cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian" : 5 Documents clear
Desain Primer Gen SMT 1 Terhadap Pertambahan Tinggi Batang Melambat pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) Berdasarkan Situs SNP Aline Sisi Handini; Jefryan Syaputra; Halida Adistya Putri
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8671

Abstract

Karakter pertambahan tinggi batang melambat merupakan salah satu tujuan dari pemuliaan tanaman kelapa sawit untuk optimalisasi umur ekonomis tanaman, mengurangi siklus replanting, dan mempermudah proses panen. Gen SMT 1 merupakan gen kunci didalam biosintesis hormon brasinosteroid yang berperan dalam pertumbuhan dan pertambahan batang tanaman. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi gen yang memiliki karakter unggul tersebut adalah PCR (Polymerase Chain Reaction). Dalam proses PCR, desain primer merupakan hal yang sangat penting karena primer tersebut akan menentukan keberhasilan dalam proses amplifikasi PCR. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kandidat primer yang akan digunakan dalam analisis keragaman genetik terkait pertambahan tinggi batang berdasarkan situs SNP. Data sekuen DNA kelapa sawit diperoleh pada laman NCBI. Pensejajaran sekuen DNA dilakukan pada sofware geneious prime untuk mengidentifikasi situs SNP. Desain primer dilakukan pada perangkat lunak WebSNAPER. Hasil penelitian menghasilkan dua kandidat pasang primer yang akan digunakan untuk melakukan analisis keragaman genetik terkait gen pengendali pertambahan tinggi batang melambat. Masing- masing primer terdiri dari primer reference dan alternate dan memiliki ukuran amplikon yang berbeda pada setiap pasang primer. The character of growth inhibitor stem is one of the goals of oil palm plant breeding to increase the economic life of the plant, reduce the replanting cycle and simplify the harvesting process. The SMT 1 gene is a key gene in the brasinosteroid hormone which plays a role in the growth and addition of plant stems. The technique used to identify genes with superior characters is PCR (Polymerase Chain Reaction). In the PCR process, the design of the primer is very important because the primer will determine the success of the PCR amplification process. The aim of this study was to obtain primer to be used in the analysis of genetic diversity related to stem height gain. Oil palm DNA sequence data were obtained in terms of NCBI. DNA sequence alignment was performed on geneious prime software to obtain SNP sites. Primer design was performed on WebSNAPER software. The results of the study obtained two candidate pairs of primers to be used for the analysis of genetic diversity related to the increase in the height of the stems of the stem. Each primer consists of reference and alternate primers and has a different amplicon size for each pair of primers.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max L. Merril) Danil Pramono; Dedi Natawijaya; Suhardjadinata Suhardjadinata
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8353

Abstract

Pupuk NPK merupakan pupuk anorganik yang umumnya digunakan dalam pertanian modern untuk meningkatkan kandungan nutrisi tanah yang diperlukan oleh tanaman. Namun, penggunaan berlebihan, selain tidak efisien, juga dapat berdampak negatif pada produktivitas tanah, hasil panen, dan bahkan dapat merusak lahan pertanian. Sistem pengelolaan hara terpadu menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK sekaligus memaksimalkan pemanfaatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis pupuk organik dengan dosis pupuk NPK terhadap efisiensi penggunaan pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis pada bulan Februari sampai bulan April 2023 dengan ketinggian tempat 875 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu: pertama, tiga jenis pupuk organik yang berbeda (pupuk organik petroganik, lokal, dan lumpur tinja), dan kedua, empat taraf dosis pupuk anorganik (NPK) (0 kg/ha, 75 kg/ha, 150 kg/ha, dan 225 kg/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data diolah dengan perangkat lunak SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara dosis pupuk NPK dan jenis pupuk organik terhadap beberapa parameter pertumbuhan tanaman kedelai edamame, seperti tinggi tanaman pada usia 45 Hari Setelah Tanam (HST) dan indeks luas daun pada usia 15 HST. Meskipun demikian, tidak terdapat pengaruh interaksi yang nyata pada parameter lainnya. Secara mandiri, efisiensi penggunaan pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil kedelai edamame bervariasi tergantung pada jenis pupuk organik yang digunakan. Pupuk organik petroganik menunjukkan tingkat efisiensi tertinggi pada pemberian pupuk NPK sebanyak 75 kg/ha, sementara pupuk organik lokal menunjukkan tingkat efisiensi tertinggi pada pemberian pupuk NPK sebanyak 150 kg/ha, sementara pupuk organik lumpur tinja menunjukkan efisiensi tertinggi pada pemberian pupuk NPK sebanyak 75 kg/ha. NPK fertilizer is an inorganic fertilizer generally used in modern agriculture to increase the soil nutrient content needed by plants. However, overuse, in addition to being inefficient, can also have a negative impact on soil productivity, and crop yields, and can even damage agricultural land. An integrated nutrition management system is one of the efforts to reduce the use of NPK inorganic fertilizers while maximizing the use of organic fertilizers. This study aims to determine the effect of the interaction between the type of organic fertilizer and the dose of NPK fertilizer on the efficiency of NPK fertilizer use, growth and yield of edamame soybeans. This research was carried out in Buanamekar Village, Panumbangan District, Ciamis Regency from February to April 2023 with an altitude of 875 m above sea level. The study used a factorial pattern group randomized design with two treatment factors, namely: first, three different types of organic fertilizers (petroganic, local, and faecal sludge organic fertilizers), and second, four dose levels of inorganic fertilizers (NPK) (0 kg/ha, 75 kg/ha, 150 kg/ha, and 225 kg/ha). Each treatment is repeated 3 times. Data was processed with SPSS 24 software. The results showed an interaction effect between the dose of NPK fertilizer and the type of organic fertilizer on several growth parameters of edamame soybean plants, such as plant height at 45 HST, and leaf area index at 15 HST age. The efficiency of NPK fertilizer application, growth, and yield of edamame soybean plants differed depending on the type of organic fertilizer used. Petroganic organic fertilizer showed the highest efficiency at 75 kg/ha of NPK fertilizer. Local organic fertilizer showed the highest efficiency at 150 kg/ha, while septage organic fertilizer showed the highest efficiency at 75 kg/ha.
PENGARUH JENIS PORASI DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BOBOT KERING TANAMAN KELOR (Moringa olifiera L) EFFECT OF PORASI TYPE AND BIOFERTILIZER ON GROWTH AND DRY WEIGHT OF MORINGA PLANT (Moringa olifiera L) Fahd Latif Arasyid; Rudi Priyadi; Ida Hodiyah
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8521

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang budidaya kelor terutama dalam pemupukan masih rendah, sehingga produktivitasnya belum optimal. Aplikasi porasi dan pupuk hayati merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara Aplikasi jenis porasi dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil daun kelor. Percobaan dilaksanakan di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis pada bulan Agustus sampai dengan November 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) fola faktorial yang terdiri dari dua faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf. Faktor pertama adalah jenis porasi yang terdiri dari tiga taraf yaitu porasi kotoran domba,  porasi kotoran sapi, dan porasi batang pohon pisang. Faktor kedua adalah  konsentrasi pupuk hayati  yang terdiri dari tiga taraf yaitu; 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis porasi dengan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelor. Secara mandiri aplikasi porasi kotoran domba menghasilkan pertumbuhan tanaman kelor lebih baik. Public knowledge of Moringa cultivation is still low, so productivity is not optimal. The application of poration and biological fertilizer is one of the efforts to increase the productivity of Moringa plants. This research aims to determine the interaction between applications type of pore and concentration of biological fertilizer on the growth and yield of Moringa leaves. The experiment was carried out in Adultari Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency from August to November 2022. The experimental design used was a factorial Randomized Block Design consisting of two factors and each factor consisting of 3 levels. The first factor is the type of poration which consists of three levels, namely sheep manure poration, cow manure poration, and banana tree trunk poration. The second factor is the concentration of biological fertilizer which consists of three levels, namely; 5 ml/L, 10 ml/L and 15 ml/L. The research results show that nobe foundinteraction between the type of pore and the concentration of biological fertilizer on the growth of moringa plants. Independent application of sheep manure poration results in better growth of Moringa plants.
Pengaruh Penambahan 2iP dan NAA pada Media Dasar MS Dan B5 Terhadap Pertumbuhan Kalus Embriogenik Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Aanisah Roudhotus Sa’aadah; Ida Hodiyah; Yaya Sunarya; Dyah Retno Wulandari
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8547

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk sayuran rempah yang sulit menghasilkan biji, sehingga umbi sering digunakan sebagai bahan tanam untuk perbanyakan. Namun seiring berjalannya waktu metode tersebut dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Perbanyakan melalui teknik kultur jaringan dapat menunjang penyediaan bibit bawang merah yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ZPT 2iP dan NAA terhadap pertumbuhan kalus embriogenik bawang merah  kultivar Sumenep dalam kultur in vitro pada media MS dan B5. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu kombinasi konsentrasi 2iP dan NAA yang ditambahkan pada media MS dan B5 dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi 2iP dan NAA yang ditambahkan pada media MS dan B5 memberikan pengaruh terhadap diameter clumps, namun tidak pengaruh terhadap jumlah tunas dan jumlah akar. Penambahan 2iP 1 mg/L pada media MS menghasilkan diameter clumps yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Shallots (Allium ascalonicum L.) are spices that are difficult to produce seeds, so tubers are often used as planting material for propagation. However, over time these methods can cause degenerative diseases. Propagation through tissue culture techniques can support the provision of quality shallot seedling. This study aims to determine the effect of the addition of plant growth regulators 2iP and NAA on the growth of shallot embryogenic callus  Sumenep cultivar in in vitro culture on MS and B5 media. The study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD), namely the combination of 2iP and NAA concentrations on MS and B5 media in twelve treatments which were repeated three times. The results showed that the combination of 2iP and NAA concentration added to MS and B5 media gave effect on the clumps diameter, did not give effect on the number of shoots and roots. The addition of 1 mg/L 2iP in MS and B5 media resulted in the  best clumps diameter compared to other treatments.
Potensi Ekstrak Biji Alpukat Untuk Priming Benih Kedelai Hitam pada Fase Perkecambahan dalam Kondisi Cekaman Salinitas Maman Suryaman; Yanto Yulianto; Reineckia Aprina Amanah
Media Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i2.8659

Abstract

Fase perkecambahan termasuk salah satu fase yang peka terhadap cekaman abiotik termasuk cekaman salinitas. Priming benih dapat meningkatkan viabilitas benih sekaligus mereduksi dampak negatif cekaman salinitas. Tujuan dari riset ini adalah untuk mempelajari potensi priming benih dari ekstrak biji akpukat dalam memitigasi cekaman salinitas pada fase perkecambahan kedelai hitam. Percobaan dilakukan di Rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi dari bulan April sampai bulan Juli 2021, dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang berpola faktorial. Faktor 1 = priming ekstrak biji alpukat (0%, 1%, 3%, dan 5%), dan faktor 2 = cekaman salinitas (DHL= 0,87 dS m-1 , 10,92 dS m-1), dan 17,77 dS m-1). Analisis statistik menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil riset ini menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan IC50 = 22,83 µg mL-1. Priming benih dengan ekstrak biji alpukat dan cekaman salinitas tidak menimbulkan pengaruh interaksi secara signifikan terhadap perkecambahan benih kedelai hitam. Secara mandiri cekaman salinitas menimbulkan dampak negatif bagi perkecambahan benih kedelai hitam, sebaliknya priming benih menggunakan ekstrak biji alpukat berpotensi dapat memitigasi dampak cekaman salinitas serta meningkatkan viabilitas benih kedelai hitam.     The germination phase is one of the phases that is sensitive to abiotic stress, including salinity stress. Seed priming can increase seed viability while reducing the negative impact of salinity stress. The aim of this research is to study the potential of seed priming from avocado seed extract in mitigating salinity stress in the germination phase of black soybeans. The experiment was carried out in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Siliwangi University from April to July 2021, using a randomized block design with a factorial pattern. Factor 1 = avocado seed extract priming (0%, 1%, 3%, and 5%), and factor 2 = salinity stress (EC = 0.87 dS m-1, 10.92 dS m-1), and 17 .77 dS m-1). Statistical analysis used Anova and continued with the Duncan test. The results of this research show that avocado seed extract shows very strong antioxidant activity, with IC50 = 22.83 µg mL-1. Priming seeds with avocado seed extract and salinity stress did not have a significant interaction effect on black soybean seed germination. Independently, salinity stress has a negative impact on black soybean seed germination, on the other hand, seed priming using avocado seed extract has the potential to mitigate the impact of salinity stress and increase the viability of black soybean seeds. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5