cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 3" : 12 Documents clear
Pergeseran Paradigma Pengelola Perpustakaan Dan Kepustakawanan Indonesia Dalam Dinamika Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Nila Nurjanah
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.922

Abstract

Perpustakaan dituntut untuk mampu berbenah mengikuti dinamika yang ada. Perpustakaan yang sebelumnya seringkali dicitrakan sekadar ”gudang buku” dan menunggu pengguna datang, dituntut mampu menjadi perpustakaan yang humanis dan ”user center”, dan berubah dari perpustakaan tradisional menjadi modern, di mana pengguna di luar gedung perpustakaan pun mampu mengakses koleksi yang ada. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dahsyat ini, menjadikan sebagian orang merasa tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan, karena di rumah pun mereka merasa bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan. Akankah ini berarti perpustakaan justru semakin ditinggalkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi? Padahal sebenarnya konsep-konsep penemuan kembali pada internet itu, sebenarnya juga mengadopsi cara kerja yang terjadi di perpustakaan.Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, lahirlah konsep Library 2.0. Pustakawan harus terus mengembangkan ide-idenya, jadi ketika pengguna tidak ada, mereka pun harus tetap bekerja. Apalagi adanya perkembangan Library 2.0, harusnya mampu mendorong kemampuan kompetitif pustakawan, untuk mengambil pasar online, sehingga pada perpustakaan fisik berkembang dan perpustakaan online pun berkembang.
Implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007: Upaya Memuliakan Kepustakawanan Nasional Menuju Masyarakat Informasi Indonesia 2015 Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.913

Abstract

Kehadiran Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 menjadi penanda era baru kepustakawanan Indonesia. Dalam konteks terbatas, eksistensi perpustakaan misalnya, khususnya perpustakaan umum belum mendapatkan perhatian yang memadai bagi kebanyakan pemerintah daerah. Demikian halnya perpustakaan sekolah yang juga belum mendapatkan atensi optimal dari pihak Departemen Pendidikan Nasional. Pada saat yang sama, kepesatan perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK) juga telah membawa dampak terhadap terjadinya dinamika kepustakawanan Indonesia. Perkembangan TIK dalam konteks lebih luas telah berdampak dan melahirkan perubahan dramatis dan dinamika dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Bahkan, keberadaan teknologi tersebut telah menjadi kontributor utama terjadinya proses transformasi - masyarakat industri kepada masyarakat informasi (MI). UU No. 43 Tahun 2007 diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tembuh dan lahirnya dinamika baru sebagai suatu upaya memuliakan kepustakawanan Indonesia, sehingga perpustakaan dan pustakawan dapat berkontribusi signifikan dalam tatanan masyarakat informasi Indonesia. Cita-cita bangsa kita menuju MII 2015 sesungguhnya sejalan dengan deklarasi para pemimpin dunia saat World Summit on the Information Society (WSIS) pada Desember 2003 di Jenewa. Dalam mewujudkan MII melahirkan tantangan dan peluang bagi kepustakawanan Indonesia. Untuk sampai cita-cita itu, diperlukan berbagai upaya sistematis, komprehensif, dan intergral agar perpustakaan dan pustakawan dapat memainkan peran signifikan dalam tatanan MII. Karena itu, kehadiran Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 diharapkan setidaknya dapat menjadi respon terhadap berbagai persoalan kepustakawanan yang ada selama ini. Di samping itu, implementasi undang-undang tersebut akan menjadi suatu upaya untuk memuliakan kepustakawanan nasional agar dapat memainkan peran utama dalam tatanan MII. Selanjutnya, implementasinya juga akan menjadi jalan guna mencapai kesejajaran dan kesetaraan dengan kepustakawanan negara-negara maju.

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue