cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2007): Maret" : 7 Documents clear
Keberaksaraan Informasi (Information Literacy) Sebagai Program Peningkatan Kualitas Pengguna Perpustakaan Ikhwan Arif
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.382 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.966

Abstract

Keberaksaraan Informasi (information literacy) merupakan prasyarat bagi masyarakat maju dan sangat penting untuk pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dalam semua disiplin ilmu dan semua tahap dan jenjang pendidikan di masa sekarang. Keberaksaraan Informasi diperlukan karena adanya perkembangan akses dan sumber informasi sebagai dampak meluasnya aplikasi teknologi informasi dan komunikasi. Individu-individu dihadapkan pada keanekaragaman pilihan informasi yang ada di mana pun mereka berada, ditempat belajar, di tempat kerja maupun tempat tinggal mereka. Informasi berkembang melalui berbagai sumber baik perorangan, organisasi masyarakat, organisasi pemerintah, perpustakaan, internet dan lain sebagainya. Bentuk informasi tersebut tersebar dalam berbagai bentuk baik cetak maupun digital multimedia seperti teks, gambar, audio, video, animasi, hyperlingking. Informasi berkembang secara cepat dan menjadi tidak tersaring lagi. Perkembangan ini memunculkan banyak pertanyaan seputar keotentikan, validitas dan reliabilitas datanya. Keadaan ini mengundang tantangan khusus dalam mengevaluasi, memahami dan menggunakan informasi dalam lingkup etika dan legalitas. Kualitas informasi yang tidak pasti dan kuantitasnya yang semakin meluas juga mengundang tantangan besar dalam masyarakat. Keberagaman informasi dan teknologi tidak akan menciptakan masyarakat yang lebih berpengatahuan dalam informasi tanpa adanya suatu pemahaman dan kapasitas menyeluruh dalam menggunakan informasi secara efektif dan efisien. Layanan bimbingan pengguna dalam mendayagunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber media menggunakan sarana teknologi informasi seperti program ”Keberaksaraan Informasi” merupakan salah satu tugas pokok perpustakaan yang sudah saatnya diberikan. Keterlibatan perpustakaan dalam proses pembelajaran memberikan peluang pustakawan sebagai mitra pengajar maupun pembelajar dengan memfasilitasi keterpaduan informasi digital ke dalam standar atau kurikulum pembelajaran Keberaksaraan Informasi dengan menawarkan jasa dan keahliannya dalam memberikan keterampilan informasi kepada masyarakat pengguna perpustakaan (pembelajar).
Klieds (Kliping Digital) Sebuah Inovasi Pustaka Dengan Pemanfaatan Visual Basic 6.0 Guna Meningkatkan Performance Perpustakaan Di Era Teknologi Digital Yasin Yusuf
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.793 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.971

Abstract

KLIEDS merupakan hasil inovasi pustaka yaitu kliping yang selama ini berbentuk buku menjadi berbentuk digital. Inovasi bertujuan agar informasi-informasi yang berasal dari koran dapat dicari dengan cepat. Selain itu, KLIEDS juga bertujuan meningkatkan performance perpustakaan di tengah maraknya media-media informasi yang berbasis teknologi canggih. Proses pembuatan KLIEDS pada dasarnya sama dengan kliping selama ini namun yang membedakan adalah penyajiannya. Kliping yang ada selama ini yaitu berbentuk buku yang memiliki kelemahan yaitu sulit mencari data informasi yang ada di dalamnya. KLIEDS hadir dengan sistem database pada Visual Basic 6.0 menjawab kelemahan yang ada pada kliping selama ini.
Peran Perpustakaan Dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu Kasmiwati Kasmiwati
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.355 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.967

Abstract

Perpustakaan berfungsi memberikan layanan kepada siswa sebagai anak didik maupun kepada Majelis Guru ataupun Karyawan Tata Usaha secara ekonomis dan efisien sangatlah diperlukan keberadaannya dalam proses belajar-mengajar. Untuk menghidupkan perpustakaan sebagai sumber belajar dan mengajar yang menarik harus ada pengembangannya yaitu dengan memperhatikan kebutuhan, kegemaran serta memperhatikan jenis penugasan yang dibutuhkan. Buku-buku yang disediakan harus menarik yang dapat mendorong orang ingin tahu lebih lanjut. Setiap Sekolah Pendidikan Tingkat Pertama dan Pendidikan Menengah Atas umumnya telah ada sebuah perpustakaan bahkan sudah sampai ke pelosok daerah atau desa. Dari sekian banyak faktor permasalahan yang terdapat pada suatu perpustakaan sekolah yang sering terjadi hilangnya koleksi yang ada oleh si pemakai jasa perpustakaan dalam arti kata buku yang dipinjam tidak dikembalikan ke perpustakaan yang bersangkutan. Hanya ada beberapa perpustakaan sekolah yang dapat mengatasi hal tersebut di atas yaitu: Perpustakaan SMP Semen Padang yang pernah mendapat juara Nasional, juga perpustakaan SMA 2 Limbanang yang berada di Payakumbuh Sumatera Barat.
Peran Perpustakaan Dalam Membangun Budaya Membaca Di Masyarakat Teguh Yudi Cahyono
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.972 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.968

Abstract

Tahun ke tahun kecenderungan minat baca masyarakat Indonesia meningkat tetapi bergerak lambat. Dari telaah yang dilakukan dapat diidentifikasi tiga persoalan yang dihadapi dalam upaya mengembangkan budaya baca. Pertama, jumlah orang yang mempunyai kebiasaan membaca masih kurang dan baru pada kalangan tertentu. Kedua, ragam yang dibaca masih terbatas, karena itu perlu ada usaha untuk mendiversitifikasikan bahan bacaan agar lebih beragam dan terutama pada bahan bacaan yang mempunyai arti dalam kehidupan. Ketiga, proses penyebarluasan budaya baca dan pendiversifikasian materi bacaan selama ini berlangsung alamiah, sehingga kecepatannya lambat sementara irama tantangan begitu cepat.Masalah yang diajukan oleh penulis adalah “Sejauh mana perpustakaan lebih berperan dalam membangun budaya membaca di masyarakat untuk mencapai tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa?” Bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan dalam membangun budaya baca masyarakat, khususnya dalam mencerdaskan masyarakat penggunanya.Hal penting yang harus dimiliki oleh perpustakaan agar dapat berperan untuk mencerdaskan masyarakat pengguna adalah visinya yang jelas dan terarah, serta misi yang dijalankan secara penuh tanggung jawab dan profesional. Selain itu, perpustakaan harus pula menetapkan tujuannya secara ideal serta menjalankan fungsinya dengan baik. Kinerja perpustakaan yang baik akan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk gemar membaca. Perpustakaan harus mengerahkan seluruh daya upayanya untuk mengoptimalkan budaya membaca di masyarakat. Sehingga pada akhirnya masyarakat pengguna akan lebih cerdas dan mutu bangsa Indonesia akan sejajar dengan negara-negara maju yang telah lebih dahulu memiliki budaya membaca.  
Pustakawan Idaman Masyarakat Pengguna Badarudin Salam
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.806 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.965

Abstract

Pustakawan idaman masyarakat pengguna adalah pustakawn yang memiliki motivasi tinggi baik dari dalam diri (internal) maupun dari luar diri pustakawan (eksternal), dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pustakawan dalam membentuk pribadi yang profesional dalam kegiatannya. Kecerdasan emosi adalah faktor psikologi yang harus dimiliki pustakawan, setidak-tidaknya kemampuan mengenal diri sendiri, kemampuan berempati, dan kecakapan sosial yang tingi untuk menuju pustakawan idaman masyarakat penggunanya, Dengan memiliki motivasi yang tinggi, kecerdasan emosional yang mantap diharapkan pustakawan pun memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Setiap perilaku dan kegiatannya adalah ibadah dan mendapat ridha Allah.
Peningkatan Kualitas Layanan Perpustakaan yang Berorientasi Pada Kepuasan Pemakai Hari Santoso
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.969

Abstract

Perpustakaan dituntut untuk dapat menerapkan strategi layanan yang berorientasi kepada pemakai dalam upaya memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasa kepada pemakai. Kepuasaan pemakai perlu diperhatikan lebih karena adanya keluhan berkaitan dengan kinerja perpustakaan. Ketidakmampuan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pemakai akan berakibat tidak tercapainya kepuasan, menurunnya minat serta hilangnya kepercayaan pemakai terhadap kinerja perpustakaan dan pada akhirnya dapat merusak citra perpustakaan sebagai pusat informasi.Tingkat kepuasan dapat dijabarkan sebagai suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan yang dilayani melalui layanan yang diberikan. Menggunakan perhitungan rasio persamaan dengan rumus Z=X/Y. Selain itu terdapat lima unsur untuk mengukur kualitas layanan yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik.Untuk bisa memberikan kepuasan kepada pemakai, idealnya perpustakaan secara konsisten mengadakan evaluasi dan riset terus menerus agar bisa mengukur kualitas layanan yang diberikan. Salah satu tolak ukur keberhasilan sebuah perpustakaan dapat dilihat dari aspek komunikasi. Perpustakaan dikategorikan berhasil dalam memberikan layanan bila kontak dengan pemakai tetap terjaga, sebaliknya dianggap gagal bila komunikasi dengan pemakai tidak jalan. Karena itu perpustakaan dituntut aktif dalam membina hubungan dengan pemakai. Keluhan pemakai sekecil apapun harus segera ditanggapi secara serius oleh manajemen perpustakaan untuk segera bisa dilakukan perbaikan.
Perpustakaan Desa Pembangunan, Masyarakat Dan Partisipasi Lia Setyowati
Media Pustakawan Vol 14, No 1 (2007): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i1.970

Abstract

Berdasarkan peraturan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 perpustakaan desa untuk diselenggarakan. Perpustakaan  Desa yang berada di bawah tanggung jawab langsung kepada kepala desa yang bertujuan untuk menyediakan sumber belajar, yang bermanfaat untuk mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional. Kenyataannya keberadaan perpustakaan tidak menjadi agenda kebijakan penting di tingkat desa. Terbukti dengan adanya laporan mengenai jumlah perpustakaan desa pada tahun 1998 yang menunjukkan angka 1.030 unit. Padahal menurut Rompas jumlah yang ideal yang harusnya dicapai adalah 64.000 (Rompas, 1998). Ini adalah suatu kesenjangan yang cukup lebar.Untuk dapat membangun perpustakaan desa yang baik, kita harus dapat mendorong partisipasi masyaraakt dalam pengembangan perpustakaan desa. Upaya mendorong berparsitipasi masyarakat pada pembangunan perpustakaan desa, dapat dilakukan dengan pendekatan seperti pendekatan sosial, pendekatan budaya, pendekatan politis, dan pendekatan sumber daya. Selain itu, partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan keterlibatan massyarakat pada manajemen perpustakaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue