cover
Contact Name
Risdayanti
Contact Email
risdayantirangga@gmail.com
Phone
+62811583160
Journal Mail Official
risetinossa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dahlia N0.81 Komplek Balaikota Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Inossa : Media Hasil Riset Pemerintahan, Ekonomi dan Sumber Daya Alam
ISSN : 26853280     EISSN : 26853299     DOI : 10.54902
Jurnal Riset Inossa (JRI) diterbikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda. JRI terbitĀ  pada bulan Juni dan Desember dengan EISSN 2685-3299 dan ISSN 2685-3280 Silakan baca panduan dengan seksama. Setiap naskah yang dikirim ke kantor editorial Jurnal Riset Inossa harus mengikuti pedoman penulisan. Jika naskah tidak memenuhi panduan penulis atau ditulis dalam format yang berbeda, maka naskah akan DIKEMBALIKAN. Hanya naskah yang memenuhi format jurnal yang akan diproses lebih lanjut. Naskah dapat dikirimkan melalui ojs atau melalui email : risetinossa@gmail.com
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2019): Desember" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI DAN POLA PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA SAMARINDA Bramantyo Adi Nugroho
Jurnal Riset Inossa Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.153 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pelaku usaha Ekonomi Kreatif berdasarkan kualifikasi 16 subsektor di Kota Samarinda dan mengetahui pola pengembanganekonomi kreatif yang ada di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan survei diketahui jumlah pelaku ekonomikreatif di Kota Samarinda sebanyak 527 pelaku usaha dengan kriteria tertentu. Seuai dengan hasil identifikasi dan inventarisasi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Samarinda maka pola pengembangan ekonomi kreatif di Kota Samarinda mengarah ke tiga subsektor yaitu subsektor kuliner, subsektor fesyen dan subsektor kriya.
KAJIAN SEKTOR EKONOMI BASIS KOTA SAMARINDA (STUDY OF BASIS ECONOMY IN SAMARINDA) Danna Solihin; Titin Ruliana
Jurnal Riset Inossa Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.802 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi basis di Kota Samarinda. Di era otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab, sehingga diharapkan masing-masing daerah dapat lebih maju, mandiri, sejahtera dan kompetitif di dalam pelaksanaan pemerintahan maupun pembangunan daerahnya masing-masing. Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur tentu memiliki keunggulan komparatif. Akan tetapi, kontribusi terbesar PDRB Kota Samarinda saat ini masih diduduki oleh sektor primer diantaranya ialah sektor pertambangan, sebagaimana diketahui, sektor pertambangan merupakan sektor ekonomi yang berbasis sumber daya tidak terbarukan, yang dapat diartikan bahwa, semakin banyak sumber tersebut dieksploitasi maka lambat laun akansemakin menipis dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memperolehnya kembali. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan analisis terhadap sector basis terutama sektor yang berbasis sumber daya terbarukan. Data penelitian yang digunakan ialah data terkait Produk Domestik Regional kota Samarinda dan Produk Domestik Regional Bruto Kalimantan Timur sebagai data pembanding periode 2014-2018. Alat analisis yang digunakan ialah analisis location quetiont dan analisis shift share. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan merupakan sektor basis utama di kota Samarinda sedangkan sektor ekonomi yang cenderung kompetitif dan memiliki daya saing tinggi ialah sektor jasa perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi kota Samarinda telah mengalami perubahan struktur dari sektor pertanian dan penggalian menjadi sektor industri perdagangan dan jasa serta hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sektor ekonomi kota Samarinda telah berbasis sumber daya terbarukan.
STRATEGI RANTAI PASOK PADA UMKM YANG MELAKUKAN PROSES PRODUKSI BERDASARKAN PESANAN DAN REGULER DI SAMARINDA Rina Masithoh Haryadi; Catur Kumala Dewi
Jurnal Riset Inossa Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.211 KB)

Abstract

Perdagangan kecil dan menengah akan tergeser dari persaingan AFTA dan Free Trade jika tidakmenerapkan rantai pasok yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuibentuk rantai pasok dari UMKM yang ada di Samarinda. Bentuk rantai pasok yang efektif akanmemberikan peningkatan dalam strategi kompetitif UMKM. Strategi rantai pasok yang benar akanmemberikan keunggulan UMKM dalam hal harga, kualitas, produk standar, waktu pengiriman danlayanan konsumen.Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifyaitu dengan tahap pengumpulan dan pencatatan data, reduksi data, penyajian data, pengolahandan penarikan kesimpulan. Hal ini di lakukan untuk menggambarkan keadaan obyek yang di telitiberdasarkan fakta yang ada di lapangan, sehingga di dapat data yang akurat dan sistematis. Datadi peroleh dengan observasi, penyebaran kuisioner dan Forum Group Discussion untukmemantapkan jawaban dari responden. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh UMKM yangada di 10 Kecamatan yang ada di Samarinda. Pengambilan sampel dengan metode purposivesampling dimana setiap kecamatan diambil 25 pelaku UMKM. Penelitian ini menghasilkan bahwasaluran distribusi yang pendek (dari produsen langsung ke konsumen akhir lebih banyak digunakanoleh para pelaku UMKM di Samarinda baik yang berproduksi secara reguler ataupun produksi jikaada pesanan. Strategi rantai pasok yang pendek dipilih oleh para pelaku UMKM karenamemberikan masa singkat dalam menunggu bahan baku serta memangkas biaya produksi
KAJIAN POTENSI DESTINASI KAWASAN WISATA BARU : UPAYA PENGEMBANGAN WADUK BENANGA SEBAGAI POTENSI DESTINASI KAWASAN WISATA M. Fauzan Noor; Hatta Musthafa Adham Putra; Said Keliwar; I Wayan Lanang Nala
Jurnal Riset Inossa Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.424 KB)

Abstract

Waduk Benanga Lempake (WBL) merupakan salah satu daya tarik wisata yang berada di KawasanPengembangan Pariwisata I (KPP) dari empat KPP yang terdapat dalam dokumen perencanaanpembangunan pariwisata (RIPPAR) di Kota Samarinda. WBL selain berfungsi sebagai pengendalibanjir dan sebagai penyedia kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian, WBL juga telah menjadi salah satudestinasi wisata baru di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan kajianilmiah sebagai acuan pengembangan tentang potensi destinasi kawasan wisata baru di KecamatanSamarinda Utara. Metode penelitian ini adalah dengan survei yang didukung wawancara mendalam(indepth interview) dengan pemangku kepentingan yang sangat mengetahui kondisi objek kajian,diskusi kelompok (focus group discussion) dilakukan dengan masyarakat lokal yang berada di sekitarlokasi kajian, serta pengamatan lapangan (observasi). Selain itu, studi kepustakaan digunakan sebagai sumber data sekunder untuk mendukung hasil kajian ini. Dari hasil Kajian yang dilakukan bahwa WBLmemiliki potensi daya tarik wisata berupa wisata edukasi dibidang pertanian, perikanan dan peternakan(agrowisata) serta memiliki keindahan alam dan iklim yang masih sejuk, serta juga berpotensi menjadidaya tarik wisata budaya. Kondisi aksesibilitas masih belum memadai, terutama akses jalan dantransportasi umum yang belum tersedia. WBL masih perlu melengkapi dan menyediakan prasaranaumum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Berdasarkanpermasalahan tersebut diperlukan upaya program pemberdayaan masyarakat di bidang pariwisatadengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan perlunya penataan paket wisataberupa wisata edukasi dan wisata alam. Selain itu pula masih perlu dilakukan kajian riset lanjutan untukmengetahui potensi perputaran ekonomi dan menganalisis dampak lingkungan (AMDAL) serta kualitasair beserta permasalahan lain yang terkait dengan kondisi fisik dan sempadan waduk. PengembanganWaduk Lempake menjadi objek wisata baru dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan AsliDaerah (PAD) Kota Samarinda.
STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DI KOTA SAMARINDA Mayahayati Kusumaningrum; Fani Heru Wismono; Hambali Isran; Ratnaningsih Ratnaningsih
Jurnal Riset Inossa Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.007 KB)

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas, menyebabkan peranan PendidikanNonformal (PNF) menjadi pertimbangan. PNF tidak hanya mendukung program penuntasan wajibbelajar, akan tetapi juga memberantas buta aksara, perluasan pendidikan anak usia dini, sertapeningkatan keterampilan dan kecakapan untuk selanjutnya mampu meningkatkan kesejahteraanhidup warga belajarnya. Kondisi SDM pencari kerja di Samarinda saat ini merupakan lulusan SMA,dan sebagian besar pekerja terserap di sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan hotelserta sektor angkutan, pergudangan, dan komunikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mencarilangkah strategis dan juga alternatif yang mendorong pendidikan nonformal agar sesuai dengankebutuhan dunia usaha di Kota Samarinda Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penggalian data dilapangan dilakukan secara indepth interview serta FGD ke dinas dan lembaga terkait. Daripenggalian data lapangan dan studi kepustakaan terlihat bahwa kondisi pendidikan nonformal saatini dilihat dari aspek kebijakan sudah dilakukan urusannya berdasarkan amanah peraturanperundangan yang memayunginya, namun sektor pendidikan nonformal belum menjadi prioritasdaerah untuk digarap. Saat ini pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha di Kota Samarinda belum terlalu banyak jenisnya dibanding dengan yang ada di daerah lain.Pengetahuan dan keterampilan berbasis online system (e-commerce) belum digarap dengan baikoleh pemerintah daerah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5