cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS DI KELAS IX SMPN 1 MALUK ROHANA ROHANA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2367

Abstract

At SMP Negeri 1 Maluk, there are many students in grade IX who find it difficult to write monologue texts in the form of descriptive text. This is due to the lack of vocabulary that is memorized and its meaning understood and the lack of mastery of grammar. This happens because most students are less interested in Indonesian subjects, because they consider Indonesian as an uninteresting subject. This is evidenced by the results of the research questionnaire, which showed differences in results, before and after the action was taken. That's why the researchers tried the mind mapping method to overcome them. This method is quite interesting, because it uses pictures created by students, which can be colored and decorated at will by students and can generate ideas in writing. Observations during the study showed that students seemed enthusiastic when the mind mapping method was introduced and applied to writing. When working on assignments, both group and individual assignments, all can collect assignments. The results of cycle 1 repetition, there are 4 students who have not been able to reach the KKM. While in cycle 2, there were only 2 students who had not reached the KKM. Based on the results of this study, the researchers suggested that junior high school Indonesian teachers try using the mind mapping method for learning aspects of writing as well as other learning aspects. Researchers believe that the extraordinary creativity of students will be seen in the results or mind mapping images. Besides being able to foster creativity and interest, this method also contains various methods and can generate ideas. ABSTRAKDi SMP Negeri 1 Maluk banyak siswa kelas IX yang merasa kesulitan dalam menulis teks monolog berbentuk deskriptif. Ini disebabkan karena sedikitnya kosakata yang dihafal dan dimengerti maknanya.serta kurangnya penguasaan tata bahasa. Hal ini terjadi karena kebanyakan siswa kurang berminat terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena menganggap Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang tidak menarik. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket penelitian, yang menunjukkan perbedaan hasil, sebelum dan sesudah tindakan dilakukan. Karena itulah peneliti mencoba metode mind mapping untuk mengatasinya. Metode ini cukup menarik, karena menggunakan gambar-gambar hasil kreasi siswa, yang dapat diwarnai dan dihiasi sekehendak siswa serta dapat memunculkan ide dalam menulis. Hasil pengamatan selama penelitian, menunjukkan bahwa siswa nampak antusias begitu metode mind mapping diperkenalkan hingga diterapkan untuk menulis. Waktu mengerjakan tugaspun, baik tugas kelompok maupun individu, semua dapat mengumpulkan tugas. Hasil ulangan siklus 1, ada 4 siswa yang belum dapat mencapai KKM. Sedang pada siklus 2, tinggal 2 siswa yang belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan agar guru Bahasa Indonesia SMP mencoba menggunakan metode mind mapping untuk pembelajaran aspek menulis maupun aspek-aspek pembelajaran yang lain. Peneliti percaya, kreatifitas siswa yang luar biasa akan terlihat pada hasil atau gambarĀ  mind mappingnya. Selain dapat menumbuhkan kreatifitas dan menarik, metode ini juga memuat berbagai metode dan dapat memunculkan ide.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK KAIDAH PENCACAHAN MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TEAM TEACHING PADA SISWA KELAS XII IPA 3 SMA NEGERI 2 TENGGARONG SEBERANG ARBANI EFFENDI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2368

Abstract

The main need in one's life is education. Education is a very important factor in human life. Therefore the world of education is required to improve the quality and quality of education. Education is basically a conscious effort to develop the potential of human resources by encouraging and facilitating learning activities. This study aims to determine the increase in student learning outcomes in class XII IPA 3 at SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. Team teaching is basically a learning method carried out by two or more teachers who work together to teach groups of students which are carried out jointly by several teachers. The team or teacher who presents lesson material with this team teaching method presents the same lesson material at the same time and for the same purpose. This type of research is a type of classroom action research with the model developed by Kemmis and Mc. Taggart. The research subjects were students of class XII IPA 3 at SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang with a total of 36 students. Data collection techniques in this study used observation, learning achievement tests, and documentation. This study consisted of two cycles with two meetings in each cycle. The data analysis technique uses descriptive qualitative analysis. The research success criteria set for student learning outcomes were ? 71 reaching 80%. based on KKM at school. The results showed that the application of the team teaching learning method could improve student learning outcomes in class XII IPA 3 at SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. The number of students who finished studying in cycle I was 28 people or equivalent to 77.78%. In cycle II the number of students who have completed their studies is 36 students or equivalent to 100%. Based on these results, the research hypothesis is accepted. ABSTRAKKebutuhan utama dalam kehidupan seseorang ialah pendidikan. Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XII IPA 3 di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. Team teaching pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang guru atau lebih yang saling bekerjasama mengajar kelompok siswa yang dilaksanakan secara bersama oleh beberapa guru. Tim atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar beregu ini menyajikan bahan pelajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang dengan jumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan dua kali pertemuan pada tiap siklus. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah ? 71 mencapai 80 %. berdasarkan KKM di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran team teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA 3 di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. Jumlah siswa yang tuntas belajar di siklus I sebanyak 28 orang atau setara dengan 77,78%. Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 36 siswa atau setara dengan 100%. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian diterima.
EFEKTIFITAS MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA DI MAN 1 HULU SUNGAI UTARA NOORLIANA NOORLIANA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2369

Abstract

The purpose of carrying out this classroom action research is the motivation and understanding of the Indonesian language students in class X MIPA at MAN 1 Hulu Sungai Utara. This research is a Classroom Action Research using the Mind Mapping method. In this study using a type of qualitative research. The subjects of this study were 38 class X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara students. The results of this study after testing according to the procedure, it turned out that the ability of students who were taught using the mind mapping model was better than students who were taught using other models. This can be seen from the average result of writing using the mind mapping model of 80.13, while the average result of writing with other models is 70.8. So that the mind mapping model has a significant (positive) influence on the writing ability of class X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara students. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini adalah motivasi dan pemahaman bahasa indonesia peserta didik kelas X MIPA di MAN 1 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan penggunaan metode Mind Mapping. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara yang berjumlah 38 orang. Hasil penelitian ini setelah dilakukan pengujian sesuai dengan prosedur, ternyata kemampuan peserta didik yang diajar menggunakan model mind mapping lebih baik daripada peserta didik yang diajar menggunakan model yang lain. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata menulis dengan menggunakan model mind mapping sebesar 80,13, sedangkan hasil rata-rata menulis dengan model yang lain sebesar 70,8. Sehingga model mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan (positif) terhadap kemampuan menulis oleh peserta didik kelas X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara.
THE IMPLEMENTATION OF USING FLASHCARDS TOWARDS STUDENTS PASSIVE VOICE MASTERY AT THE SECOND SEMESTER OF THE ELEVENTH CLASS OF SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG LINA PURWATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2370

Abstract

Many students at senior high school up to university found difficulties in learning English especially grammar. Grammar is one of English components that should be mastered by students who learn English because grammar is very valuable and important in using English. Grammar has many items and passive voice is one of grammar items which is very important and valuable to be learned. But in fact, most of graduate students of senior high school found difficulties to master passive voice well. Therefore, the teacher should pay attention to use the appropriate technique for teaching in the class. In this research, the researcher tried to investigate the use of "flashcard" as a teaching media in teaching passive voice. The sample of this research was 36 students of second semester at the eleventh class of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. The hypothesis of this research is the implementation of flashcard can increase the students' passive voice mastery. In this research, the researcher used experimental method. In this research, the researcher used test as a main technique, she had done the observation and library research as supporting techniques. After analyzing the data, the researcher got the result of this research tratio = 7.73 and ttable with the significant level 1 %, it was 2.39. So it is clear that 7.73 > 2.39 which that hypothesis Ho is rejected and hypothesis alternative Ha is accepted. Based on the result, the implementation of using flashcards can improve students' passive voice mastery and the average score of students after being taught by using flashcards is higher than before. So, the implementation of flashcards can increase the students' passive voice mastery. ABSTRAKBanyak siswa di sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris terutama tata bahasa. Grammar adalah salah satu komponen bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa yang mempelajari bahasa Inggris karena grammar sangat berharga dan penting dalam menggunakan bahasa Inggris. Grammar memiliki banyak item dan passive voice merupakan salah satu item grammar yang sangat penting dan berharga untuk dipelajari. Namun pada kenyataannya, sebagian besar siswa lulusan SMA mengalami kesulitan untuk menguasai passive voice dengan baik. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan untuk menggunakan teknik yang tepat untuk mengajar di kelas. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menginvestigasi penggunaan "flashcard" sebagai media pembelajaran dalam pengajaran passive voice. Sampel penelitian ini adalah 36 siswa semester genap kelas sebelas SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Hipotesis dari penelitian ini adalah penerapan flashcard dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes sebagai teknik utama, dia telah melakukan observasi dan penelitian kepustakaan sebagai teknik pendukung. Setelah dilakukan analisis data, peneliti mendapatkan hasil penelitian ini tratio = 7,73 dan ttabel dengan taraf signifikan 1 % yaitu 2,39. Jadi jelas bahwa 7,73 > 2,39 yang mana hipotesis Ho ditolak dan alternatif hipotesis Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan penggunaan flashcards dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa dan nilai rata-rata siswa setelah diajar menggunakan flashcards lebih tinggi dari sebelumnya. Jadi, penerapan flashcards dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 4 MAN BLORA SUPARTI SUPARTI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2371

Abstract

For a teacher delivering material is an easy thing, but making students able to accept the material delivered by the teacher and understand it, so that they can practice it in life is difficult. If the learning model used is monotonous, it can result in students being less active in participating in learning. Students feel bored, pay less attention, are passive and finally learning outcomes are low. So it is necessary to have an alternative selection of learning models that can stimulate students in learning. The Make A Match learning model is one of the learning models used by teachers in learning Aqidah Akhlak, to provide solutions to overcome the boredom experienced by students. With the Make A Match model students will find, solve problems and find solutions to problems. This research is a Class Action Research with 36 research subjects in Class X MIPA 4 for the 2021/2022 academic year in the even semester. The research was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Based on the analysis of learning activity data, when viewed from the average it shows that there is an increase, namely from the initial condition with an average of 2.00 (less active), cycle 1 with an average of 2.73 (quite active), and cycle 2 with average 3.12 (active). While the learning outcomes of students from the initial conditions, cycle 1 and cycle 2 experienced a significant increase. If seen from the percentage of completeness of the initial conditions is 36%, cycle 1 reaches 61% and cycle 2 reaches 88.89%. So it seems clear that the learning outcomes of students have reached the target (indicator) and even exceeded it. Thus the Make A Match learning model has been successfully applied by the teacher to increase the activity and learning outcomes of students in the Akidah Akhlak subject. ABSTRAKBagi seorang guru menyampaikan materi merupakan hal yang mudah, namun membuat peserta didik bisa menerima materi yang disampaikan guru serta faham, sehingga dapat mengamalkan dalam kehidupan itu yang sulit. Apabila model pembelajaran yang digunakan monoton dapat mengakibatkan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik merasa jenuh, kurang memperhatikan, pasif dan akhirnya hasil belajar belajar rendah. Jadi perlu adanya alternatif pemilihan model pembelajaran yang bisa merangsang peserta didik dalam belajar. Model pembelajaran Make A Match merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Akidah Akhlak, untuk memberikan solusi untuk mengatasi kejenuhan yang dialami peserta didik. Dengan model Make A Match peserta didik akan menemukan, menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi dari permasalahan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian 36 peserta didik Kelas X MIPA 4 tahun pelajaran 2021/ 2022 pada semester genap. Penelitian dilakukan dalam dua siklus , masing - masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Berdasarkan analisis data aktivitas belajar, jika dilihat dari rata-ratanya menunjukkan bahwa adanya peningkatan yaitu dari kondisi awal dengan rata-rata 2,00 (kurang aktif), siklus 1 dengan rata-rata 2,73 (cukup aktif), dan siklus 2 dengan rata-rata 3,12 (aktif). Sedangkan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan yang cukup berarti. Jika dilihat dari persentase ketuntasan kondisi awal adalah 36%, siklus 1 mencapai 61% dan siklus 2 mencapai 88,89%. Jadi tampak jelas bahwa hasil belajar peserta didik sudah mencapai target (indikator) bahkan melebihi.Dengan demikian model pembelajaran Make A Match telah berhasil diterapkan guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mapel Akidah Akhlak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5