cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017)" : 15 Documents clear
HUBUNGAN SKOR SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR UJIAN TAHAP II Eko Sari Ajiningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.509 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.69

Abstract

Pendidikan Tenaga Kesehatan (Diknakes) bertujuan menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional yang memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri, mampu mengembangkan diri dan beretika. Berdasarkan pengamatan kasar dari hasil ujian akhir semester dari masing-masing semester yang mendapat rangking 3 besar bukan yang mendapat rangking tinggi dalam seleksi sipenmaru, begitu pula sebaliknya saat sipenmaru mendapatkan rangking rendah belum tentu prestasi belajar juga rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Skor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Ujian Tahap II.  Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan desain penelitian cross seksional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V tahun akademik 2015/2016, sebanyak 39 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah data dari BAAK dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian ini diketahui hampir separuh dari responden mempunyai skor sipenmaru yang tinggi, yaitu sebanyak 43,6%, sebagian besar dari responden mempunyai motivasi belajar yang tinggi, yaitu sebanyak 71,8 % dan hampir seluruh responden mempunyai tingkat prestasi belajar ujian tahap II baik, yaitu sebanyak 97,4%. kontribusi secara bersama antara variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 48,6%.  Hasil penelitian dapat disimpulkan secara bersama-sama skor sipenmaru dan motivasi belajar memiliki hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar ujian tahap II. Kata Kunci : Skor seleksi penerimaan mahasiswa baru, motivasi belajar, prestasi belajar ujian tahap II 
PENGARUH DAUN TREMBILUNGAN (Begonia hirtella Link) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Febri Nur Ngazizah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.982 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.186

Abstract

Hampir semua tanaman mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Salah satu tanaman berkhasiat adalah daun Begonia hirtella yang termasuk suku Begoniaceae dengan ciri tanaman daun asimetris, pada batang terdapat rambut dengan tinggi tanaman sekitar 1 m dan berumur pendek (Don et al., 2000; Ningsih dan Warsidi, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol daun B. hirtella terhadap bakteri S. aureus dan mengetahui ekstrak yang mempunyai penghambatan yang paling baik terhadap bakteri S. aureus Ekstrak adalah sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupa hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan (Badan POM, 2005).  Ekstraksi dapat dilakukan dengan metode maserasi. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi antaralain n-heksan, etil asetat dan etanol. Heksana Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL),  dengan perlakuan uji daya hambat menggunakan ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol konsentrasi 1000 ppm terhadap S. aureus, dengan 4 kali ulangan, diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus (Supranto, 2000). Hasil uji aktivitas antibakteri pada bakteri S.aureus, diameter zona hambat kontrol positif ekstrak n-heksana sebesar (11.3 mm), ekstrak etil asetat (14.3 mm) dan ektrak etanol (12.3 mm). Masing-masing ekstrak mempunyai zona hambat yang berbeda-beda dipengaruhi oleh sifat pelarut dan zat terlarutnya, yang dapat mempengaruhi aktivitas terhadap bakteri uji. Kata Kunci : Simplisia, S. aureus, Zona Hambat 
HUBUNGAN POLA MAKAN KARBOHIDRAT, PROTEIN , LEMAK, DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.225 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.66

Abstract

Lanjut usia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupanseorang manusia. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratifyang mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh dunia. Kejadian DM di Indonesiamengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun2013. DM pada lansia di Indonesia merupakan masalah yang penting untuk dilakukantindakan pencegahan dan pengendalian DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisisfaktor hubungan pola makan karbohidrat, lemak, protein nabati, protein hewanidengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia. Jenis penelitian ini adalahkuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossiveberdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masihmampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisismenggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariatmenggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer.Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makankarbohidrat sering (>3x/hari) (58,2%), pola makan lemak sering (>3x/hari) (55,8%),pola makan protein hewani jarang (<3x/hari) (53,9%), pola makan protein nabatijarang (<3x/hari) (61,8%), umur lanjur (52,1%), dan jenis kelamin perempuan(67,3%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna pola makanlemak dan umur dengan status diabetes mellitus. Pola makan karbohidrat menjadivariabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.250).Artinya pola makan karbohidrat sering >3x/hari memiliki peluang risiko terkena DMsebanyak 2 kali lebih tinggi dibandingkan pola makan karbohidrat yang jarang<3x/hari. Sehingga lansia diharapkan agar dapat meningkatkan kesadaran terhadapkesehatan dirinya dengan cara melakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap bulan,mengubah pola hidup yang kurang sehat menjadi pola hidup yang sehat, sepertimengatur pola makan yang seimbang dengan mengurangi konsumsi karbohidrat,lemak serta meningkatkan makanan yang banyak mengandung serat seperti: sayur -sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Untuk penderita DM yangbaru terdiagnosis perlu secara rutin berkonsultasi pada ahli gizi agar program dietdapat terlaksana dengan baik, melakukan olahraga ringan, mengikuti promosikesehatan mengenai diabetes mellitus yang diberikan oleh tenaga kesehatan, berobatrutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa diabetes mellitus guna mengurangi risikoterkena diabetes mellitus.Kata Kunci : Pola makan, aktivitas fisik, stres, lansia 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN DISIPLIN KERJA DI PUSKESMAS AJANG KABUPATEN SUKAMARA Rahaju Ningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.005 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.74

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Karakteristik individu merupakan bagaian dari faktor demografi yang dapat mempengaruhi perilaku individu, termasuk perilaku disiplin dalam bekerja yang terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja, dan status perkawinan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara karakteristik individu dengan tingkat disiplin kerja di Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan status pernikahan terhadap tingkat disiplin kerja karyawan (p>0.05). Saran dari peneliti adalah disiplin karyawan di Puskesmas tetap dipertahankan walaupun dengan jarak tempat tinggal karyawan ke Puskesmas yang tidak dekat, tetapi dengan menjaga berangkat tetap lebih awal sehingga tidak melanggar disiplin. Kata Kunci : Karakteristik Individu, Disiplin Kerja
METODE SIMULASI DAN LATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI PARTOGRAF PADA MAHASISWA KEBIDANAN Isnina Isnina
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.012 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.67

Abstract

Partograf  pada saat pertolongan persalinan oleh bidan merupakan hal yang sangat penting. Namun dalam praktiknya masih banyak bidan yang tidak mengetahui penggunaan partograf untuk memantau kemajuan persalinan serta tidak mampu menafsirkan temuan partograf sehingga sering kali terlambat mengenali tanda- tanda penyulit pada persalinan dan mengakibatkan kematian pada ibu. Oleh karena itu, calon tenaga kesehatan terutama mahasiswa institusi pendidikan kesehatan perlu dipersiapkan sedini mungkin untuk menguasai dan mengaplikasikan interpretasi partograf. Hal ini diperlukan mengubah model pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada guru saja akan tetapi pembelajaran pada siswa seperti simulasi dan latihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode simulasi dan latihan dengan metode konvensional terhadap kemampuan interpretasi partograf pada mahasiswa kebidanan. Desain penelitian Quasi Experimental dengan rancangan Pre-Postest With Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Kebidanan Semester III STIKes Insan Cendekia Medika Jombang sejumlah 50 orang. Data dianalisis dengan Uji Statistik Mann Whitney dan Uji Independent Sample Test,Chi-Square. Hasil Penelitian ini menujukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara simulasi dan latihan dengan metode konvensional terhadap peningkatan kemampuan interpretasi partograf mahasiswa kebidanan dengan nilai p= <0,05; RR sebesar 2,60 (IK 95%=1,09-6,20) menjelaskan metode yang diberikan simulasi dan latihan berpeluang 2,60 kali memiliki kemampuan baik interpretasi partograf dibandingan metode konvensional. Kata Kunci : Simulasi dan Latihan, Kemampuan, Interpretasi Partograf

Page 2 of 2 | Total Record : 15