cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014" : 35 Documents clear
Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Pada Bangunan Kondotel dengan Menggunakan Sistem Gravitasi dan Pompa Dida Prahara
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.069 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6757

Abstract

AbstrakMengingat pentingnya kebutuhan air bersih pada suatu bangunan maka perlu adanya perencanaan sistem distribusi air bersih ke seluruh bagian yang memerlukan air dengan debit dan tekanan yang sesuai. Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih dilakukan perencanaan terhadap volume tangki penampung air dan pompa dengan metode perkiraan penggunaan air berdasarkan jumlah penghuni, sedangkan dalam perencanaan sistem perpipaannya digunakan metode perkiraan kebutuhan air bersih berdasarkan Unit Beban Alat Plambing (UBAP). Dari hasil perhitungan dan analisa diperoleh kebutuhan total air bersih sebesar 245,7 m3/hari. Sehingga dapat dirancang volume ground reservoir adalah 150 m3 dan 26 m3 untuk roof tank. Pompa yang dipilih adalah dengan head 27 m dan 66 m.Kata Kunci : air bersih, ground reservoir dan pompa.
PENGARUH REMBESAN CUBLUK TERHADAP KUALITAS AIR PERMUKAAN DAN AIR TANAH DI KOTA PONTIANAK Nur Rachma Miftahul Hasanah
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.376 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7289

Abstract

ABSTRAK Penampungan limbah tinja (black water) masyarakat Kota Pontianak rata-rata masih menggunakan sistem cubluk. Penggunaan cubluk yang hanya memiliki dinding penyangga tanpa pelapis dasar menyebabkan limbah yang dihasilkan dari jamban/ kamar mandi akan langsung masuk kedalam tanah, hal ini sangat berpotensi menyebabkan pencemaran air dan air tanah di sekitarnya, mengingat lahan di Kota Pontianak sendiri berupa rawa (lahan basah) yang selalu tergenang baik pada saat pasang maupun surut, ini dapat menyebabkan limbah dari cubluk tersebut dengan sangat mudah merembes. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kadar pencemaran dan penyebaran pencemaran dari rembesan cubluk terhadap kualitas air tanah di Kota Pontianak. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah metode grab sampling. Dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 titik di sekitar cubluk rumah warga dan 1 titik di badan air. Penelitian ini dilakukan di Gg. Mawar, Jalan Pal V, Kecamatan. Pontianak Barat, Kota Pontianak. Waktu pengambilan sample dilakukan dalam 2 variasi waktu yaitu pada saat kondisi air pasang dan saat kondisi air surut. Parameter yang akan diuji yaitu BOD, pH, Fosfat, Nitrat, dan Bakteri E. Coli. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan di laboratorium, pada kondisi surut nilai maksimum BOD yaitu 545 mg/l, fosfat yaitu 2,47 mg/l,  Nitrat yaitu 88,74 mg/l, dan E.Coli 12 per100 ml. sedangkan pada kondisi pasang nilai maksimum BOD yaitu 371,20 mg/l, fosfat yaitu 1,96 mg/l,  Nitrat yaitu 92,87 mg/l, dan E.Coli 6 per100 ml. Menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air  menunjukkan keenam titik pengambilan sampel air tanah di sekitar cubluk yang mencemari air tanah  dengan parameter pencemar di atas ambang baku mutu terutama pada kondisi surut. Pola sebaran zat pencemar yang berasal dari cubluk dapat mencemari pada radius rata-rata 15,67 m. Semakin banyak jumlah cubluk pada suatu kawasan/ wilayah maka akan semakin besar pencemaran yang dihasilkan.   Kata Kunci : Cubluk, Air Tanah, Lahan Basah, Pencemaran
PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN WISATA BUKIT KELAM KABUPATEN SINTANG Merlin Naltaru
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.402 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6623

Abstract

ABSTRAK Bukit Kelam sebagai salah satu tempat wisata yang diminati masyarakat, baik dalam daerah Kabupaten Sintang maupun dari luar Kabupaten, yang diperkirakan semakin tahun semakin meningkat pengunjungnya.Peningkatan ini tentu saja dapat meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan dari setiap aktivitas pengunjung dan pedagang yang ada di kawasan wisata Bukit Kelam. Penanganan sampah di kawasan wisata Bukit Kelam untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke tempat pengumpulan sementara (semacam TPS) kemudian dibakar. Tujuan perencanaan ini yaitu untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan oleh aktivitas di kawasan wisata Bukit Kelam dan untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata Bukit Kelam.Metode penelitian untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah dilakukan pada saat jumlah pengunjung tertinggi tanggal 25 Desember 2013 dan 1 Januari 2014. Titik pengambilan sampel terdiri dari 8 titik yaitu warung (3 buah), gedung serbaguna (1 buah) , taman bermain (1 buah), dan air terjun (3buah). Perencanaan sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata Bukit Kelam meliputi aspek teknis operasional, aspek pembiayaan dan aspek peran serta masyarakat. Aspek teknis operasional yaitu perencanaan perwadahan, pengumpulan dan pengangkutan.Total jumlah timbulan sampah organik dan sampah anorganik rata-rata di kawasan wisata Bukit Kelam yaitu 0,25 m3/hari dengan komposisi sampah organik 0,12 m3/hari (48,13%), plastik bekas 0,24 m3/hari (10,16%), botol minuman 0,96 m3/hari (41,18%) dan botol kaca 1,14 m3/hari (48,66%). Perwadahan komunal yang disediakan sebanyak 19 buah yang tersebar di beberapa tempat, pengumpulan yang dilakukan yaitu menggunakan pola pengumpulan tidak langsung dimana sampah yang berasal dari wadah individual dikumpulkan di wadah komunal oleh pedagang dan pengunjung, pengangkutan yang dilakukan menggunakan keranjang gendong dengan kapasitas 0,25 m3 sebanyak 2 buah keranjang gendong. Perencanaan TPST terdiri 3 bangunan yaitu pos jaga dengan luas lahan 4 m2 dan jumlah karyawan 1 orang; rumah kompos (tempat pemilahan, pencacahan, pengayakan, area pematangan, gudang) dengan luas 103,66 m2 dengan jumlah karyawan 4 orang; dan ruang administrasi dengan luas lahan 9 m2 dan jumlah karyawan 2 orang. Biaya investasi pembangunan TPST yaitu Rp.627.833.000,- sedangkan biaya hasil penjualan pengolahan sampah dan retribusi pengunjung, pedagang dan APBD yaitu Rp.451.200.000,- perbulan dan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp.24.912.000,- perbulan. Katakunci :sistem pengelolaan sampah, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), prinsip 3R
POTENSI GANGGUAN KESEHATAN POLISI LALU LINTAS AKIBAT KARBON MONOKSIDA (CO) Niken Setyowati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.196 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7244

Abstract

ABSTRAK Sektor transportasi merupakan sumber pencemaran udara terbesar diperkotaan, termasuk di Kota Pontianak yang mengalami pertambahan penduduk setiap tahunnya. Hal ini berpotensi meningkatkan polusi udara di Kota Pontianak, salah satunya adalah CO yang berasal dari emisi kendaraan bermotor. Salah satu kelompok masyarakat yang lingkungan kerjanya terpajan oleh CO adalah polisi lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi CO di 5 titik persimpangan jalan di Kota Pontianak yang merupakan lingkungan kerja polisi lalu lintas, mengetahui persentase COHb dan potensi gangguan kesehatan yang dialami polisi lalu lintas serta mengetahui korelasi antara kondisi kesehatan polisi lalu lintas dengan perilaku yang dilakukan sehari-hari. Jenis penelitan yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian dilakukan setiap hari Senin-Jumat selama bulan April-Mei 2014, di 5 persimpangan jalan di Kota Pontianak menunjukkan angka konsentrasi CO tertinggi berada pada titik 5, yaitu persimpangan Jalan Tanjungpura-Jalan Veteran, yaitu sebesar 150.000 μg/Nm3. Nilai ini sudah melebihi ambang batas baku mutu udara yang ditetapkan yaitu sebesar 30.000 μg/Nm3. Persen COHb tertinggi yang didapat yaitu sebesar 3,28% yang tidak menimbulkan pengaruh atau gejala terhadap kesehatan. Analisis korelasi yang dilakukan menunjukan nilai sebesar 0,264 yang menunjukkan  hubungan yang lemah, sehingga dampak CO yang dirasakan oleh responden pada saat mereka bertugas dijalan  tidak dipengaruhi oleh perilaku yang dilakukan sehari-hari oleh responden, seperti merokok, berolahraga, mengkonsumsi suplemen dan menggunakan masker. Kata kunci: konsentrasi CO, persentase COHb, polisi lalu lintas.
EVALUASI DIMENSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAHDOKTER RUBINI MEMPAWAH Maryam Isna |Apriani Winardi Yusuf
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.821 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.8470

Abstract

ABSTRAK Air limbah rumah sakit merupakan limbah yang bersifat infeksius, yang harus diolah dengan baik. Rumah Sakit dr. Rubini merupakan rumah sakit satu-satunya yang ada di Kota Mempawah. Rumah sakit ini memiliki IPAL yang dibangun pada tahun 2006, namun kualitas hasil olahan masih berada diatas ambang baku mutu berdasarkan KepMen LH No. Kep-58/MENLH/12/1995 sehingga perlu dilakukan evaluasi pada IPAL tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui permasalahan yang ada di IPAL Rumah Sakit dr. Rubini Mempawah, mengevaluasi dimensi unit-unit pengolahan dan memberikan rekomendasi. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi masalah, pengumulan data, pengambilan sampel air limbah dengan metode grab sample, analisa data, evaluasi dan rencana perbaikan IPAL. Evaluasi dilakukan dengan metode perbandingan hasil perhitungan berdasarkan kriteria disain. Dari hasil evaluasi maka perlu dilakukan perancangan perbaikan untuk unit pengurai anaerob dan unit up flow filter karena berdasarkan hasil evaluasi dimensi kedua unit ini rasio dengan waktu detensi tidak memenuhi kriteria disain. Perancangan kembali unit pengurai anaerob dengan dimensi P = 3,5 m, L = 3,5 m, T = 3 m, dan unit up flow filter dengan dimensi P = 21,16 m, L = 4 m, T = 2 m. Dengan rancangan ini diharapkan hasil olahan memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan. Kata kunci: evaluasi, IPAL, perancangan, kriteria disain
ANALISIS KONSENTRASI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) PADA RUAS JALAN GAJAH MADA PONTIANAK SENDI YULIANTI
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.003 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.5554

Abstract

ABSTRAKKarbon Monoksida (CO) merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang berasal dari sektor transportasi akibat dari buangan pembakaran mesin yang kurang sempurna. Jalan Gajah Mada Pontianak merupakan salah satu jalan yang padat lalu-lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui di titik dan pada variasi jarak berapakah kadar konsentrasi gas karbon monoksida (CO) tertingi di ruas Jalan Gajah Mada Pontianak, bagaimana pengaruh konsentrasi CO dengan variasi pengambilan jarak (0m, 5m dan 10m) dari sumber yang berada di badan jalan serta bagaimana pengaruh kondisi parameter metereologi seperti suhu, arah angin dan kecepatan angin terhadap nilai konsentrasi gas karbon monoksida (CO). Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) dan parameter metereologi berupa arah dan kecepatan angin serta suhu merupakan variabel terikat dan variabel bebas berupa jarak pengambilan dengan jarak 0m, 5m, dan 10m dari sumber. Hasil penelitian yang dilakukan setiap hari Kamis (mewakili hari kerja) dan setiap hari Minggu (mewakili hari libur) di bulan September 2013 menunjukkan hasil konsentrasi tertinggi di dapatkan pada hari kerja dengan nilai konsentrasi CO sebesar 19.955 ?g/Nm3 dengan kecepatan angin saat pengukuran adalah sebesar 0,1 m/s dan suhu sebesar 27,7 0C dan pada hari libur didapatkan nilai konsentrasi gas karbon monoksida (CO) sebesar 24.944?g/Nm3 dengan kecepatan angin saat pengukuran adalah sebesar 0,2 m/s dan suhu sebesar 28,7 0C yang berada pada titik yang sama yaitu pada titik 6 yang terdapat pada persimpangan Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran dan Jalan Pahlawan dengan jarak 0m. Berdasarkan analisis statistik dengan Kruskal Wallist Test menunjukkan H ? X2? ; K-1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara perbedaan jarak dalam pengambilan konsentrasi CO. Semakin jauh jarak pengambilan dari sumber maka nilai konsentrasi CO akan semakin berkurang. Parameter metereologi berupa suhu yang tinggi akan menyebabkan tingginya nilai konsentrasi CO. Sedangkan pengaruh dari kecepatan angin yang tinggi akan menyebabkan nilai konsentrasi CO akan berkurang.Kata kunci : Konsentrasi CO, jarak pengambilan sampel, parameter metereologi
ANALISIS PENGARUH TINGKAT VOLUME DAN JENIS KENDARAAN TERHADAP KONSENTRASI PARTICULATE MATTER (PM10) (STUDI KASUS: JL. SUTAN SYAHRIR, JL. AHMAD YANI DAN JL. KOM. YOS. SUDARSO KOTA PONTIANAK) Ridwan Maulana
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.216 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7165

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Kota Pontianak yang semakin pesat, ditambah dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat, telah membuat sistem transportasi jalan raya mengalami tingkat kompleksitas yang tinggi , salah satu dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran udara perkotaan. Particulate Matter (PM10) merupakan salah satu bentuk zat pencemar yang disebabkan oleh sektor transportasi tersebutserta dapat menyebabkan gangguan kesehatan khususnya pada sistem pernapasan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat konsentrasi partikulat udara (Particulate Matter (PM10)) khususnya di Jalan Sutan Syahrir, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju Kota Pontianak. Ketiga lokasi penelitian tersebut dipilih untuk mewakili peruntukkan tata guna lahan yang berbeda yaitu Jalan Sutan Syahrir berlokasi di pinggiran kota, Jalan Jend. Ahmad Yani berlokasi di tengah kota, dan Jalan Kom. Yos. Sudarso Jeruju yang berlokasi di kawasan industri. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapat dari BLHD Provinsi Kalbar yaitu data volume kendaraan yang melintas pada ketiga jalan tersebut. Jenis-jenis kendaraan dibagi menjadi 4 golongan yaitu golongan 1 (sepeda motor), golongan 2 (sedan, angkot, pickup), golongan 3 (bis mikro, bis), golongan 4 (truck 2 as 4 roda, truck 2 as 6 roda, truck 3 as, truk 4 as, trailer).Metode penelitian yang digunakan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu perhitungan (perhitungan beban laju emisi transportasi dan konsentrasi Particulate Matter (PM10) dengan rumus dispersi Gaussian untuk Line Source serta analisis korelasi data untuk memperoleh hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi Particulate Matter (PM10) menggunakan aplikasi SPSS 16. Dari hasil analisis, bahwa jenis kendaraan golongan 1 memiliki kontribusi yang paling besar terhadap konsentrasi Particulate Matter (PM10) yaitu dengan konsentrasi terbesar yaitu 901425,466 dimana nilai konsentrasi tersebut melebihi Ambang Batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional yaitu 150 , hal ini dikarenakan sepeda motor memiliki jumlah yang paling banyak apabila dibandingkan dengan kendaraan lain di ketiga jalan tersebut. Kendaraan golongan 2 memiliki jumlah terbanyak kedua diikuti dengan golongan 4 dan 3. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kendaraan total memang mempengaruhi konsentrasi Particulate Matter (PM10) pada Jalan Sutan Syahrir, Jalan Jend. Ahmad Yani dan Jalan Kom. Yos Sudarso dilihat dari hasil korelasinya yang mendekati nilai 1 (positif kuat) yaitu 0,963 dengan menggunakan aplikasi SPSS 16. Kata Kunci :Particulate Matter (PM10), Golongan Kendaraan, Korelasi.
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN GRAND SUKATI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Dewi Larasati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.358 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7508

Abstract

ABSTRAK Berkembangnya pemukiman mengakibatkan terjadinya perubahan tata guna lahan, yang sebelumnya lahan terbuka hijau menjadi lahan kegiatan pembangunan pemukiman (Grand Sukati). Agar buangan akibat curah hujan dan buangan air limbah tidak mencemari lingkungan dan lahan pertanian yang ada di lingkungan komplek perumahan Grand Sukati diperlukan perencanaan sistem penyaluran air buangan akibat curah hujan dan buangan air limbah. Dalam perencanaan saluran buangan ini memperhitungkan letak saluran drainase di kawasan pemukiman ini seperti saluran primer dan sekunder. Tahapan perencanaan drainase air hujan meliputi analisis hidrologi yaitu analisis periode ulang hujan, analisis curah hujan rencana, analisis intensitas curah hujan, analisis waktu konsentrasi, analisis koefisien limpasan permukaan, dan analisis debit puncak limpasan serta analisis hidrolika yaitu analisis kecepatan dalam saluran, menentukan dimensi penampang hidrolis saluran dengan menggunakan rumus Manning. Untuk buangan air limbah dihitung berdasarkan jumlah perumahan dan fasilitas umum sehingga jumlah perumahan akan berkurang akibat penggunan lahan untuk lokasi kolektor dan IPAL. Tahapan perencanaan sistem perpipaan air limbah meliputi analisis debit air limbah rumah tangga perhari yang dipakai dalam perencanaan dimensi pipa air limbah. Debit rencana drainase air hujan pada perencanaan ini berkisar antara 0,03 m3/detik sampai 2,23 m3/detik. Terdapat 47 saluran dengan periode ulang 10 tahun. Saluran drainase yang direncanakan dengan sistem terbuka secara gravitasi menggunakan penampang melintang segiempat dengan dimensi saluran primer untuk lebar saluran sebesar 1,50 m dan kedalaman saluran sebesar 0,75 m serta saluran sekunder untuk untuk lebar saluran sebesar 0,74 m dan kedalaman sebesar 0,37 m. Untuk buangan air limbah debit rencana berkisar antara 0,00002 m3/detik dan 0,02 m3/detik. Saluran air limbah direncanakan dengan sistem perpipaan secara gravitasi dan pompa dengan bahan pipa pvc menggunakan pipa berdiameter  4” untuk pipa persil, pipa berdiameter  6” untuk pipa servis, pipa berdiameter 8” untuk pipa lateral, pipa berdiameter  8” untuk pipa induk.   Kata kunci: Air limbah, curah hujan, debit rencana, dimensi, limpasan
PENGARUH TINGKAT EKONOMI TERHADAP JUMLAH PEMAKAIAN AIR BERSIH DOMESTIK DI KOTA PONTIANAK Wiji Napitupulu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6895

Abstract

ABSTRAKAir bersih merupakan masalah yang vital bagi kehidupan manusia. Setiap hari kita membutuhkan airbersih untuk keperluan sehari – hari. Oleh sebab itu, penyediaan air bersih menjadi hal yang sangat pentinguntuk dikaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemakaian rata - rata per orang perhari di Kota Pontianak; mengetahui pengaruh tingkat ekonomi terhadap jumlah pemakaian air bersih domestikdi Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi metode penelitian asosiatif(korelasional) dan metode penelitian survei. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metoderegresi berganda dan regresi logistik dengan bantuan program Excel dan SPSS (Statistical Package for SocialScience) versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pemakaian rata – rata air bersih Kota Pontianak ialah157 liter/orang/hari sementara standar kebutuhan air yang digunakan PDAM ialah 150 liter/orang/hari.Penelitian ini juga menunjukkan secara simultan/serempak bahwa jumlah pendapatan rata – rata keluarga,jumlah pengeluaran rata – rata keluarga tanpa pengeluaran air dan tingkat harga PDAM, luas tanah rumah,penghuni rumah, tingkat pendidikan KK dan pelayanan PDAM berpengaruh secara signifikan terhadap jumlahpemakaian air bersih PDAM. Secara parsial yang mempengaruhi jumlah pemakaian air PDAM secara signifikanialah jumlah penghuni rumah dan jumlah pendapatan rata – rata. Semakin besar jumlah penghuni rumah danjumlah pendapatan keluarga, semakin besar pula jumlah pemakaian air bersih PDAM di Kota Pontianak.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa tingkat ekonomi mempengaruhi jumlah pemakaianair bersih PDAM di Kota Pontianak. Semakin tinggi tingkat ekonomi keluarga semakin besar pula jumlahpemakaian air bersih PDAM Kota Pontianak. Penelitian ini merekomendasikan agar PDAM Kota Pontianakdapat meningkatkan kualitas pelayanannya baik dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas sertapendistribusian air PDAM juga hendaknya disesuaikan dengan kepadatan penduduk.Kata Kunci : Air Bersih, Tingkat Ekonomi, Pemakaian Air
PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DI KAWASAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK Nur Azmiyah
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7292

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan konsekuensi kehidupan yang sering menimbulkan masalah, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan beragam aktivitasnya.Pasar Flamboyan adalah pasar terbesar di Kalimantan Barat.Pasar ini memiliki ± 1700 pedagang dan dibuka setiap hari.Disana terdapat ruko dengan jumlah 53 unit, kios sebanyak 203 unit dan los sebanyak 1498 unit.Saat ini Pasar Flamboyan belum mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu. Hal tersebut akan mengakibatkan banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan dari setiap kegiatan. Sampah yang dihasilkan dari berbagai macam penjualan akan menghasilkan sampah yang beragam pula. Penanganan sampah setiap harinya di Pasar Flamboyan untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke suatu tempat pembuangan sampah sementara lalu pada sore harinya sampah diangkut oleh pihak dari dinas kebersihan untuk dibawa ke TPA. Tujuan dari perencanaan ini yaitu untuk mengetahui total timbulan sampah dan komposisi sampah yang dihasilkan di kawasan Pasar Flamboyan serta untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kawasan Pasar Flamboyan. Perencanaan pengelolaan sampah di Kawasan meliputi perencanaan dari seluruh aspek operasional pengelolaan sampah yaitu perencanaan pewadahan sampah, pengumpulan dan pengangkutan sampah serta pengolahan sampah di Kawasan Pasar Flamboyan. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan komposisi sampah. Sampling dilakukan dengan menggunakan metode SNI 19-3694-1994 yaitu pengukuran sampah dengan menggunakan sampling box selama delapan hari berturut-turut yang kemudian akan menghasilkan data volume, berat jenis dan komposisi sampah. Digunakan juga kuisioner untuk mengumpulkan data dari pedagang yang berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis.Sampel sampah yang diambil masing-masing 3 sampel untuk setiap jenis los, kios dan ruko.Pengambilan sampel dilakukan setiap hari pada pukul 10.00 WIB selama delapan hari berturut-turut ke setiap sumber sampah yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa total timbulan sampah di Kawasan Pasar Flamboyan adalah sebanyak 9,0370 m3/hari sampah organik dan sebanyak 1,0503 m3/hari sampah anorganik. Jumlah pewadahan di tiap sumber sampah ditentukan dari perhitungan rata-rata volume sampah perhari dibagi dengan ukuran tong sampah yang akan digunakan pada sumber tersebut. Jumlah pewadahan yang dibutuhkan untuk tiap sumber sampah Pasar Flamboyan untuk kios dan ruko yaitu sebanyak 79 buah tong sampah ukuran 10 liter dan 95 buah tong sampah ukuran 20 liter. Jumlah alat angkut sampah yang dibutuhkan untuk Pasar Flamboyan yaitu sebanyak 3 buah gerobak.TPST di Kawasan Pasar Flamboyan direncanakan akan berlokasi di bagian belakang Pasar Flamboyan. Jumlah lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST Pasar Flamboyan adalah seluas 207,27 m2. Rencana anggaran biaya untuk biaya investasi yaitu sebesar Rp 960.642.206,00. Laba yang diperoleh dari hasil pengolahan sampah yaitu Rp 39.600.000,00/tahun. Biaya hasil retribusi kebersihan dari pedagang yaitu Rp 505.152.000,00/tahun. Dana yang akan dikeluarkan Pasar Flamboyan untuk operasional dan pemeliharaan yaitu Rp 254.760.000,00/tahun. Kata kunci: Pengelolaan sampah, sampah pasar, TPST.

Page 1 of 4 | Total Record : 35