cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 28072308     EISSN : 28071816     DOI : https://doi.org/10.51878/edukids.v2i1
Core Subject : Education,
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Early Childhood Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BCCT (BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME) DI TK ISLAM AL-AZHAR BSD LENY LENY
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.848 KB) | DOI: 10.51878/edukids.v2i1.992

Abstract

This study aims to describe how the implementation of the BCCT (Beyond Centers and Circle Time) learning model that has been implemented in Group A Kindergarten Islamic Kindergarten Al Azhar BSD, which is located at Jalan Puspita Loka Sector 3.2 BSD, Kelurahan Lengkong Gudang, Serpong District, South Tangerang. -Banten. Using qualitative descriptive research methods. This study uses data and documentation to support the validity of the research results. The observed components consist of; the philosophy of implementing the BCCT/central learning model in Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD, strategies for implementing the BCCT/centra learning model in Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD, media and infrastructure in implementing the BCCT/centra learning model in Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD, the role of teachers in implementing the BCCT/central learning model at Isam Al-Azhar Kindergarten BSD, policies for implementing the BCCT/centra learning model at Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD, and evaluating the BCCT/centra learning model at Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD. Based on the data obtained from CW1 to CW8, CD1 to CD8 and CO1 to CO 14, it is known that the reason for the application of the learning center model carried out at the Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD is because this model is considered very good for building students' knowledge so that children can develop better. . The implementation of center activities adopts the BCCT model developed by Dr. Helen Parkhurst, where center classes are arranged in a special room for each type of center. However, in the selection and naming of centers carried out at Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD, it was adjusted to school policy so that it opened eight centers including: Imtaq Center, Beam Center, OTM Center, Preparation Center, Role Playing Center, Arts and Creativity Center, English and Language Center. The Science Center, is slightly different from the implementation of the center in the BCCT main model, namely carrying out seven centers including the Preparation Center, Beam Center, Large Role Playing Center, Small Role Playing Center, Natural Materials Center, Art Center and Imtaq Center. So from the results of the study it was found that Al-Azhar Islamic Kindergarten BSD has implemented the BCCT/Sentra learning model, but it is still semi-central because there are slight differences with the Dalton system designed by Dr, Helen Parkurst, United States which in its implementation is still influenced by factors school policy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi model pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time) yang telah dilaksanakan pada Kelompok A Taman Kanak-kanak TK Islam Al Azhar BSD, yang beralamat di jalan Puspita Loka Sektor 3.2 BSD, Kelurahan Lengkong Gudang Kecamatan Serpong Tangerang Selatan-Banten. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data dan dokumentasi dalam mendukung keabsahan hasil penelitiannya. Komponen yang diamati terdiri dari; filosofi implementasi model pembelajaran BCCT/sentra di TK Islam Al-Azhar BSD, strategi implementasi model pembelajaran BCCT/sentra di TK Islam Al-Azhar BSD, media sarana dan prasarana dalam implementasi model pembelajaran BCCT/sentra di TK Islam Al-Azhar BSD, peran guru dalam implementasi model pembelajaran BCCT/sentra di TK Isam Al-Azhar BSD, kebijakan implementasi model pembelajaran BCCT/sentra di TK Islam Al-Azhar BSD, dan evaluasi model pembelajaran BCCT/ sentra di TK Islam Al-Azhar BSD. Berdasarkan data yang didapat dari CW1 s.d CW8, CD1 s.d CD8 dan CO1 s.d CO 14, diketahui alasan penerapan model pembelajaran sentra yang dilaksanakan di TK Islam Al-Azhar BSD dikarenakan model ini dirasa sangat baik untuk membangun pengetahuan anak didik sehingga anak dapat berkembang lebih baik. Pelaksanaan kegiatan sentra mengadopsi model BCCT yang dikembangkan oleh Dr. Helen Parkhurst, di mana kelas sentra disusun dalam ruangan khusus untuk setiap jenis sentranya. Namun dalam pemilihan dan penamaan sentra yang dilaksanakan di TK Islam Al-Azhar BSD disesuaikan dengan kebijakan sekolah sehingga membuka delapan sentra diantaranya: Sentra Imtaq, Sentra Balok, Sentra OTM, Sentra Persiapan, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni dan Kreativitas, Sentra bahasa Inggris dan Sentra Sains, sedikit berbeda dengan pelaksanaan sentra pada model induk BCCT yaitu melaksanakan tujuh sentra diantaranya Sentra Persiapan, Sentra Balok, Sentra Main Peran Besar, Sentra Main Peran Kecil, Sentra Bahan Alam, Sentra Seni dan Sentra Imtaq. Sehingga dari hasil penelitian didapatkan bahwa TK Islam Al-Azhar BSD telah mengimplementasikan model pembelajaran BCCT/ Sentra, akan tetapi masih bersifat semi sentra karena terlihat adanya sedikit perbedaan dengan sistem Dalton yang dirancang oleh Dr, Helen Parkurst Amerika Serikat yang dalam pelaksanaanya masih dipengaruhi oleh faktor kebijakan sekolah.
SCIENCE PROJECT SEBAGAI STRATEGI STIMULASI KEMAMPUAN BICARA PADA SPEECH DELAY ANAK USIA DINI VENTY INDAH PUSPITASARI
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.16 KB) | DOI: 10.51878/edukids.v2i1.993

Abstract

In essence, speaking is one aspect of a child's development that starts from birth. By talking, children can communicate about their condition. Children are said to be late in speaking, if at the age their ability to produce sound and communicate is below the average for their age. The most obvious impact of speech delays in children is that children will have difficulty communicating with their environment, and those around them will find it difficult to understand children. Based on this, this research aims to identify and design strategies for interesting play and learning activities for children in the form of providing Science Project activities as a strategy to stimulate speech skills in early childhood who have speech delays. The research method used is descriptive qualitative research method with SSR (Single Subject Research) technique. The analysis focuses on the spoken language of children who experience speech delays and developments that occur when speech stimulation is carried out using interesting activities, namely science projects. Researchers used parents and children as informants. Data collection techniques were carried out through interviews, observation and documentation. The study was conducted on a child with the initials S, aged 5 years who had a speech delay, it turned out that the provision of Science Project activities could stimulate his speech ability. The results of the stimulation can be seen from the activity of S during the science learning process. Child S talks a lot although still in imperfect language. Consistency and patience in repeating words and correcting children's speech errors are needed in this case. Exciting activities such as science projects make children feel happy in communicating, especially speaking to convey what they see in their observations and what they feel. ABSTRAKPada hakikatnya, aspek berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan seorang anak yang dimulai sejak lahir. Dengan berbicara anak dapat mengkomunikasikan tentang keadaan dirinya. Anak dikatakan terlambat berbicara, jika pada usia kemampuan produksi suara dan berkomunikasi di bawah rata-rata anak seusianya. Dampak yang paling nyata dengan adanya keterlambatan bicara pada anak adalah anak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, dan orang sekitarnya akan sulit memahami anak. Berdasarkan hal tesebut, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi kegiatan bermain dan belajar yang menarik untuk anak berupa pemberian kegiatan Science Project sebagai strategi untuk menstimulasi kemampuan bicara pada anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan dengan teknik SSR (Single Subject Research). Analisis difokuskan pada bahasa lisan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) dan perkembangan yang terjadi saat dilakukan stimulasi bicara dengan menggunakan kegiatan yang menarik yaitu science project. Peneliti menggunakan orangtua dan anak sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada anak berinisial S, usia 5 tahun yang mengalami keterlambatan bicara, ternyata dengan pemberian kegiatan Science Project dapat menstimulasi kemampuan bicaranya. Hasil stimulasi dapat dilihat dari keaktifan S selama proses pembelajaran sains. Anak S banyak berbicara meskipun masih dengan bahasa yang belum sempurna. Konsisten dan kesabaran dalam mengulang kata-kata serta memperbaiki kesalahan ucap anak sangat diperlukan dalam hal ini. Kegiatan yang seru seperti science project membuat anak merasa senang dalam berkomunikasi khususnya bicara untuk menyampaikan apa yang dilihatnya dalam pengamatannya dan apa yang dirasakannya.
PENGARUH APLIKASI DAPODIK TERHADAP MOTIVASI KINERJA PENDIDIK PAUD DAN KEBIJAKAN PADA PAUD DI KABUPATEN NGANJUK DEDY TJAHJONO
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.316 KB) | DOI: 10.51878/edukids.v2i1.1059

Abstract

The Dapodik application is a computer application carried out by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia so that schools or educational units can report basic education data directly to online services via the internet network without the need to be limited by distance and time problems. One of the related data is PAUD educators/teachers who are required to be professional, responsible for planning, implementing and assessing learning outcomes, as well as providing guidance, care and protection for students/students. This should be the motivation for the highest performance in early childhood education with policy support at the organization or institution. The purpose of this study was to determine the effect of Dapodik application on early childhood educator performance motivation, Dapodik application effect on Early Childhood Education policy and the extent to which Dapodik application affects early childhood education performance motivation and early childhood policy in Nganjuk Regency. This research is a type of field research using a sampling method of 100 people. The method of data collection is done by using a questionnaire, where the variables are measured using a Likert scale. This research approach is quantitative by describing a problem using analysis in the form of numbers or numbers. Furthermore, data processing using SPSS version 2.5 software. While the use of multiple linear analysis to determine how much influence the independent variable has on the dependent variable and the use of simple linear regression s to measure the influence of the independent variable on the dependent variable and predict the dependent variable using the independent variable. The results showed that: (1) partially there was a significant positive relationship on the effect of the Dapodik Application variable on the Motivation for Early Childhood Educator Performance in Nganjuk Regency; (2) partially there is a significant positive relationship on the effect of the Dapodik Application variable on the Policy variable at PAUD in Nganjuk Regency; (3) Through the results of the data from the cross-tabulation test, there is an increase in the performance motivation of PAUD educators and policies in PAUD from the effect of dapodik applications in this study of 69.30% stating "agree" and 25.15% stating "strongly agree". ABSTRAKAplikasi Dapodik adalah aplikasi komputer yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sehingga sekolah atau satuan pendidikan dapat melaporkan data pokok pendidikan secara langsung ke pelayanan online melalui jaringan internet tanpa perlu dibatasi masalah jarak dan waktu. Salah satu data yang terkait adalah Pendidik / guru PAUD yang di tuntut professional, bertanggung jawab atas perencanaan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan bimbingan, pengasuhan dan perlindungan siswa/peserta didik. Hal ini harus menjadi motivasi kinerja tertinggi dalam pendidikan anak usia dini dengan dukungan kebijakan pada organisasi atau lembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi dapodik berpengaruh terhadap motivasi kinerja pendidik Paud, Aplikasi Dapodik berpengaruh terhadap kebijakan Paud dan sejauhmana Aplikasi Dapodik berpengaruh terhadap motivasi kinerja pendidikan Paud dan kebijakan Paud di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode sampling sejumlah 100 orang. Metode pengumulan data dilakukan dengan angket/ kuisioner, dimana variable diukur dengan skala likert. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menguraikan suatu masalah menggunakan analisis yang berupa angka atau bilangan. Selanjutnya pengolaan data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 2.5. Sedangkan penggunaan analisis linier berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variable independen terhadap variable dependen dan penggunaan s regresi linier sederhana untuk mengukur besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat serta memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara parsial terdapat hubungan positif yang signifikan pada pengaruh variabel Aplikasi Dapodik terhadap variabel Motivasi Kinerja Pendidik Paud di Kabupaten Nganjuk; (2) secara parsial terdapat hubungan positif yang signifikan pada pengaruh variabel Aplikasi Dapodik terhadap variabel Kebijakan pada PAUD di Kabupaten Nganjuk.; (3) Melalui hasil data dari uji tabulasi silang terdapat peningkatan motivasi kinerja pendidik PAUD dan kebijakan pada PAUD dari pengaruh aplikasi dapodik pada penelitian ini sebesar 69,30 % menyatakan “setuju” dan 25,15 % menyatakan “sangat setuju”.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SENI DALAM PEMBELAJARAN MELUKIS DENGAN TEKNIK USAP ABUR ANAK KELOMPOK B KUSMIATI KUSMIATI
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.524 KB) | DOI: 10.51878/edukids.v2i1.1060

Abstract

The research I did was motivated by the artistic ability of group B children who were still not well developed, of the 15 children who had developed only 5 children. This is a problem for the teacher. This problem needs to be solved immediately, the solution is through painting activities with the Blurry Wipe technique. The purpose of this study is to describe the application of painting and to describe the improvement in the development of art in group B children at the Kepanjenkidul I Kindergarten in Blitar City. The lack or low level of Children's Art in terms of painting with the Blurry Wipe technique in group B at the Kepanjenkidul I Kindergarten in Blitar City. This study used classroom action research which was carried out in 2 cycles, each cycle consisting of 2 meetings. Each cycle consists of planning, action, observation and reflection. The application of painting can improve the ability of art seen from the first cycle of the first meeting the teacher's activity got 61.5% and the children's activity was 53.8%, the child's cleanliness score was 33.3%, the child's accuracy value was 40.0%, the child's beauty value was 46.6 %, the value of children's creativity 53.3% was improved at meeting 2. Meeting 2 Teacher's activities obtained 69.2%, children's activities were 69.2%, children's hygiene scores were 40.0%, children's accuracy scores were 33.3%, children's beauty scores 33.3%, the value of children's creativity is 60.0% because it has not yet reached completeness, so it is corrected in the second cycle. The results of the second cycle of the first meeting of the teacher's activity obtained 79.9%. Children's activity was 69.2%, the value of children's cleanliness was 60.0%, the value of accuracy was 66.6%, the value of children's beauty was 73.3%, the value of children's creativity was 80.0%. Meeting 2 Teacher activity 100%, child activity 92.3%, child hygiene score 80.0%, accuracy value 86.6%, beauty value 93.3%, child creativity value 93.3%. ABSTRAKPenelitian yang saya lakukan ini dilatarbelakangi oleh kemampuan seni anak kelompok B masih belum berkembang secara baikdari 15 anak yang sudah berkembang hanya 5 anak saja. Hal ini merupakan masalah bagi guru.Permasalahan ini perlu segera ada pemecahanya,solosi pemecahanya yaitu melalui kegiatan Melukis dengan teknik Usap Abur. Tujuan Penelitian ini mendiskrisikan penerapan Melukis dan mendiskripsikan peningkatan perkembangan Seni pada anak kelompok B TK Negeri Kepanjenkidul I Kota Blitar. Minimnya atau rendahnya Seni Anak dalam hal melukis dengan tehnik Usap abur pada kelompok B di TK Negeri Kepanjenkidul I Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan,tindakan,observasi dan refleksi. Penerapan Melukis dapat meningkatkan kemampuan Seni terlihat dari pada siklus I pertemuan pertama Aktivitas Guru memperoleh 61,5% dan Aktivitas Anak 53,8%,nilai kebersihan anak 33,3%,nilai ketepatan anak 40,0%,nilai keindahan anak 46,6%,nilai kreativitas anak 53,3% diperbaiki pada pertemuan 2. Pertemuan 2 Aktivitas Guru memperoleh 69,2%,Aktivitas anak 69,2%,nilai kebersihan anak 40,0%, nilai ketepatan anak 33,3%,nilai keindahan anak 33,3%, nilai kreativitas anak 60,0% karena belum mencapai ketuntasan maka diperbaiki pada siklus II. Hasil siklus II pertemuan pertama Aktivitas guru memperoleh 79,9% Aktivitas anak 69,2%,nilai kebersihan anak 60,0%,nilai ketepatan anak 66,6%,nilai keindahan anak 73,3%,nilai kreativitas anak 80.0%. Pertemuan 2 Aktivitas guru 100%,Aktivitas anak 92,3%,nilai kebersihan anak 80,0%,nilai ketepatan 86,6%,nilai keindahan 93,3%,nilai kreativitas anak 93,3%.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI KONSTANTINUS DUA DHIU; YASINTA MARIA FONO
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v2i1.1328

Abstract

In the family of parents has a big role in influencing the social development of children. Every parent certainly has a different parenting, including: authoritative parenting, democratic parenting, and permissive parenting. Parenting style for children, will affect the social development and personality of children. A good parenting style will reduce the social development of good children. Parental parenting means the habits of parents, fathers and mothers in leading, caring for and guiding children. Nurturing in the sense of looking after by caring for and educating him. The quality and intensity of parenting parents vary in influencing attitudes and directing children's behavior. Therefore, this article will discuss issues related to parenting and emotional development of children, such as the definition of parenting, various parenting patterns, characteristics of parenting, factors that influence parenting parenting , understanding emotional development. Characteristics of children's emotional development, factors that influence children's emotional development, emotional social development strategies, and the impact of parenting on children's emotional development. The purpose of this article is to increase understanding of parenting parents on the emotional development of early childhood, so that it raises the desire to seek or improve the implementation of parenting parents for early emotional development of children for parents ABSTRAKDalam menyesuaikan diri dengan baik sesuai usia dan kematangannya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menuntut. Didalam keluarga orang tua memiliki peran besar dalam memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak. Setiap orang tua tentu mempunyai pola asuh yang berbeda, diantanyanya yaitu: Pola asuh otorite, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Pola asuh orang tua pada anak usia dini mencakup pemberian rangsangan fisik, mental, emosional, moral, maupun sosial yang akan mendorong tumbuh kembang anak secara optimal. Gaya pengasuhan terhadap anaknya, akan mempengaruhi pada perkembangan sosial dan kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak yang baik. Pola asuh orang tua berarti kebiasaan orang tua, ayah dan ibu dalam memimpin, mengasuh dan membimbing anak. Mengasuh dalam arti menjaga dengan cara merawat dan mendidiknya. Membimbing dengan cara membentu, melatih, dan sebagainya. Kualitas dan intensitas pola asuh orang tua bervariasi dalam mempengaruhi sikap dan mengarahkan perilaku anak. Karena itu, artikel ini akan membahas masalah yang berkaitan dengan pola asuh orang tua dan perkembangan emosional anak, seperti definisi pola asuh orang tua, macam-macam pola asuh orang tua, ciri-ciri pola asuh orang tua, faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua, pengertian perkembangan emosional. Karakteristik perkembangan emosional anak, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak, strategi pengembangan sosial emosional, dan dampak pola asuh terhadap perkembangan emosional anak. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosional anak usia dini, Sehingga menimbulkan keinginan untuk mencari atau meningkatkan implementasi pola asuh orang tua terhadap perkembanngan emosioal anak udia dini bagi orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5