cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2021)" : 15 Documents clear
PENGARUH MINAT SISWA ATAS MEDIA BELAJAR DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP SPEAKING SKILL SISWA SMAN 2 KOTA JAMBI PRISTO SIHOMBING
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.771 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i1.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat siswa atas media belajar dan penguasaan kosakata terhadap Speaking Skill bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Kota Jambi tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan analisis korelasi dan regresi, yaitu menghubungkan antara data yang menunjukkan tingkat minat siswa atas media belajar dan penguasaan kosakata dengan Speaking skill bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Kota Jambi tahun pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jumlah populasi 806 dengan responden dalam penelitian ini adalah 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dan soal tes dengan bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan minat siswa atas media belajar dan penguasaan kosakata secara bersama–sama terhadap Speaking skill bahasa Inggris siswa SMA Negeri 2 Kota Jambi tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Fh = 14,160. Secara bersama-sama minat atas media belajar dan penguasaan kosakata memberikan kontribusi sebesar 33,2 % terhadap variabel Speaking skill siswa. 2) terdapat pengaruh yang signifikan minat atas media belajar terhadap Speaking skill bahasa Inggris siswa SMA Negeri 2 Kota Jambi tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,013 < 0,05 dan th = 2,578. Variabel minat atas media belajar memberikan kontribusi sebesar 14,32 % dalam meningkatkan Speaking skill bahasa Inggris. 3) terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kosakata terhadap Speaking skill bahasa Inggris siswa SMA Negeri 2 Kota Jambi tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,003 < 0,05 dan th = 3,144. Variabel penguasaan kosakata memberikan kontribusi sebesar 18,90% dalam meningkatkan Speaking skill bahasa Inggris.
PENINGKATAN KEMAMPUAN IBU DALAM OPTIMALISASI PERKEMBANGAN BAYI MELALUI SENAM BAYI KOEKOEH HARDJITO; ERNA RAHMA YANI; SUWOYO SUWOYO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.224 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i1.540

Abstract

Orang tua selalu menginginkan bayinya mengalami perkembangan yang sesuai dengan usia. Salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah memberikan stimulasi yang tepat. Pemberian senam bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan ibu pada bayinya. Banyak ibu yang tidak memiliki kemampuan dalam memberikan stimulasi. Pengabdian ini bertujuan membantu ibu untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan senam bayi pada bayinya melalui kegiatan edukasi kepada ibu bayi. metode yang digunakan melalui pembelajaran klasikal, diskusi dan curah pendapat, demonstrasi, pemutaran video senam bayi dan observasi. Sasaran kegiatan adalah 15 ibu yang memiliki bayi direntang usia 6-12 bulan. Kegiatan dilaksanakan dalam 4 pertemuan, jarak antar pertemuan adalah 3 minggu. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengamati perubahan pengetahuan ibu tentang senam bayi dari pre test dan post test, mengobservasi kemampuan ibu dalam memberikan senam bayi, serta mengamati kemampuan motorik bayi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang senam bayi yang ditunjukkan perubahan rerata nilai pre test yaitu 44,44 menjadi 78,22 serta seluruh ibu mampu memberikan senam bayi sesuai usia bayinya dengan benar, seluruh bayi sudah memiliki kemampuan motorik sesuai usianya. Pengetahuan yang dimiliki ibu mendukung kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi pada bayi melalui senam bayi dan akhirnya berdampak pada perkembangan bayi yang optimal.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN TRIGONOMETRI MELALUI PROLINK SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TAJURHALANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 MOHAMAD TAOFIK
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.885 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i1.541

Abstract

Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran berbasis masalah problem based learning (PBL) dengan metode Inkuiri. Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS) pada model pembelajaran PBL dengan proses Inkuiri. Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas XI semester 1 di SMANegeri 1 Tajurhalang Kabupaten Bogor sebanyak 216 orang siswa yang terbagi dalam 6 kelas. setelah melaksanakan pembelajaran matematika peminatan di kelas XI dalam pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan sinus dan kosinus dengan model PBL, penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya yaitu Xmin1 = 20, Xmin2 = 43; Xmaks1 = 100, X Maks2 = 91; 1= 59,83, 2 = 74,75; Mo1 = 62, Mo2= 64; S1 = 21,442, S2= 11,726. Dengan nilai standar deviasi S2<S1 atau 11,726<21,442, menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dengan proses Inkuiri lebih baik dibandingkan sebelumnya. Praktik pembelajaran PBL yang berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model PBL pada pokok bahasan jumlah dan selisih sinus dan kosinus. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran PBL dengan proses inkuiri berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya. Penerapan model pembelajaran PBL dan proses inkuiri ini juga meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving). Setelah mengadakan penelitian ini didapat bahwa Permasalahan penjumlahan dan penguragan sinus dan kosinus yang melibatkan sudut 90o. ternyata siswa menemukan kesimpulan bahwa untuk sudut 90o permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan karena menghasilkan cos 90o yang bernilai nol.
BEST PRACTICE BLENDED LEARNING ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN PADA MASA COVID 19 LEVEL 3 DAN 2 MUFARROCHAH MUFARROCHAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.06 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i1.582

Abstract

Pemerintah telah menerbitkan SKB 4 menteri pada 6 September 2021 untuk mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Hal ini dikarenakan situasi penanganan pandemi semakin membaik. Dengan adanya kebijakan itu guru harus mengubah rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan secara daring diubah menjadi model tatap muka terbatas. Untuk masa transisi ini per jam tatap muka 30 menit sehingga dengan waktu yang relatif pendek itu guru dituntut untuk dapat menyelesaikan tujuan pembelajarannya. Dengan berdasar pada latar belakang di atas guru harus pandai memilih model pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan kondisi situasi terbaru. Blended learning merupakan salah satu alternatif model yang sesuai dengan kondisi saat ini. Blended learning merupakan model yang menggabungkan ciri-ciri terbaik dari pembelajaran di kelas (tatap muka) dan ciri-ciri terbaik pembelajaran online untuk meningkatkan pembelajaran mandiri secara aktif oleh peserta didik dan mengurangi jumlah waktu tatap muka di kelas. Blended learning merupakan solusi yang tepat dengan adanya perubahan jadwal pembelajaran tersebut. Pembelajaran daring yang sudah dipersiapkan masih bisa dipakai dalam pembelajaran tatap muka. Yakni hal-hal yang terbaik di pembelajaran daring digunakan untuk melengkapi pembelajaran tatap muka. Adapun perencanaan yang telah diterapkan dalam model blended learning ini yaitu Sinkronous langsung (live synchronous); suatu kondisi belajar terjadi pada waktu dan tempat bersamaan. Metode pembelajaran yang terjadi dalam konteks ini adalah ceramah dan diskusi kelompok. Tahap berikutnya Asinkronous Mandiri (Self-paced Asynchronous); suatu kondisi belajar secara mandiri, kapan saja, di mana saja sesuai dengan kondisi. Dalam konteks ini, belajar terjadi tanpa terikat dengan waktu dan tempat. Peserta didik difasilitasi dengan bahan ajar digital yang dikenal dengan istilah learning object dalam beragam format media baik yang berbasis teks, audio, video, animasi, simulasi, permainan atau pun kombinasi. Hasil pembelajaran model blended learning menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, hasil rata-rata test akhir teks cerita sejarah yaitu 82%
STUDI BANDING ANTARA PROSES MORFO FONEMIK BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA NURUL HIDAYATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.96 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i1.597

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu peserta didik untuk mengetahui dan memahami tentang : (1) Proses morfofonemik bahasa Inggris (2) proses morfofonemik bahasa Indonesia (3) perbedaan dan persamaan antara proses morfofonemik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan dan menafsirkan tentang masalah yang diamati oleh peneliti. Kualitatif berarti menganalisis data dengan menggunakan pemikiran logis secara cermat untuk mendapatkan kesimpulan yang benar. Untuk memperoleh data penulis menggunakan dua sampel yaitu cerpen bahasa Inggris The End of The Party karya Graham Green dan cerpen bahasa Indonesia Kepala Kampung karya Emha Ainun Najib. Penulis menggunakan dua instrumen dalam pengumpulan data, yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Penulis melibatkan mengidentifikasi, mendaftar dan mengklasifikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan antara proses morfofonemik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Berdasarkan dua sampel persamaan tersebut adalah asimilasi, penambahan dan eliminasi sedangkan aspek yang membedakannya lebih dari persamaannya yaitu perubahan vokal, pergeseran tekanan, sintesis dan supplesi.

Page 2 of 2 | Total Record : 15