cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 5 Documents clear
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA PESERTA DIDIK KELAS IX.1 MTS NEGERI 1 MALUKU TENGAH ERNI ERNI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2514

Abstract

This research aims to get an empirical picture of the learning process through the STAD learning model to improve the learning outcomes of class IX.1 students at MTs.Negeri I Central Maluku regarding the material with powers and root forms. The STAD learning model applied in this research uses the following steps. 1) Convey goals and motivate students. 2) Presenting information. 3) Organizing students into groups. 4) Guiding group work and study. 5) Evaluation. 6) Give awards. The basic competency that will be achieved in this learning is that students can explain and carry out operations on whole numbers and root forms and their properties. The approach used in this research is a qualitative approach with the type of classroom action research. The subjects of this research were students in class IX.1 MTs Negeri I Central Maluku Odd Semester 2019/2020 Academic Year, totaling 34 students. The data collected to measure student learning outcomes are observation sheets for affective aspects, psychomotor aspects, and test results at the end of each cycle. Based on the research results, it can be concluded that by implementing the STAD learning model, students' learning outcomes can be improved in the material of numbers with powers and root forms. These results can be seen from the test results in cycle 1, achieving classical learning completeness was 79.3%, while in cycle 2 classical learning completeness was 88.2%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara emperis mengenai proses belajar pembelajaran melalaui model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX.1 MTs.Negeri I Maluku Tengah terhadap materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Adapun model pembelajaran STAD yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah berikut. 1) Menyampaikan tujuan dan memotovasi peserta didik. 2) Menyajikan informasi. 3) Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok. 4) Membimbing kelompok bekerja dan belajar. 5) Evaluasi. 6) Memberikan penghargaan. Adapun kompetensi dasar yang yang akan dicapai dalam pembelajaran ini adalah peserta didik dapat menjelaskan dan melakukan operasi bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar serta sifat-sifatnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.1 MTs Negeri I Maluku Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 34 peserta didik. Pengumpulan data yang diambil untuk mengukur hasil belajar peserta didik yaitu lembar observasi aspek afektif, aspek psikomotor, dan hasil tes setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran STAD, dapat meningkatan hasil belajar peserta didik pada materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Hasil tersebut dilihat dari hasil tes pada siklus 1 mencapai ketuntasan belajar secara klasikal adalah 79,3 % sedangkan pada siklus 2 ketuntasan belajar secara klasikal adalah 88,2%.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI ORGAN GERAK HEWAN DI KELAS V MI CAHAYA KOTA CIMAHI ERNI KUSMIAT; WINI GANTINI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2515

Abstract

This study aims to find out: First, students' interest in learning before using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Materials in class 5 MI Cahaya. Second, the learning process by using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Organs in class 5 MI Cahaya. Third, students' interest in learning after using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Organs in class 5 MI Cahaya. This research uses descriptive method of Classroom Action Research model. Data collection techniques using interviews, observation, tests, questionnaires and documentation. The conclusion of this study is first, the interest in learning in class V Al-Kahfi is moderate, it is in accordance with the results of the pre-cycle data that is the student learning interest questionnaire obtained ie the average student answers the most frequently namely 44%, sometimes sometimes 47% and never 9%. This is consistent with the results of the interview that students' interest in learning before using the Example Non Example model that is being the same as the results of the most average questionnaire at sometimes that is 47%. Second, the learning process is carried out in two cycles, each cycle consisting of four stages namely planning, action, observation and reflection. Third, after the research process was implemented there was an increase starting from the average written test results of the first cycle to the second cycle of 4.6%, for an increase in the average performance of the first cycle to the second cycle 12.1%. For the results of observations of student activities in the first cycle that is 82.1% and in the second cycle to 88.9% and the results of observations of the activities of teachers in the first cycle 94.8% in the second cycle to 100%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pertama, minat belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Kedua, proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Ketiga, minat belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, angket dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, Minat belajar pada siswa kelas V Al-Kahfi itu sedang, hal tersebut sesuai dengan hasil dari data pra siklus yaitu angket minat belajar siswa yang diperoleh yaitu rata-rata siswa paling banyak menjawab sering yaitu 44 %, kadang-kadang 47 % dan tidak pernah 9 %. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara bahwa minat belajar siswa sebelum menggunakan model Example Non Example yaitu sedang sama seperti hasil angket rata-rata terbanyak pada kadang-kadang yaitu 47 %. Kedua, proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Ketiga, setelah dilaksanakan proses penelitian tersebut adanya peningkatan dimulai dari rata-rata hasil tes tertulis siklus I ke siklus II 4.6%, untuk peningkatan rata-rata hasil unjuk kerja kelompok siklus I ke siklus II 12.1%. Untuk hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82.1% dan pada siklus II menjadi 88.9% dan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I 94.8% pada siklus II menjadi 100%.
ANALISIS KEBUTUHAN VIDEO DALAM PEMBELAJARAN ERHADAP PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DI MIN 1 BARITO SELATAN ARDIANSYAH ARDIANSYAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2516

Abstract

This research is quantitative research. This research focuses on analyzing students' needs for learning videos in Mathematics subjects at MIN 1 South Barito. The aim of this research is to determine students' needs for the use of learning videos at MIN 1 South Barito. The samples used in this research were 10 students in class III (three), 10 (ten) class V (five) students and 10 students in class IV (six). The techniques for collecting information used were observation, interviews and questionnaires. The instrument used in this research was a questionnaire. The research results show that around 96.67% of students have cellphones as a means of support (29 people) and on average use cellphones for more than 10 hours per day. Regarding internet network availability, Wifi is available at school with a percentage of student answers of 100%. Around 90% of teachers use videos for learning at MIN 1 South Barito and according to students, using videos in learning is very enjoyable with a percentage of 93.34%. The use of videos in learning can help students understand 90%. The learning videos used by teachers are downloaded from the internet with 93.33% student answers. According to students, it is easier for them to understand if the learning video is made by the teacher concerned, with an answer percentage of 96.67% and 90% of students stating that the learning video is very helpful in completing homework. It can be concluded that students respond positively to the use of video as a medium in learning, so it will be more effective if subject teachers have learning media in the form of videos that they make themselves to better suit the students' needs. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan peserta didik terhadap video pembelajaran pada mata pelajaran Matematika di MIN 1 Barito Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pemanfaatan video pembelajaran di MIN 1 Barito Selatan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peserta didik kelas III (tiga) berjumlah 10 orang, kelas V (lima) berjumlah 10 (sepuluh) orang dan kelas IV (enam) berjumlah 10 orang. Teknik dalam mengumpulkan informasi yang digunakan  adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mempunyai HP sebagai sarana pendukung sekitar 96,67% (29 orang) dan rata-rata penggunaan HP lebih dari 10 jam per hari. Untuk ketersediaan jaringan internet, di sekolah sudah tersedia Wifi dengan persentase jawaban peserta didik sebesar 100%. Guru yang memanfaatkan video untuk pembelajaran di MIN 1 Barito Selatan sekitar 90% dan menurut peserta didik, penggunaan video dalam pembelajaran sangat menyenangkan dengan persentase 93,34%. Penggunaan video dalam pembelajaran dapat membantu pemahaman peserta didik 90%. Video pembelajaran yang digunakan oleh guru merupakan hasil download dari internet dengan jawaban peserta didik 93,33%. Menurut peserta didik, mereka lebih mudah memahami apabila video pembelajaran tersebut dibuat oleh guru yang bersangkutan, dengan persentase jawaban 96,67% dan 90% peserta didik menyatakan bahwa video pembelajaran sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik merespon positif penggunakan video sebagai media dalam pembelajaran, sehingga akan lebih efektif apabila guru mata pelajaran mempunyai media pembelajaran berupa video yang dibuat sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
KETRAMPILAN MENULIS TEKS CERAMAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS VIDEO PADA SISWA KELAS XI MIPA 1 MAN 1 KOTA CILEGON HAWARIYAH HAWARIYAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2517

Abstract

Learning Indonesian requires the right media/methods so that you achieve maximum results and have writing skills. Writing is a means of conveying ideas, opinions, thoughts or suggestions in the form of a series of words and sentences. Writing is a production process to produce a work that originates from the mind. The purpose of this classroom action research (PTK) is to determine students' writing abilities in Indonesian language lessons using video media. This action research was carried out in 2 cycles. From the results of the actions taken, it is proven that it can improve students' writing skills by reaching ideal standards. From 75% in Cycle 1, it can increase in cycle 2 to 100% after achieving completion. The results of this action research show that using video-based media can improve the writing skills of Class ABSTRAKBelajar Bahasa Indonesia memerlukan media/metode yang tepat supaya hasil yang dicapai maksimal dan mempunyai keterampilan dalam menulis. Menulis adalah salah satu sarana dalam menyampaikan ide, pendapat, gagasan atau saran dalam bentuk rangkaian kata dan kalimat. Menulis adalah proses produksi untuk menghasilkan sebuah karya yang bersumber dari pikiran. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media video. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 75% pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 100% telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa menggunakan media berbasis video dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa Kelas XI MIPA 1 dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan media berbasis video lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MAN 1 Kota Cilegon .
PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS VI SDN BOTOK SUDARSI SUDARSI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2518

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of quantum learning and expository approaches on Indonesian language learning outcomes in terms of learning styles in class VI students at SDN Botok. The type of research used is Quasi Experimental research which consists of a control group and an experimental group that was not chosen randomly. The population in the study were class VI students at SDN 01 Botok and SDN 02 Botok. The data collection technique is in the form of test results carried out in the control class and experimental class. The data analysis technique uses t-test statistics. Based on the results of the research and discussion, the following conclusions can be drawn: Firstly, there is a significant influence of the quantum learning and expository approaches on Indonesian language learning outcomes. The quantum learning approach has a better effect than the expository approach. The average student learning outcomes in the learning group with the quantum learning approach reached 76.91 while for the expository approach it was 70.33. The results of variance analysis obtained a significance value of 0.011 <0.05. Second, there is a significant influence of student learning styles on Indonesian language learning outcomes. Visual and auditory learning styles have a significantly better influence on learning outcomes than kinesthetic learning styles. The average learning outcome for students with a visual learning style reached 77.14 and an audiotorial learning style of 75.86, which was different from the kinesthetic learning style group of 67.86. The results of the variance analysis for the learning style factor obtained a significance value of 0.008 <0.05. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan quantum learning dan ekspositori terhadap hasil belajar bahasa indonesia ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas VI SDN Botok. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Quasi Eksperimental yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang tidak dipilih secara Random. Populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VI SDN 01 Botok dan SDN 02 Botok. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik analisis data menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan sebagai berikut pertama, terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan quantum learning dan ekspositori terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Pendekatan quantum learning memberikan pengaruh yang lebih baik daripada pendekatan ekspositori.Rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok pembelajaran dengan pendekatan quantum learning mencapai 76,91 sedangkan pada pendekatan ekspositori sebesar 70,33. Hasil analisis varians diperoleh nilai signifikansi 0,011 < 0,05. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Gaya belajar visual dan audiotori secara signifikan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar daripada gaya belajar kinestetik. Rata-rata hasil belajar pada siswa dengan gaya belajar visual mencapai 77,14 dan gaya belajar audiotorial sebesar 75,86, yang berbeda dengan kelompok gaya belajar kinestetik sebesar 67,86. Hasil analisis varians untuk faktor gaya belajar diperoleh nilai signifikansi 0,008 < 0,05.

Page 1 of 1 | Total Record : 5