cover
Contact Name
Sitti Rahmah
Contact Email
gesture@unimed.ac.id
Phone
+628126554635
Journal Mail Official
gesture@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar, Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture: Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : https://doi.org/10.24114/senitari.v11i1
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di Pendidikan Tari FBS Unimed.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014): April 2014" : 9 Documents clear
TARI LIKOK PULO ACEH DI SANGGAR TARI RANGKANG ENDATU (KAJIAN TERHADAP KONSEP KOREOGRAFI) LUCY OKTO PRITA
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.385 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1438

Abstract

The theory used is the theory of dance, choreography theory of history and theory of this certainly will be closely linked with the object of such existing research on Likok Pulo Aceh dance in dance studio Rangkang Endatu. The population in this research is that there a few artists in dance studio Rangkang Endatu Taman Budaya located in Banda Aceh, Aceh Besar district. In conducting this research, the writer uses descriptive qualitative method and the locations in this study is in Rangkang Endatu dance studio located in Taman Budaya Aceh Banda Aceh Besar on the road Teuku Umar Taman Budaya Complex Setui Banda Aceh. Likok Pulo dance display concept that the original is in the dance studio Rangkang Endatu not much different, only there is a difference in the lyric and dance move Likok Pulo. Dance studio Rangkang Endatu make symbols of Islam as a theme in creating Likok Pulo dance in the dance studio. The concept of Likok Pulo dance existing dance studio Rangkang Endatu can be seen in terms of the composition of dance that has the concept of movements performed by dancers with unison, alternating, and sequential. Musical accompaniment in Likok Pulo dance in dance studio Rangkang Endatu useful as a regulator of the emotions of each of the dancers as well as play a role in regulating the tempo. The form of clothing on Likok Pulo dance same as the form of clothing in other Acehnese dance, which is a long shirt and trousers hand. Clothing Likok Pulo dance in dance studio Rangkang Endatu more creativity in colors and shapes that adorn the needlepoint cloth, by not eliminating the original concept in accordance with the teachings of Islam, which is recommended to cover the aurat. Keywords: Concept Choreography, Dance Likok Pulo
TARI PODANG DI DESA NAGUR KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI KAJIAN: ETIKA DAN ESTETIKA NIKITA TA NURA
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.429 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari podang dan mengetahui Etika dan Estetika pada tari Podang di desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai..   Dalam menganalisis data-data yang terkumpul, digunakan teori Etika dan Estetika serta pengertian bentuk dan penyajian.   Lokasi  penelitian  berada  di  desa  Nagur  Kecamatan  Tanjung  Beringin  Kabupaten Serdang Bedagai. Waktu penelitian dimulai pada bulan Juli – Agustus tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah Seniman Tradisi yang berada di Kabupaten Serdang Bedagai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, study pustaka, dokumentasi,  berupa  video  dan  foto.  Teknik  analisis  data  menggunakan  analisis deskriftif dan kualitatif.   Hasil penelitian ini adalah Etika tari Podang berdasarkan teori Deontologi, bahwa tari Podang menggambarkan nilai moral yang mencerminkan rasa hormat kepada orang lain, kemauan menggambarkan sikap yang tumbuh dari dalam hati, sedangkan konsekuensi menggambarkan hasil dari pada nilai moral dan kemauan yang sudah dicapai.  sedangkan  tari  Podang  berdasarkan  Teleologi  yaitu  tujuan  yang menggambarkan tingkatan level yang dapat membedakan antara yang tua dan yang muda. Serta tujan yang diharapkan berupa sifat kerendahan hati seseorang dalam menghormati orang lain. Estetika tari Podang secara Intrinsik yaitu menggambarkan keikhlasan para penari dalam menyambut para tamu. Sedangkan secara Ekstrinsik menggambarkan kesigapan seorang laki-laki dalam menyambut para tamu yang hadir dalam suatu acara.       Kata Kunci : Tari Podang, Etika dan Estetika.
BENTUK TARI BEKHU DIHEPADA MASYARAKAT ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA DESI PELITA WATI
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.281 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1433

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk tari Bekhu Dihe diantaranya tema, gerak, iringan musik dan busana yang digunakan dalam tari Bekhu Dihe pada Masyarakat Alas Kabupaten Aceh Tenggara.   Landasan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori yang berhubungan dengan topik pembahasan. Adapun teori yang digunakan adalah teori bentuk dengan kerangka konseptual sebagai penjabaran masalah yang terdapat di dalamnya.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran, uraian, keterangan, tentang suatu keadaan yang sedang terjadi berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan beberapa nara sumber untuk mendapatkan data yang valid. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah tokoh seni mana tau penari dan masyarakat yang mengetahui tentang tari Bekhu Dihe.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Bekhu Dihe merupakan tari kreasi daerah yang berasal dari kabupaten Aceh Tenggara.Tarian ini diciptakan oleh seniman Alas yang bernama Alm. Uan Serakat pada tahun 1987. Secara tematis tari Bekhu Dihe diangkat dari kisah legenda cinta segitiga antara Bekhu Dihe, sipihir, dan Bekhu Dinam. Namun koreografer tidak menuangkan kisah percintaan mereka melainkan menggambarkan tentang bagaimana sosok Bekhu Dihe. Bekhu Dihe merupakan anak dari seorang raja yang memiliki paras yang cantik, dan kepribadian yang baik. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita dengan gerakan yang lemah lembut yang mencerminkan kemolekan dan keceriaan yang dimiliki oleh Bekhu Dihe. Busana yang dipakai oleh penari adalah busana adat Alas umumnya yaitu baju mesikhat dengan paduan celana panjang dan uis atau kain songket khas Alas. Adapun alat musik  yang digunakan sebagai pengiring tari adalah canangtilu dan bansi. Tidak ada pola lantai yang khusus didalamnya, pola lantai tergantung pada kebutuhan yang diinginkan dalam suatu pertunjukan. Kata Kunci :Tari Bekhu Dihe, Masyarakat Alas, Bentuk Tari  
BENTUK TARI LANDOK ALUN PADA MASYARAKAT SUKU ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA IRA DHIRMA FARADHISTA
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.596 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1437

Abstract

Landok Alun dance is a traditional dance of ethnic Alas people who come from Telengat Pagan village. The existence of this dance has been threatened because of the coming culture which put the existence of this dance away slowly. This research is aimed to explain about The Form Of Landok Alun Dance In Alas Ethnic Community Southeast Aceh District. To discuss about the aim of the research, it was used the theories related to the topic of the research, such as form theory which discuss about: theme, moves of dance, floor pattern, escort, makeup, wardrobe, property and stage. Technique of collecting data was done by observation, study of literature, interviem and documentation. Data analysis in the research used qualitative descriptive. The location of the research was in Telengat Pagan village Semadam Subdistrict Southeast Aceh District. The theme of Landok Alun dance is happiness of the farmers who get new farms with good condition. Landok Alun dance is defined  as a smooth or slow dance, not only the moves space of the  dance which move not a far from one position to another. Landok Alun dance was a dance which have  no variety of floor pattern, the only floor pattern which wad formed in this dance was symmetric pattern. Escort music instrument of Landok Alun dance was richocet of rhyme which was rebounded like humming and the other escort music instrument was a music instrument which was made by holed bamboo. Makeup dancers was just natural makeup. Landok Alun dance used the peculiar clothes of Alas called Mesikhatclothes and head band called Bulang Buluh. The stage of Lnadok Alun dance is in open yard with cultivated area background. Keywords:Form, Landok Alun, Alas Ethnic
STRUKTUR TARI DULANG PADA MASYARAKAT MELAYU DI KECAMATAN STABAT, KABUPATEN LANGKAT DEA HALIM
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.668 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1432

Abstract

THE STRUCTURE OF THE MALAY SOCIETY PAN DANCE IN DISTRICT OF LANGKAT REGENCY STABAT Other dance was one of the traditional Malay tribes dance movement is the combination of motion of silat. This study aims to shed light on the existing structure at a smaller dance. To address the above research purposes, use the theories related to research topics, such as the notion of sejarahasal origin, structure and understanding. Data analysis in this study uses qualitative data collection techniques, deskritif done with observation, interviews, literature studies, and documentation. Time study conducted to discuss Pan dance for 3 months, i.e. from 4 June 2014 until end of August 2014. The location of the research is the coastal village of Gemi, district of Langkat Regency Stabat. Based on the research that has been done, no one knowing when, where, and who created the dance of Pan. The dance is named after Pan because it uses a smaller property. Pan is a usually-lipped talam compatriots on the edges and footed. Pan is a welcoming dance dance as well as a tribute to the who held an event and serve as dance entertainment. In motion dance Pan, the majority of the movement is derived from the gerakjurus silat. Pan just dance performed by a group of male dancers and odd. The dance has a structure and a smaller structure in which can be explained through the description of the range of motion within a smaller dance. Pan remains dance performed in. Keywords: Dance, Dance Structur
FUNGSI TARI DALAM UPACARA ADAT NGELETARKEN PADA MASYARAKAT KARO FRANSISKA C BANGUN
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.651 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1436

Abstract

Abstract The purpose of this study is to discuss about the traditional ceremonies to dispose of pesky ngeletarken a widower, the function of dance and music in traditional ceremonies to dispose of pesky ngeletarken a widower at the Karo people. To discuss this study uses the theories related to topics such as the theory of functions, ceremonial sense, and understanding ngeletarken. When the study was conducted for 2 months ie July to September 2014 was conducted at the research location Pernantin villages, districts Juhar, Karo. The method used to discuss the function of dance in ceremonial ngeletarken in Karo society is a qualitative descriptive method, the population in this study as well sample the peoples in Pernantin,  artists, and cultural figures who know about the function of dance in ceremonial ngeletarken the Karo people. Data collection techniques include library research, observation, interviews, and documentation. Based on the research conducted, it can be described that essentially ceremonial ngeletarken based on the destination and time of traditional ceremonies ngeletarken implementation can be divided into two, namely: to get rid of pesky a widower who had several times a widower since his partner died and implemented during traditional ceremonies nurun- declining (when a partner dies), and to get rid of pesky couple who do not have children or have children just women or men executed during the ceremony nurun-nurun (when the family realized ceremonial cawer metua). Ngeletarken traditional ceremony was held after the core event or after paying the customs debt. Dance and music are supporting elements that must exist. The actors in traditional ceremonies is a person that will ngeletarken diletarken, kalimbubu, child Beru, sukut, musicians, and the audience who attended the ceremonial nurun-nurun. Ngeletarken traditional ceremony will be held in the ceremonial nurun-nurun, while the sequence of the event are: (bronze, sirang-sirang, custom drums, delivering a message, ngeletarken, custom drum continued, dropping bodies, and cover). The essence of traditional ceremonies ngeletarken is trance. Instruments used in traditional ceremonies is a drum telu ngeletarken sendalanen five sada perarih consisting of sarune, singindungi drum, drum singanaki, gung, and penganak. The drum (music accompaniment) is a ceremonial drum simalungen ngeletarken mass is, drum ins, drum Lawes, and drum procession Arak-araki. Keywords: dance and ceremonial functions ngeletarken
MAKNA TORTOR SIBUNGA JAMBU DALAM ACARA GONDANG NAPOSO PADA MASYARAKAT BATAK TOBA AFRI ANTY
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.355 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa makna yang terkandung di dalam Tortor Sibunga Jambu serta sejarah terciptanya Tortor tersebut pada masyarakat Batak Toba.   Landasan teoritis dalam penelitian ini berpijak pada dua teori yang dikaji, yaitu teori sejarah dan teori makna dengan kerangka konseptual  sebagai penjabaran masalah yang terdapat di dalamnya.   Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi lapangan, dengan mengambil video, dokumentasi, dan melakukan wawancara dengan narasumber, serta melengkapi data-data lewat penelitian di daerah Kabupaten Samosir dengan menjadikan seniman dan tokoh adat setempat sebagai populasi dalam penelitiannya.   Hasil penelitian berdasarkan data-data yang telah terkumpul dapat diketahui bahwa Tortor Sibunga Jambu memiliki makna sebagai simbol yang menandakan kedewasaan diri pada seorang anak perempuan dalam sebuah keluarga dan menjadi tanda bagi para orang tua bahwa putri-putri mereka telah layak untuk mendapatkan pendamping hidup.Lewat penelitian ini juga dapat diketahui bahwa sejarah terciptanya Tortor Sibunga Jambu adalah pada saat acara Gondang Naposo dilaksanakan.Pada acara inilah Tortor Sibunga Jambu diciptakan.Dalam acara Gondang Naposo, kita dapat menemukan Tortor Sibunga Jambu sebagai bagian yang terdapat dalam jenis Gondang Pitta-pitta atau disebut juga Gondang Permintaan. Awalnya Tortor Sibunga Jambu ini hanya di tarikan oleh kaum perempuan saja, namun seiring dengan perkembangan zaman, kini Tortor ini sudah dapat ditarikan secara muda-mudi atau berpasangan dengan tetap bertujuan sebagai media perkenalan antara muda-mudi agar bisa saling mengenal satu sama lainnya.     Kata Kunci :Tortor Sibunga Jambu, Sejarah dan Makna Tortor  
BENTUK PENYAJIAN TARI GATOT KOCO SEKAR PADA MASYARAKAT JAWA MEDAN HELVETIA FATMA ZUL AIKA
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.444 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1435

Abstract

ABSTRACT In addition to the existing ethnicities in North Sumatera, namely Malay, Batak Toba, Sibolga, Mandailing, Dairi, Simalungun, Karo and Nias.Including ethnic Javanese migrants who have been around a long time in North Sumatera. When the Dutch colonial era, including the island that has the densest communities in Indonesia. Because numerous and densely populated, the Dutch colonial dissemination / transmigration population to minimize the number of people on the island of Java to some islands that are considered population is still small. The rational for keeping the exixting plantations in the spread of the population.Then one of the islan of Java, namely the distribution of the population on the island of Sumatera.
BENTUK TARI BALANSE MADAMPADA MASYARAKAT NIAS DI KELURAHAN MATA AIR KECAMATAN PADANGSELATAN KOTA PADANG SUMATERA BARAT ELVI SYAH BANI
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.61 KB) | DOI: 10.24114/senitari.v3i1.1434

Abstract

Tari BalanseMadam merupakan tari yang berasal dari etnis Nias yang ada di Keluraha Mata Air Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bentuk tari Balanse Madam pada masyarakat Nias yang ada di Kelurahan Mata Air.   Untuk membahas tujuan penelitian yang diatas, digunakan teori-teori pengertian tari, pengertian Balanse Madam, teori bentuk tari dan teori fungsitari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif.   Waktu penelitian yang dilakukan untuk membahas tari balanse madam selama kurang lebih 2 bulan yaitu dari awal Juli 2014 sampai awal bulan September 2014. Tempat lokasi penelitiandi Kelurahan Mata Air Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sumatera Barat. Masyarakat Nias yang ada di Kelurahan Mata Air Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sumatera Barat, penari Balanse Madam dan tari Balanse Madam merupakan populasi.   Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tari Balanse Madam merupakan tarian yang berasal dari masyarakat Nias yang ada di Padang dan diiringi oleh musik Gamad, tari balanse madam merupakan tari hiburan sosial untuk menghibur masyarakat di sekitar, bahkan ditampilkan pada acara kesenian di Kota Padang. Bentuk tari Balanse ditarikan secara berpasangan, yang merupakan salah satu bentuk tarian pergaulan/hiburan, penarinya harus dipilih oleh janang. Setiap gerak harus mengikuti perintah komander.Ragam gerak tari Balanse Madam terdiri dari oplas kare giram-giram inku ingkua kumpulima, balanse Madam, ampang plash oplaskare, sain aadida madam, timar harti eipingkat balance agus saina aglis,oplaskare inggir land ongkir, alvanka inkua disobulne, rumdikate, turdibal indikalo virlavun, sitra  vase  vinkalo, intuimar. Fungsi tari Balanse Madam ini sebagai sosial, stimulan, komunikasi.     Kata kunci :Tari Balanse Madam, Bentuk Tari dan Fungsi Tari

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol 11, No 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 10, No 2 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 10, No 1 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 2 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 1 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 2 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 1 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue