cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2007): Juni" : 6 Documents clear
Pustakawan Idaman Masyarakat Pengguna Pada Badan Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur Samuel Randan
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.944 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.975

Abstract

Badan Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah Lembaga Pemerintahan Daerah yang bertugas membantu Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai lingkup tugasnya di bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya Badan Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas yaitu para pengelola  perpustakaan yang profesional. pustakawan yang profesional tidak hanya dituntut untuk menguasai penguasaan teknik perpustakaan saja, tetapi juga harus mempunyai kematangan etika, harus merasa terpanggil untuk menjadi pustakawan karena pustakawan adalah pelayan masyarakat yang selalu berhadapan dengan berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran angket. dengan sampel 41 orang responden dan jumlah pertanyaan 21 ditambah dengan data responden sebanyak 4 pertanyaan. Hasil penelitian tersebut dianalisi dengan menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian yang diperoleh melalui analisis data yang terhimpun maka dapat disimpulkan bahwa pustakawan yang menjadi idaman masyarakat pengguna pada Badan Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur adalah , Minimal berpendidikan S1 Ilmu Perpustakaan atau D3 Perpustakaan dan terus belajar untuk menambah pengetahuan dan wawasan di bidang perpustakaan serta menguasai informasi dan lokasi informasi. Baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pustakawan, selalu berada di tempat duduknya, berpakaian dinas yang rapi dan bagi perempuan tidak menggunakan rok mini (terlalu pendek). Orangnya ramah, pandai bergaul dan suka menolong dalam mencari informasi. Pustakawan pada Badan Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur cukup ramah dan dapat membantu mencari informasi. 
Aplikasi Filsafat dalam Ilmu Komunikasi Tine Silvana R
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.835 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.976

Abstract

Media massa telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi massa dewasa ini bahkan ketergantungan manusia pada media massa sudah sedemikian besar. Media komunikasi massa abad ini yang tengah digandrungi masyarakat adalah televisi. Di Indonesia berdasarkan survey Ac Nielsen di tahun 1999 bahwa 61% sampai 91% masyarakat Indonesia suka menonton televisi, hasil ini lebih lanjut dijelaskan bahwa “hampir 8 dari 10 orang dewasa di kota-kota besar menonton televisi setiap hari dari 4 dari 10 orang mendengarkan radio”.  Namun realitasnya, yang terjadi adalah stasiun-stasiun TV di Indonesia terjebak pada selera pasar karena tema acara yang disajikan hampir semua saluran TV tidak lagi beragam tetapi seragam di mana informasi yang sampai kepada publik hanya itu-itu saja. Media watch mencatat bahwa selama ini atas nama mekanisme pasar, pilihan format isi pertelevisian tak pernah lepas dari pertimbangan ”tuntunan khalayak”. Ukuran televisi hanya dilihat berdasarkan rating tidak memperhatikan faktor fungsional, akibatnya ada kelompok masyarakat yang dapat menikmati berbagai stasiun TV karena berada di wilayah yang berpotensi, tapi ada masyarakat yang tak terlayani sama sekali. Fenomena ini menandakan satu permasalahan di dalam kehidupan nilai-nilai ”filosofis” televisi di Indonesia. Televisi Indonesia semakin hari semakin memperlihatkan kecenderungan mencampuradukan berita dan hi
Program Pengembangan Perpustakaan Berbasis Kompetisi Gagasan Awal A.C Sungkono Hadi
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.261 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.972

Abstract

Pengembangan perpustakaan itu wajib hukumnya. Pengembangan itu harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Namun pendanaan untuk pengembangan perpustakaan itu langka kenyataannya. Oleh karena itu, pendekatannya adalah sistem bergilir berdasarkan kinerja  pendekatannya. Maka program hibah kompetisi itu caranya. Dengan adanya kompetisi, maka diperlukan program hibah kompetisi dengan cara  proposal dan penilaian proposal, dan  Tim Penilai proposal yang selain menilai dokumen proposal, mungkin juga perlu  melakukan penilaian lapangan (site evalution). Penilaian lapangan ini dimaksudkan untuk mencocokkan apa yang tertulis dalam dokumen proposal dengan apa yang senyatanya ada di lapangan, dengan maksud untuk mendapatkan kepastian bahwa perpustakaan yang akan diberi dana hibah adalah perpustakaan yang memiliki potensi untuk berkembang dan mampu memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya. Jadi pustakawan harus memiliki kemampuan untuk melakukan evaluasi diri atas kondisi dan kemampuan perpustakaannya. Selain itu, juga harus memiliki kemampuan untuk menyusun program pengembangan yang berbasis kompetisi. Sementara itu pada tingkat instansi penyandang dana yang dikompetisikan juga harus tersedia pustakawan (Madya dan Utama) yang memiliki kemampuan untuk menilai dan menyeleksi proposal secara transparan. 
Gambaran Pustakawan Ideal: Cerdas, Luwes dan Suka Menolong Yunus Yunus
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.686 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.977

Abstract

Bagi pengguna yang mencari berbagai sumber informasi di perpustakaan, hanya ada satu keinginan, yaitu: disambut seorang pelayan dengan tiga karakteristik andalannya yaitu berpengetahuan luas, pandai menangani keberagaman permintaan apapun dan tulus membantu pemenuhan kebutuhan akan informasi. Latar belakang pendidikan formal pustakawan berkorelasi erat dengan kiprahnya di lapangan di dalam melayani pengguna berbagai lapisan: mahasiswa, dosen, peneliti dan pemerhati perpustakaan lainnya. Idealnya seorang pustakawan memiliki empat belas kriteria, sebagai berikut:  memiliki keterampilan manajerial kepustakawanan, memahami ilmu jiwa dan pendidikan, menanggapi perkembangan teknologi bibliografis, menunjukkan sosoknya sebagai seorang generalis, memiliki kemampuan mengajar melalui komputer, terampil mengolah, mendiversifikasikan, dan memberdayakan informasi berbasis komputer, mampu berkreasi melalui promosi koleksi non-buku, memiliki ketajaman menganalisis makna isi sebuah artikel, buku, atau prosiding seminar, memahami perkembangan masyarakat dan lingkungan, menyadari kelasnya yang tergolong profesional, mendalami informasi dan ilmu komunikasi, terutama untuk menjangkau clientele sebanyak mungkin, memiliki sense of media yang baik, sebagai subject specialist, mampu menampilkan unjuk kerja terpuji dalam menjalin hubungan antar sesama sdi (sumber daya insani). Unsur lain yang tidak kalah pentingnya dengan senarai kemampuan seperti terpapar dimuka adalah kemahiran menggunakan bahasa asing. Semakin profesional seseorang semakin luwes pula cara berfikirnya hal yang kerap berkorelasi dengan muatan psikologis, yaitu kemampuan membaca pola fikir orang lain yang sedang menjadi lawan interaksinya dalam berkomunikasi, bersedia menerima pendapat  orang lain  dan menyesuaikan irama penyampaian gagasannya. 
Perpustakaan dan Pendidikan Multikulturalisme Agus Rifai
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.05 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.973

Abstract

Multikulturalisme menjadi isu penting dalam upaya pembangunan kebudayaan di indonesia. Hal ini dikarenakan secara alami atau kodrati, manusia diciptakan tuhan dalam keanekaragaman kebudayaan, dan oleh karena itu pembangunan manusia harus memperhatikan keanekaragaman budaya tersebut.  Terjadinya konflik sosial yang bernuansa sara (suku, agama, dan ras) yang melanda negeri ini adalah akibat lemahnya pemahaman dan pemaknaan tentang konsep kearifan budaya. Pemahaman terhadap multikulturalisme merupakan kebutuhan bagi manusia untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang. Hal tersebut menandakan pentingnya pendidikan multikulturalisme harus dilakukan, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang secara potensi dapat menumbuh kembangkan semangat pluralisme dan multikulturalisme. Koleksi perpustakaan merupakan gerbang multikultural yang secara jelas menggambarkan beragam kebudayaan umat manusia. Melalui koleksi perpustakaan para pemakai perpustakaan mulai mengenal keragaman kebudayaan manusia untuk mencapai pemahaman dan pemaknaan terhadap perbedaan.
Kepuasan Pemakai Dan Peningkatan Kualitas Berbasis Pemakai: Pendekatan Manajemen Pemasaran sebagai Paradigma Baru Perpustakaan1 Dwi Sutiawan
Media Pustakawan Vol 14, No 2 (2007): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i2.974

Abstract

Konsumen adalah raja. Suatu ungkapan yang sangat familiar di telinga dan pikiran semua orang. Pada hakekatnya konsumen yang menghidupi seluruh karyawan. Memahami karakteristik konsumen merupakan hal yang sangat fundamental. Praktik di dunia pemasaran dan jasa tersebut juga terjadi di ranah perpustakaan.  Pembeli atau konsumen di perpustakaan disebut pengunjung atau pemakai (user). Perpustakaan harus jeli melihat pasar dan menentukan segmentasi pemakainya. Penggunaan prinsip-prinsip pemasaran sudah merupakan keharusan untuk diterapkan di organisasi nirlaba seperti perpustakaan. Pendekatan pemasaran di perpustakaan beberapa hal yang menjadi pertanyaan utama antara lain: Siapa pemakai utama perpustakaan? Apa yang pemakai inginkan dari layanan perpustakaan? Apa yang dapat dilakukan perpustakaan agar keinginan pemakai terpenuhi? Dan dengan cara apa perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan pemakai?. kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. metode untuk mengukur kepuasan pemakai,  antara lain: Sistem keluhan dan saran, Survei kepuasan pemakai, Ghost shoppin, Analisis kehilangan pemakai (lost customer analysis). 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue