Media Pustakawan
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23, No 2 (2016): Juni"
:
9 Documents
clear
Proses Seleksi Koleksi Perpustakaan bagi Pengguna Disabilitas
Afdini Rihlatul Mahmudah;
Aris Riyadi
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7971.607 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.845
Tulisan ini membahas tentang proses seleksi koleksi perpustakaan bagi layanan pengguna disabilitas. Proses seleksi koleksi perpustakaan merupakan sebuah ilmu yang terfokus pada pemilihan item yang terdaftar agar karya dan informasi di dalamnya dapat disebarluaskan dan menjadi pengetahuan untuk masyarakat. Penyeleksian dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan koleksi berdasarkan subjek dan bentuk fisik materinya kemudian menentukan jumlah anggaran yang ada dan mengalokasikan dananya pada subjek atau kategori koleksi. Proses ini meliputi identifikasi, evaluasi, memutuskan pembelian dan persiapan pemesanan yang dilakukan oleh tim seleksi yang mengambil sumber informasi tentang item dengan menggunakan alat bantu seleksi. Terdapat empat konsep kontrak pengadaan yang dilakukan antara perpustakaan dengan vendor yang bekerjasama berupa standing order, blanked order, approval order, dan till forbidden. Karakter yang ada pada setiap perpustakaan dapat berbeda-beda menggunakan proses dan konsep seleksi bergantung pada jenis koleksi yang diprioritaskan oleh perpustakaan tersebut. Kebijakan seleksi mempengaruhi perpustakaan untuk menyediakan koleksi yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan penggunanya karena para pengguna disabilitas kesulitan mendapatkan informasi yang terdapat pada koleksi perpustakaan.
Pemanfaatan Facebook dalam Promosi UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala
Mutia Watul Wardah
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6328.346 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.850
Pandangan masyarakat terhadap perpustakaan dapat dipastikan berbeda antara satu sama lainnya. Ada perspektif masyarakat bahwa perpustakaan merupakan tempat penyimpanan buku saja, bahkan perpustakaan adalah gudang buku. Sebagian perspektif masyarakat bahwa perpustakaan bukan hanya sekedar buku saja. Seiring dengan kebutuhan pengguna perpustakaan, perkembangan zaman dan teknologi informasi menuntut pustakawan untuk dapat menjawab tantangan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan perpustakaan untuk mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat melalui media sosial facebook. Facebook dinilai sangatlah efektif dalam promosi perpustakaan. Salah satu perpustakaan yang memanfaatkan facebook dalam promosinya adalah UPT Perpustakaan Univesitas Syiah Kuala. Pemanfaatan facebook yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala adalah dengan mempromosikan akreditasi A yang diperoleh dengan memanfaatkan facebook sebagai bagian dari promosi perpustakaannya.
Pengamanan Koleksi Digital dengan Pendekatan Manajemen Risiko
Irhamni Ali
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4615.972 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.846
Teknologi menjadi bagian hidup manusia sehari-hari, kemajuannya menyebabkan terjadi ledakan informasi. Perpustakaan sebagai tempat pengelolaan informasi memperoleh dampak langsung dari perkembangan teknologi tersebut. Saat ini hampir sebagian besar perpustakaan menerapkan hybrid library atau perpustakaan campuran dimana sebagian koleksi dikemas dalam bentuk digital. Koleksi merupakan aset perpustakaan yang sangat berharga, karena itu penting dilakukan pengamanan terhadapnya, terutama pada era digital seperti sekarang ini yang mengakibatkan semakin beragamnya ancaman terhadap koleksi. Pendekatan manajemen risiko merupakan pendekatan untuk meminimalisasi risiko. Koleksi digital merupakan aset perpustakaan yang rentan terhadap risiko, pendekatan manajemen risiko akan memudahkan perpustakaan untuk mengidentifikasi risiko, mengevaluasi risiko untuk mengetahui konsekuensi, dan tindakan pilihan untuk meminimalisasi risiko serta tindakan prioritas dalam implementasi manajemen risiko dan pengembangan rencana manajemen risiko. Pada akhirnya semua elemen manajemen risiko yang telah disiapkan diharapkan tidak perlu dilaksanakan, karena tidak terjadi hal yang diinginkan dan risiko yang dihadapi tidak pernah terjadi.
Kondisi Rujukan Pustaka Karya Tulis Ilmiah Pada Jurnal Ilmiah Terakreditasi
Jelita Wilis
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4320.187 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.851
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah nasional, antara lain melalui akreditasi bagi majalah ilmiah yang ada di Indonesia. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan akreditasi semakin ketat. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah yang harus dipenuhi adalah penggunaan sumber pustaka acuan primer yang mutakhir dan relevan. Tulisan ini menelisik kondisi rujukan karya tulis hasil penelitian pertanian pada jurnal ilmiah sebelum dan setelah terakreditasi. Sebelum terakreditasi, rujukan pustaka karya tulis penelitian pertanian dari jurnal ilmiah primer 38%. Sumber acuan pustaka yang dirujuk 55% dari yang terbit dalam 10 tahun terakhir, batas tingkat kebaruan pustaka rujukan. Setelah terakreditasi, proporsi rujukan pustaka karya tulis penelitian pertanian relatif lebih baik, rata-rata 50,5% dari jurnal ilmiah primer dengan tingkat kebaruan rujukan 56%. Angka ini mengindikasikan belum satu pun jurnal ilmiah penelitian pertanian yang bernilai “baik” jika dikaitkan dengan persyaratan LIPI yang mengisyaratkan 80% rujukan pustaka karya tulis ilmiah harus berasal dari jurnal ilmiah primer. Upaya peningkatan mutu jurnal ilmiah di lingkup Badan Litbang Pertanian telah dilakukan, antara lain melalui sosialisasi aturan LIPI tentang persyaratan akreditasi jurnal ilmiah, workshop karya tulis ilmiah bagi peneliti dan redaksi, dan pertemuan para redaksi jurnal ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian dengan pokok bahasan peningkatan kualitas jurnal ilmiah penelitian dengan nara sumber dari berbagai institusi terkait, dari LIPI.
Film Animasi Sebagai Media Promosi Perpustakaan
Sutarsyah Sutarsyah
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4606.667 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.847
Di era digitalisasi sekarang ini, pemanfaatan teknologi digital menjadi tuntutan utama dalam layanan perpustakaan. Makalah ini memaparkan tentang promosi perpustakaan dengan memanfaatkan film animasi sebagai media layanan digital di perpustakaan yang lebih interaktif dan mudah dipahami. Tujuannya agar perpustakaan sebagai media layanan informasi dapat menarik lebih banyak pengguna. Pembahasan tentang dampak teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana promosi di perpustakaan dan deskripsi beberapa produk film multimedia yang dihasilkan perpustakaan dengan content yang berbeda, hal ini terkait dengan fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi dan sumber pengetahuan. Diharapkan dengan pembuatan film multimedia ini fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi menjadi tempat yang menyenangkan untuk mendapatkan dan berbagi informasi, sehingga dapat mengajak lebih banyak pemustaka berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan.
Upaya Memberdayakan Kliping Koran untuk Memenuhi Kebutuhan Informasi Pengguna
Muthia Nurhayati
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4560.732 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.852
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana memberdayakan kliping koran sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap beberapa hasil penelitian yang sudah ada mengenai kliping koran. Hasil penelitian menunjukkan langkah-langkah untuk memberdayakan kliping koran adalah dengan mengorganisasi pengelolaannya dengan baik yakni dengan adanya indeksasi agar mudah ditelusur, adanya preservasi, promosi, dan membuat layanan kliping koran secara elektronik. Kesimpulannya, kegiatan kliping koran memiliki manfaat jangka panjang berkaitan dengan adanya informasi yang terkandung di dalamnya, sehingga kegiatan ini harus terus dibina keberadaannya di perpustakaan sebagaimana halnya di perpustakaan bidang zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI.
Persepsi Pemustaka Terhadap E-Resources Perpustakaan Nasional
Leonardo Lodewyck Keyveent;
Rosini Rosini
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.848
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap e-resources Perpustakaan Nasional RI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling insidental. Instrumen pengumpulan datanya adalah kuesioner yang sebelumnya telah melalui uji reliabilitas dan validitas variabel dengan alpha Cronbach. Dari hasil penelitian dapat terungkap bahwa pemustaka yang menggunakan e-resources Perpustakaan Nasional RI mempunyai persepsi bahwa e-resources Perpustakaan Nasional RI sudah “Ideal” dalam segi fasilitas, tampilan, serta dari segi jenis, jumlah, subyek, dan kelengkapan data base. Hal ini terlihat dari jawaban responden dengan 7 variabel terbanyak berada pada kategori ideal. Namun demikian dalam hal jumlah dan subyek bidang ilmu tertentu dari hasil penelitian menyarankan untuk ditingkatkan dengan melanggan Wiley, Elsevier, Science Direct, Spinger, dan Enkripsi Data.
Telaah Artikel Jurnal Online ScienceDirect Bidang Ilmu Kebumian Zona Indonesia
Himawanto Himawanto
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.853
Ilmu kebumian memiliki posisi strategis bagi kemajuan pembangunan ekonomi nasional sehingga tidak heran kegiatan ekspansinya terlihat intensif di Indonesia. Penyebaran informasi pada ScienceDirect menjadi indikasi keseriusan penulis dalam mengungkapkan peran zona lokal yang telah berkontribusi bagi pengetahuan kebumian bertaraf internasional. Guna mengetahui kapasitas artikel ilmiah, formasi kepengarangan, dan sponsor karya tulis saintifik digunakan evaluasi bibliometrik. Selama satu dasawarsa (2006-2015) berhasil diciptakan 274 artikel yang mengulas topik kebumian wilayah nasional. Menurut 26 negara produktif dalam penulisan artikel, Indonesia sukses meraih posisi teratas dengan prestasi 18.61%. Area nasional terlihat rumit sehingga dibutuhkan empat penulis lebih agar karya ilmiah kebumian bisa terpublikasi ke dalam 62 jurnal bergengsi. Hingga berdampak juga terhadap tingkat kooperasi yang mendekati kesempurnaan yaitu 94.89%. Bahkan kooperasi ilmiah mengenai tajuk kebumian Indonesia telah menggiatkan interaksi bilateral dan multilateral. Sebanyak 170 institusi bertindak sebagai produsen artikel ilmiah dan delegasi Indonesia mencapai 17.65%. Institut Teknologi Bandung tercatat sebagai institusi dalam negeri produktif dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi. Walau tidak mudah, area domestik yang menjadi sasaran peliputan dapat bermanfaat untuk melonjakkan kapabilitas Indonesia pada jurnal internasional.
Telaah Sosial Kontemporer Masyarakat Informasi: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi
Arif Nurochman
Media Pustakawan Vol 23, No 2 (2016): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37014/medpus.v23i2.849
Perpustakaan dalam perkembangannya selalu diidentikkan dengan perkembangan pola penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat. Library is growing organism menjadi gambaran nyata bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai lembaga an sich yang di dalamnya terdapat sekumpulan buku yang tertata rapi di rak dengan sistem baku yang dilayankan kepada pemustaka. Perpustakaan telah berkembang mengikuti pola peradaban masyarakat yang menyangkut aspek sosial dan pengetahuan. Perpustakaan dan pusat informasi pengetahuan merupakan komponen yang serasi untuk menggambarkan kemajuan peradaban dimulai dari bagaimana akses informasi dan distribusi informasi yang disebarkan oleh perpustakaan.