cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020)" : 15 Documents clear
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Resky Apriulendari.A. Hamid; Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Rukmini Syahleman
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.634 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.245

Abstract

Latar belakang : Diabetes merupakan penyakit dimana kondisi kadar gula di dalam darah melebihi nilai normal. Perubahan jadwal tidur membuat kualitas tidur tidak optimal. Semakin tinggi melakukan aktivitas semakin rendah kadar gula darah.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan BunMetode Penelitian : Kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi, desain cross sectional. Sampel 101 orang, teknik purposive sampling, uji analisis korelasi pearson product moment.Hasil dan Analisis: Jenis kelamin perempuan 59 orang, usia 50-59 tahun 42 orang, pekerjaan swasta 48 orang, pendidikan SD 50 orang, kualitas tidur buruk 98 orang, aktivitas fisik ringan 50 orang, kadar gula darah tinggi 71 orang. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar gula darah nilai p value = 0,027, terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah nilai p value = 0,049.Kesimpulan : Sebagian besar jenis kelamin perempuan, hampir separuh responden usia 50-59 tahun, hampir separuh responden pekerjaan swasta, hampir separuh responden pendidikan SD, hampir semuanya kualitas tidur buruk, hampir setengahnya aktivitas fisik ringan, sebagian besar responden kadar gula darah tinggi. Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kata Kunci : Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRA MENOPAUSE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI KONSELING INFORMASI EDUKASI (KIE) TENTANG MENOPAUSE Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.178 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.236

Abstract

Menopause merupakan hal yang fisiologis dialami oleh setiap wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur. Masa ini akan mengalami keluhan baik fisik maupun psikologis yang berpengaruh terhadap kecemasan seseorang. Kecemasan adalah respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua orang. Kecemasan tersebut dapat teratasi jika ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang menopause, sehingga ibu perlu mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan tentang menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan ibu pra menopause sebelum dan sesudah diberi KIE tentang menopause.Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design dengan teknik one group pre-test post-test, populasi penelitian sebanyak 201 orang dan sampel sebanyak 20 ibu pra menopause usia 41-50 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan data analisis menggunakan uji paried T- test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pemberian KIE tentang menopause terhadap tingkat kecemasan ibu pra menopause pada pre-test tingkat kecemasan ringan sebanyak 40,0%, cemas sedang 55,0%, dan cemas berat 5,0% dan mengalami penurunan pada saat post-test dengan tingkat kecemasan ringan 60,0%, sedang 35,0%, dan berat tidak ada kecemasan 0% dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Dan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan KIE tentang menopause rata-rata skor kecemasan ibu sebesar 16,40, kemudian berkurang menjadi 13,15 setelah diberikan KIE tentang menopause.Saran bagi masyarakat terutama wanita pra menopause diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang menopause sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan dan lebih siap lagi dalam menghadapi menopause. Kata kunci      : Kecemasan, Ibu Pra Menopause, KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) 
POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDII FOLIUM) SEBAGAI BAHAN ALTERATIF TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTERI DI SMK BHAKTI NUSANTARA Angela Ditauli Lubis
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.844 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.241

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama dinegara berkembang. Angka kejadian anemia pada remaja puteri sebesar 57,1%. Penatalaksanaan anemia yang dilakukan dengan pemberian tablet Fe, tetapi tablet Fe memiliki efek samping yaitu susah BAB dan rasa mual sehingga menyebabkan kepatuhan konsumsi obat berkurang. Salah satu alternatif pencegahan anemia adalah dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji yang dapat menurunkan efek samping rasa mual dan mengandung antioksidan baik bagi tubuh dan kadar profil darah.Tujuan Penelitian :  Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja puteri.Metode Penelitian : Jenis metode penelitian ini yang digunakan adalah True Eksperiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan post test control group design.  Dengan jumlah sampel 30 remaja puteri terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan Fe 60 mg dan kelompok intervensi yang diberikan Fe 60 mg dan ekstrak daun jambu biji 500 mg. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Independent T-TestHasil Penelitian : : Setelah diberikan intervensi  dengan mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji selama 14 hari terdapat perbedaan nilai Hemoglobin setelah diberikan perlakuan pada kedua kelompok. Rerata mean Hemoglobin kelompok perlakuan > Kelompok kontrol (11.47 ng/dl > 11.11 ng/dl),Simpulan : Ekstrak daun jambu biji berpengaruh terhadap peningkatan kadar HemoglobinSaran. Ekstrak daun jambu biji dapat dijadikan alternatif terapi peningkatan HemoglobinKata Kunci    : Ekstrak daun jambu biji, Hemoglobin
UJI ANTIBAKTERI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia(L) Merr) SECARA INFUSA TERHADAP BAKTERI Eschericia coli Indah Herlisya Ramadhani; Febri Nur Ngazizah; Nur Aini Hidayah Khasanah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.512 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.246

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk antibakteri adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.), merupakan tanaman herbal Kalimantan yang memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, alkaloid, glikosida, fenolik, kuinon, steroid, dan tannin. Senyawa tersebut memiliki kemampuan menghambat dan mematikan aktivitas bakteri. Salah satunya adalah bakteri Escherichia coli. E. coli biasanya hidup di usus manusia dan hewan. Uji antibakteri E. palmifolia dilakukan secara infusa menggunakan pelarut air. Metode ini dilakukan dengan cara menyari simplisia pada suhu 90°C selama 15 menit. Selanjutnya membuat variasi konsentrasi infusa 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%. Pengujian dengan zona hambat infusa E. palmifolia terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram, adanya zona hambat ditandai dengan daerah bening di sekitar cakram. Hasil penelitian menunjukan infusa E. palmifolia mempunyai aktivitas menghambat bakteri E. coli dengan diameter zona hambat masing- masing konsentrasi 100%= 0,94 mm, 50% = 0,9 mm, 25% = 0,82 mm, 12,5% = 0,8 mm dan 6,25%= 0,3 mm. Konsentarasi 100% memiliki diameter zona hambat tertinggi dibandingkan dengan konsentasi lainnya. Hal ini menandakan bahwa aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% pada infusa simplisia E. palmifolia lebih tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli meskipun perbandingan nilai nya tidak jauh berbeda dengan konsentrasi lainnya.Kata Kunci : E. palmifolia, E. coli, Zona Hambat
PELATIHAN KADER KESEHATAN PADA REMAJA DI SMAN 1 SUKAMARA KALIMANTAN TENGAH Jenny Oktarina
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.431 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.237

Abstract

Remaja merupakan suatu tahap perkembangan dari masa anak-anak menuju masa dewasa akan terjadi perubahan fase kehidupan dalam fisik, fisiologis. Seseorang akan dikatakan sebagai remaja diawali pada usia 11-12 tahun dan berakhir pada usia 18 – 21 tahun. Usia remaja menurut WHO adalah 10-19 tahun (WHO, 2012). Di Indonesia menurut BKKBN batasan usia remaja 10-24 tahun (Situmorang, 2003) batasan usia remaja adalah umur 10-19 tahun dan belum kawin (Depkes, 2010). Menurut Dinas Kesehatan RI, tahap perkembangan pada remaja dibagi atas 3 tahapan yakni : remaja awal (10-14 tahun), remaja tengah (15-16 tahun) dan remaja akhir (17-19 tahun). Masa remaja ditandai dengan perubahan - perubahan fisik, yang berdampak terhadap perubahan psikologis. Tanda tanda perubahan fisik pada masa remaja terjadi dalam konteks pubertas yakni kematangan organ organ seks dan kemampuan reproduktif yang bertumbuh dengan cepat yang disebut dengan “growth spurt”.Sasaran dari Pengabdian Masyarakat ini adalah siswa-siswi di SMAN 1 Sukamara. Mengumpuikan peserta pelatihan dan diberi penjelasan tujuan dari pelatihan yang dilaksanakan. Menyampaikan materi tentang KKR. Membuat forum diskusi dan tanya jawab serta sharing pengalaman yang pernah dilakukan tetang KKR. Mengevaluasi materi yang telah diberikan pada saat pelatihan. Peiaksanaan Kegiatan Pelatihan KKR di SMAN 1 Sukamara tahun 2018 diikuti oleh 20 orang peserta. Kegiatan pelatihan untuk para kader kesehatan remaja dirasakan bermanfaat bagi para siswa-siswi untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang KKR dalam lingkup sekolah dan masyarakat. Dari hasil evaluasi setelah pelatihan berlangsung yang dilakukan secara lisan mayoritas 70% mengatakan senang dan mengharapkan kalau ada pelatihan lagi. Kegiatan pelatihan dikatakan berhasil bisa dilihat hasil evaluasi secara keseluruhan baik dari jumlah peserta bisa mencapai 20 orang peserta yang hadir, dan hasil evaluasi terahkir dari tanya jawab ternyata 70% bisa memahami materi yang disampaikan. Kegiatan Pelatihan KKR di SMAN 1 Sukamara Tahun 2018 dimulai dengan pembukaan dan registrasi dilanjutkan dengan pemberian materi tentang KKR dalam sekolah, dan dilanjutkan dengan demonstrasi kegiatan KKR dalam sekolah. Kata kunci      : Remaja, Kader, Kesehatan

Page 2 of 2 | Total Record : 15