampilan, metode tanya jawab, metode diskusi, serta metode latihan. Kata Kunci : Pembelajaran Tari, Model Pembelajaran Langsung, Metode Pembelajaran
PEMBELAJARAN MUSIK PADA SISWA TUNAGRAHITA MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE DI SDLB KEMALA BHAYANGKARI 2 GRESIK TIO ATNELA SITOMPUL
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Pembelajaran seni musik penting diberikan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memberikan pengalaman baru dan menggali potensi dalam dirinya. Proses pembelajaran seni musik di SDLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik dilaksanakan secara bersamaan dari siswa kelas I s/d VI menjadi hal menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran musik dengan metode picture and picture yang mampu membuat siswa tunagrahita di SDLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik dapat berbicara dengan lebih baik. (2) Mengetahui hasil pembelajaran lagu “Ambilkan Bulan Bu” di SDLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek penelitian siswa tunagrahita kelas I s/d VI serta pendidik seni musik di SDLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Obyek penelitian ini adalah proses pembelajaran lagu “Ambilkan Bulan Bu” pada siswa tunagrahita. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran musik pada siswa tunagrahita di SDLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik sudah cukup baik, prota promes, dan rencana pembelajaran dimodifikasi dengan karakteristik siswa. Proses pembelajaran dengan metode picture and picture terbukti efektif karena siswa tunagrahita mampu mengingat dan menghafalkan lagu dengan cepat dan tehnik artikulasi dalam pembelajaran lagu “ambilkan bulan bu” dapat membantu siswa berbicara dengan lafal yang jelas. Simpulan pembelajaran musik pada siswa tunagrahita meliputi: (1) Pelaksanaan pembelajaran seni musik memiliki komponen pendukung yang memadai. (2) Ditemukan perkembangan positif yang ditunjukkan dengan kemampuan berbicara siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci : Pembelajaran Musik, Metode Picture and Picture
APLIKASI MUSIK NUSANTARA SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID ARIF SETYAWAN
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v5n1.p%p

Abstract

Aplikasi Musik Nusantara merupakan suatu bentuk media pembelajaran berbasis android yang dibantu oleh perangkat handphone/tab. Maka dengan adanya media ini, materi dapat digantikan dengan media handphone/tab tersebut sehingga siswa SMP dapat memahami secara jelas materi tersebut. Melalui wawancara langsung dari beberapa murid disekolah SMPN 1 Tembelang selama kegiatan pembelajaran mata pelajaran seni budaya materi mengidentifikasi musik nusantara di kelas, bahwa siswa mengalami kesulitan belajar untuk memahami materi pelajaran seni budaya yang disampaikan oleh guru, karena dalam materi yang dijelaskan membutuhkan suatu media yang dapat mevisualisasikan jenis dan ragam musik nusantara dengan jelas sesuai indikator pembelajaran yang sedang dicapai. Dari permasalahan tersebut, diperoleh sebuah alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu aplikasi musik nusantara sebagai bentuk pengembangan media pembelajaran berbasis android materi mengidentifikasi musik nusantara. Selain menghasilkan produk, dihasilkan juga buku petunjuk pemakain program. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan model Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Hasil uji validasi ahli materi I memperoleh kategori sangat baik, ahli materi II memperoleh kategori baik, ahli media I memperoleh kategori sangat baik, ahli media II memperoleh kategori sangat baik, hasil uji perorangan dikatagorikan sangat baik dengan presentasi nilai sebanyak 90,83% , hasil uji kelompok kecil dikatagorikan sangat baik dengan presentasi nilai sebanyak 91%, hasil uji kelompok besar dikatagorikan sangat baik dengan presentasi nilai sebanyak 90,16%. Maka dari hasil pengembangan media Aplikasi android mata pelajaran seni budaya materi mengidentifikasi musik nusantara kelas VIII perlu dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang proses belajar mengajar.Kata Kunci : Pengembangan, Media, Aplikasi Android, Pembelajaran

Page 1 of 2 | Total Record : 15