cover
Contact Name
Rahmadani
Contact Email
jurnalilmiahwidyaborneo@gmail.com
Phone
+628115193061
Journal Mail Official
jurnalilmiahwidyaborneo@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani, KM.22, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 70723
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya Borneo
ISSN : 26542676     EISSN : 28302710     DOI : https://doi.org/10.56266/widyaborneo
Core Subject : Religion, Education,
This journal aims to disseminate the results of research / studies on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations and the development of teaching material that imprive the quality of training for educational and religious technical personnel. Widyaborneo was first published in print in 2018. It is published regularly twice a year, in June and December. Jurnal Ilmiah Widya Borneo accepts all research and scientific papers from researcher, academics, practitioners who work in the management, human resource, administrative training issues which may include to these issues: - Management and Governance; - Religious; - Education; and - Human Resources Training and Development.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO" : 6 Documents clear
Kepemimpinan Profetik (Paradigma Baru Kepemimpinan Madrasah) Ahmad Zakaria
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.379 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.9

Abstract

Kepemimpinan adalah karunia Allah yang diberikan kepada manusia, dimana manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dilengkapi dengan berbagai ketrampilan sehingga layak menjadi seorang pemimpin (kholifah). Keberhasilan memimpin pribadi berpengaruh pada kepemimpinan selanjutnya. Peran kepemimpinan pribadi seringkali menjadi pemicu utama keberhasilan atau kegagalan proses kepemimpinan dalam suatu kelompok, organisasi, lembaga dalam ruang lingkup masyarakat yang lebih luas. Pemimpin dan kepemimpinan merupakan dualisme sistematis yang terbentuk melalui mekanisme aturan yang dibentuk oleh suatu kelompok, institusi, dan lembaga. Pemimpin seperti yang kita pahami merupakan sosok manusia yang diberi wewenang oleh suatu kelompok, institusi, atau lembaga untuk memimpin, mengelola , memotivasi atau mempengaruhi, dan merancang suatu sistem bersama sekelompok orang yang dipimpinnya untuk mengoptimalisasikan peran institusi atau lembaga bagi kemaslahatan bersama atau masyarakat. Dalam konteks kekinian pemimpin dapat dinisbahkan kepada seseorang yang mempunyai kapabilitas internal dalam hal emosionaldan spiritual, dan eksternal dalam hal kepekaan sosial, budaya, dan pemahaman akan pluralitas suatu bangsa dan negara. Kepemimpinan profetik merupakan kemampuan mengendalikan diri dan mempengaruhi orang lain dengan tulus untuk mencapai tujuan bersama sebagaimana dilakukan oleh para nabi, dengan pencapaian kepemimpinan berdasarkan empat macam karakter yakni, sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Atas dasar itu sebagai salah satu solusi dan semangat keberhasilan kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam, model kepemimpinan kenabian dengan berbagai kriteria merupakan keharusan.
PEMAHAMAN GURU TERHADAP KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM APLIKASI PENYUSUNANNYA Haeruman
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.216 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.10

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam bahasa Inggris Classroom Action Research (CAR) merupakan suatu kegiatan penelitian yang dilakukan guru baik pada tingkat pendidikan dasar atau menengah dalam rangka untuk mengetahui serta memperbaiki proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Bahwa dalam penyusunan penelitian Tindakan Kelas yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti yaitu seorang guru, adalah apa tindakan yang akan dilakukan guru dalam proses pembelajaran dikelasnya ? kemudian apa yang akan ditingkatkan dengan tindakan tersebut ? selanjutnya siapa yang akan dikenai tindakan, artinya orangnya atau siswa kelas berapa ? Selanjutnya juga yang tidak kalah pentingnya seorang guru dalam melakukan tindakan juga jangan melakukan kesalahan seperti; 1) Isi ajaran dalam proses pembelajaran atau materi nya yang pertama, jangan diulang pada siklus kedua, artinya bisa diulang jika materi tersebut bisa dilakukan beberapa pertemuan, karena mengandung makna atau kedalaman materi serta tema yang berbeda tapi masih dalam materi yang sama. 2) Metode mengajar yang diterapkan atau dilakukan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran pada siklus pertama, jangan dirubah pada siklus kedua, dan yang 3) siswa yang dihadapi oleh seorang guru pada siklus pertama dan keuda tidak boleh diganti oleh siswa yang lain, dan seterusnya. Sementara menurut Kisyani pada PTK mendefinisikan classroom action research yang dilaksanakan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah sampai masalah itu terselesaikan. Berdasarkan dari beberapa pendapat dalam uraian dibawah ini, maka PTK dilakukan dalam proses pembelajaran yang dialami di kelas sesuai dengan jadwal sehingga tidak mengganggu kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu PTK bersifat situasional (dinamis), kontekstual, bersekala kecil, terlokalisasi dan secara langsung relevan dengan situasi nyata di dalam kelas.
Menuju Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bermutu dengan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) Abdul Hamid
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.782 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.11

Abstract

Kegiatan pendidikan dan pelatihan terdiri dari tiga hal pokok, yaitu persiapan (perencanaan), pelaksanaan diklat, serta evaluasi paska diklat. Kunci Suatu kegiatan berada pada tahap persiapan atau perencanaan.Kegiatan kediklatan harus direncanakan dan dirancang sebaik mungkin.Salah satu kegiatan yang menentukan keberhasilan pelaksanaan diklat adalah analisis kebutuhan diklat (AKD)/Training Needs Analysis (TNA). Rumusan maslah yang disajikan adalah: apakah pengertian Analisis Kebutuhan Diklat (AKD)?;apa pengertian pendidikan dan pelatihan?; apa urgensi AKD menuju diklat bermutu?; dan bagimanakah AKD meningkatkan kualitas diklat?analisis kebutuhan diklat (AKD) merupakan suatu proses kegiatan yang sistematis untuk mengidentifikasi diskrepensi antara standar kinerja dan kompetensi pegawai sehingga dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan”. Diklat adalah penyelenggaraan pembelajaran dan pelatihan dalam rangka mengembangkan kompetensi pegawai.Ada empat peran utama dalam pelaksanaan AKD yaitu sebagai rancang bangun kegiatan diklat yang akan dilaksanakan, sebagai rencana program diklat yang dipersiapkan, sebagai pedoman pelaksanaan diklat, sebagai pedoman kegiatan evaluasi/monitoring paska diklat. tujuan pelaksanaan AKD adalah sebagai berikut:menjadi dasar penyususnan rancangan diklat , Menjadi pedoman rancang bangun kegiatan diklat, Menjadi prioritas jenis diklat, meningkatkan kinerja para pegawai, dan mengetahui perkembangan kekinian. Tingkat Kebutuhan diklatBerdasarkan sistem organisasi, umumnya dibedakan menjadi 3 (tiga) tingkat kebutuhan diklat.Pertama, kebutuhan diklat pada tingkat organisasi; kedua, kebutuhan diklat pada tingkat jabatan, dan ketiga, kebutuhan diklat pada tingkat individu.Pelaksanaan AKD bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan.Ada tiga pendekatan AKD yang umum dilakukan, yaitu pendekatan analisis kinerja, pendekatan forum grup discussion, dan pendekatan DIF (difficulty, importance, and frequency).Tahapan pelaksanaan AKD adalah perumusan masalah, perumusan tujuan, persiapan instrument yang diperlukan, pengumpulan data, pengolahan data, penafsiran hasil, dan pelaporan.Analisis kebutuhan diklat sangat strategis dalam peningkatan kualitas diklat.
MANAJEMEN BIMBINGAN PENYULUHAN OLEH PENYULUH AGAMA ISLAM DI KOTA BANJARMASIN Rustam Nawawi
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.395 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.13

Abstract

Penelitian ini berjudul Manajemen Bimbingan dan Penyuluhan oleh Penyuluh Agama Islam di Kota Banjarmasin dengan tujuan untuk mengetahui manajemen bimbingan dan penyuluhan, baik perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan sistem evaluasi yang dilakukan oleh Penyuluh Agama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian adalah penyuluh agama Islam di Kota Banjarmasin dan objek penelitian adalah manajemen bimbingan dan penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penyuluh agama Islam di Banjarmasin telah membuat Perencanaan bimbingan dan penyuluhan sudah berjalan dengan baik yakni dengan dilakukannya: analisis identifikasi potensi wilayah atau kelompok sasaran dan tersusunnya perencanaan dilanjutkan dengan pembuatan program tahunan dan program operasional kegiatan. Pengorganisasian telah dilakukan oleh penyuluh agama Islam dengan cara pembagian tugas dan penyusunan jadwal kegiatan penyuluhan. Sedangkan pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan belum sepenuhnya berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan sebagian penyuluh agama Islam masih kurang dalam penguasaan materi dan komunikasi dengan audiennya. Sementara itu sistem evaluasi yang digunakan oleh para penyuluh agama Islam berbentuk penyusun instrument evaluasi penyuluhan agama, menganalisis data hasil evaluasi, dan menyusun laporan kegiatan penyuluhan.perencanaan pembelajaran yang terdiri dari pembuatan program tahunan, pembuatan program semester, dan penyusunan silabus sudah berjalan dengan baik.
Analisis Kepemimpinan, Motivasi dan Budaya Organisasi Terhadap Peningkatan Kinerja ASN BDK Banjarmasin Surya Subur
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.789 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.14

Abstract

This study aims to analyze the influence of Leadership Style, Motivation and Organizational Culture on improving Employee Performance at BDK Banjarmasin which is measured by the skills, nature and attitude of a leader in providing motivation and building an organizational culture to achieve the target and optimal work results. The analysis of the results in this study used quantitative methods, by testing the validity and reliability of the research instruments. Where as to test the hypothesis using the classic assumption test, F test, t -test, partial correlation coefficient test and multiple regression. The results of the F test show the value of Fcount > Ftable and the significant value of 0,000 < 0.05 at the level of trust α = 0.05. The results of the calculation of Fcount 42.011 with Ftable 1.98 mean that the independent variables X1, X2, and X3 simultaneously influence the dependent variable Y. The t-test results show the value of tcount for each independent variable is more than the value of t table. Calculation Leadership Style 2,993, 3,592 Motivation and Organizational Culture 4,566 with t-table value = 1,98 means that each independent variable partially influences the dependent variable. Similarly, simultaneously. From the partial correlation coefficient the Organizational Culture variable has the highest correlation coefficient, which is equal to 0.266, means that Organizational Culture is the most dominant variable affecting the employee performance variable(Y).
Penerapan Strategi Kepemimpinan yang Melayani di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin Zarkani
WIDYABORNEO Vol 1 No 02 (2019): WIDYA BORNEO
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.968 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v1i02.15

Abstract

Kepemimpinan mutlak ada dalam organisasi, tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusia pun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Tujuan pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya, orientasinya bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tapi kepentingan publik yang dipimpinnya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego, mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat, namun selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi. Kepemimpinan di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin sangat tepat dengan pola memimpin yang melayani dengan kolaborasi gaya kepemimpinan melihat dari situasi dan kondisi berdasarkan kebijakan regulasi yang ada, sehingga Pelayan Publik terwujud sebagaimana mestinya. Tolak ukur kecerdasan spiritual dalam kepemimpinan yang melayani sebagai pemimpin yang memiliki IQ yang berkembang, EQ yang bijak, dan SQ yang kuat. Mereka biasanya adalah orang–orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6