cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2015): Juni" : 6 Documents clear
Komunikasi Nonverbal Sebagai Uoaya Optimalisasi Layanan Perpustakaan Noorika Retno Widuri
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5503.976 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.820

Abstract

Berbagai fakta penelitian mengenai komunikasi nonverbal mengungkapkan betapa komunikasi ini memegang peranan penting dalam sebuah proses komunikasi. Kekuatannya mampu mengubah citra/image sebuah perpustakaan. Komunikasi nonverbal merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan dalam layanan prima. Tulisan ini menjabarkan berbagai jenis komunikasi nonverbal yang berlangsung di perpustakaan. Dalam keseharian kegiatan pustakawan yang berinteraksi dengan pemustaka setidaknya ada 10 macam bentuk komunikasi nonverbal yaitu bahasa tubuh, ruang, surat, aroma dan musik, waktu, dokumen perpustakaan, alat bantu pelayanan perpustakaan, nada dan volume suara dan wilayah. Pada bagian akhir tulisan ini, disampaikan beberapa metode atau cara untuk memperbaiki komunikasi nonverbal.
Pemahaman Pemustaka Dalam Menelusur Sumber-Sumber Literatur Di Perpustakaan PDII-LIPI Wahid Nashihuddin
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2609.348 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.855

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui: a) profil penelusur literatur; b) pemahaman pemustaka terhadap sistem penelusuran literatur; c) pemahaman pemustaka terhadap tahapan penelusuran literatur; d) pemahaman pemustaka terhadap sistem layanan literatur; e) sikap pemustaka terhadap hasil penelusuran literatur; dan f) cara komunikasi pemustaka dengan petugas/pustakawan ketika mengalami kesulitan dalam menelusur sumber-sumber di Perpustakaan PDII. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan kuesioner. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 50 orang. Data yang sudah terkumpul, kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif, dengan cara: 1) memverifikasi, mengklasifikasi, dan memperingkatkan jawaban responden, dari jawaban paling banyak hingga paling sedikit. dan 2) menjelaskan pernyataan responden yang bernilai negatif. Penyajian data secara kualitatif berupa persentase pernyataan responden dan tabel. Hasil pembahasan, kemudian dijadikan dasar untuk menyusun kesimpulan. Hasil kajian antara lain: 1) Responden/pemustaka yang menelusur sumber-sumber literatur Perpustakaan PDII sebagian besar dari kalangan mahasiswa (49 orang atau 98%), dengan tujuan mencari sumber referensi penelitian yang bersumber dari artikel jurnal Ilmiah Indonesia; 2) Sebagian besar pemustaka “memahami” tentang penelusuran sumber-sumber literatur di Perpustakaan PDII, baik menggunakan Katalog LARAS atau ISJD maupun mencari koleksi di rak perpustakaan (34 orang atau 68%); 3) Sebagian besar pemustaka “kurang memahami” tentang adanya menu pencarian di Katalog LARAS atau ISJD dan sistem layanan literatur yang dilaksanakan di Perpustakaan PDII, baik menelusur melalui menu pencarian umum dan pencarian canggih, maupun menelusur pada sistem layanan terbuka dan tertutup; 4) Sebagian besar pemustaka akan mencari/menelusur koleksi lain dengan topik atau variabel judul koleksi sejenis (46 orang atau 92%), dengan memperhatikan aspek kekhususan/spesifikasi topik koleksi yang sejenis. Jika mengalami kesulitan, pemustaka akan meminta bantuan penelusuran literatur ke petugas/pustakawan.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Perpustakaan Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6122.294 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.821

Abstract

Beberapa tahun belakangan banyak perpustakaan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001. Anda pasti bertanya-tanya, mengapa perpustakaan berusaha memperoleh sertifikat SMM yang memerlukan biaya relatif mahal? Padahal perpustakaan bukanlah organisasi yang mendatangkan keuntungan. Alih-alih mendatangkan keuntungan, perpustakaan malah menjadi organisasi yang menghabiskan biaya atau disebut “cost center”. Fenomena ini dapat dijelaskan bahwa karena Sertifikat Sistem Manajemen Mutu tersebut bisa dijadikan jaminan bahwa perpustakaan yang sudah memiliki sertifikat SMM tersebut sudah menerapkan sistem manajemen berstandar internasional dan sudah disertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang dipercaya oleh dunia internasional. Perpustakaan yang sudah bersertifikat SMM dapat dipastikan Anda akan mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Untuk mengetahui lebih jauh apa itu Sistem Manajemen Mutu maka pembahasan berikut akan mengupas tentang sistem tersebut.
Kesiapan Pustakawan Indonesia Menyongsong MEA 2015 Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8080.902 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.834

Abstract

MEA yang rencananya akan diberlakukan Desember 2015 menjadi momen yang membuka gerbang perdagangan bebas ASEAN. MEA menjadi salah satu bentuk kesepakatan 10 anggota negara ASEAN untuk memberikan peluang yang sama dan menciptakan sebuah iklim pasar yang terbuka. Kunci utama MEA adalah daya saing. Pustakawan harus optimis dan siap untuk bersaing menghadapi pustakawan asing. Dampak dari konsekuensi MEA yang jelas adalah aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus tenaga kerja, dan arus bebas bidang permodalan. Pustakawan termasuk yang terkena dampak dari persaingan tenaga kerja. Terkait dengan kesiapan pustakawan menyongsong MEA, maka sertifikasi pustakawan adalah salah satu indikatornya. Hal ini sebagai bentuk jaminan dan pengakuan akan kompetensi yang dimiliki pustakawan Indonesia.
Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Kecepatan Fumigasi Alumuniujm Phosphida dan Uji Efikasi Serangga Perpustakaan Aris Riyadi
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.822

Abstract

Aplikasi fumigant aluminium phosphida untuk fumigasi telah banyak dilakukan oleh berbagai perpustakaan dikarenakan cara kerja dan penangananya yang mudah dilakukan. Sebuah ruang perpustakaan tidak pernah dirancang untuk fumigasi frontal, begitu pula dengan karakter hama yang berbeda dengan hama pertanian. Aluminium phosphida akan mengalami sublimasi apabila bereaksi dengan molekul air yang ada di udara menghasilkan gas phosphine. Kandungan jumlah molekul air yang ada diudara dipengaruhi oleh faktor kelembaban dan suhu udara pada suatu ruangan. Jumlah gas phosphine pada lantai 5 ruang koleksi dengan kelembaban 67,8 % mencapai 248.57 ppm, sedangkan pada lantai 9 dengan kelembaban 57 % mencapai 212,85 ppm. Kelembaban yang ada pada ruang koleksi mempunyai hubungan terbalik dengan suhu. Uji lamanya kematian yang terjadi pada hama perpustakaan menunjukkan pengaruh ukuran atau kemampuan respirasi terhadap daya serap gas kedalam tubuh mereka sehingga menyababkan kematian. Dengan dosis gas phosphin 31 gr/m3 pada akuarium hanya membutuhkan waktu fumigasi selama 2 jam hingga kematian pada tikus, sedangkan dibutuhkan waktu 7 jam 30 menit untuk silverfish. Dengan melihat waktu kematian hama perpustakaan maka ditentukan bahwa waktu efektif untuk fumigasi ruang koleksi adalah 4 hari pada suhu 25 C dan kelembaban (rh) 75 %.
Penelitian Terhadap 6 Buah Kajian di Bidang Layanan Koleksi Umum Perpustakaan Nasional Periode Tahun 2010-2013 Fathmi Fathmi
Media Pustakawan Vol 22, No 2 (2015): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i2.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah 6 buah kajian telah dilakukan di Bidang Layanan Koleksi Umum Perpustakaan Nasional RI periode tahun 2010-2013 telah mengidentifikasi permasalahan layanan perpustakaan dan informasi di Bidang Layanan Koleksi Umum; dan apakah rekomendasi yang disampaikan pada 6 buah kajian telah ditindaklanjuti. Penelitian terdiri atas 4 (empat) dimensi layanan, yaitu koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan, pustakawan, serta sarana dan prasarana perpustakaan. Objek dalam penelitian ini adalah data dokumen 6 buah hasil kajian di Bidang Layanan Koleksi Umum periode tahun 2010-2013. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknis analisis SWOT untuk memperoleh gambaran kajian yang telah dilakukan di Bidang Layanan Koleksi Umum periode tahun 2010-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perumusan masalah keenam kajian telah diarahkan untuk mengidentifikasi permasalahan layanan perpustakaan dan informasi secara lengkap, sesuai unsur-unsur layanan perpustakaan dan informasi, 2) Manfaat kajian dari keenam kajian belum diketahui realisasinya, keterkaitan antara tujuan dengan manfaat kajian tidak terlihat langsung, pernyataan manfaat kajian bersifat sangat umum dan kurang spesifik sesuai tujuan kajian; 3) Kesimpulan kajian telah menjawab pertanyaan kajian, namun terdapat 2 (dua) kajian yang kesimpulannya belum menjawab pertanyaan kajian secara benar dan tepat; 4) Saran kajian yang telah ditindaklanjuti sebanyak 17 saran, sedangkan 13 saran belum ditindaklanjuti; 5) Setiap dimensi layanan memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue