cover
Contact Name
Purwanto
Contact Email
psda@unika.ac.id
Phone
+6224-8441555
Journal Mail Official
psda@unika.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur 50234 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JoDA Journal of Digital Architecture
ISSN : -     EISSN : 27986896     DOI : 10.24167/joda.v1i1.3698
Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk mengembangkan keilmuan dalam riset arsuitektur digital yang saat ini mulai berkembang dengan pesat. SCOPE JoDA “Journal of Digital Architecture” mencakup kajian: 1. Desain Arsitektur Digital 2, Kajian Pemukiman dan Perkotaan dengan Software Komputer dan pendekatan pemikiran digital 3. Struktur dan Konstruksi dalam perkembangan teknologi robot dan Software digital 4. Kajian pengembangan Bahan Bangunan dengan pendataan dan analisis software digital 5. Kajian Metode, Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur yang dikemas dalam software komputer atau melibatkan software komputer dalam analisisnya Artikel yang disajikan belum pernah diterbitkan di dalam jurnal manapun, dan diharapkan dapat menjembatani pemikiran–pemikiran yang terkait dengan Arsitektur Digital.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: September 2024" : 8 Documents clear
PERBANDINGAN TEKNOLOGI VISUALISASI MANUAL DAN DIGITAL DALAM PENDIDIKAN DESAIN ARSITEKTUR B, Meliana,; N.A., Aulis,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12773

Abstract

Dalam pendidikan desain arsitektur, visualisasi merupakan alat penting untuk mengkomunikasikan ide dan konsep desain. Seiring dengan kemajuan teknologi, metode visualisasi tradisional dan digital telah menjadi bagian dari proses belajar-mengajar di bidang ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua teknologi visualisasi, yaitu manual (sketsa tangan dan maket fisik) dan digital (model 3D, rendering, dan perangkat lunak desain). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan eksperimen yang melibatkan mahasiswa arsitektur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknologi dalam konteks pendidikan desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi manual lebih mendalam dalam mengembangkan pemahaman dasar tentang ruang dan proporsi, sementara teknologi digital memungkinkan efisiensi dalam pembuatan model yang kompleks dan presisi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi, dengan transisi ke teknologi digital yang menjadi keharusan dalam pendidikan desain arsitektur.
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents] Purwanto, L.M.F
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12778

Abstract

Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
INTEGRASI SISTEM ARSITEKTUR DIGITAL DALAM DESAIN RUMAH SMART HOUSING BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) M, Ismail,; W.S., Anita,; A.B., Kresna,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12772

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang arsitektur semakin mendukung terciptanya rumah cerdas yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi tersebut adalah integrasi sistem arsitektur digital dalam desain rumah smart housing berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan teknologi digital dan IoT dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keamanan penghuni rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan simulasi desain arsitektur digital dengan integrasi IoT pada rumah smart housing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem arsitektur digital yang terintegrasi dengan IoT mampu memaksimalkan pengelolaan energi, meningkatkan pengawasan keamanan, serta mempermudah kontrol perangkat rumah melalui aplikasi berbasis smartphone. Dengan demikian, penerapan arsitektur digital dalam desain smart housing berpotensi menjadi solusi inovatif dalam memenuhi kebutuhan hunian masa depan yang lebih cerdas dan terintegrasi
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM ARSITEKTUR: PERPADUAN INOVASI TEKNOLOGI DAN KREATIVITAS DESAIN Purwanto, L.M.F
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12779

Abstract

Transformasi digital terus mendorong revolusi di berbagai industri, termasuk arsitektur. Teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), pemodelan 3D, dan kecerdasan buatan (AI) telah membawa pendekatan baru dalam desain dan konstruksi bangunan. Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas cakrawala kreativitas dalam menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dan inovatif.Penggunaan BIM menjadi salah satu transformasi digital paling signifikan di sektor arsitektur. Teknologi ini mengintegrasikan data desain dengan informasi teknis, memungkinkan analisis yang lebih rinci dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, BIM mengurangi risiko kesalahan dalam konstruksi dengan menyimulasikan berbagai skenario sebelum tahap implementasi dimulai. Studi yang dilakukan oleh Bowie Christoforetti menunjukkan bahwa BIM dapat membantu mengatasi tantangan efisiensi di industri konstruksi, khususnya dalam pengelolaan proyek-proyek skala besar [1].Selain BIM, pemodelan generatif berbasis AI juga memperkenalkan cara baru dalam mengeksplorasi desain. Dengan menggunakan algoritme pembelajaran mesin, arsitek dapat menciptakan berbagai opsi desain berdasarkan parameter tertentu seperti efisiensi energi atau struktur geometris. Teknologi ini memungkinkan proses desain yang lebih cepat dan lebih adaptif terhadap kebutuhan klien[2].Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) juga memberikan pengalaman yang lebih imersif dalam proses desain. Klien kini dapat "mengunjungi" ruang yang belum dibangun, memberikan wawasan yang lebih baik mengenai skala, tata letak, dan estetika desain. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini memperkaya pengalaman pembelajaran mahasiswa arsitektur, memungkinkan mereka untuk memahami kompleksitas struktur dalam lingkungan virtual sebelum terjun ke proyek nyata [3].Di sisi lain, transformasi digital juga membawa dampak pada pelestarian warisan budaya arsitektur. Dengan pemodelan 3D, bangunan bersejarah dapat direkonstruksi secara digital, memberikan peluang untuk mempelajari elemen-elemen desain dari masa lalu tanpa risiko kerusakan pada struktur aslinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya membantu melestarikan nilai budaya tetapi juga mendukung pengembangan desain modern yang diinspirasi oleh elemen-elemen tradisional [4].Namun, adopsi teknologi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan investasi besar untuk perangkat keras dan perangkat lunak canggih serta pelatihan bagi tenaga kerja. Di samping itu, kurangnya standar yang seragam dalam penerapan teknologi digital sering kali menjadi penghalang dalam skala global. Meski demikian, peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini jauh lebih besar, terutama dalam menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan di tengah tantangan urbanisasi global [2].Transformasi digital juga membuka jalan bagi arsitektur regeneratif, di mana bangunan dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan manusia tetapi juga memperbaiki ekosistem di sekitarnya. Dengan pendekatan seperti ini, arsitektur dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan kota-kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh di masa depan [5].Dengan terus berkembangnya teknologi, peran arsitektur di era digital menjadi semakin krusial dalam menciptakan ruang yang adaptif, fungsional, dan estetik. Meskipun tantangan masih ada, inovasi yang dihadirkan oleh transformasi digital menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi industri arsitektur dan perencanaan kota.
PEMBIBIT DIGITAL UNTUK MERANCANG KOTA A., Novida,; D., Ahmad,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12774

Abstract

Pembibit digital untuk merancang kota merujuk pada penerapan teknologi digital untuk menciptakan desain kota yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif. Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam merancang kota modern, yang melibatkan peningkatan populasi urban, kebutuhan akan infrastruktur yang lebih cerdas, dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam proses perancangan kota, dengan fokus pada penggunaan data besar, kecerdasan buatan, dan simulasi digital untuk merancang solusi yang lebih responsif dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis literatur, studi kasus penerapan teknologi dalam perancangan kota, serta pemodelan dan simulasi berbasis digital untuk mengoptimalkan perencanaan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital, seperti pemodelan informasi bangunan (BIM), Internet of Things (IoT), dan simulasi kota berbasis data dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam perancangan kota, serta memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih tepat. Hal ini membuka peluang bagi kota-kota masa depan yang lebih cerdas, hemat energi, dan ramah lingkungan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM DESAIN DAN ALAT SERTA TEKNOLOGI MODERN Wardhani, A., Wardhani, A.
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12776

Abstract

Pembibit digital untuk merancang kota merujuk pada penerapan teknologi digital untuk Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia desain. Penggunaan alat dan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM), perangkat lunak desain berbasis data, serta teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) telah meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan dalam perancangan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana transformasi digital memengaruhi proses desain, serta dampak penerapan teknologi modern terhadap hasil desain yang lebih adaptif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait implementasi teknologi digital dalam desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memungkinkan desainer untuk menciptakan desain yang lebih terintegrasi, responsif terhadap kebutuhan pengguna, dan ramah lingkungan. Alat-alat seperti BIM membantu kolaborasi antar disiplin ilmu, sementara teknologi AR dan VR memberikan pengalaman imersif yang meningkatkan pemahaman klien terhadap desain. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan material, yang penting dalam upaya menciptakan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya adopsi teknologi digital dalam desain untuk menciptakan ruang yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
ARSITEKTUR DIGITAL DAN PERANCANGAN RUANG ARSITEKTUR F., Nixie,; A., Adiguna,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12775

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi berbagai bidang, termasuk arsitektur. Penggunaan perangkat lunak desain yang canggih memungkinkan para arsitek untuk menciptakan bentuk-bentuk bangunan yang kompleks dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh arsitektur digital terhadap proses perancangan ruang arsitektur. Melalui studi literatur dan analisis kasus, penelitian ini mengidentifikasi berbagai aspek yang dipengaruhi oleh arsitektur digital, seperti efisiensi desain, visualisasi, kolaborasi, dan eksplorasi bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur digital telah mengubah paradigma perancangan arsitektur secara signifikan. Teknologi ini memungkinkan arsitek untuk menghasilkan desain yang lebih akurat, realistis, dan inovatif dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, arsitektur digital juga memfasilitasi kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam proses perancangan. Namun, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam penerapan arsitektur digital, seperti kebutuhan akan keterampilan digital yang tinggi dan potensi kehilangan sentuhan manusia dalam proses desain.
PENDEKATAN DIGITAL DALAM PENELITIAN SEJARAH ARSITEKTUR: TEKNOLOGI PEMODELAN DAN REKONSTRUKSI 3D PADA BANGUNAN KOLONIAL DI SEMARANG J, Sarwito,; B, Kesia,; C, Vania,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12771

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan teknologi digital, khususnya pemodelan dan rekonstruksi 3D, dalam studi sejarah arsitektur bangunan kolonial di Semarang. Bangunan-bangunan ini mewakili warisan budaya yang penting namun mengalami penurunan kondisi akibat usia dan kurangnya perawatan. Pendekatan digital menawarkan solusi inovatif untuk mendokumentasikan dan melestarikan arsitektur bersejarah secara virtual, memungkinkan akses yang lebih luas dan pengembangan penelitian di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas teknologi pemodelan 3D dalam memvisualisasikan detail arsitektur kolonial yang rumit dan memberikan gambaran yang akurat dari struktur asli. Melalui metode pemindaian laser dan fotogrametri, data visual diolah menjadi model 3D yang dapat diakses untuk keperluan studi lebih lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa pemodelan 3D memungkinkan rekonstruksi virtual yang rinci dan interaktif, memfasilitasi pemahaman mendalam tentang struktur bangunan kolonial serta menawarkan potensi pelestarian digital yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8